
Begitu mengetahui keberadaan Christian yang cukup lama berdiri di luar,Renata dan Fabian tampak panik.Dengan menggigit jari telunjuknya,Renata berfikir untuk bersembunyi .Ia tak mau semua perihal pernikahannya dengan bos dari Global King terungkap.
“Cepatlah bersembunyi”sahut Fabian mengibaskan kedua tangannya memberi kode agar Renata cepat pergi bersembunyi.Renata kemudian berlari ke kamarnya,namun sesaat langkahnya terhenti.
Jangan ke kamar,terlalu dekat dengan ruang tamu.Bagaimana kalo dia ke dapur,trus membuka kamarku.Ahhh.. tidak-tidak,lebih baik aku sembunyi ke atas mungkin lebih aman.Gumam Renata dalam hati seraya membalikkan badannya berlari ke atas menaiki tangga menuju kamar Fabian.
“Hai Jack,,!! Lama sekali kau membuka pintu,apakah aku mengganggumu” kata Christian memasuki ruangan setelah Fabian membukakan pintu untuknya.
“Ada urusan apa malam-malam Kau ke sini “ Fabian mengikuti langkah Christian yang sudah mendahuluinya menuju ruang tamu.
Christian duduk di atas sofa dengan menyilang kan kedua kakinya,mata nya pun melihat ke seluruh ruangan meneliti setiap inchi sudut demi sudut.
“Aku hanya berjalan-jalan di sekitar sini dan tak ku sangka sudah berada di kawasan apartemen mu.
Oiya,,Apakah kakek akan datang ke perayaan Global King”
“Entahlah ,kabar terakhir yang aku tahu,keadaannya belum membaik.Jadi mungkin perayaan kali ini tanpa kehadiran kakek”
“Bagaimana hubunganmu dengan Evelyn,aku dengar kau menyusul nya sampai ke Paris??” tanya Christian.
"Bukan urusanmu" jawab Fabian singkat.Mendengar jawaban Fabian yang memang tipe orang yang tak pernah mengungkapkan perasaan dengan mudah, Christian pun tak ambil pusing.Christian beranjak berdiri,melangkah menuju dapur untuk mengambil sesuatu yang bisa ia minum.Meninggalkan Fabian yang tampak terdiam menahan kegamangan hatinya.
“Walaupun kamu sudah putus dengan Ev,tenanglah.Aku sudah merelakannya, dan tak berniat untuk kembali bersamanya.Dia hanya masa lalu bagiku,”Christian berusaha meyakinkan Fabian ,bukan tanpa sebab Christian mengetahui semua.Apapun yang terjadi dengan hubungan mereka,Evelyn selalu menceritakan nya ke Christian walaupun terkadang tak ada tanggapan.Karena Christian tahu gadis itu memakai berbagai cara agar Christian tak pernah mencampakkan nya.
Tersadar dari lamunannya,Fabian beranjak dari tempat duduknya.Mengikuti Christian yang berada di dapur.
Christian mengambil air mineral kemasan di dalam lemari es, meneguknya sampai setengah botol.Pandangannya terhenti pada sebuah kamar yang tak tertutup rapat,yang dari luar terlihat nuansa pink yang begitu mencolok mata.Ia mulai mendekat,merasa penasaran dengan kamar bekas assisten rumah tangga itu.
__ADS_1
“ Jangan sembarangan membuka pintu kamar orang!!” sahut Fabian tiba-tiba ,dan seketika menghentikan langkah Chritian yang mencoba membuka handle pintu lebih lebar lagi.
“Apakah mbok Darmi masih tinggal di sini “
“Hmm” jawab Fabian singkat mengalihkan pandangannya,seraya mencari alasan yang tepat.Mbok Darmi adalah mantan asisten rumah tangga yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan Fabian.Namun semenjak anaknya mengalami kecelakaan,,ia memutuskan berhenti bekerja dan lebih fokus mengurus anaknya.
“Hahahaha!!!”
“Apa yang sedang kau tertawakan?” Sungut Fabian mendekat dan langsung menutup pintu kamar Renata dari luar, mengantisipasi agar Christian tidak masuk.
“Sejak kapan mbok Darmi yang usianya hampir kepala enam menyukai warna pink?!!”
“ Mbok Darmi suka membawa cucunya jika kemari.Jadi agar tak mengganggu pekerjaan nya,aku sengaja menyiapkan kamar bernuansa pink untuk cucu perempuannya.”kata Fabian yang akhirnya menemukan alasan yang mungkin sudah tepat baginya.Dengan tatapan mendelik, Christian melihat saudara tirinya dengan tatapan curiga.
“Manis sekali” sindir Christian menaikkan sebelah alisnya membuat Fabian salah tingkah.
“Haishh?!!! Kau benar-benar menyebalkan!”sahut Fabian kemudian medorong punggung Christian agar secepatnya menjauh dari kamar Renata sebelum semua terbongkar.
Langkah Christian dan Fabian berakhir di depan pintu keluar.Christian paham ada sesuatu yang saudara tiri nya sembunyikan,namun apapun itu mungkin Fabian punya alasan untuk tidak memberitahunya saat ini.
“Aku harap saat perayaan Global King nanti semua makanan dan koki terhebat dari restoran mu masih tetap yang terbaik dan tidak mengecewakan ku!” ucap Fabian yang terus menggiring Christian keluar.
“Kau tenang saja ,Jack.Aku akan tetap menjaga nama baik Global King di mata dunia,dan juga suatu kebanggaan tersendiri bagi restoran milikku bisa menjamu di perayaan nantinya.”jawab Christian penuh keyakinan seraya menepuk sebelah pundak Fabian.Dengan menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku,Fabian tampak tak bergeming.
Setelah kepergian Christian,Fabian menarik nafas lega.Ia berjalan menuju kamar Renata,melihat sekeliling dan mencari keberadaan gadis bar-bar itu bersembunyi.Fabian menaikkan ke dua bahunya menyadari Renata tak ada di dalam kamar.Dan ia putuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.
Renata mengintip dari balik pintu kamar Fabian,sesekali ia pun menempelkan salah satu telinganya pada daun pintu kamar Fabian.Berharap bisa mendengar pembicaraan dari bawah sana.Saat ia mencoba menarik handle pintu perlahan ,tiba tiba Fabian membuka pintu dengan keras.membuat Renata yang mengintip dari dalam jatuh tersungkur ke belakang.
__ADS_1
“Haduhhhhhh!!!!”rintih Renata mengusap-usap keningnya merasakan kesakitan karena terbentur daun pintu.Berharap mendapat pertolongan dari Fabian, Renata hanya melirik ke arah Fabian yang masih tak bergeming dan kemudian melangkah dengan cuek melewati keberadaan Renata.
Fabian melangkah menuju nakas di samping ranjangnya,ia membuka laci dan mengambil kotak P3K.
“Gadis bar-bar sepertimu tidak pantas merengek,cepat kemari!!!”
Renata melihat ke arah Fabian yang sedang duduk di tepi ranjang dengan membuka kotak P3K.Renata mengerucut kan bibirnya, perlahan bangun dan mendekati Fabian.Duduk terdiam menunggu perlakuan dari Fabian.
Ternyata masih punya hati juga,tadinya kupikir dia bukan manusia,he..ucap Renata dalam hati menyembunyikan senyum kegembiraaan.
Fabian mengambil cottonbud dan memberinya salep anti memar,perlahan mengoskannya ke kening Renata.Sesekali Renata merintih kesakitan,dan Fabian kembali memelankan pergerakannya saat mengoles salep.Walau bagaimanapun ,bagi Fabian sedikit banyak Renata turut andil dalam upaya melupakan Evelyn.Hanya dengan bersama Renata,semua pikiran tentang Evelyn sejenak teralihkan.Walaupun hanya pelampiasan semata,namun Fabian sangat berterima kasih atas kehadiran gadis itu.
Sejenak mereka saling pandang dan terdiam,mata Fabian kembali berkeliaran menatap bibir Renata yang terlihat kissable dengan warna natural pink muda tanpa polesan lipstik.
“Kamu oles sendiri keningmu,sudah malam aku capek mau tidur !!!!"sahut Fabian memberikan salep beserta cotton Bud ke tangan Renata dengan kasar.Ia berdiri dengan berkacak pinggang dengan memunggungi keberadaan Renata menyembunyikan salah tingkahnya.
Fabian harus menghentikannya,sebab terlalu lama dekat dengan gadis bar-bar itu ia selalu menahan diri untuk tidak menciumnya.Entah kenapa bibir pink muda itu seperti mempunyai magnet tersendiri untuk selalu menggodanya.
Melihat tingkah aneh bosnya,Renata mengeratkan salep dan cotton Bud yang ia pegang.Ia juga merasa kesal dengan sikap Fabian yang sering berubah-ubah.Iapun berdiri,membuang kasar nafasnya.
“Selamat malam!!!!” ucapnya meninggikan suara dengan kesalnya.Renata berlalu dan menutup daun pintu meninggalkan Fabian yang tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.
"Aku tarik kembali ucapanku kalau dia manusia.Ternyata aku salah ,dia bukan manusia,,dia siluman.Dia bisa berubah kapan pun,dan di manapun.hehhh ,,andai disini ada sun go kong,mungkin tak sesulit ini menghadapi siluman seperti dia.haiishh..menyebalkan!! " Renata berjalan menuju kamarnya dengan merutuki sikap Fabian yang memang sangat sulit di tebak.Yang merasakan emosi yang tak bisa ia luapkan secara langsung di hadapan bosnya.
tbc
**Terima kasih semua para Readers kesayangan April sudah membaca sampai bab ini,jangan bosan ya🙏😘
__ADS_1
Dan tunggu update selanjutnya,tetap di rumah saja dan baca novel karya Apriliana.Ok!!!
Terima Kasih.....🤗🤗🤗**