Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Pelukan dan Penjelasan


__ADS_3

"udah diem, aku cuma pingin peluk kamu aja...aku gak bakalan macem-macem kok" ucapnya sambil memeluk ku dengan erat sembari menepuk-nepuk punggungku.


Setelah pasrah berada di dekapan kak Dipa. Namun, tiba-tiba saja aku teringat dengan bentak kan kak Dipa siang tadi. Sebuah bentak kan yang membuat hati ku begitu sangat sakit. Akhirnya tangisanku pun pecah lagi malam itu.


" Hiks.. hiks.. hiks"


" Kamu nangis ya? Maafin sikap aku tadi ya?" tukas kak Dipa sambil mengelus lembut kepalaku.


" Maafin aku ya Stella... Maaf tadi aku yang marah tanpa tahu hal yang sebenarnya terjadi"


"Aku salah banget ke kamu Stella, maaf aku salah paham sama kejadian tadi"


" Apa kamu mau maafin sikapku tadi?"


Aku pun semakin tersedu-sedu tak kuasa menahan rasa sakit tadi. Aku tak mau menjawab satu patah katapun pertanyaan kak Dipa. Ia pun akhirnya diam dan mendekap ku dengan erat,dengan sesekali mengelus kepalaku agar aku semakin tenang.


Beberapa saat kemudian aku pun merasa lebih tenang dan meminta kak Dipa melepaskan dekapannya. Aku pun sedikit mundur dari hadapan kak Dipa sembari mengelap air mata di wajahku.


" Kayaknya kakak keterlaluan deh kalau harus berlaku kayak gini ke aku?" celetukku tiba-tiba teringat dengan wanita yang mengaku sebagai pacar kak Dipa.

__ADS_1


"Emang kenapa?" jawabnya santai.


"Hem.. pacar kakak tadi..." celetukku dengan ragu.


"Ha..ha..ha.. emang dasar cewek gila"


" Haa APAA???" sahutku memelototi Kak Dipa.


" Eh enggak gitu.. bukan kamu.. maksudnya cewek tadi. Dia bukan pacar aku, tapi dia emang fans aku sejak kelas satu sih..." ucapnya dengan wajah menyebalkan.


" Oh gitu ya.. oke deh" Dengan singkat aku pun sedikit maju ke arah kak Dipa.


" Hemmhhh" kak Dipa tersenyum lalu melengos sambil menutup mulutnya dengan kepalan tangannya.


"Emang kamu mau kita lebih dari ini? ucapnya sambil mencoba mencolek colek bahuku.


"Ish apaan sih kamu... sakit tau"


"Masih marah kah sama aku? " Tiba-tiba saja kak Dipa menunjukkan sisi imutnya padaku.

__ADS_1


Dengan reflek aku pun tersipu dan tersenyum padanya.


" Enggak kok, udah enggak marah :) "


Malam itu kak Dipa menjelaskan semua ke salah pahaman yang terjadi tadi siang antara kami berdua. Ternyata kak Bio menceritakan kejadian yang sebenarnya pada kak Dipa. Sehingga kak Dipa akhirnya memutuskan menjadi orang yang tak tahu malu seperti sekarang demi meminta maaf padaku.


Sebenarnya aku bingung dengan yang terjadi pada kami berdua. Padahal kami baru saja bertemu, tapi kenapa kami sedekat ini. Hubungan seperti apa? dia itu siapa? aku pun menjadi bingung di buatnya. Tapi aku seperti nyaman, ia pun juga terlihat nyaman saat kami bersama.


Malam ini kami habiskan untuk saling menjelaskan hal yang terjadi siang tadi. Malam ini akhirnya aku melihat sisi lain dari pembina ku yang sangat menyebalkan sebelumnya. Namun, malam ini masih menyimpan sebuah tanda tanya besar hubungan macam apa ini?. Dan akhirnya malam ini berakhir. Kak Dipa pun akhirnya pulang melalui pintu depan. Malam ini berakhir damai, Namun tidak dengan isi kepalaku.


"Teman bukan"


"Saudara..mana mungkin!!"


"Pacar, Apalagi!!!"


"Hash mending gue tidur deh"


( Gerutu Stella yang heran pada dirinya sendiri )

__ADS_1


__ADS_2