Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Hubungan membosankan


__ADS_3

✨ Hay Para Readers...


Sebelum lanjut membaca novel ini, aku Dawet_legi minta supportnya ya buat karya ku ini 🙏🙏🙏


...----------------...


"Sakit tau!!!" bentak ku pada pria yang ternyata adalah kak Dipa.


"Lepasin tangan aku"imbuhku sambil mendorong kak Dipa ke tembok.


"Aku mau bicara penting!! Kamu ada hubungan apa sama si Dika???" Tiba-tiba saja ia bertanya padaku dengan nada tinggi.


" Apa urusan kamu!!! Kamu gak ada urusan lagi sama aku dan kehidupanku!!" sahutku dengan lantang. Aku mencoba menghindar dari kak Dipa, namun ia menahan ku dengan tangan kekarnya.


"Kamu udah masa laluku!!! Kamu juga udah gak pernah anggap aku ada kan selama ini?" ujarku dengan emosi.


"Kamu ada hubungan apa sama Dika!!!" tanyanya sekali lagi sambil mencengkram kedua tanganku ke arah tembok.


Kami pun saling berhadapan. Kak Dipa menatapku dalam, seolah api sedang berkobar di kedua matanya. Aku pun menunduk terdiam, lalu tak sadar air mataku pun berlinang.


Aku tiba-tiba teringat masa kelamku dengan kak Dika sebelum akhirnya kita benar-benar menjadi sangat asing seperti sekarang ini.

__ADS_1


...----------------...


(6 tahun yang lalu)


Hari ini, adalah hari perayaan empat tahun aku dan kak Dipa berpacaran. Seperti biasa kami bertemu di restoran favorit kami. Aku sangat antusias hari itu, sehingga aku sengaja datang lebih awal.


Aku saat itu masih kuliah semester akhir dan Kak Dipa sudah bekerja di sebuah Perusahaan kecil sebagai karyawan kontrak. Karena hal itu, waktu kami bertemu pun menjadi berkurang. Sehingga kami sepakat bertemu di saat-saat tertentu saja.


Hubungan kami mulai gonjang ganjing pada saat itu. Kala itu aku yang masih egois mungkin jadi penyebab kami jadi sering bertengkar. Masalah kecil sekalipun akan menjadi besar kala itu.


Hubungan yang lama tak menjamin kenyamanan akan bertahan selamanya. Cinta yang awalnya indah lama kelamaan akan memudar seiring berjalannya waktu. Perumpamaan itu kadang tertanam di benakku selama menjalani hubungan dengan kak Dipa.


" Kamu lama banget sih kak!!!" ucapku dengan nada sedikit lantang.


" Ngapain marah-marah!!! Kamu lupa ini hari apa?" bentak ku kesal.


" Gak tau udah!!! Kamu harusnya menghargai usaha ku buat datang ke sini!!" imbuh kak Dipa dengan raut wajah cemberut.


Kami akhirnya tak jadi merayakan hari jadian kami. Perdebatan pun tak ada akhir. Setiap bertemu kami selalu seperti itu. Kami sama-sama tak mau mengalah. Hubungan kami yang dulu ku kira akan bahagia selamanya, ternyata malah semakin amburadul.


Kami bertukar pesan jika saat butuh saja. Jika tak ada yang mengalah, kadang berhari-hari pun sama sekali tak ada kabar satu sama lain. Dalam kamus percintaan kami sudah tak ada lagi kata romantis. Hubungan ini sudah hambar dan sangat membosankan.

__ADS_1


...----------------...


(Masa kini)


"Lepasin tangan aku cepet !!!" ucapku lantang.


Kak Dipa tetap kekeh tak mau melepaskan ku. Malam itu seolah menyadarkan ku. Kami berdua ternyata masih tetap sama jika bertemu. Masih egois, berdebat dan selalu bertengkar saat bertemu.


"Kamu gila ya.. Cepet lepasin aku DIPA!!" sahutku makin emosi.


"cup" tiba-tiba kak Dipa mengecup bibirku.


" pria brengsek!!! Ngapain kamu ci..."


"cup" Belum selesai aku berkata, kak Dipa langsung menyergap bibirku kembali dengan paksa. Ia mencium ku dengan kasar malam itu.


Aku pun makin emosi hingga akhirnya ku dorong kak Dipa dengan kerasnya hingga tersungkur ke lantai.


Aku berlari keluar dari ruangan itu, meninggalkan kak Dipa yang sangat menyebalkan. Aku berlari dengan linangan air mata yang deras di sesak nya tamu hotel malam itu.


Dalam keramaian , tiba-tiba Dika muncul menghadang ku. Dengan terisak-isak, aku tertunduk di dekapan nya. Ia lantas menutupi wajahku dengan jas hitamnya yang memang sengaja ia lepaskan untukku.

__ADS_1


Ia merangkul menggenggam tanganku keluar gedung hotel dan mengajak ku ke sebuah taman yang tak ada satu orang pun di sana.


__ADS_2