The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 37


__ADS_3

FLASBACK ON


Fabian duduk di kursi kerjanya sebelum memulai aktivitas, ia menyandarkan punggungnya pada bahu kursi kerja.Kepalanya mendongak,pikirannya melayang berputar -putar dan semua tentang Renata.Tentang Renata yang pagi-pagi sudah tak ada di kamar,tentang Renata yang mungkin pagi buta telah membereskan tiap sudut apartemen nya dan membersihkan semua makanan semalam.Dan kini ,gadis itupun telah menyelesaikan pekerjaan di ruang kerjanya,sebelum ia bisa melihatnya.


Apakah ia sengaja menghindari ku,batin Fabian.


Kehadiran Asisten Han pun berhasil melenyapkan semua pikiran tentang Renata,Ia pun kembali disibukkan dengan pekerjaannya.


“Maaf Pak,setengah jam lagi ada meeting dengan Mr.Phu dari India.”


“Aku tahu.Lalu?” Fabian memijit pelipisnya.


“Nona Evelyn turut hadir di meeting kali ini.”


Fabian menegakkan tubuhnya ketika mendengar nama Evelyn disebut,bukan karena senang tapi saat ini entah mengapa ia hanya malas untuk bertemu dengan gadis yang dulu ia puja.


“Apa maksudmu.Mengapa Evelyn ikut meeting,ada hubungan apa dia dengan Mr Phu?”


“Baru-baru ini Mr Phu bertemu dengan nona Evelyn.Beliau pun setuju produk terbaru yang akan ia launching dipertengahan musim akan didesign oleh Nona Evelyn,itu karena beliau tahu nona Evelyn adalah kekasih Pak Fabian tujuannya mungkin agar mempermudah kerjasama dengan Global King.”


“Hisssh..ini akan semakin memperumit keadaan.Kau tahu,sepertinya Renata marah padaku karena aku melupakan janji dan malah pergi dengan Evelyn.Sampai hari ini aku belum bertemu dengannya.”ucap Fabian putus asa.Assisten Han hanya bisa menaikkan alis mendengar nada bicara atasannya yang sedikit frustasi.


“Apa Anda mulai menyukai Nyonya,Pak?”


Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Han membuat mata Fabian seketika melotot.


“Beraninya kau bertanya seperti itu?Apa gajimu ingin aku potong!!Siapa yang menyukai dia,hanya saja hari ini dia seperti menghindari ku.Itu saja!!!”abian meninggikan suaranya,melipat kedua tangan di depan dada sambil melirik Han yang mungkin akan percaya dengan alasannya.


“Baik .Maafkan saya,Pak.”


Jelas-jelas Anda sedang khawatir dengan nyonya muda masih bisa mengelak.batin Assisten Han menundukkan kepala.


FLASH BACK OFF


“Aku hanya cukup melupakan kejadian-kejadian yang tak mengenakkan.Dengan begitu hatiku tak akan merasa sakit.Hhm ..!! Aku harus lebih semangat.Nggak boleh patah begitu saja.” Celoteh Renata komat kamit menunggu di depan lift.


Tiing

__ADS_1


Akhirnya pintu lift pun terbuka,


Degg


Betapa kagetnya Renata,di dalam lift berdiri sosok orang yang ingin ia hindari.Fabian tengah berdiri di dalam lift,sejenak mata mereka saling bertemu ada keraguan di dalam hati Renata untuk masuk ke dalam lift,begitu matanya beralih ke sebuah tangan dengan erat mengapit lengan kekar lelaki itu.Yah,kini Evelyn tengah menyandarkan kepalanya di lengan Fabian.


Melihat pandangan Renata ke arah Evelyn,dengan sedikit menggeser lengannya Fabian berusaha melepas tangan Evelyn darinya.


Renata mencoba masuk ke dalam lift dan berusaha seolah situasi ini tak berpengaruh baginya.Ketiganya kini terjebak di dalam lift dan sama-sama menuju ke lantai paling atas.Renata memposisikan tubuhnya di belakang Fabian dan Evelyn,ia hanya merasa sosok paling kecil di antara mereka.


Harusnya memang seperti ini,yang kaya memang harus dengan yang kaya.Dan mereka tampak begitu serasi,aku di sini akan kembali ke posisiku yang sebenarnya.batin Renata melihat dua sosok berdiri di depannya.


“Akhirnya aku bisa bekerjasama denganmu sayang,moment yang benar- benar aku tunggu, dan aku tak akan membuat Global King kecewa.”


“Hmm” jawab Fabian singkat dan datar,tubuhnya pun tampak tak bereakksi dengan ucapan Evelyn.Evelyn menatap Fabian,ada perubahan sikap yang tak biasa dari Fabian.Entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang berubah dari Fabian tapi entah itu apa Evelyn tak mengerti.


“Ayo kita makan siang bersama.”


Fabian tak menjawab ajakan Evelyn.Pintu lift pun terbuka,Fabian dan Evelyn melangkah keluar meninggalkan Renata yang dengan sengaja menunggu di belakang.Satu langkah di depan pintu lift,langkah Fabian melambat dan sejenak berhenti.


“Aku masih ada sesuatu yang harus aku selesaikan,minta assisten Han untuk mengantar mu pulang.” Ucap Fabian tiba-tiba dan melangkah mundur masuk ke dalam lift kembali.Evelyn membalikkan tubuhnya,dan melihat sosok yang ia cintai segera menekan tombol lift dan pintu pun tertutup sebelum Evelyn sempat membuka mulutnya.Ia berdiri terdiam dan mematung.


“Apa maksudmu menghindari ku?”


“Maksud Bapak,maaf saya tidak mengerti.”Renata mengalihkan pandangannya ke arah lain,


“Apa kau marah padaku?”tanya Fabian menangkup wajah Renata,dan membawanya untuk saling bertatap muka.


“Lepaskan!” Renata menjauhkan tangan Fabian dari wajahnya.


“Ingat Pak,ini masih di kantor.Saya tidak mau menimbulkan kecurigaan di antara semua pegawai,terlebih saya hanya seorang OG.”


Fabian menekan asal tombol lift,dan lift pun terbuka.Ia menarik tangan Renata,beruntung saat itu masih di jam kerja para pegawai juga masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Fabian menarik dan membawa tangan Renata keluar dari lift ,saat terdengar suara beberapa pegawai yang mendekat,dengan cepat Fabian membuka pintu tangga darurat untuk bersembunyi.


“Apa yang Bapak inginkan sekarang?!” Renata menghempaskan tangan Fabian kasar.Fabian justru membalasnya dengan tatapan yang begitu dalam.

__ADS_1


“Tolong jangan menatap saya seperti itu,orang akan salah sangka melihat Bapak seperti itu.” Ucap Renata salah tingkah.


“Maafkan aku.Semalam sudah membuatmu menunggu.”


“Tidak,saya tidak menunggu Anda.”


“Apakah semalam kau juga menangis?”


“Saya juga tidak menangisi Anda.”Renata kembali mengalihkan pandangannya,mendengar ucapan Renata yang selalu mengelak.Fabian menarik tangan Renata,dan memeluknya erat.Menyandarkan kepala gadis itu ke dada,menahannya hingga Renata tak bisa bergerak.


“Diamlah!!Dan jangan terus berbohong.”ucap Fabian mengusap lembut kepala Renata.Ia merasakan sebuah pelukan hangat dari gadis kecil itu.Beberapa menit mereka terdiam dalam pelukan.


“Maafkan aku.” Fabian melepas pelukan dan mengucapkan kata maaf dengan tulus.Kedua tangannya masih di kedua bahu Renata,seolah menahannya agar tidak lari dari hadapannya.


“Aku bukan siapa-siapa,jadi Anda tidak perlu meminta maaf ke saya.”ucap Renata tertunduk.Mendengar ucapan Renata,ada perasaan sakit di dalam hati Fabian saat mendengarnya.Dengan perlahan,iapun mengangkat dagu Renata dengan tangannya membuat wajah gadis itu mendongak menatapnya.Ia pun menggunakan kesempatan itu untuk mendekatkan wajahnya ke arah Renata.Dan,dengan lembut mengecup bibir ranum itu.


Berada di dalam ruangan tangga darurat membuat Fabian semakin terbawa suasana,ia masih menikmati bibir kissable yang menjadi favoritnya saat ini.Dengan mata terpejam,Renatapun ikut membalas ciuman lembut dari atasannya.


Fabian melepas pangutannya,membelai lembut rambut Renata.Menyingkirkan beberapa rambut yang jatuh dari ikatan cepol,ke belakang telinga Renata.


“Aku..mencintaimu.”


Pengakuan Fabian,membuat mata Renata melotot.Ia mendongakkan wajahnya,melihat sosok di depannya.Mencoba tak mempercayai dengan apa yang barusan ia dengar.


“Bapak..jangan bercanda.Aku..”


Cup


Ciuman singkat kembali mendarat di bibir Renata.Membuat gadis itu terdiam,


“Beri waktu aku untuk memutuskan hubunganku dengan Evelyn.Dan,sepulang kerja tunggu aku kita pulang bersama.”


Ucapan Fabian membuat Renata makin tak percaya.Bagaimana mungkin atasannya benar-benar membalas perasaannya saat ini,hal yang benar-benar selalu ia impikan benar-benar menjadi kenyataan.


Fabian membuka pintu,dan meninggalkan Renata yang masih terdiam.


Oh Tuhan ..aku berharap ini semua bukan mimpi.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2