
Fabian masih setia menunggu Renata yang beberapa menit yang lalu pergi ke toilet,berulang kali tampak ia sedang melihat jam tangan yang bertengger di tangan kanannya.Penampilan yang casual sore itu membuatnya begitu santai dan tak terlalu mencolok untuk ukuran pemilik mall terbesar itu.
Tubuhnya menegang saat seseorang dari arah belakang melingkarkan kedua tangan ke perutnya.Dengan menipiskan bibir sembari tersenyum,ia menggenggam kedua tangan gadis itu dan membalikkan badannya.
“Kenapa lama sekali?”
“Apa kau sedang menungguku?” tanya Evelyn yang tiba-tiba berada di dalam mall yang sama.Memang dunia begitu sempit,di saat kita benar-benar ingin menjauh tapi takdir justru mempertemukan.Fabian tersentak mendengar suara wanita itu tak sesuai yang di harapkan.
Betapa kagetnya Fabian,matanya melotot,dugaannya salah ia pikir dari belakang tangan yang memeluknya adalah sosok Renata.Namun tanpa ia harapkan justru Evelyn datang,mengacaukan segalanya.
“Aku tak tahu jika kau akan menyusul ku ke sini,terima kasih sayang?”ucap Evelyn yang dengan cepat memeluk tubuh Fabian,
Tanpa mengindahkan ucapan Evelyn,pandangan Fabian mengelilingi ke setiap penjuru arah.Berharap di saat-saat seperti ini Renata tak cepat datang.Namun semua sia-sia ketika matanya menangkap seseorang dari arah kiri ia berdiri,sosok Renata sedang mematung menatapnya tanpa berkedip.
Fabian memegang kedua bahu Evelyn dan berusaha menjauhkan dari tubuhnya.
“Jangan seperti ini,banyak orang melihat kita!” pekik Fabian merasa risih,namun jika itu adalah Renata mungkin keadaan akan berbeda.
“Bukankah dulu kita sering seperti ini,walaupun banyak orang melihat kita.Sampai sekarang aku tak masalah ,mana..tak ada yang fokus melihat..” sepenggal kalimat terhenti saat mata Evelyn meneliti setiap arah tempat itu dan melihat Renata dan Christian berdiri bersama.
“Tian?”Evelyn mengernyitkan keningnya,Christian yang tersadar keadaan bertambah rumit dengan besar hati ia mencoba menguatkan Renata.Di gandengnya tangan gadis itu dan di bawa ke hadapan Fabian dan juga Evelyn.
“Hai..” Sapa Christian dengan wajah tak bersalah menggandeng tangan Renata,yang membuat Evelyn dan Fabian sama-sama membelalakkan matanya melihat hal itu.
“Apa yang kau lakukan bersama gadis OG di mall terbesar di kota ini,bahkan lihat!Kau membelikannya barang-barang branded,haahh.”Evelyn jengah dan memutar kedua bola matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat.Semua baju sepatu dan tas bermerk di bungkus dengan paperbag dengan berlogokan branded ternama.
“Benar-benar sulit di percaya.”
Evelyn sungguh percaya dengan apa yang ia lihat,ia yakin dengan hubungan antara Christian dan juga gadis OG itu.Ada sesuatu yang mereka sembunyikan,tapi untuk saat ini ia akan diam dan lebih fokus pada hubungannya dengan Fabian.
“Aku ..aku ke sini mau nonton bersamanya.” Sahut Christian yang membuat mata Renata seketika menatapnya.Fabianpun tak kalah kaget dengan hal itu,acara yang ia susun beberapa hari kemarin kini di ambil alih oleh kehadiran Christian.
“Kak.”Panggil Renata lirih.Christian menoleh dan melihat wajah gadis itu nampak khawatir.Christian mengulas senyum,memberi kode bahwa semua akan baik-baik saja.
“Tenanglah,ikuti saja drama yang aku buat.Agar hubungan kalian tak mencurigakan.”
Mendengar perkataan Christian yang setengah berbisik,akhirnya ia pun mengikuti alur yang dibuat oleh Christian.Walaupun sesekali ia melihat wajah Fabian tampak dingin dan menunjukkan aura jahatnya.
“Ini seperti double date.Baiklah,ayo kita nonton bersama-sama.”
__ADS_1
“Tidak! Aku harus kembali ke kantor,ada beberapa dokumen yang harus aku kerjakan.”sahut Fabian beralasan karena tak ingin melanjutkan drama yang begitu rumit di hidupnya.Dengan kedua tangan di dalam saku,ia membalikan badan dan melangkah meninggalkan tempat itu.
Langkahnya terhenti saat Christian dengan lantang seolah ingin mengajak perang.
“Hei jeck!! Apa kau akan membiarkan kekasihmu mengganggu kemesraan kami.Yang benar saja,dia hanya akan merusak acara romantis yang sengaja aku siapkan untuk Renata.”
Mendengar hal itu,Fabian nampak geram bukan karena ingin menemani Evelyn namun ia lebih tak rela jika Christian menggunakan kesempatan ini untuk dekat dengan Renata.Maka ia pun memutuskan untuk kembali ke arah mereka,senyum kegirangan tersungging di bibir Evelyn melihat Fabian yang datang dan tak tega meninggalkannya,padahal itu hanya pemikirannya semata.
Mereka berempat akhirnya berjalan bagaikan sepasang muda mudi yang sedang double date di akhir pekan.Fabian yang dengan tampang dinginnya,sementara Evelyn yang selalu menempel dan mengaitkan tangannya pada lengan Fabian membuat Renata yang berjalan bersama dengan Christian berdecak kesal.
Hisssh!! Dia seperti cicak yang menempel di mana-mana.Decak Renata dalam hati,ia pun menaikkan ujung bibirnya.
“Kak Tian bisakah kita membeli minuman itu dulu,sepertinya aku sungguh kehausan.” Ucap Renata dengan suara yang di buat manja.Fabian menoleh kebelakang,dengan tatapan tak suka ia pun melotot ke arah gadis itu.Renata balik membalas dengan senyum smirk,dan menyipitkan matanya pertanda perang baru di mulai.
“Sayang?”Evelyn menarik pelan lengan Fabian,mengalihkan pandangan pria itu dari sepasang manusia yang menurut Evelyn sama sekali tak serasi.
“Kenapa tubuhmu menegang.Sudah biarkan saja,kau tak perlu mencampuri urusan mereka.Kau hanya perlu memperhatikanku saja,oke!”
Akhirnya mereka masuk ke dalam gedung bioskop,dan sengaja memilih ruangan privat.Mata Fabian menatap layar di depannya,namun tidak dengan hati dan pikirannya.Di sana tampak Evelyn yang berupaya menggunakan kesempatan bergelendotan dan menyandarkan kepalanya di bahu Fabian.Sementara tubuh pria itu justru menegak,berusaha agar matanya menangkap sosok gadis mungil yang tertutup dan terhalang tubuh Christian.
Renata menegakkan tubuhnya,dengan bersembunyi di balik tubuh nan athletis Christian,ia mencoba melirik keberadaan Fabian saat itu.Tubuhnya menegang dan menyandarkan punggungnya pada dudukan sofa saat matanya bertemu dengan mata Fabian yang tengah mengawasinya.Sembilan puluh menit durasi yang di suguhkan dari film romatis saat itu,nyatanya tak membuat Renata dan Fabian tahu alur dan ceritanya.Mereka hanya sama-sama menahan amarah dan ingin segera pulang dan menyelesaikan semua ini.
“Wahh,,sepertinya lezat sekali.”Teriak Renata dengan mencium aroma ramen pedas yang baru saja di letakkan di atas meja oleh seorang pramusaji.
“Ishh!Kampungan.” Decak Evelyn melipat kedua tangan di dada melihat sikap Renata.Perhatiannya kemudian beralih pada Fabian yang belum bereaksi saat makanan datang.
“Sayang ini bulgogi kesukaanmu,aku akan siapkan untukmu jadi kau bisa langsung menyantapnya.” Ucap Evelyn melirik Renata dan sengaja memamerkan kemesraan di depan keduanya.Renata yang sedang memasukkan ramen ke dalam mulut,menghentikan sejenak aktivitasnya.Membiarkan mie yang masih menggantung di bibirnya.
Evelyn menggunting lembaran-lembaran daging sapi yang di iris tipis.Kemudian memanggangnya dalam pan yang sudah tersedia.Tak lupa pula,ia juga yang menambahkan campuran gula,minyak wijen,bawang putih dan lada agar rasanya lezat dan tekstur dagingnya lembut.
“Makanan seperti ini,hanya orang kalangan atas yang tahu bagaimana mengolahnya menjadi masakan lezat.” Sindir Evelyn ke arah Renata,
Slurrrrrppppp
Renata sengaja menarik mie dengan sekali tarikan hingga menimbulkan suara.Ramen dengan level paling pedas itupun tak berpengaruh di mulut ataupun perutnya saat ini.Ia hanya ingin memuntahkan semua isi perutnya di depan wanita singa itu,karena ia merasa geram dan jengkel melihat tingkahnya di depan mata.
“Kau benar-benar menjijikkan!!”kata Evelyn menunjukkan wajah tak suka.
Merekapun akhirnya menyantap makanan masing-masing,hingga akhirnya tak bersisa sedikitpun.Renata menyandarkan tubuhnya pada punggung bangku,berulangkali ia mengusap-usap perutnya karena kekenyangan dan itu tak luput dari pandangan Fabian.
__ADS_1
“Pakai sapu tangan untuk mengelap mulutmu yang kotor itu.Seperti anak kecil saja!” Ucap Fabian melampiaskan amarahnya.Mendengar hal itu,Renata mengerucutkan bibirnya.Saat hendak mengusap bibir dengan punggung tangannya,Christian menarik pergelangan tangan Renata,untuk tidak melakukannya.
“Bersihkan seperti ini.”Christian mengusap bibir Renata dengan sapu tangan secara perlahan.Pandangannya begitu intens saat melihat wajah Renata,membuat gadis itu sebisa mungkin menahan nafas karena diperlakukan dengan tak biasa.
Fabian makin dilanda api cemburu,tak sadar cintanya untuk Renata begitu besar.Entah mengapa rasa emosi di dalam dada seakan seperti bom yang siap meledak.Lalu kemana perasaannya yang dulu telah lama ia simpan hanya untuk Evelyn,Kebersamaan selama 5 tahun yang sama sekali tak membekas di dalam hati.Kinj malah terganti oleh sosok gadis yang belum lama ia kenal,gadis yang sama sekali tak terlintas di pikiran akan menikahinya dan bisa jatuh hati kepadanya.
“Aku ingin pulang!” sahut Fabian beranjak dan mulai melangkah pergi.Sementara Evelyn selalu mengekor di belakang Fabian mengikuti langkah pria itu dari belakang.
“Sayang,tunggu aku.Aku juga ingin ke apartemen mu!”
Renata menatap dua orang yang telah pergi dan memastikan mereka telah keluar dari restoran itu.
“Huffftt..!” desahnya melemaskan otot-otot yang sedari tadi menegang karena drama yang di buat Christian di depan Fabian dan juga Evelyn.
“Kau baik-baik saja?” tanya Christian melihat Renata sedang memejamkan mata dengan tubuh terkulai pada bangku.
“Hm.”Renata menggelengkan kepala,membuka mata dan menatap wajah Christian.
“Aku tidak baik-baik saja.Setelah ini aku tahu dia akan marah,”
“Maafkan aku.Lalu apa kau berniat ingin segera pulang?”
Renata kembali menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Christian.
“Wanita itu sedang mengekor padanya,pasti sekarang dia sedang bersama di apartemen.Saat ini aku tidak ingin pulang.”
“Baiklah.Bagaimana kalau kita jalan-jalan menyusuri taman kota,mungkin udara malam bisa lebih merefresh tubuhmu.”
“Ide yang bagus.Ayo!” jawab Renata semangat,dan saat ini ia hanya ingin melupakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi saat Fabian berada di apartemen bersama dengan mantan kekasih yang dulu lama ia cintai.
Tak menutup kemungkinan benih-benih cinta itu bersemi kembali mengingat lamanya hubungan mereka,mengingat wanita singa itu adalah cinta pertama Fabian.Karena bagi pria,cinta pertama tak akan lekang di makan oleh masa.Akan tetap tersimpan jauh di dasar hati,walaupun telah ada cinta yang baru yang telah mengisi.
Tbc
Terima kasih untuk kalian yang selalu meninggalkan jejak di novel ini.Berkat kalian Author selalu menyempatkan untuk Up di sela-sela jadwal Author yang padat.
Author mengharap kemurahan hati dari kalian para Readers kesayangan untuk dukung Author dengan cara vote novel ini ya.Plisss🙏
Oiya tulis tanggapan kalian donks,tentang sifat Fabian yang belum bisa tegas dengan sang mantan.Tulis di kolom komentar ya kesayangan..😍💕💞
__ADS_1
Terima kasih.