Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Aku, Dia dan Perjodohan


__ADS_3

✨ Hay Para Readers...


Sebelum lanjut membaca novel ini, aku Dawet_legi minta supportnya ya buat karya ku ini 🙏🙏🙏


...----------------....


Dengan mata sembab aku keluar dari toilet. Di sebuah lorong aku tak sengaja bertemu dengan CEO itu lagi.


"Eh, kita bertemu lagi" ucapnya sambil menunjuk ke arahku.


" Bagaimana pertemuan dengan Pak Dipa? Lancar?"imbuhnya dengan nada bersemangat.


"Hee.. Iya Pak, ternyata lebih susah menghadapi staf ketimbang CEO nya ya" ucapku sembari tersenyum penuh kekecewaan.


" Ha..ha..ha.. Saya udah ngira bakal kayak gini. Tenang nanti saya akan bantu bicara dengan si Dipa"


Setelah berbincang cukup lama. Aku pun melihat Dipa dari kejauhan seolah menatap kami berdua. Segera aku berpamitan dengan Pak Dika untuk kembali ke kantorku saat itu juga.


...----------------...

__ADS_1


Sepulang bekerja tiba-tiba ponselku berdering. Nomor yang tak di kenal pun muncul. Namun, aku ragu untuk mengangkatnya. Aku malas jika itu hanya sebuah panggilan spam. Tapi di benakku juga terlintas jika itu adalah orang yang akan di jodohkan oleh mama denganku.


Setelah cukup lama ponselku berdering, akhirnya ku putuskan untuk mengangkatnya. Terdengar suara seorang pria dengan suara yang sedikit serak.


"Halo, Apa benar saya bicara dengan mbak Stella?" terdengar suaranya terbata-bata.


"Iya, ini siapa ya?" jawabku dengan perlahan, namun tiba-tiba panggilan di matikan.


Lalu tak berselang lama nomor tersebut mengirimiku sebuah pesan singkat. Yang berbunyi " Maaf, saya malu mau bicara sama kamu. Tolong terima permintaan saya buat lebih mengenal kamu dulu ya? Salam kenal, saya Dika"


" Wah kebetulan banget sih namanya mirip sama tuh CEO" ucapku berbicara sendiri.


"Akh gak mungkin... Gak mungkin... Pasti cuma kebetulan aja" imbuhku mencoba tetap berpikir positif.


Pria itu mengajakku bertemu agar bisa mengobrol lebih banyak. Aku pun mengiyakan ajakannya. Kami memutuskan bertemu di sebuah restoran sea food yang dekat dengan rumahku.


•••


Dari kejauhan aku melihat pria memakai kemeja berwarna Sage, ia juga memakai penutup masker di wajahnya. Suatu ciri-ciri yang di katakan pria bernama Dika itu.

__ADS_1


Aku pun memberanikan diri untuk mendekat. Dari belakang aku mulai bertanya dahulu. Apa memang benar dia orang yang di jodohkan denganku.


" Permisi, Apa kamu yang namanya Dika?"


"OHH kamu" ucapnya dari dalam masker seolah kaget melihatku.


Pria itupun lantas membuka maskernya. Betapa syok nya aku saat pertemuan pertamaku dengannya. Pria bermasker itu ternyata memang sungguhan si CEO tampan dari PT.Mahardika.


Aku langsung lemas tak berdaya. Sungguh perjodohan yang unik. Seketika kami berdua pun tertawa. Kami sungguh tak menyangka jika di pertemukan dalam kondisi aneh seperti ini.


"Heh.. Aku gak nyangka banget orang yang bakal di jodohkan sama aku ternyata itu kamu!" ucap Pak Dika dengan wajah yang masih tak percaya.


"Bagaimana Pak? Apa anda kecewa?" dalam hati aku berharap ia akan menyerah dengan perjodohan itu.


"Apa kita coba aja?" pintanya sambil tersenyum kepadaku.


Harapanku ternyata sangat tak sesuai dengan kenyataan. Ternyata pria yang di jodohkan dengan ku tak mau bekerjasama agar perjodohan ini berakhir. Ia menceritakan kenapa ia mau di jodohkan. Alasan ia mau tetap menerima perjodohan ini pun ia terangkan padaku.


Setelah panjang lebar akhirnya aku memutuskan untuk mencobanya. Pikiranku pun mulai terbuka setelah mendengarkan cerita Pak Dika. Lelaki yang menerima di jodohkan denganku. Lelaki yang ternyata seorang anak yang baik. Ia ingin menjadi anak yang berbakti dan tak mau mengecewakan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Jika sebelumnya di mata ku perjodohan itu seolah mengerikan. Namun setelah beberapa menit mengobrol dengan Pak Dika, pikiran itu akhirnya sirna. Karena pria pilihan mama ku, ternyata tak seburuk bayanganku selama ini.


__ADS_2