
Setelah berhasil menarik tangan ku, raut wajah kak Dipa pun seketika berubah menjadi serius padaku. Kedua bola matanya menatap ke arah ku dengan tajam, sehingga membuat diri ku yang semula kesal menjadi salah tingkah.
"Ihh ngapain kakak ngelihat aku kayak gitu.. serem tau" ucapku sambil menoleh kemana-mana.
" stell, sebenernya..."
Kak Dipa tiba-tiba diam, dan suasana di sekitar juga tiba-tiba saja hening. Aku pun menjadi bingung di sertai penasaran dengan ucapan kak Dipa selanjutnya.
"sebenernya..." Lanjutnya lagi dengan perlahan.
"Sebenernya aku suka sama kamu" ucap kak Dipa secara spontan.
Saat itu hatiku pun di buat nya melambung sangat tinggi. Degup jantungku langsung berdetak tak beraturan. Dan sepertinya telapak tanganku juga berkeringat, sampai- sampai kak Dipa menggosokkan tangan ku ke kain celana miliknya.
" Kamu nerveous ya" celetuk kak Dipa padaku.
"Hemmm enggak..enggak kok" jawabku dengan terbata-bata.
" Stell" kak Dipa lalu menggenggam tangan ku lebih erat.
"Kamu mau nggak jadi cewek aku?" tanya kak Dipa padaku, hingga membuatku panik dan gelagapan karena bingung harus menjawab apa.
" hemm gimana ya kak" dengan terbata- bata aku menjawab pertanyaan kak Dipa. Hingga akhirnya ku putuskan untuk meminta waktu untuk menjawabnya.
" Berapa hari? Seminggu, tiga hari, sehari, atau malam nanti?" ucap kak Dipa menegaskan.
•••
__ADS_1
Malam pun tiba, seperti biasa mama ku tak pulang lagi karena sibuk dengan urusannya. Aku sebenarnya sudah terbiasa dengan kebiasaan ini sejak SD. Namun jika dulu masih ada si mbok yang menemaniku, tapi sekarang beliau sudah tak bekerja di rumahku lagi. Setelah masuk ke SMA aku akhirnya harus tinggal di rumah sendirian jika mama lagi ada urusan kantor, karena si mbok yang biasanya tinggal di rumahku memutuskan untuk resign dan pulang ke kampung halamannya.
tok..tok..tok..
(Terdengar suara dari jendela)
" Siapa ya?" Sahutku dari tempat tidurku.
" Ini aku, orang yang suka sama kamu"
Aku pun senyum-senyum sendiri setelah mendengar suara seseorang yang memang sedang ku pikirkan saat itu. Aku pun bergegas menengok ke jendela. Aku pun langsung kaget bukan kepalang. Yang ku lihat bukan wajah kak Dipa, melainkan sebuah topeng seram berwarna hijau yang ia kenakan untuk mengagetiku.
" waaa" melihat hal itu, segera aku tutup kembali kordennya.
" hei petaka , bukain... ini aku orang cakep dari sebelah rumah kamu" ucap kak Dipa.
" aku gak percaya!! Jangan- jangan kamu itu hantu beneran?" sahutku dengan nada kesal.
Karena merasa kasihan dan juga khawatir, aku pun terpaksa membuka jendela kamarku untuk kak Dipa. Ini kedua kalinya kak Dipa masuk ke dalam kamarku lagi. Sebenarnya aku sangat canggung setelah kak Dipa menyatakan perasaannya padaku tadi siang. Al hasil aku pun jadi harus berakting seperti tak terjadi apa-apa, hal itu kulakukan agar tak malu jika berhadapan dengan kak Dipa.
" Gimana jawabannya? Udah ada?" ucap kak Dipa sambil menatapku dari pinggir jendela.
Aku yang sebenarnya bingung dan juga belum siap hanya bisa menggelengkan kepalaku. Seolah paham, kak Dipa hanya tersenyum dan menjawab dengan kata
" oke baiklah".
"Nih aku bawain kamu martabak" ucap kak Dipa sembari menyerahkan dua kotak martabak padaku.
__ADS_1
"Aku gak tau kamu suka manis atau asin, jadi aku beli keduanya buat kamu" lanjut kak Dipa menjelaskan isi kotak martabak itu padaku.
" Aku udah makan kak, tapi gak papa deh rejeki kan gak boleh di tolak hahaha" celetukku pada kak Dipa, sambil membuka semua kotak yang berisi martabak itu.
Kak Dipa lantas menoleh ke arah laptop di atas tempat tidurku. Lalu melihat apa yang sedang aku tonton di laptopku.
"Oh kamu suka sama film Korea ternyata" tanya kak Dipa sambil membawa laptop ku ke bawah tempat tidur.
Kami berdua pun akhirnya bersandar di sebelah ranjang tidurku. Sambil menonton film yang ada di laptopku itu bersama. Sambil menonton aku dan kak Dipa menikmati martabak yang di bawa nya.
"Gimana kak,suka gak sama film kayak gini" tanya ku pada kak Dipa sambil meregangkan tubuhku yang sedikit pegal karena duduk di bawah lantai.
" hemm aku kurang begitu suka sih sama film kayak gini" ucap kak Dipa.
" Hemm... kalau sama aku suka gak kak?" Celetukku tiba-tiba.
" haaa..." Kak Dipa pun melongo lalu tersenyum malu padaku.
" yah kamu tau sendiri lah kalau itu hahaha" ucapnya sambil cengengesan.
Suasana saat itu tiba-tiba saja menjadi aneh ketika adegan di film adalah sebuah adegan sedang berciuman. Aku dan kak Dipa akhirnya tersenyum malu dan saling pandang.
" Sebenarnya aku belum pernah sama sekali pacaran kak" ucap ku spontan pada kak Dipa.
" hah masak?? Beneran? Kalau gitu aku juga belum pernah deh" timpal kak Dipa.
"Idihh bohong" ujarku sinis sambil melahap sisa martabak manis di tanganku.
__ADS_1
" Beneran Stel.. suer deh aku gak bohong" Kak Dipa pun menjawab dengan wajah seriusnya.
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba muncul kembali adegan yang membuat kami malu-malu kucing lagi. Kak Dipa pun menatap ke arah ku begitu pula diriku.