
✨Happy Reading...
Aku berjalan sendirian menuju ke pintu gerbang sekolah untuk pulang naik angkutan umum. Tiba-tiba dari samping aku di hampiri oleh kak Bio dengan sepeda motor ninja berwarna merah.
" kamu pulang sendirian stel?" tanyanya sambil membuka kaca helmnya yang berwarna hitam doff.
"iya kak, ini aku mau cari angkot buat pulang" jawabku sambil mengangguk.
" owh jadi gitu, angkot di sini cukup lama loh stel. Bagaimana kalau kamu ku anter aja? mau nggak?" ajak kak Bio.
Aku yang ragu- ragu karena baru pertama kali di tawari pulang bareng oleh teman laki-lakiku, sejenak menjadi bengong. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk mengiyakan ajakan kak Bio karena dari kejauhan aku melihat sebuah mobil hitam mewah yang di kendarai oleh kakak pembinaku yang nyebelin.
"ya udah kak ayok aku nebeng kakak ya.." ajakku ke kak Bio sambil terburu- buru.
Setelah aku naik ke atas sepeda motornya, kak Biopun langsung menyalakan mesin sepeda motornya dan bergegas pergi untuk mengantarku pulang.
Di sepanjang jalan kami saling mengobrol banyak hal. Setelah mengenal dan berbicara dengan kak bio lama, ternyata dia adalah orang yang ramah dan menyenangkan, berbeda kesannya dengan dia yang ku temui saat pertama di rumah sakit.
__ADS_1
Setelah sampai di depan rumah, kak bio aku tawari untuk mampir tapi dia menolak karena ada acara ke rumah temannya.
Aku pun masuk ke dalam rumah setelah berterimakasih kepada kak bio yang sudah mengantarku hingga depan rumah.
Dari kejauhan terlihat mamaku mengintip dari dalam jendela rumah. Mama terlihat senyum-senyum kegirangan menatap anaknya.
"ciee anak mama ini di anter pulang sama siapa hayoo" celetuknya sambil mencubit pipi kananku.
"hahaha apa an sih ma, itu cuma temen sekolah Stella" ujarku tersipu malu.
Setelah panjang kali lebar menggoda anaknya. Kemudian mama langsung menyuruhku ke kamar untuk berganti pakaian.
" Hari ini, masak apa nih ma?" tanyaku sambil mencomot satu buah tempe yang telah tersaji di meja makan.
" Mama masak sop ayam kesukaan kamu stell, itu kamu ambil masih panas ada di panci di atas kompor" ucap mama sambil beralih membereskan dapur yang kotor.
"tok..tok..tok"
__ADS_1
Terdengar suara pintu depan di ketok. Aku bergegas untuk melihat ke depan. Ternyata , ada seorang anak perempuan sekitar umur sepuluh tahun. Dia datang sambil menenteng tas kresek yang sepertinya berisi makanan. Lalu, ia pun menyodorkan bawaannya padaku.
" ini dari siapa ya dek?" tanyaku penasaran.
Dengan suaranya yang imut, ia menjawab kalau makanan itu dari tetangga sebelah rumahku. Setelah ku ucapkan terima kasih, gadis kecil tersebut langsung berlari pergi kembali ke rumahnya.
" Bingkisan dari siapa itu stell?" tanya mama padaku.
" Dari rumah sebelah ma, sepertinya tetangga baru kita deh" jawabku sambil membuka bingkisan yang ku dapat tadi.
Setelah makan siang aku langsung masuk ke dalam kamarku. Sambil memegang ponsel, ku buka jendela kamarku yang kebetulan berada di lantai dua. Angin sepoi-sepoi pun masuk berhembus dari luar jendela. Terdengar pula suara seorang pria yang bernyanyi sumbang dari rumah sebelah.
Di komplek ku memang rata-rata perumahan memang memiliki dua lantai. Dan memang kebetulan jendela kamar rumahku berhadapan langsung dengan jendela dari rumah sebelah, karena itu aku dapat langsung mendengar suara dari sana.
Ketika melihat ke arah jendela rumah sebelah, aku sungguh di buat kaget dengan sesosok yang berdiri di sana. Ternyata wajah yang sangat familier itu adalah si kakak pembina tengil yang tadi siang ku lihat di sekolah.
" haaaa, kamu lagi" jawabku sambil menunjuk ke arahnya.
__ADS_1
Dari raut wajahnya sepertinya ia juga terkejut denganku yang saat ini saling berhadapan dengannya.