Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Sahabatku Marah


__ADS_3

Saat istirahat, aku dan Fero sengaja istirahat di dalam kelas saja. Kami berdua sudah sangat kelelahan berpikir untuk ulangan mata pelajaran Fisika tadi yang begitu sangat mendadak.


" gila ya.. otak aku langsung panas Stel" ucap Fero sambil mengipasi kepalanya dengan buku.


Aku pun hanya bisa tertawa sambil membantu mengipasi kepala Fero.


"Oh iya kemarin kak Bio nyariin aku gak Fer?" Tanyaku penasaran karena kemarin lupa tak sempat mengabari kak Bio karena tak bisa hadir waktu rapat OSIS.


"Gak kenapa-kenapa kok kata kak Bio Stel, kemarin udah aku jelasin ke dia kalau kamu berhalangan. Tapi nanti kita di suruh ikut kumpul lagi sama dia"


"Oke deh kalau gitu Fer" ucapku sambil merebahkan kepalaku di atas meja.


" Ehh perut aku kok sakit gini ya stell, ntar ya aku mau ke toilet dulu deh"  ujar Fero sambil memegangi perut nya yang tiba-tiba melilit.


" hahaha dasar... Ya udah cepetan lari fer,, ke buru keluar ntar" ucapku sambil melihat Fero yang lari menuju ke toilet dengan tergesa-gesa.


Sungguh begitu penatnya kepalaku, sehingga membuat ku memejamkan mataku saat itu. Saat itu keadaan kelas kebetulan sedang kosong tinggal aku saja yang berada di dalam kelas.


"Kok cepet banget fer" ucapku masih sambil merebahkan kepalaku di meja.


Betapa kagetnya diriku ketika membuka kedua mataku.


" ngapain kakak di sini!!! Bikin kaget aja" ucapku spontan.


" he he he... Sebenernya aku baru Dateng sih, tadi ku lihat kamu merem jadi ku tungguin deh. Aku takut ganggu kamu yang lagi tidur pagi ha ha ha" ujar kak Bio yang saat itu ikut duduk sebelahan dengan ku.

__ADS_1


"Kemana si Fero, kok gak sama kamu Stel?" Imbuhnya sambil ikut merebahkan kepalanya di meja yang sama denganku.


Aku pun sejenak tertegun, karena mata kami yang saling bertemu. Karena canggung aku pun mengangkat kepalaku dari atas meja.


" Bentar aja tetep kayak gini fer, bentar aja... Biarin aku ngelihat kamu sebentar aja" ucap kak Fero sambil menahan kepalaku agar tetap rebahan menghadapnya.


Karena aneh aku pun beranjak dari tempat duduk ku. Dan mengajak kak Bio untuk bicara di luar kelas saja.


" eh.. kak kayaknya kita ngobrol di luar aja deh.." pintaku sambil beranjak dari tempat duduk ku.


"Boleh gak aku suka sama kamu Stel"  Tiba-tiba saja kak Bio melontarkan ungkapan itu sembari memegang tangan sebelah kiri ku.


Dengan perasaan takut, aku mencoba melepaskan genggaman kak Bio dari tanganku. Namun karena terlalu erat aku pun hanya bisa memberontak agar kak Bio melepaskannya terlebih dulu.


" Stella..." Terdengar suara Fero dari ambang pintu kelas. Lalu ia pun pergi setelah melihatku bersama dengan kak Bio.


"Tunggu fer" ucapku sambil mencoba melepas genggaman tangan kak Bio. Setelah itu, aku pun segera berlari mengejar Fero.


•••


" Tunggu fer aku bisa jelasin, tolong dengerin aku dulu fer" bujukku pada Fero yang tetap berjalan dengan cepat menuju ke taman belakang.


"Aku bisa jelasin Fer, tunggu dengerin aku dulu" aku pun akhirnya bisa menghentikan derap langkah Fero.


" Apa lagi yang mau kamu jelasin Stel? Aku udah lihat semua tadi" ujar Fero yang sepertinya melihat semua kejadian tadi.

__ADS_1


"Udah gak ada yang bisa aku harapin dari kak Bio Stel, dia itu suka nya sama kamu!!!" Imbuh Fero dengan terbata-bata.


" udah gak usah kejar aku lagi... Aku butuh waktu buat sendiri dulu"


Tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan Fero pun langsung pergi meninggalkan ku sendirian.


Aku pun tertegun tak menyangka Fero akan semarah itu padaku. Dengan wajah lemas aku pun pergi menuju ke Taman belakang sekolah untuk menenangkan diri.


" Enak ya tadi mesra-mesra an sama si Bio" pada saat itu datanglah kak Dipa yang tiba-tiba muncul lalu duduk di sampingku.


Aku yang kesal, malah semakin kesal dengan perkataan kak Dipa padaku. Hingga membuat ku mengusir dan membentak kak Dipa agar pergi dari hadapanku dan tak mengganggu ku lagi


" Kamu kenapa tiba-tiba kayak gini Stel? Kamu yang salah kenapa kamu malah marah sama aku?" imbuh kak Dipa yang malah ikutan marah padaku.


"Udah deh kak aku pingin sendirian dulu!!! Kamu pergi sana!!!" ucapku dengan nada tinggi hingga membuat kak Dipa ikut naik pitam sehingga benar-benar meninggalkan ku di situ.


Tak berselang lama, tiba-tiba saja handphone ku berbunyi. Muncul nama Miranti yang mencoba menghubungiku.


" Stell tolong... Tolongin aku" ucapnya seperti kesakitan.


" Hallo mir... Kamu kenapa? Mir kamu di mana?" sahutku yang ikutan panik mendengar suara Miranti yang seolah sedang ketakutan.


"Tolongin aku stell, gue lagi sembunyi,  aku hampir mati ini stell? Tolongin aku"


"Kamu tenang ya mir, aku bakal tolongin kamu.. kamu sekarang dimana?" Tanyaku sambil mencoba menenangkan Miranti.

__ADS_1


" Aku udah kirim lokasinya Stel di What's app...cepet tolongin aku stell!!!" ujar Miranti lalu tiba-tiba panggilan tersebut berakhir. Dan nomer Miranti tak bisa di hubungi lagi.


__ADS_2