The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 28


__ADS_3

Hai para Readers yang masih setia!!


Up..Up..Up


Jangan pelit ngasih Likenya yaa,


Ayo donk bikin Author makin semangat dengan jejak kaliyan.


🙏


Duduk berdua di meja makan membuat Renata merasa canggung.Ia tak tahu harus bersikap seperti apa setelah pergulatan malam yang panjang bersama Fabian.


Tanpa suara mereka berdua menyantap sarapan buatan Renata.Hingga dering ponsel Fabian memecahkan keheningan di antara Renata dan Fabian.Melihat contact name di layar panggilan adalah Evelyn,sekilas Fabian melirik Renata yang menundukkan kepala berusaha fokus dengan makanannya.Fabianpun mengangkat panggilan tersebut.


“Ya..”


“...”


“Baik,aku akan segera ke sana”


Fabian menutup telepon sembari melihat Renata yang tak berkutik.


“Aku akan menemui Evelyn,ingat ja...” belum sempat Fabian melanjutkan kata-katanya,dengan kasar Renata sengaja menghentikan aktivitas makannya.Dengan tak mempedulikan Fabian,ia melangkah ke wastafel.Ada rasa sakit yang ia tahan ketika mendengar nama Evelyn dari mulut Fabian.


Aku tidak berhak marah,di hatinya selamanya memang hanya untuk wanita itu.Tapi kenapa dengan mudah dia menyentuhku.Menghancurkan masa depanku.Ucap Renata seraya menaruh semua piring kotor ke dalam wastafel.


Ada apa dengannya,ke mana wajah bar-bar yang biasa ia tunjukkan.Apa ada hubungan nya dengan kejadian semalam.Buat apa murung,jika dia juga menikmatinya.batin Fabian yang sedikit memikirkan perubahan sikap Renata pagi ini.


Fabian bergegas menuju kamar untuk mengganti baju.Terdengar suara pintu apartemen berbunyi,Renata yang telah selesai mencuci piring berjalan menuju pintu untuk membukanya.Tanpa melihat dari Cctv siapa yang berada di balik pintu,Renata langsung membukakannya.


“Kak Tian...” panggil Renata setengah kaget melihat kehadiran Christian ke apartemen.Ia pun mengalihkan pandangan ke dalam apartemen,mencari sosok Fabian agar menolongnya dari situasi yang membuatnya kembali canggung.


Christian melihat tampilan Renata dari bawah kaki sampai ujung Rambut.Renata hanya memakai hotpants berbahan baby Terry dengan atasan model croptop membuat ia tampil makin imut.Sedangkan rambut panjangnya seperti biasa hanya ia cepol ke atas sejadinya.


Sadar dengan tatapan Christian,Renata hanya menggaruk-garuk rambut yang sebenarnya tidak gatal.Ia hanya menyembunyikan salah tingkahnya.


“Apa aku tidak boleh masuk?”

__ADS_1


“Ohh..eh tentu,silahkan masuk kak”


Renata berjalan mengikuti Christian yang berjalan di depannya.Merekapun tengah duduk berdua di ruang tamu,berulangkali Renata hanya memainkan jari jemarinya.Entah darimana ia memulai pembicaraan dengan Christian.


“Semalam...Maaf sudah merepotkan Kak Tian” ucap Renata dengan hati-hati.


“Tidak masalah,jangan kau pikirkan.”


Mereka pun kembali terdiam,hingga kemudian Christian memberanikan diri untuk kembali bersuara.


“Aku tidak tahu kalau kau menikah dengan saudaraku” Ucap Christian tiba-tiba membuat mata Renata melotot.


Aku harus jawab apa ,bagaimana aku menjelaskannya.Oh Tuhan...


Belum sempat Renata menjawab ucapan Christian,Fabian dengan pakaian kasual menuruni tangga.Melihat Christian tengah duduk berdua dengan Renata,membuatnya menyipitkan mata.


“Ada keperluan apa kau kemari?”Fabian mendekati posisi duduk Renata.Dengan segera ia memeluk bahu Renata dan mendekatkan ke tubuhnya.Sengaja ia lakukan di depan Christian,ingin menunjukan bahwa Renata adalah miliknya


“Selamat atas pernikahan kalian,kenapa tidak mengundangku”


“Semua terjadi secara mendadak,dan sementara belum ada resepsi.Terlebih lagi Renata masih menikmati masa-masa nya menjadi Office Girl dan ingin merahasiakannya lebih dulu” Fabian menggerakkan bahu Renata,agar membantunya memberi jawaban.


Mendengar jawaban Renata,Fabian tersenyum penuh kemenangan.Pandangan Fabian turun ke paha mulus Renata yang terlihat karena memakai hotpants.Dengan segera ia mengambil bantal sofa di dekatnya,dan memberikannya untuk menutupi paha Renata.


“Tutupi kaki pendekmu,kau sengaja memamerkannya”


“Hish..” Dengus Renata menaikkan ujung bibirnya,dan menutupi pahanya dengan bantal sofa.


“Bukankah tadi kau bilang akan pergi,kenapa masih disini!”


Christian hanya menyaksikan dua orang di depannya.Ia terlihat iri melihat kedekatan keduanya,benar-benar tak pernah ada dalam pikirannya bahwa Fabian bisa menikahi gadis seperti Renata yang hanya seorang Office Girl.


“Kak Tian ,bisakah menemaniku jalan-jalan sebentar.”


“Mau kemana?”sahut Fabian melepas pelukannya dari bahu Renata.Dan menatap tajam ke arah Renata.Tanpa menjawab,Renata beranjak berdiri menuju kamar atas untuk berganti baju.Tanpa menghiraukan Christian,Fabian menyusul mengikuti langkah Renata.


“Kalian mau pergi ke mana?”Ucap Fabian mencengkeram lengan Renata setibanya di dalam kamar.Renata menepis tangan Fabian.

__ADS_1


“Bukan urusan Bapak,silahkan Bapak pergi bersama pacar Bapak! Dan biarkan saya bebas pergi dengan siapapun yang saya mau!”


Renata melangkah menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian.Fabian hanya berkacak pinggang menunjukkan wajah kesal dengan sikap Renata.


Tanpa menghiraukan keberadaan Fabian,Renata langsung keluar dari kamar dan menuju ruang tamu untuk mengajak Christian keluar dari Apartemen.


“Kau ingin ke mana?” Tanya Christian menyadarkan Renata dari lamunannya.Ia melihat Renata yang sedari tadi menundukkan kepala terlihat tak bersemangat.


“Terserah kakak”jawab Renata singkat.


\*\*\*


Christian menipiskan bibirnya,mengulas senyum melihat sedari tadi di dalam mobil Renata tampak murung, ia tahu ke mana harus membawa gadis itu mengembalikan semangatnya lagi.Mobil sport yang ia bawa terparkir di sebuah cafe eskrim.


Christian dan Renata menyantap eskrim yang telah disajikan didepan mereka.Christian benar-benar tahu bagaimana mengembalikan suasana hati yang sedang buruk.Satu suapan telah lolos ke dalam mulut Renata.


“Hhmmmm... Enak.Ini bener-bener eskrim terenak yang Re pernah makan ka” Ucap Renata antusias, Christian hanya tersenyum melihat Renata kembali bersemangat.


“Apa kau menyukainya..”Tanya Christian yang sebenarnya ingin memancing Renata.Pertanyaan yang sebenarnya bukan tentang eskrim,namun lebih tentang perasaan Renata terhadap Fabian.Dengan polos Renata pun mengangguk kepala cepat seraya menyendoki eskrim yang lezat itu.


“menyukai Fabian?”lanjut Christian mendelik,matanya tajam melihat reaksi Renata.Mendengar pertanyaan Christian yang tiba-tiba,sontak membuat Renata menghentikan suapan ke dalam mulutnya.


“Bisakah hari ini Kaka jangan sebut namanya,hari ini rasanya Re hanya ingin bebas tanpa harus mendengar nama manusia triplek itu disebut”


“Manusia triplek??” Christian mengernyitkan dahinya,melihat kebingungan Christian Renata memonyongkan bibirnya sambil menganggukan kepala.


“hem” jawabnya singkat dengan anggukan kepala,dan melanjutkan memakai eskrim.Mendengar julukan baru untuk seorang Presdir dari Global King,sontak Christian tak bisa menyembunyikan tawanya.


“Hahaha.Kau benar-benar lucu Re,dan berani.Belum pernah ada seorangpun yang berani menghina seorang Presdir seperti dia”


“Zombie..” ucap Renata menyebutkan satu sebutan baru untuk Fabian,dan Christian berhasil tertawa dengan ulah Renata yang memberikan semua julukan buat Fabian.


“satu lagi kak”Renata memberikan kode dengan satu jarinya.Christian menyipitkan matanya,sepertinya ia tahu julukan terakhir untuk Fabian.Kemudian Christian ikut bersuara ketika Renata membuka mulutnya.


“Siluman!” ucap mereka bersamaan,dan tertawa bersama.Sesaat Renata merasa terhibur,ia seperti menemukan sosok seorang kakak di dalam diri Christian.


Aku hanya harus tetap tersenyum dan tertawa ,dengan begitu semua akan baik-baik saja.Ternyata mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintai kita rasa nya sesakit ini.Dadaku begitu sesak dan susah sekali untuk bernafas ketika melihatnya bersama wanita lain.Memikirkannya membuatku ingin menangis dan ingin berteriak.Namun aku tak bisa,aku harus kuat aku ga boleh lemah karena cinta,agar aku tak pernah merasa tersiksa.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2