Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Ternyata Dia Tetap Menyebalkan


__ADS_3

Pagi ini aku secepat kilat mengabari Fero Agar tak usah menjemput ku ke rumah. Tanpa menjelaskan Fero pun sepertinya paham dengan maksud dan tujuanku.


" Tinn...tinn.."


Terdengar suara klakson mobil dari depan rumah. Aku pun bergegas keluar untuk memastikan jika itu suara mobil kak Dipa yang menjemput. Dan ternyata benar, kak Dipa pagi itu terlihat sangat tampan dan juga rapi. Ia berdiri di sebelah pintu pagar rumahku sambil senyam senyum sendirian. Aku pun yang sejak tadi memang sudah siap untuk berangkat, segera saja bergegas menghampirinya.


Ya ampun seolah baru sadar atau mungkin karena fallin in love. Aku baru sadar ternyata kak Dipa itu sangat tampan dan sangat kece parah. Hal itu membuat ku menjadi grogi di buatnya.


" Hemm kamu kok diem aja, marah lagi nih ceritanya? Aku salah apa lagi?" ucap kak Dipa padaku dengan memelas.


" he..he..he.. Aku malu tauuuu" ucapku manja sambil mencubit kak Dipa.


" Ha..ha..ha..kamu masih inget kan yang kamu bilang tadi malam?" Tanya kak Dipa menegaskan.


" iya...iya... Aku inget kak" ucapku dengan masih tersipu malu.


"Hayoo apa coba? Coba panggil aku apa hayoo coba?" ujar kak Dipa menggodaku.


"Ih.. ayo ntar kita telat kak" timpalku sambil mencoba menutupi rasa grogi ku karena pertanyaan kak Dipa.


" wah aku ngambek nih.. aku mogok jalan deh" raut kak Dipa pun tiba tiba cemberut dan melepas kedua tangannya dari gagang setir.


"Hemm... Ya jangan ngambek dong kak" tukasku sambil menoleh melihat raut cemberut kak Dipa yang semakin imut dan semakin membuatku klepek-klepek.

__ADS_1


"Sini coba aku liat muka cemberutnya pacar aku dulu" akupun mencoba meraih pipi kak Dipa dengan kedua telapak tangan ku agar dia tak marah lagi.


" he..he..he..aku sayang kamu Stella" ucap kak Dipa tiba-tiba sambil mencoba mendekatkan wajahnya padaku.


" Aku juga sayang kamu pacarku yang nyebelin" ucapku dengan berbisik sambil ku cubit kedua pipi kak Dipa.


•••


Kami berdua pun akhirnya sampai di parkiran sekolah.


"Kak, sebaiknya kita sembunyikan hubungan ini dulu ya" pintaku pada kak Dipa.


" ngapain Stel kok harus gitu?" Sanggah kak Dipa seolah menolak permintaan ku.


Dengan wajah memelas aku pun memohon lagi pada kak Dipa


" hemm iya deh, tapi jangan nyesel ya kamu" ucap kak Dipa dengan nada terpaksa sambil mengelus kepalaku.


"Aku keluar duluan ya kak, makasih tumpangannya" ucapku sambil mengendap-endap melihat situasi saat itu, agar tak di lihat oleh para siswa lainnya.


Lalu tak berselang lama kak Dipa pun berlari menuju ke arahku. Aku pun pura-pura tak menggubris. Tapi, ternyata kak Dipa bukan mencariku. Melainkan ia pergi ke arah seorang gadis yang saat itu memang berada dekat dengan kelasku. Aku yang semula merasa takut jika hubungan ku dengannya bakal ketahuan , berubah menjadi perasaan kesal sekarang.


Dari kejauhan ku lihat dia tertawa terbahak-bahak dengan wanita itu. Tanpa menoleh ke arahku sama sekali, kak Dipa pun malah asyik mengobrol dengan wanita itu. Dengan raut cemberut aku pun memutuskan masuk ke dalam kelasku.

__ADS_1


Setelah duduk di bangku kelas, aku pun terdiam seribu bahasa. Membuat si Fero menjadi melongo dan melihatku dengan aneh.


" kamu kenapa stell? Pagi-pagi bukannya senyum malah cemberut kayak gitu?"


" Gimana gak cemberut, aku habis lihat pacarku malah ngobrol sama cewek lain" sahutku pada Fero tanpa sadar.


"Tunggu...tunggu bentar deh... Kuping aku gak salah denger kan? Hee pacar, ulangi deh kamu tadi ngomong pacar kan?" sahut Fero sambil menggoyang-goyangkan badanku.


"Upss.. aku jadi keceplosan kan?"ujarku sambil menggaruk-garuk kepalaku.


" ihh curang kok gak kasih tau aku sih stell?" ucap Fero dengan nada kesal.


"Ini baru aku mau ceritain ke kamu Fer, orang jadian nya juga baru kemarin malem" ucapku dengan hati-hati.


" biar aku tebak siapa pacar kamu!!!" celetuk Fero dengan yakin.


"Pasti kamu jadian sama si cowok nyebelin itu kan? Bener kan?" tambah Fero dengan penuh semangat.


" sstt jangan kenceng-kenceng fer , aku malu tau, tapi kamu jangan bilang sama siapapun ya. Aku mau hubungan kami di rahasiain dulu" Aku pun meyakinkan Fero agar tak membocorkan rahasia ku dengan kak Dipa.


"Ehh tapi tunggu , terus ngapain kamu cemberut gini? Tadi kamu ngomong pacar kamu sama cewek lain kan?"


" iya fer, apa aku terlalu cepat ya ambil keputusan? Aku jadi bingung sekarang dengan sikap kak Dipa." ucapku dengan wajah memelas dan lemas.

__ADS_1


" Hem... maaf ya Stel menurutku keputusan kamu buat nerima dia secepat ini menurutku juga ceroboh juga sih. Soalnya kalau dilihat flash back nih... cowok ini dulunya kan sangat nyebelin dan jahat ke kamu. Tapi kok dia tiba-tiba jadi baik ke kamu, terus sekarang tiba-tiba udah ngajak kamu untuk jadi pacarnya, secepat ini pula... Aneh kan??" ucap Fero menjabarkan pemikirannya padaku.


Mendengar ucapan Fero yang sebenarnya masuk akal juga, membuatku semakin berpikir dan menjadi menyesal. Hingga akhirnya aku pun hanya tertunduk lesu dan lemas membayangkan hubunganku dengan kak Dipa ke depannya.


__ADS_2