
Terimakasih buat para Readers setiaku..
Tetap jangan lupa dukung author ya,dengan klik like dan jadikan novel ini favorit buat kalian.
😘😘
“Mana piyamanya” ucap Fabian melepas pelukan nya dan berdiri seperti biasa lagi.Tangannya menyambar piyama dari tangan Renata.Renata masih mematung,ia menjadi terlena setelah kurang lebih 10 menit Fabian memeluknya dari belakang.
“Cepat siapkan makan siang ku.Aku lapar!!!” Perintah Fabian menyentuhkan jari telunjuknya ke kening Renata,membuat gadis itu tersadar dari kebaperannya.Tanpa menghiraukan Renata,ia pun melangkah keluar dari kamarnya menuju ke meja makan dan meninggalkan Renata yang sedang menaikkan ujung bibirnya.
“Dasar orang aneh! Sebentar baik,sebentar kasar,sebentar lagi terlihat sedih.Bikin orang kesel aja!!! Hehhhh!” ucap Renata mengepalkan kedua tangannya merasa geram dengan sikap Fabian yang berubah-ubah.
Di dapur Renata berencana hanya membuat omelet spesial untuk Fabian.Ia tak bisa berlama-lama memasak,jika Fabian saja sudah merengek kelaparan seperti bayi .
“ Lama Sekali!!! Aku sudah kelaparan akut!!”
Berasa sedang ikut kontes memasak,Renata ke sana kemari sibuk dengan urusan dapur.berulang kali bibir nya komat kamit merutuki bos sialan yang sekarang ini sudah menjadi suami sahnya.
“Tarrrraaaaa....!!!” ujaranya meletakkan sepiring omelette di depan Fabian.”Silahkan makan” Renata menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri merasa puas dan bangga dengan apa yang ia buat.
“Hanya membuat omelet saja butuh waktu setengah jam di dapur!!! Benar-benar lelet!!!”cibir Fabian membuat Renata mendengus kesal.
“Kalo ngga benar-benar lapar,lain kali jangan suruh saya memasak!!Lagipula Bapak banyak duit tinggal pesan makanan yang mahal sesuai selera Bapak!Dan Saya ga perlu susah -susah ijin setengah hari pulang dan merawat Anda di sini!!” ucap Renata dengan nada tinggi ,iapun meluapkan semua kekesalannya.Dengan marah ia menarik sepiring omelet yang berada di depan Fabian,namun dengan cepat Fabian menahannya.
__ADS_1
“Mau di bawa kemana omelette ku!!”
“Mau saya buang!!”
“Kata siapa ,kamu boleh buang santapan makan siangku!Diluar sana masih banyak orang kelaparan hanya karena tidak bisa membeli makanan.Sekarang seenaknya mau membuang begitu saja.Nggaa!!!” kata Fabian menarik piring omelet nya kembali.Mereka berdua saling beradu mata,tangan mereka pun satu sama lain tak melepaskan sepiring omelet yang menjadi perdebatan siang itu.
Merasa canggung beradu pandang dengan Fabian,akhirnya Renata melepas piring itu dengan kasar.
“Hhss.Orang anehhh!!!” ucapnya langsung menuju wastafel dan berniat mencuci segala perabot yang ia gunakan untuk memasak tadi.Sesekali ia melihat ke belakang tempat Fabian duduk sambil menyantap omelet buatannya.Renata mengerutkan keningnya,melihat Fabian tampak menyeringai sambil menghabiskan makanan di depannya.
Fabian melirik sesekali ke arah Renata.Dengan senyuman smirk,ia merasa puas telah menjahili Renata.Bisa di bilang ini akan menjadi hobi baru bagi Fabian,karena entah kenapa setelah menjaili gadis bar-bar hatinya merasa sedikit lega.Segala emosi amarah dan kekecewaan berangsur teralihkan oleh pertengkaran-pertengkaran kecil yang sengaja Fabian buat.
Hanya dengan begini saja aku merasa sedikit terhibur,mungkin gadis bar-bar ini bisa membantu mengalihkan semua pikiranku tentang Evelyn.Hhmm.. Gumam Fabian dalam hati dengan senyum simpulnya.
Fabian menuruni anak tangga,tampaknya hanya tiduran di kamar saja hanya akan membuatnya teringat dengan Evelyn.Dan itu bukan ide yang bagus,maka ia putuskan untuk mencari Renata hanya untuk sekedar mencari hiburan.
Fabian berdiri tepat di belakang Renata,Renata yang tiduran tengkurap tak menyadari kehadiran Fabian.Dilihatnya penampilan gadis bar-bar itu, tampak polos dengan mengenakan piyama pendek membuat mata Fabian mengarah ke paha mulusnya.Fabian mencoba mengalihkan pandangannya,namun ia tetap kembali melihatnya.
“kenapa dia suka sekali memakai bawahan yang mini seperti itu.haahh ,tidak tahukah dia banyak laki-laki di luar sana yang belum tentu bisa menahan hasratnya” ucap Fabian dalam hati ,pandangannya beralih ke remote tv yang berada di atas sofa.Kemudian muncul ide gilanya lagi untuk mengerjai Renata.Tiba- tiba
Beep
Fabian sengaja mematikan Tv ,,membuat Renata beranjak dari tempatnya.Mengetahui ulah sang bos,Renata mengerutkan kening,dan mencibir.
__ADS_1
“Kembalikan remotnya!!” Renata menyodorkan tangan nya,berharap Fabian mengembalikan remot.Hubungan mereka pun sudah bukan layaknya sebagai atasan dan bawahan, bukan pula layak nya suami istri pada umumnya.Namun hanya hubungan yang lebih dekat dari sebelumnya saja.
Fabian mengangkat tangan kanannya,membawa remot semakin tinggi agar Renata tak mampu menggapainya.
“Coba saja “ tantang Fabian menyeringai,Namun bukan Renata namanya jika dengan mudah menyerah begitu saja.Dengan melipat ke dua tangannya di depan dada,ia pun memonyongkan bibirnya berusaha menerima tantangan dari Fabian.
“Baiklah,tapi jangan menyesal!!” jawab Renata dan dengan segera kaki kirinya menginjakkan kaki ke sofa agar tubuhnya lebih tinggi untuk meloncat ke arah Fabian,kemudian dalam hitungan detik Renata berhasil mellompat ke arah Fabian dan segera meliingkarkan kedua kakinya di pinggang sang Bos.Tangan kirinya ia lingkarkan ke leher Fabian ,sedangkan tangan kanannya berusaha meraih remot.
“Dasar gadis bar-bar !!!!Apa yang kau lakukan !!!!Kamu benar-benar bukan seorang wanita!!!”
"se..sedikit lagi sampai" ucap Renata lirih seraya menggapai remot yang dirasa akan berhasil ia rebut.
Fabian berusaha menyeimbangkan tubuhnya saat Renata terlalu banyak gerak untuk meraih remot di tangannya.Dan akhirnya,Fabian pun tak mampu mengimbangi kuatnya tenaga Renata saat bergerak.Mereka pun terjatuh bersamaan di atas sofa.Fabian yang terbaring di bawah benar-benar terkunci oleh tubuh Renata,pandangan mereka kembali beradu saat wajah mereka saling sejajar.
Ting Tong..
Akhirnya bunyi suara pintu terdengar dan menyadarkan mereka dari posisi yang begitu intim.Dengan segera Renata bangun dan membenarkan posisi berdirinya sesekali ia merapikan rambut panjang yang selalu ia Cepol ke atas.Melihat tingkah Renata yang salah tingkah berhasil membuat Fabian mengurai senyum di bibir nya yang tanpa Renata sadari.
“apa anda delivery order Pak?” tanya Renata yang mengalihkan pandangannya dari Fabian berusaha bersikap senetral mungkin.Tanpa menjawab ,Fabian bangun dari sofa ,dan melangkah mendekati pintu masuk apartemen,Renata pun mengikuti dari belakang.
Sebelum membuka pintu,Fabian dan Renata melihat dari Cctv siapa yang bertamu di malam hari.Melihat seseorang yang berdiri di depan pintu yang tak asing bagi mereka ,seketika mata mereka melotot melihat sosok yang begitu familiar sedang menunggu di bukakan pintu.
“ Christian!!!!” Ucap mereka bersamaan dan saling pandang.
__ADS_1
Tbc