Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Kabar Orang tuaku


__ADS_3

✨ Hay Para Readers...


Sebelum lanjut membaca novel ini, aku Dawet_legi minta supportnya ya buat karya ku ini 🙏🙏🙏


...----------------...


"Kamu kemana aja?" ucapku pada pria itu.


Pria itu pun tak menjawab pertanyaan ku. Ia menjauh dan semakin menjauh. Wajahnya tersenyum dengan menyebalkan.


" Jangan pergi!!! Kamu mau kemana??? Jangan pergi!!!" Aku pun berteriak namun ia tak mendengarkan ku sama sekali. Hingga menghilang lenyap dari hadapanku.


"Plak"


Akhirnya Mama menyadarkan ku dengan sebuah buku. Ternyata hal tadi hanya sekedar mimpi buruk ku.

__ADS_1


"Aduh sakit" Aku pun langsung beranjak dari tempat tidurku.


" Kamu itu Stell, jam segini ternyata masih belum bangun juga? Kamu bukan remaja lagi loh!!! Sekarang udah mau tua kayak mama. Kapan kamu ini mau nikah?" panjang kali lebar mama mulai menceramahi ku.


 "Ya Ampun ma, itu-itu aja yang Mama bahas! Masih pagi ini..." jawabku sambil merapikan tempat tidur.


"Kamu Gonta ganti cowok aja sih!!!" mau sampai kapan? Ayo coba cari yang serius!!! imbuh mama dengan kesal.


"Udah, mulai besok kamu pokoknya harus mau kenalan sama anak nya temen mama!!"imbuh mama sambil meninggalkan kamar tidurku.


...----------------...


Di sela-sela sarapan Mama mulai lagi membahas soal perjodohanku lagi. Beliau memang sudah merencanakan hal itu sejak lama. Akupun hanya bisa mengiyakan ucapan mama dan tak berani membantah. Karena, aku sudah sangat sering mengelak dari perjodohan.


Aku tak berani lagi membantah ucapan mama, karena yang terkahir kalinya aku membantah mama langsung masuk Rumah Sakit karena darah tingginya naik.

__ADS_1


" Iya ma, aku mau kok ma" ucapku dengan datar.


" Mama udah kasih nomor kamu ke anaknya temen Mama. Kamu kenalan dulu jangan kamu cuekin lagi!!!" ujar mama sembari merapikan meja makan.


...----------------...


Sebenarnya Mama dan Papaku sekarang sudah tak bersama lagi. Orang tuaku telah bercerai sejak lima tahun lalu. Mama memilih hidup sendiri denganku dan papaku telah menikah lagi dengan selingkuhannya di daerah tempatnya bekerja.


Perceraian itu sangat membekas di dalam pikiranku. Hingga saat ini aku pun masih terngiang-ngiang dengan perpisahan mereka. Perselingkuhan papa dengan wanita lain serta penderitaan dan luka batin mama kala itupun masih terekam jelas di benakku.


Mungkin faktor itu pula yang membuatku jadi berubah. Dan ini pula alasan aku tak percaya pada pria lagi. Dan sangat sulit bagiku untuk membuka hati pada orang lain.


...----------------...


Mama ku masih tetap bekerja di usianya saat ini. Beliau sangat tangguh dan pekerja keras. Apalagi, setelah berpisah dari papa. Beliau selalu berusaha agar kehidupan anaknya tak ikut berantakan. Beliau menghidupi, memenuhi segala kebutuhanku hingga aku lulus kuliah.

__ADS_1


Meskipun kini papa sudah tak tinggal di kota yang sama denganku. Akupun kadang masih teringat ulah papa pada kami berdua. Namun, aku berusaha untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan papa. Sering kali papa masih menghubungiku jika tak sibuk. Juga sebaliknya aku pun masih sering saling berkabar dengan beliau.


__ADS_2