
Pandangan Fabian dan Renata saling bertemu,Fabian dengan mata penuh amarah sedangkan Renata melihat penuh keheranan.
“Ss..sedang apa Anda di sini ?”Tanya Renata gugup saat lengannya masih dalam genggaman tangan Fabian.
“Kau yang bilang kau adalah istriku,aku tak bisa membiarkanmu memeluk pria lain dengan sembarangan.”
Jawaban Fabian makin membuat Renata melongo,tak bisa berkutik.
“Kau adalah milikku!” Bisik Fabian tepat di telinga Renata,mulut Renata hanya menganga.Seketika ia speechless melihat kehadiran Fabian di tengah-tengah pesta.
“Ikut dengan ku!”
Fabian menarik tangan Renata untuk turun dari panggung,Billy dan Dani hanya melihat dengan tatapan keheranan.Mereka mengikuti dari belakang menuruni panggung,namun saat Retno dan Tika mendekat dan hanya memberi kode untuk membiarkan Fabian membawa Renata.Langkah merekapun terhenti.
Fabian massih menarik tangan Renata,dari belakang gadis itu terlihat kesusahan menyamakan langkah kecilnya dengan Fabian.
Evelyn berdiri melihat Fabian dan Renata berjalan ke arah nya,ia pun manghadang di depan Fabian.
“Apa yang sedang kau lakukan,Kenapa kau menarik gadis OG itu sayang.Tinggalkan saja dia bersama teman-temannya dan pesta kampungan itu.”
Renata berdecak,bola matanya memutar dan mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.
“Aku hanya membawa istriku keluar dari pesta,dan itu bukan urusanmu!” jawab Fabian dengan dingin dan menyingkirkan tubuh Evelyn untuk memberinya jalan agar bisa keluar dari cafe tersebut.
Evelyn tampak geram,ia menghentakkan satu kakinya.Ia kembali tak diindahkan oleh Fabian.
Apakah ingatannya sudah kembali lagi? Gumamnya dalam hati.
Dan merekapun meninggalkan cafe menuju ke apartemen.Di dalam perjalanan,Fabian tampak fokus dengan kemudinya.Tak ada kata yang keluar dari mulutnya,Renata hanya menatap ke arah pria itu.
“Apakah kau telah mengingatku?” tanya Renata ragu,namun Fabian masih tak bergeming ia terlihat masih enggan menjawabnya.
Keluar dari mobil,Fabian masih menggandeng tangan Renata menuju apartemen.
“Kau membuatku kesusahan!langkahmu begitu lebar,jangan terlalu cepat !”Rengek Renata yang mengatur nafasnya yang tersengal.
Memasuki apartemen,Fabian mengunci pintu.Menghempaskan tangan Renata dengan kasar di ruang tengah.
“Kau menyakitiku!” ucap Renata mengusap pergelangan tangannya dengan sesekali melirik Fabian dari ekor matanya.
“Kau terlalu bebas bisa memeluk seorang pria sesuka hatimu!
“ Mereka hanya teman-teman SMA ku.Itu hanya pelukan ucapan ulang tahun saja,kau jangan berlebihan.”
“Aku tidak berlebihan,Kau sendiri yang bilang kau adalah istriku.Apa kau sedang menggunakan kelemahan suamimu yang hilang ingatan dengan bermain-main dengan pria lain!”
Fabian berkacak pinggang,nada suaranya mulai meninggi.Ia sadar ia sedang cemburu,nyatanya saat ia hilang ingatan ia pun tak mampu menghilangkan rasa cemburunya.
__ADS_1
“Ya Tuhan..!” Renata mengusap keningnya,ia pun menjadi bingung menjelaskan semuanya.
“Kau cemburu?” tanya Renata tiba-tiba dengan tatapan menyelidik,melihat tatapan itu Fabian menjadi salah tingkah.Ia mengalihkan pandangannya,tubuhnya pun bergeser mungkin ia terlalu malu untuk mengakui perasaannya saat ini.
Renata kembali mendekat,ia berusaha menggoda Fabian yang sedang malu.Pria itu membelakangi Renata.
Renata melingkarkan tangannya ke perut Fabian,ia memeluknya dari belakang dengan tersenyum.Mata Fabian mengarah pada tangan kecil yang berada di perutnya.Ia pun ikut tersenyum.
“ Terima kasih ,walaupun ingatanmu belum kembali tapi kau masih menganggap ku sebagai istrimu.Kau mengakui hal itu.”
Fabian membalikkan tubuhnya,menangkup kedua wajah imut di depannya.
“Aku ingin kau membantuku mengingatmu kembali.Banyak hal tentangmu yang hilang,itu pasti menyakitkan hatimu.Aku minta maaf.”
Renata tersenyum,ia menggelengkan kepala.semua tak jadi masalah asal Fabian mengakui pernikahan ini.
“Walaupun ingatanku tentangmu menghilang ,hatiku masih tetap bergetar saat berada di dekatmu.”
Fabianpun mendekatkan wajahnya,tangan kirinya menarik pinggang Renata untuk lebih mendekat ke tubuhnya,sementara tangan yang lain mengusap tengkuk leher Renata dan ia pun mencium bibirnya.Menikmati waktu yang telah terbuang selama ini.
Fabian menjatuhkan tubuh Renata ke sofa,dan tetap terus menciumnya.Pangutan itu begitu lama,hingga Fabian mengangkat tubuh Renata ala bridal style menuju kamarnya.
Renata terbangun dari tidurnya setelah malam panjang yang ia habiskan berdua dengan Fabian.Ia mencoba menggeliat , merenggangkan otot-otot yang kaku.Saat ekor matanya menangkap jam di samping nakas,ia menajamkan kembali pandangannya.
“Ya Tuhan!!! Setengah Delapan.” Ucap Renata panik.Ia pun menggoyangkan tubuh kekar Fabian yang terlihat masih pulas tertidur.
“Ehmm..”jawabnya dengan suara khas bangun tidur.Fabian mengumpulkan kesadarannya,begitu melihat Renata di depannya ia pun menarik tubuh Renata ke dalam pelukannya.
“Apakah sejak dulu kau selalu memanggilku dengan panggilan itu.”
Mendengar itu Renata membenamkan wajahnya di dada Fabian.Pria itu benar-benar mengurung tubuh Renata dalam dekapannya.Melihat Renata yang malu-malu membuat Fabian makin gemas,ia pun merebahkan tubuh Renata dibawah tubuhnya.
Renata tersentak ,matanya terbelalak melihat kelakuan Fabian yang berada di atas tubuh nya.
“Aku ingin kau memanggilku dengan panggilan sayang.”
“Aku masih belum terbiasa.”jawab Renata berpaling dari wajah Fabian di depannya.
“Sekarang aku ingin Kau membiasakannya.Bukankah kau ingin aku cepat mengingatmu,mengingat semua tentang kita.Jadi mulai sekarang kau harus memanggilku dengan panggilan sayang.”ucaap Fabian lirih dan mulai mendekat ke wajah Renata.
“Kau mau apa?! Kita sudah terlambat ke kantor?” ucap Renata panik dengan mengerjapkan matanya.
“Aku pemilik Perusahaan,jadi aku bisa datang kapan saja.”
“Tapi aku hanya seorang Office girl!Lepaskan aku! Aku mau mandi,aku tidak mau kehilangan pekerjaanku!” Ronta Renata bergelinjang melepas dari kukungan Fabian.Pergerakannya justru membuat Fabian bergairah.
“Kita lakukan sekali lagi sayang.” Bisik Fabian menggoda,dan Renata pun terdiam dengan mata melotot.Fabian langsung menemggelamkan tubuh mereka ke dalam selimut hingha tak terlihat.
__ADS_1
“Kyaaaa!!!!!”
***
Fabian dan Renata berangkat bersama menuju Perusahaan.Renata berusaha mepeelambat langkahnya agar berjalan tak beriringan dengan Sang pemilik Perusahaan,karena itu akan menimbulkan kecurigaan.Ia yang memakai seragam office girl berjalan dengan orang yang mempunyai level tertinggi di Perusahaan,dengan dadanan necis jam tangan branded sepatu hitam mengkilap.Dan lihatlah dirinya sekarang,Renata merasa begitu lusuh jika harus berjalan bersama Fabian.
Huft..bukankah seperti ini justru kau yang terlihat menonjol.Orang bisa jantungan jika tahu aku adalah istrimu.batin Renata mendengus dan langkahnya kini berada di belakang Fabian.
“Kau sengaja memperlambat langkahmu ,bukan?”
Pertanyaan itu membuat Renata terkesiap dan tak bisa menjawab.
“Jangan jauh-jauh dariku!” perintahnya penuh penekanan.
Sesampai di pantry,Renata menghela nafas lega.Seolah ia bisa melepas ketegangan saat berjalan bersama dengan Fabian.Pasti banyak orang yang bertanya dan membicarakannya di belakang,itu pasti terjadi.Dan mulai sekarang mungkin Renata harus bersiap untuk mendengar umpatan tentang dirinya.
“Re..!” Billy menepuk bahu renata,wajah nya terlihat sedih.Sedangkan Dani yang berdiri di samping Billy hanya menunjukkan tampang memelas.
“Ada apa dengan kalian berdua,seperti kurang tidur,jelek sekali wajah kalian,he.”Goda Renata dengan menyengir,ia menuju ke dispenser air untuk meminum segelas air.Dani dan Bily pun mengekor di belakangnya,membuatnya heran.
“Kenapa sih kalian ini.Ayo cepetan ngomong,ada masalah apa?”
“Haduh Re..bilangin ke Pak Bos jangan pecat kami.”
Renata mengerutkan dahi,dan berkacak pinggang.Mencoba menelaah ucapan Dani.
“Kami mana tahu kalau kau adalah istri dari Pak Fabian.upps”
Mulut Billy langsung di bungkam oleh Dani hingga tak mengeluarkan kata-kata.Renata memutar bola matanya,ia sudah tahu jawaban dari tingkah aneh sahabat SMA nya itu.
Hhh..pasti mbak Retno dan Mba Tika biang keladinya.batin Renata menarik ujung bibirnya.
“Kita janji bakal jaga sikap,nggak lagi peluk-peluk kamu deh.”
“Iya Re,bilangin ke Pak Fabian kita minta maaf.Tapi jangan pecat kita.”
“Ha..ha..haa..”Renata menertawakan kelakuan kedua sahabatnya,dengan gaya mengangguk-anggukan kepala ia berjalan melewati Dani dan Billy.Ia pun menepuk bahu masing-masing.
“Aku nggak janji.Aku akan lihat kesungguhan hati kalian dulu,baru aku bisa menyampaikan permintaan maaf kalian ke Pak Fabian.” Goda Renata yang berjalan meninggalkan Dani Billy yang saling bertukar pandangan.Renata pun tersenyum puas berhasil menjahili sahabatnya.
Fabian sedang melakukan panggilan telepon ke Assisten Han yang saat ini melakukan meeting awal di pagi hari karena bosnya yang berangkat siang.
“Han atur posisi Renata menjadi asisten pribadiku.Aku tak mau dia bekerja sebagai Office Girl lagi dari sekarang kau urus semuanya.Keluarkan dia dari departemen Marketing .”
Mendengar perintah bosnya ,Han hanya menghela nafas.Fabian benar-benar tak ingin melihat waktu nya longgar sedikitpun.Bahkan saat ia meeting pun masih bisa seenaknya meneleponnya.Kalo bukan bos siapa lagi yang berani seperti itu .
Tbc
__ADS_1