Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Bertemu Wanita Gila


__ADS_3

Setelah bel berbunyi, Stella pun bergegas untuk pulang. Namun tiba-tiba seseorang wanita menarik lengannya dan menarik dirinya ke taman belakang sekolah.


" Oh jadi kamu ya yang namanya Stella!!!" Ucapnya seraya menarik kerah seragam sekolah stella.


Dengan kekuatan penuh stella pun melepas cengkraman wanita yang kebetulan juga satu sekolah dengannya. Namun wajah itu terlihat asing bagi stella, karena baru pertama kali memang  ia melihatnya.


" Ini ada apa sih!!! Ngapain narik-narik aku kayak gitu!!!" Sahut Stella kesal lalu mendorong wanita itu.


Namun tiba-tiba wanita gila itu menjambak rambut Stella  hingga ia kesakitan.


Stella pun mengerang kesakitan sambil mencoba melepaskan tangan wanita itu dari kepalanya. " Eh gila kamu ya!!! Jelasin ini kenapa main Jambak rambut orang seenaknya gini!!!"


" Aku peringatkan kamu ya, jangan sekali-kali kamu deketin Dipa lagi!!!"


Stella yang merasa tidak tahu menahu siapa wanita itu merasa bingung dan entah perasaannya setelah mendengar wanita itu mengatakan hal demikian itu membuat Stella sedikit kecewa.

__ADS_1


" Tunggu dulu deh emang kamu siapa ???  " ucap Stella masih menahan rasa sakit di kepalanya.


" Dengerin ya cewek gatel!!! Dipa itu pacar aku... Kamu anak baru jangan sok cantik ya!!! Jangan lagi Deket Deket sama cowok aku!!!" Setelah puas mengatakan hal itu, wanita gila itu akhirnya melepaskan tangannya dari rambut Stella.


Stella yang tak terima dengan perlakuan wanita itu pun mencoba melawan, dengan mendorong wanita itu hingga tersungkur di tanah.


" Aww sakit tau..." Wanita itu pun mengerang kesakitan.


Namun tiba-tiba muncul  kak Dipa dari belakangku. Dan menghampiri wanita itu, lalu membentak ku dengan sangat kasar.


Akupun tersentak dan hanya bisa memandang kak Dipa merangkul wanita itu.


"Dia kak yang mulai duluan!!! Ucap Stella lantang pada kak Dipa.


Namun dengan munafik wanita gila itupun berakting seolah olah  dia adalah seorang korban. Dengan manjanya dia mengerang kesakitan di pelukkan kak Dipa. Namun tak habis pikir kak Dipa pun mempercayai wanita itu. Hal itu pun membuat Stella tersadar kalau ucapan wanita itu memang benar adanya.

__ADS_1


" Mendingan kamu pergi dari sini deh!!!" Ucap kak Dipa dengan kasar pada Stella.


Stella pun hanya dapat mematung menahan rasa sakit hatinya. Lalu akhirnya ia pun memutuskan untuk meninggalkan mereka tanpa bisa menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi  antara ia dan wanita gila itu.


Aku berbalik badan dan berjalan dengan langkah yang tergesa-gesa. Tanpa ku sadari air mataku mulai menetes. Aku merintih memegang dadaku yang mulai sesak mengingat hal yang harus ku hadapi. Tanpa menoleh sedikit pun ke belakang, akupun mulai mempercepat langkahku dari hadapan kak Dipa dan wanita yang mengaku pacarnya tersebut.


"Bruakkk"


Aku pun tak sengaja tersungkur ke tanah, tanpa memperdulikan tumitku yang sebenarnya terasa sakit aku tetap mencoba berlari menjauhi mereka.


Tiba-tiba ada kak Bio yang coba menghentikan langkah ku dari depan. Ia memegang kedua bahuku. Lalu menggandengku untuk berhenti berlari dan berjalan dengan perlahan.


" Stell, tenang ya gak usah sedih" ucap kak Bio sembari menenangkan ku dan membawaku ke taman sekolah yang tak begitu banyak siswa berdiam di situ.


Kami duduk di sebuah kursi panjang dekat Pohon Mangga yang rindang di taman itu. Dengan perlahan kak Bio membantuku untuk tenang. Dengan sabar ia menepuk-nepuk punggungku agar menghentikan isak tangisku yang sedari tadi tak mau berhenti.

__ADS_1


" Maaf Stella, aku tadi gak sengaja ngelihat kejadian yang kamu alami. Jadi aku gak bakalan nanya kenapa kamu bisa nangis kayak gini. Tapi, aku takut kalau kamu nangis terus kayak gini ntar di sangka aku biang keroknya" ucap kak Bio yang sampai jongkok di depan ku sambil mencoba menghiburku.


__ADS_2