
Tiba-tiba saja kak Bio nyeletuk padaku "Stel, kamu pakai bedak ya? Bedak kamu luntur semua tuh" ucapnya sambil menunjuk wajahku.
Mendengar hal itu aku pun mulai menyeka air mataku. " Emang kenapa kak?" masih sambil terisak-isak aku pun mengeluarkan handphone ku"
Lalu kak Bio pun merampas handphone dari tanganku sambil tersenyum.
"Udah gak usah ngaca he..he.." ucapnya sambil tersenyum ke arahku yang antara kebingungan dan malu. Aku takut jika bedak yang ku gunakan memang benar akhirnya luntur.
"Kamu tetep cantik Stel, udah jangan nangis ya" ucap kak Bio sambil menyeka sisa sisa air mata di pipiku dengan punggung tangannya.
" Udah, lupain kejadian tadi ya... Biar cantiknya gak luntur" tambah kak Bio sambil mengelus pipiku sebelah kanan.
"Makasih yah kak..." ucapku sambil menyodorkan senyum ku pada kak Bio.
"Udah tenangkan? Mau masuk kelas sekarang apa mau bolos?" tanya kak Bio padaku.
"Haa emang boleh kak?" Pertanyaan kak Bio pun membuat ku melongo
__ADS_1
"Takk" (Suara kepalaku di jitak oleh kak Bio)
"Aw sakit kak" Erang ku sambil memegang kepalaku yang baru di jitak.
"Ya gak boleh lah... Nah sekarang udah nyambung di ajak ngobrol, sekarang masuk kelas yuk" ajak kak Bio sambil menyodorkan tangannya padaku.
"Aku mau di gandeng nih kak? Ahh malu kak, gak mau aku" ucapku sambil tersipu-sipu.
"Ha..ha..ha.." tiba-tiba saja gelak tawa kak Bio mengagetkanku.
"Ini Stell handphone kamu maksudnya ha..ha.ha.."
" Ha..ha..ha.. udah masuk yuk kak" ajak ku sambil berjalan perlahan sambil menutupi rasa Maluku.
Setelah mengantarku sampai depan kelas kak Bio pun lalu pergi menuju kelasnya. Dengan wajahnya yang tampan ia pergi sambil mengelus kepalaku dan menyuruhku untuk tersenyum agar mata sembab ku tak kentara.
•••
__ADS_1
"Ehh tunggu...tunggu.. mata kamu kok sembab gini Stel? Kamu habis nangis?" Tanya Fero dengan wajah khawatir.
"Hem.. tapi jangan marah-marah ya fer kalau aku habis cerita"
" Ih...masih aja, cepetan gih cerita Stel?" Fero pun mendesak ku untuk cerita.
Sebenarnya aku takut dia akan meledak ledak dan balas dendam, tapi aku juga pasti akan merasa bersalah jika Fero tak mengetahui hal yang barusan terjadi denganku. Fero pasti bakalan penasaran dan khawatir terus menerus dengan keadaanku.
"Gini sebenarnya.. tapi kamu jangan marah... jangan balas dendam ya!!"
"Iya deh.. beres.. udah buruan cerita"
Dengan menahan sesak di dada dan menahan air mata, aku pun terpaksa bercerita pada sahabatku jika aku sudah di sakiti oleh seorang wanita. Wanita yang mengaku sebagai pacar kak Dipa. Aku pun bercerita jika kejadian itu membuat kak Dipa menjadi salah paham padaku sehingga ia marah padaku.
"Sabar fer ya gak usah di bales.. aku cuma cerita biar kamu gak penasaran. Janji gak usah buat yang aneh-aneh sama mereka berdua" pintaku sambil menenangkan amarah si Fero.
"Ih tetep aja mereka keterlaluan Stella sama kamu.."
__ADS_1
"Aku gak mau cari perkara lagi dan aku gak mau kamu jadi terlibat fer, udah mending aku lupain aja kejadian tadi. Dan kamu gak usah ngelakuin hal apapun ya fer!!janji ya!!!" Pintaku pada Fero dengan sungguh - sungguh.
Fero pun menghembuskan nafasnya karena terpaksa mengikuti keinginanku. Lalu dia duduk di bangkunya dengan raut terpaksa. Sambil menunjukan lambang OKE dengan tangannya.