
✨Happy Reading...
Setiap operan karet yang dia beri padaku ia berikan dengan tak serius padahal ia adalah seorang pembina kami. Karena ulahnya yang berulang, aku menjadi sering menarik lengan bajunya, sehingga lengan pakaiannya menjadi lusuh. Games akhirnya tak kami menangkan. Harapan untuk mendapat poin telah gagal. Anak- anak yang berada di satu grup kami hanya menggerutu sambil memelototi aku serta kakak pembina tengil itu.
Kami semua di hukum untuk menyanyi di depan seluruh para siswa baru. Aku yang tak pandai menyanyi terpaksa bernyanyi dengan sumbang.
Rangkaian acara MOS yang melelahkan ini masih belum berakhir. Namun, kita mendapatkan waktu jeda untuk istirahat. Aku mencari si Fero ke dalam barisannya.
"Stell.. stell.. di sini aku" teriak Fero melambaikan tangannya.
" akhirnya kita bisa ketemu juga Fer" jawabku sambil ngos-ngosan.
"yuk kita ke kantin " ajak Fero yang wajahnya terlihat seperti belum makan seminggu.
Kantin sekolah ini berada di dekat lapangan basket, seraya kita menuju kantin aku dan Fero bisa melihat-lihat kakak- kakak kelas kita bermain basket.
__ADS_1
Fero asik mencuci mata padahal perutnya sudah berbunyi sangat fales sekali. Aku yang semula ingin curhat sampai- sampai lupa kalau hari ini aku sangat capek.
"eh.. eh stell sini sebentar deh" ucap Fero sambil menarik bajuku.
"iya ada apa sih Fer... baju aku robek ini lama-lama!!!" sahutku.
Fero memberi tahu aku ada seseorang yang sepertinya pernah ia lihat sedang bermain basket di dalam lapangan. Seseorang itu persis seperti pria yang aku lihat di rumah sakit. Dia adalah cucu dari seorang nenek yang pernah mengalami kecelakaan bersama aku dan Fero.
Sungguh terkejutnya diriku, sambil bergumam pada Fero kalau dunia ini sangatlah sempit. Tak di sangka-sangka kami bertemu kembali di sekolah yang sama.
Sambil mendribel bola perlahan dia mendekat ke arahku dan Fero.
"hei.. " sapa si pria tampan itu kepada aku dan Fero.
Aku dan Fero yang semula duduk langsung berdiri dan tersenyum manis kepadanya.
__ADS_1
" ternyata, kamu masih ingat sama kita?" ucapku sambil kelimpungan karena grogi.
" haha, aku cuma inget sama wajah kamu sebenarnya kalau teman kamu enggak " jawabnya sambil tertawa.
"ihh dasar orang aneh" celetuk Fero di belakangku.
Si pria tampan itu lalu memberikan bolanya kepada temannya dan menghentikan permainan basketnya untuk mengajak kami mengobrol panjang lebar di kantin sekolah.
Kantin di sini terlihat seperti food court yang ada di sebuah mall. Banyak stand makanan dan minuman yang berjejer berjualan. Hal itu sempat membuat aku bingung untuk memilih menu.
"aku cari tempat dulu aja ya, kalian pasti bingung mau makan apa?" tanya si pria tampan kepada aku dan Fero.
"iya nih terlalu banyak pilihan.. Kakak ada rekomendasikah?" tanyaku sembari meminta saran makanan yang enak di kantin mereka.
" kalian pesen mie ayam pak kribo aja tuh yang paling pojok" itu makanan utama kesukaan anak SMA sini sih". Sarannya sambil mempersilahkan kami duduk di kursi yang ia carikan.
__ADS_1