Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Nekat


__ADS_3

✨Happy Reading...


Setelah Fero pergi, kak Dipa mulai mendekat dan duduk di sampingku. Dia lama memandangi wajahku. Sehingga membuatku tertunduk malu.


" Stella petaka emang cocok sih buat panggilan kamu" ucapnya padaku di sertai tawa yang terbahak-bahak.


"Idih dasar orang sedeng ya" ucapku kesal.


"Ayok pulang yuk petaka"


Aku tak menggubris dan hanya diam dan mencoba menarik tas dari cengkraman pria nyebelin di sebelahku ini. Namun, dia berdiri dan meninggikan tas ku membuat tanganku tak sampai untuk mengambilnya.


"Eitss, kamu harus pulag sama aku kata pihak sekolah" ucap kak Dipa


"Ogah banget, aku bisa pulang sendiri kok kakak pembina yang terhormat"


" Ya udah nih tas kamu pulang sendiri sana deh" ucapnya sambil menyodorkan tasku dengan wajahnya yang datar


Sekejap kak Dipa pergi dari hadapanku dan hal itu membuatku menggerutu sendiri karena menyesal. Aku hanya bingung mau pulang naik apa setelah ini.

__ADS_1


Dengan terhuyung-huyung aku keluar dari ruang UKS.


Aku lantas di buat kaget karena kak Dipa muncul di depan pintu UKS lalu mendadak menggendongku. Aku pun memberontak dan memukul-mukul dad bidang si pembina resek itu.


" Kak please aku malu banget, turunin aku dong kak"


Kak Dipa tak menggubris sepatah kata yang aku lontarkan padanya. Aku yang malu karena di saksikan seluruh anak-anak di sekolah hanya bisa menutupi wajahku dengan tas.


"Cie..cieee..ada romeo sama Juliet lagi gendong-gendongan nih" terdengar gemuruh anak-anak bersahutan meledek kami berdua.


Kak Dipa menggendongku hingga masuk ke dalam mobilnya. Lalu badanku di sandarkan dengan perlahan di kursi paling depan.


"Ih malu banget tau!!!modus banget main gendong-anak orang sembarangan!" ucapku dengan amarah meledak-ledak.


Tiba-tiba kak Dipa mendekat ke arahku. Seketika mataku terpejam di buatnya.


"KLIK" (suara Seatbelt)


"Ngapain kamu merem-merem gitu? Ngarep gue cium emangnya hahahaha" ucap kak Dipa sambil menyentil dahiku.

__ADS_1


Dia langsung ku dorong menjauh dari hadapanku. Setelah itu aku hanya terdiam tanpa berucap satu patah katapun di dalam mobilnya.


Di sepanjang jalan kak Dipa juga diam tak berucap apa-apa. Namun dia bernyanyi - nyanyi tak jelas sambil mendengar musik rock di mobil.


Sumpah, hal yang dia lakukan membuat telingaku sakit. Aku hanya dapat menutup kedua telingaku dengan tanganku.


"Loh...loh..ngapain kita berhenti di sini?" Tanya ku yang masih linglung karena mobil kak Dipa tiba berhenti di sebuah taman.


"Udah turun aja dulu" pintanya.


"Enggak mau!!! Aku mau pulang bukan ke sini!!! Aku pun menolak ajakan kak Dipa.


"Mau turun apa aku gendong  lagi kayak tadi?" Ancamnya lagi padaku.


Ancamannya kali ini tidak mempan. Aku pun tetap menolak ajakan kak Dipa untuk mengikutinya ke taman. Kak Dipa langsung memasang raut kecewa, ia langsung turun dari mobilnya dan pergi entah kemana.


Aku di dalam mobil akhirnya celingukan karena di tinggal sendirian. Aku menggerutu sendiri di dalam mobil dan mencaci maki foto kak Dipa yang menggantung di dashboard mobilnya.


Tiba-tiba pintu mobil terbuka dari arah tempat ku duduk. Terlihat sebuah tangan menyodorkan es krim berbentuk contong ke arahku. Aku kelimpungan sendiri ketika melihat kak Dipa menatap kepalan tangan ku yang meninju foto dirinya yang tergantung.

__ADS_1


" Nih tonjok orangnya langsung aja lebih puas" dengan cepat dia tarik kepalan tangan ku ke arah pipi kirinya.


Aku langsung kaget dan segera menurunkan kepalan ku. Dan mengambil es krim yang di berikannya padaku.


__ADS_2