The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 30


__ADS_3

#Eps 30


Semalaman Renata tidak bisa tidur,ia belum terbiasa tidur sekamar apalagi seranjang dengan bosnya sendiri.Beda dengan kejadian kemarin,karena pengaruh alkohol dia berinisiatif berbagi kasur dengan Fabian.Kalau mengingat kejadian itu,badannya bergidik ngeri dengan kelakuannya sendiri yang dengan rela memberikan kesucian pada laki-laki yang sama sekali tak mencintainya.


Rasa kantuk saat berangkat kerja masih saja menyerangnya walaupun Renata sudah berdandan rapi.Di depan meja rias,ia hanya duduk memandangi wajahnya yang tampak lesu dengan kantung hitam di bawah mata.Sesekali dengan menghela nafas panjang ia menepuk pipi dengan kedua tangannya,bermaksud agar rasa kantuknya menghilang.


Dari cermin,ia pun melihat sosok lelaki yang masih tertidur pulas dengan tubuh terbalut selimut.Sudah hampir jam 7,namun Fabian sama sekali tak segera bangun untuk berangkat bekerja.Dengan perlahan,Renata mendekat dan berniat membangunkannya setelah itu baru ia berangkat kerja.pikirnya.


Dengan posisi menunduk,mata Renata menatap tajam wajah Fabian.Tangannya merapikan rambut Fabian yang acak-acakan.


Tuhan benar-benar memberikan segalanya untukmu,ketampanan dan kekayaan yang melimpah.Tak heran banyak wanita yang ingin dekat denganmu.Rasanya aku bukanlah apa- apa dibandingkan itu semua.hhaahh.gumam Renata dalam hati dengan menghembuskan nafas kasar.


Tiba-tiba dari balik selimut tangan kekar Fabian menarik tangan Renata.Belum sempat Renata membangunkan,kini tubuh Renata malah terjatuh ke dalam pelukan Fabian.


“Bisakah membangunkanku dengan cara yang lain”


“Ma..maksud Bapak?” Renata gugup,jantungnya berdebar kencang di dalam pelukan erat Fabian,tangannya di depan dada menahan posisi agar tubuhnya tak terlalu dekat dengan sosok di depannya.


“Menghela nafas di depan wajah suamimu,bukankah itu cara yang buruk membangunkan suami yang sedang tidur?”


Mendengar ucapan Fabian,Renata membelalakkan matanya.Jadi sedaritadi Fabian sudah terbangun,dan hanya pura-pura memejamkan mata.Ia tak habis pikir Fabian telah mengerjainya, lalu apa yang ada dipikiran Fabian jika sedaritadi Renata hanya mengagumi wajah tampan bosnya,yang ada dia bisa besar kepala.


“Ish,,lepas!!!”ucap Renata berontak dengan memukul dada bidang Fabian.


“Kalau sudah bangun kenapa Bapak pura-pura tidur.Anda sengaja menjahili Saya!!”


Dengan terus menatap Renata,Fabian hanya tersenyum manis.Tak ada wajah kesal saat mendengar gadis bar-bar di depannya sedang mengoceh.


“Saya bilang lepas!! Saya mau berangkat kerja” Renata berusaha memberontak,namun Fabian sengaja mengeratkan pelukannya.


“Jika di rumah mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan Bapak! Itu seperti aku terlalu tua di depanmu”

__ADS_1


“Menurut Anda!!? Bukan kah Anda lebih mirip pedofil,dengan umur Bapak sekarang harusnya menikah dengan wanita seumuran bukan malah menikah dengan saya.Lagipula saya terlalu imut untuk Bapak.Jadi pantas saja jika saya masih memanggil Anda dengan sebutan Bapak.Hmmm” Ucap Renata dengan mengulas senyum palsu di depan Fabian.


Merasa geram dengan sebutan yang di berikan Renata,Fabian melepas pelukannya dengan kasar.Renata yang merasa terlepas,segera berdiri dan merapikan rambut dan pakaiannya.


“Jika kamu memanggil Christian dengan sebutan Kakak,maka itu berlaku juga untukku.Selama di rumah panggil kakak bukan Bapak.Paham!” Fabian melipat kedua tangannya di depan dada,tatapannya mengintimidasi dan berharap tak ada penolakan dari mulut Renata.


“Tsk!!” Renata menaikkan ujung bibirnya.


“Jangan hanya bisa menaikkan ujung bibirmu saja.Ayo cepat panggil Aku Kak Fabian!”


Tangan kiri Renata berkacak pinggang sedangkan tangan kanan dengan telunjuknya mengusap dagu pura-pura berpikir.Fabian tengah berharap panggilan barunya terdengar dari mulut Renata.


Ketika Renata membuka mulut dan siap siap bersuara,wajah Fabian terlihat sangat berharap hingga matanya menatap tajam mulut Renata.


“P..Pak!!!”


Mendengar panggilan yang tidak sesuai harapannya,Fabian nampak geram.


“Kau?!!” ia berusaha bangun dan menyibakkan selimut yang menutupi setengah badannya.


“Dasar gadis bar-bar.Awas saja nanti!”ucap Fabian mengacak-acak rambut dengan ekspresi yang justru membuatnya tersenyum walau pun sedang kesal.Ia pun segera bergegas mandi dan pergi ke kantor.


***


“Tumben jam segini baru dateng ,Re?”tanya Retno yang merapikan tempat pantry.


“iya mba,jalanan macet”


Huft..kalo bos mesum tidak berulah mana mungkin aku datang telat.Tentu ini semua gara-gara dia.


“Hati-hati jaga absensi kamu,denger-denger Bu Warti kepala OG kita bakal di ganti dengan yang baru”

__ADS_1


“Hah!!”seru Renata kaget,ia pun menghampiri posisi Retno berdiri.


“Emang Bu Warti ke mana mba?”


“Bu Warti pindah ke Departemen lain,tetep jadi kepala OG juga sih”


“Terus siapa yang gantiin?”


“Namanya Bu Lala” sahut Tika dari arah belakang.Kemudian kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri melihat situasi,ia pun kembali berbicara saat sekiranya terlihat sepi di pantry.


“Sepertinya Bu Lala bawaan Bu Evelyn buat memata-matai Pak Fabian.Bu Evelyn sengaja mengawasi Pak Fabian dari jauh agar tidak tergoda dengan wanita lain selama ia tidak di sini.”celoteh si Tika mulai berghibah,dan itu membuat mata Renata seketika melotot.


“Dia terkenal galak,jadi kamu Re jangan sering sering ijin setengah hari ,ga masuk atau datang mepet seperti sekarang ini.Bisa-bisa kamu langsung dikeluarin dari perusahaan”sahut Retno yang kini membuat mulut Renata menganga.


Tapi semua itu kan atas perintah dari pemilik Perusahaan.Terus gimana coba,aku bisa apa kalo udah begini.hhhuh.Renata menghembuskan nafasnya,bahu yang tadinya tegak tiba lunglai begitu saja mendengar penuturan dari Retno dan Tika.


Renata berjalan melewati koridor dengan wajah sayu,kepalanya tertunduk.


Bagaimana jika semua orang tahu jika aku yang cuman seorang OG ternyata istri sah dari orang terhebat di Perusahaan ini.Tidak..!! Semua tidak akan terjadi jika aku tetap mengunci mulut dan jaga jarak dengan orang mesum itu.gumamnya dalam hati diikuti dengan gelengan kepala menjauhkan pikiran-pikiran yang sudah terpengaruh dengan semua kabar hari ini.


“Apa yang membuatmu berjalan tanpa melihat ke depan!?” ucap Fabian menghentikan langkah Renata.Sifat arogan dan angkuh kembali terlihat kala ia bertemu dengan Renata di koridor.


Dengan kedua tangan di dalam saku ia menatap tajam wajah Renata.


Renata berdiri di hadapan Fabian.Ia melihat sosok suami sahnya berdiri dengan gagah di temani dengan beberapa assisten di belakangnya.Sesaat ia terdiam.


“Maaf Pak”ucap Renata menyampingkan tubuhnya memberikan jalan agar Fabian dan beberapa assisten nya bisa leluasa berjalan.


Setelah Fabian melewati beberapa langkah dari posisi Renata berdiri.Dia berhenti dan membalikkan badannya.


“Sebelum saya selesai meeting ,kamu harus tetap membereskan ruangan saya dan tidak boleh keluar sampai saya memberikan perintah!” perintah Fabian yang tanpa menunggu jawaban dari Renata kembali melangkah menuju ruang meeting.

__ADS_1


Hhaah..Apa-apaan ini seenaknya saja memberikan perintah.Berapa lama Dia meeting,bagaimana jika seharian baru selesai.Apa yang harus aku katakan di depan Bu Lala nantinya.Bisa kena masalah ini,,haduucchh!!ucap Renata dalam hati seraya menggaruk rambut cepol yang tidak gatal dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan orang nomor satu di Global King.


tbc


__ADS_2