Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Atmosfer yang berbeda


__ADS_3

Sudah sekitar seminggu Masa Orientasi Siswa berakhir. Aku dan para siswa baru lainnya telah resmi menjadi siswa di SMA Bakti Jaya Raya. Kami pun sudah mulai mendapatkan kelas dan Mata Pelajaran baru. Mulai menikmati masa-masa menjadi siswa putih abu-abu.


Namun setelah kejadian di taman tak pernah lagi aku melihat Kak Dipa lagi. Di rumah pun tak pernah aku berpapasan atau melihat batang hidungnya. Hal itupun menjadi sebuah tanda tanya besar bagiku.


"Stell, gue kok gak pernah lihat lagi kakak pembina yang kamu bilang tinggal di sebelah rumah kamu sih" ucap Fero penasaran.


"Yahh mana aku tau fer, emang aku pacarnya apa? kamu tanya-tanya" ucapku sambil komat-kamit berharap hal itu tak akan terjadi.


Sambil berjalan menuju kantin sekilas aku melihat sosok kak Dipa berjalan menuju lantai atas. Aku yang merasa penasaran pun segera mengejarnya.


"Fer kamu duluan ke kantin ya, entar aku susul " ucapku sambil menatap ke arah kak Dipa berjalan.


"Eh Stell kamu mau kemana???"


"Bentar doang ada urusan yang mesti ku selesain nih" ucapku sambil pergi menyusul ke arah kak Dipa.


•••••

__ADS_1


"Kamu!!!!" ucap kak Dipa kaget karena aku tiba-tiba berada di belakangnya.


Aku pun menanyakan kemana dia selama ini, kenapa sejak kejadian di taman dia tidak pernah muncul lagi. Dengan dingin dia menjawab pertanyaanku dengan singkat.


"Kenapa sih kak?" aku pun mulai mendekatinya selangkah demi selangkah. Namun dia seperti menghindar dari ku, menutupi wajahnya  dengan tangan dariku.


Dengan paksa aku membuka kedua tangan dari wajahnya. Ku melihat banyak luka lebam yang mulai memudar dari pipinya.


"Kamu kenapa kak? Habis berantem???" perlahan aku mengelus pipi kanannya yang lebam.


Dengan pelan dia menangkis tanganku


"Ehh maaf ..maaf kak habisnya kakak menghilang habis nganterin aku waktu itu jadi aku penasaran aja. Kakak kemana dan ini kenapa lebam semua?"


" Bukan urusan kamu !!! Emang kamu siapa ku? gak usah deh peduli sama aku!!!" Kak Dipa membentak ketus lalu ia pun berlalu pergi.


Saat itu rasanya hatiku sangat sakit. Mencoba bertanya baik-baik malah di bentak dan tidak di gubris.

__ADS_1


•••••


" Stella....kamu dari mana aja? Ayo buruan ikut aku.. penting banget ini!!! Ada yang berantem di lapangan belakang" Tanpa mengizinkanku bertanya si Fero langsung asal menarik tangan ku menuju ke lapangan.


Di sana aku melihat kak Dipa berkelahi dengan beberapa orang. Anak- anak lain  pun mulai berkerumun namun mereka tidak ada yang berani mengambil tindakan. Lalu datang seorang guru yang mencoba merelai mereka, tapi sayang kelima anak yang ternyata siswa dari sekolah lain itu kabur.


Aku hanya melihat dari kejauhan wajah kak Dipa berlumuran darah. Ia di bopong anak-anak menuju ke UKS. Aku tak berani mendekat dan hanya bisa diam terpaku melihat sisi lain kak Dipa seperti itu.


" Woi ngelamun ya stel kamu?" ucap Fero menyadarkan ku.


"Stel, bukannya dia kakak kelas yang kamu ceritain itu ya?" tanya Fero padaku yang masih terpaku memikirkan sesuatu.


"Eh apa tadi fer? Oh iya dia kakak kelas kita yang nyebelin itu." ucapku pelan pada Fero terbata-bata.


"Kamu lagi mikirin apa sih stel bengong aja, tadi juga ngapain malah ngilang waktu ku ajakin ke kantin?" tanya Fero penasaran.


Akhirnya ku beranikan diri untuk bercerita kepada Fero hal yang terjadi sebelumnya padaku dengan kak Dipa. Fero pun terheran-heran, tak menyangka akan perbuatan ku. Sebab selama ini aku tak pernah sama sekali menjalin hubungan dengan siapapun. Di samping yang ku pikirkan hanya bermain dan hanya sekolah, mamaku juga pasti marah tak mengizinkan aku pacaran jika masih sekolah.

__ADS_1


" Ish gue gak sangka kamu bisa nekat kayak gitu stel... Ckckck" celetuk Fero sambil memegang kepalanya.


Aku pun tertunduk malu setelah sahabatku tahu aku asal mencium anak orang. Fero menanyakan kenapa aku bisa seperti itu. Namun sampai saat ini aku juga belum ketemu alasanku yang tiba-tiba mencium kak Dipa. Fero berasumsi mungkin aku lagi di puncak pubertas ku, atau mungkin sebenarnya aku ini orang yang mesum, atau memang aku suka dengan si pembina nyebelin itu.


__ADS_2