
#Eps 48
Beberapa kerumunan orang akhirnya membubarkan diri setelah jasad kakek akan di kebumikan.Wajah semua orang terlihat larut dalam kesedihan seolah mereka mengenal dekat dengan sang pendiri Perusahaan.
Walau bagaimanapun mereka juga memang sepantasnya memberikan penghormatan terakhir kepada kakek yang nyatanya mampu menghidupi banyak orang untuk bisa bekerja di Global king.
Renata berjalan terseok,langkahnya lunglai tak bertenaga.Air matanya habis terkuras merasakan kesedihan yang mendalam.Ia berusaha berjalan menuju pantry nya,seolah tak kuat menahan tubuh Renata melangkah dengan sesekali merapatkan tubuhnya ke dinding ,agar tetap kuat berjalan.
Sebuah tangan kekar menariknya masuk ke sebuah pintu masuk tangga darurat.Membuatnya tersentak dan ingin berontak.Matanya membulat saat bertatap muka dengan orang di depannya.Fabian mendekap nya erat,ia tahu apa yang di rasakan gadis kecilnya.
Seolah menemukan sandarannya,Renata membalas pelukan itu.Ia menangis sejadi-jadinya.Beberapa kali Fabian mengelus rambutnya,ikut menenangkannya.Sementara ia pun juga merasakan kesedihan yang sama.
“Maafkan aku yang tidak bisa menemanimu,,hiks..” ucap Renata mengendorkan pelukannya menatap wajah Fabian yang sendu.
“Aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja.Aku juga tidak tahu harus berbuat apa,aku rindu dengan kakek..huuu.” Renata memeluk kembali Fabian,pria itu pun mengecup kening nya dan menyandarkan kepalanya di pucuk rambut Renata.
“Kita bisa melewati ini semua,kakek ingin kita selalu bersama. Pernikahan kita adalah kado terindah baginya,dia sudah tenang sekarang.”
Renata hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Evelyn mendengarkan percakapan itu,dirinya yang berada di tangga atas sedang membulatkan matanya.Mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Wanita singa itu berhasil membuntuti Fabian yang meninggalkan rombongan saat jasad kakek akan di kebumikan.Pria itu justru pergi berbalik arah dengan berbisik sesuatu dengan Assisten Han.Saat Fabian memasuki pintu darurat.Wajahnya seolah penuh tanda tanya begitu Fabian masuk dan menutup pintu itu.Maka ia putuskan untuk masuk melalui pintu darurat yang lain.
Sungguh tak bisa di percaya.Apa yang ia dengar saat ini bagaikan petir di siang hari.Ia mengalihkan pandangannya,berusaha tak ingin mempercayainya.Namun kenyataannya bagaimana mungkin Fabian bisa menikahi seorang OG tanpa sepengetahuan nya.Sejak kapan.
Banyak pertanyaan yang terlintas di benak Evelyn.Ingin rasanya ia mendekati keberadaan mereka,namun situasi sekarang belum memungkinkan untuk mencari penjelasan.Ia pun segera pergi dari tempat itu dan menuju pemakaman.
“Apa kau mau ikut ke pemakaman?” Tanya Fabian pada Renata.
“Masih banyak orang,dan wartawan.Aku tak mau menimbulkan banyak pertanyaan dengan keberadaanku di sana.Apalagi aku hanya seorang..”
Fabian menghentikan ucapan Renata dengan menempelkan telunjuknya.Ia tak mau mendengarkan Renata berbicara tentang statusnya.
“Aku bisa mengakuimu di sana,menjelaskan kepada mereka siapa dirimu yang sebenarnya.Aku tidak masalah..”
__ADS_1
Renata menipiskan bibirnya,mencoba tersenyum masam.Ia menggelengkan kepala.
“Belum saatnya.Tidak apa,pergilah ke pemakaman kakek.”
“Baiklah.Aku akan menemanimu sepulang kerja ke sana,mungkin sudah tak banyak orang yang berada di pemakaman.”
Renata kembali mengangguk kan kepala.
“Maafkan aku.” Fabian mencium pucuk kepala Renata.”Aku pergi dulu.”
Fabian pergi meninggalkan Renata dengan menyisakan rasa sedih di hatinya.Renata mencoba mengatur nafasnya,sesekali ia menghembuskan nafas mencoba bersikap sewajarnya.Ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya dan menutupi kesedihannya karena kepergian kakek.
Seusai di kebumikan,orang-orang berlalu dengan berjabat tangan dengan Fabian.Seolah memberi semangat kepada pimpinan tertinggi di Global King agar tetap kuat.Saat di rasa sepi Evelyn mendekati Fabian,
“Aku ikut berbelasungkawa,kakek orang baik.Ia sudah tenang di sana,aku harap kau pun akan baik-baik saja.”
Ucapan Evelyn tak membuat Fabian berkutik.Ia masih terdiam dengan pandangan kosong.
Fabian melangkah pergi setelah memberi penghormatan terakhir untuk sang kakek.Sedangkan Evelyn tetap mengekor di belakangnya.
“Bian!” panggil Evelyn menghentikan langkah Fabian.”Aku ikut denganmu,kebetulan aku tak membawa mobil.”
Fabian kembali tak menjawab,iapun masuk ke dalam mobil di ikuti dengan Evelyn yang duduk di sampingnya.
Dalam perjalanan tak banyak yang di bicarakan,Fabian tetap diam.
“Aku tak sengaja mendengar percakapanmu dengan gadis itu di tangga darurat.”
Fabian mencoba diam,pandangannya tetap fokus ke depan.Melihat Fabian yang tak bereaksi Evelyn tampak geram,ia mengeratkan gigi-giginya.
“Bagaimana bisa kau menikahi seorang OG!!katakan kalau semua itu hanya rekayasa,katakan semua itu adalah bohong.Bian aku mencintaimu,5 tahun kita habiskan bersama apa kau mampu membuang kenangan kita begitu saja!” Evelyn mengguncangkan lengan Fabian,ia merengek meminta penjelasan.Semua tanda tanya yang ada di pikirannya ingin segera menemukan jawabannya.
“Jangan meneriakiku! Kau yang terlebih dulu membuang kenangan kita.Aku sudah melepaskanmu,akupun juga merelakan mu.Aku menikahinya dan sekarang aku mencintainya,apa kau puas! Lepaskan tanganmu,kau mengganggu konsentrasi ku!”
“Tidak semua itu bohong.Dia hanya pegawai Office Girl,dia tak mungkin bisa mencurimu dariku.Hatimu masih milikku,dan selamanya seperti itu.Aku tidak akan rela melepaskanmu sampai kapanpun!Kau dengar itu,sampai kapan pun!”
__ADS_1
“Terserah,apa katamu.Aku sudah tidak peduli.Saat ini aku hanya ingin bersama gadis itu,dan aku harap kau mengerti dan menjauh dariku.Sudah tidak ada lagi kenangan lima tahun itu,karena bagiku itu semua masa lalu.Kini aku hanya ingin melihat masa depan ,dan itu bersama Renata.Dan ingat jangan sebut dia gadis office girl,karena dia adalah istri sah dari pemilik Global King.”
Perkataan Fabian seketika membuat Evelyn memundurkan punggungnya,ia tak percaya Fabian Setega itu mengucapkan hal yang menyakitinya.Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang tak bisa ia bendung lagi.
Hatinya kini hancur berkeping-keping,hubungan yang lima tahun terjalin kandas di tengah jalan karena sebuah kesalahan.Ia menyesali saat itu terbawa suasana ingin kembali ke pelukann Christian yang lebih perhatian dan memiliki simpati terhadapnya.Dan kini justru ia tak mendapatkan keduanya.
“Kau brengsek..!kau ********! Aku membencimu..” Evelyn memukul tubuh Fabian dengan kedua tangannya,sambil menangis ia mengumpat sejadinya.
“EV !! Tenangkan dirimu!Aku mohon!” teriak Fabian dengan sesekali menatap wanita itu.Ia harus membagi konsentrasinya saat menyetir dan menghentikan Evelyn yang sedang kehilangan akal.
“Tidak!! Aku membenci gadis itu.Lebih baik kita mati bersama ,aku tidak ingin kehilangan dirimu,aku tidak akan merelakanmu bersama gadis Office Girl itu!!”
“Kau gila!!”umpat Fabian,menahan kedua tangan Evelyn yang tengah mengganggu kemudinya.Fabian berusaha menenangkan wanita itu,namun justru membuat Evelyn berontak dan memberi perlawanan,mobil yang ia bawa melewati jalur pembatas.
Dari arah depan ada sebuah mini bus melaju dengan kencang,mata Fabian melebar.Ia pun membanting stor,hingga mobil yang ia bawa terpental dan terbalik seketika.
Renata sedang menunggu Fabian di loby bawah,setelah situasi kantor terlihat sepi ia memberanikan diri untuk menunggu sang pujaan hati untuk berkunjung ke pemakaman seperti janjinya tadi siang.
Beberapa kali Renata mencoba melakukan panggilan,namun tak ada jawaban.Ia pun beraliih untuk menelepon Assisten Han.
“APA!!” Renata beranjak berdiri,mendengar kabar dari Assisten Han secara mendadak.
“Pak Han,apa yang sedang kau bicarakan.Jangan bercanda,katakan dia baik-baik saja.” Tangis Renata tak terbendung lagi,ia pun berlari dan mencari taksi.
Ia berangkat ke rumah sakit yang di tunjuk oleh Assisten Han.Ada apa dengan hari ini,seolah Tuhan sedang mengujinya.Ia telah kehilangan seorang kakek yang ia sayangi,kini ia tak mau kehilangan Fabian.Fabian tak boleh meninggalkannya,mereka belum mengumumkan pernikahannya di depan publik.Renata duduk dalam kecemasan,ia memainkan jemarinya karena perasaan tidak tenang.
tbc .
Terima kasih untuk para Readers yang tetap setia membaca novel ini.🥰
Tetap jaga kesehatan.
Salam Hangat dari Author.
🙏🙏
__ADS_1