The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 57


__ADS_3

Renata terdiam,duduk di sofa di depan meja kerja Fabian.Tak banyak yang sedang ia kerjakan kecuali hanya memainkan jari jari tangannya.Sesekali ia menatap Fabian yang tengah sibuk dengan beberapa dokumen,melihat kembali saat sekertaris nya Risa berdiskusi tentang pekerjaan.Kemudian ada Pak Han yang tengah memberikan informasi tentang beberapa jadwal meeting hari ini.


Renata menaikkan sudut bibirnya,seolah keberadaan nya di situ tak ada faedahnya.Ia di gaji untuk bekerja,namun saat ini tak ada pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk mengisi waktu seharian ini


Setelah di rasa tak ada orang yang masuk ke dalam ruangan Fabian,Renata pun beranjak dari tempat duduknya.Mendekati Fabian yang tengah menandatangani beberapa arsip.


Dengan bersungut Renata berdiri di depan meja kerja seraya mengetuk meja Fabian.Pria itu mendongakkan wajahnya ke arah Renata.


“Ada apa sayang..”


Renata memutar bola matanya,menipiskan bibirnya mendengar suara lembut yang membuat bulu kuduk nya berdiri.


“Apakah tidak ada pekerjaan yang bisa aku kerjakan?”


Fabian tersenyum,ia meletakkan pena yang ia pegang.Menyandarkan punggungnya pada bahu kursi kerja.


“Kau sudah bekerja sayang! Dengan duduk di sana,dekat dengan jangkauanku.Kau tak perlu ke mana-mana hanya diam dan menunggu perintahku saja.”


“Tapi aku bukan boneka yang hanya bisa diam saja,kau tahu aku sangat bosan.Aku mau kembali sebagai Office Girl lagi saja.” Ucap Renata dengan mata tajamnya seolah meyakinkan Fabian bahwa ia serius dengan ucapannya.


Fabian mendekat ke arah Renata,tubuhnya ia sandarkan pada pinggiran meja kerja kini ia berdiri berhadapan dengan Renata.


“Kemarilah!”Fabian menarik tangan Renata agar berdiri tepat di depannya.Fabian melingkarkan tangannya di pinggang Renata,dan posisi mereka begitu dekat.


“Kenapa kau suka sekali dengan pekerjaan itu,hingga tak mau berada di dekatku.Bagaimana aku bisa lebih cepat mengingatmu sementara kau saja tak bisa bertahan di dekatku.”Fabian mulai menggoda Renata,gadis itu hanya mengalihkan pandangannya.Mau bergerak dan lari sudah tak mungkin karena kedua kaki Fabian sudah mengunci kakinya.


“Bukan seperti itu maksudku..”


“Lalu..?”


“Jika aku adalah Assisten pribadimu,maka beri aku pekerjaan yang mungkin aku bisa.Waktu akan terlalu lama jika aku hanya duduk di sofa itu dan hanya melihatmu bekerja.”

__ADS_1


Fabian tampak berpikir,sepertinya ia sengaja mengulur waktu agar bisa berlama-lama memeluk Renata.


Renata memicingkan mata,ia tahu Fabian sengaja berlama-lama agar bisa mengunci tubuhnya.Akhirnya Renata pun mencari ide,agar Fabian mengiyakan permintaan nya.


“Apakah begitu sulit memberikan pekerjaan yang bukan dari bidangku?”Goda Renata dengan membenahi dasi Fabian.Mata pria itupun tak berkedip melihat wajah sensual gadis yang telah menjadi istrinya sedang menggodanya.


Melihat Fabian tak bereaksi ,Renata menjadi geram.Ia mengerucut kan bibirnya.


“Sudah lah,lebih baik aku kembali menjadi office girl saja!!” ucap Renata kesal menghempaskan dasi yang sedari tadi ia jadikan mainan untuk bermanja ria dengan Fabian.Namun kesempatan itu tak di sia-siakan oleh Fabian,pria itu cepat menangkap tangan Renata menariknya.Dan tangan lainnya mengusap tengkuk leher,dan membawa wajah itu mendekat ke arahnya.


Fabian mencium Renata,merasakan getaran-getaran rasa yang mengembalikan cintanya walaupun ingatan tentang Renata belum juga kembali.


Fabian memperdalam pangutannya,ia begitu rakus hingga Renata seolah kehabisan oksigen dan memukul dada bidang pria itu untuk menghentikan aksinya.


Perlahan Fabian melepas ciumannya,membuka mata yang beberapa saat lalu terpejam merasakan gairah cintanya.Gadis itu tampak sedang mengatur nafas,dan membuat Fabian tersenyum kecil.


“Apa yang sedang kau tertawakan?” sungut Renata merasa salah tingkah.Dan Fabian hanya melebarkan senyumannya.


“Memangnya apa?” Tanya Renata yang tak berani melihat mata Fabian,ia hanya sibuk membenahi rambut dan melempar pandangan ke mana saja asal bukan melihat wajah Fabian.


“Karna kamu begitu menggemaskan.” Ucap Fabian dengan menyentuh lembut pipi Renata.


***


Di jam istirahat,akhirnya Renata bisa berkumpul dengan Tika,Retno ,Dani dan juga Billy.Sepertinya sudah lama sekali mereka hampir tak pernah menghabiskan waktu bersama.


Mereka kini tengah menikmati makan siang di kantin Perusahaan.


“Nggak pa-pa ni,kamu makan bersama kita-kita di kantin.Emanj Pak Fabian kemana Re?” tanya Dani berhati-hati dengan mata yang mengarah ke seluruh penjuru agar posisinya tetap aman takut jika Pak Fabian tiba-tiba datang.


Ketiga teman yang lain hanya mengangguk dan menatap wajah Renata seakan menantikan jawaban dari mulut gadis kecil itu.

__ADS_1


“Ehmm..hari ini aku bebas.Pak Fabian sedang menemani Mr.Phu makan siang di luar sambil membicarakan kerjasamanya.” Jawab Renata seraya menyeruput es jeruk di depannya.


“Kenapa kamu nggak di ajak? Harusnya kalo Assisten pribadi bukankah harus mengikuti atasan kemana pun dia pergi.”Sahut Tika makin penasaran.


“Heiii!! Kalian pikir apa enaknya makan siang dengan membicarakan pekerjaan!” ucap Renata meninggi.


“Kalian pikir enak apa jadi Assisten pribadi seorang bos besar.”


“Tentu enak!!!!”jawab keempat sahabat Re bersamaan,membuat Renata heran dan melihat ke empatnya secara bergantian.


”Enak darimana,sepanjang hari aku hanya diam dan duduk di depan dia sambil menunggu jam makan siang dan waktu pulang saja.Bayangin saja,bagaimana otot-otot ku tidak meronta-ronta ingin di gerakkan kalau pekerjaanku hanya seperti itu.”


Tika dan Retno hanya menggelengkan kepala dengan pola pikir sahabatnya.


“Wajar saja,kamu kan istri dari Pak Fabian.Mungkin beliau tidak ingin membebanimu,secara pekerjaan itu bukan keahlianmu,hehehe.” Ucap Billy menambahi dengan sedikit menyinyir.


Mendengar ucapan Billy bak jalan tol,lempeng tanpa hambatan menyebutnya sebagai istri Fabian,mata Renata melotot ke arah Billy tangannya melayang ke udara seolah ingin membungkam mulut lemes Billy.


Billy hanya mengatupkan kedua mulutnya dengan satu tangan,dengan melihat mata teman2nya yang seolah ingin menerkamnya.


“Lalu bagaimana dengan Bu Evelyn,Re?”


Renata hanya membalas dengan tatapan nanar dan menaikkan bahunya saat Retno yang tiba-tiba menanyakan Evelyn.


“Entahlah.Sudah hampir tiga hari dia tidak bekerja,mungkin dia sedang ingin sendiri setelah Pak Fabian memutuskan ingin mengembalikan semua ingatannya dan menarikku kembali untuk tetap bertahan di sisinya.”


“Kamu harus lebih kuat lagi Re,Pria sempurna seperti Pak Fabian akan banyak Evelyn-evelyn yang lain yang berusaha mendekatinya.” Ucap Retno memberi saran dengan mengelus punggung tangan Renata.


“Aku tahu.”jawabnya singkat seakan paham maksud ucapan Retno.Wanita mana yang tak tergiur dengan kekayaan dan paras yang rupawan.Dan kini Renata harus siap dengan resiko yang akan di hadapinya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2