The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 43


__ADS_3

“Bian !!!” Teriak Evelyn memanggil Fabian yang tengah berjalan cepat karena menahan emosi,


“Tunggu aku!"


Fabian menghentikan langkahnya,dari belakang Evelyn sedang mengatur nafas dengan berkacak pinggang.


“Kau sebenarnya kenapa? Kenapa tiba-tiba pergi begitu saja.”


“Aku hanya lelah dan ingin segera pulang,itu saja.”


“Baik.Aku ikut denganmu.” Evelyn melangkah ,kemudian mengaitkan tangannya pada lengan Fabian.Namun pria itu justru tak bergerak,dan mencoba menghempas tangan Evelyn.


“Ada apa?” Evelyn nampak heran dengan sikap Fabian yang susah ditebak,dingin dan penuh rahasia.


“Pulanglah.Dan jangan ikuti aku,aku ingin sendiri!” Fabian pergi meninggalkan Evelyn yang seketika melipat kedua tangannya ke depan dada mendengar perkataan Fabian yang sedikit misterius.Ia menyipitkan mata,menelusur setiap kejadian yang terjadi seharian tadi bersamanya.


“Apakah ia juga menaruh hati dengan gadis OG itu.”ucapnya lirih,kemudian menggelengkan kepala berusaha tak ingin percaya dengan pemikiran nya.


“Mustahil!!! Itu tidak mungkin terjadi.”


***


Langkah Renata semakin berat untuk pulang ke apartemen Fabian,dengan tertunduk lesu ia berdiri beberapa menit di depan pintu.Beberapa paper bag yang ia bawa hanya tergeletak di lantai.Sesekali ia menghembuskan nafas kasar,di otaknya hanya ada bayangan-bayangan Fabian sedang bermesraan dengan Evelyn.Oleh dari itu ia ragu untuk kembali pulang.


“Bagaimana jika mereka masih ada di dalam.Apa aku tidak usah pulang? “ ucapnya penuh dilema.


“atau aku menginap saja di rumah Mba Retno.Tapi dia pasti akan marah jika aku tidak pulang.Ck!Sudahlah masuk saja,masa bodo jika mereka berduaan di dalam.”


Renata pun membuka pintu dan masuki ruangan dengan lampu temaram.Malam memang sudah larut,dan kini di dalam apartemen nampak sunyi.Dengan berjalan mengendap-endap ia ingin melangkah menuju kamar.


“Sudah hampir tengah malam ,kau baru pulang.Ke mana saja kalian.”Ucap Fabian tiba-tiba bersuara di tengah kegelapan.Renata memejamkan mata,ia urungkan berjalan ke atas kamarnya.Ia pun membalikkan tubuh dan memberanikan diri mendekati Fabian.


“Kami hanya berjalan-jalan di taman.Lalu Kau,apa saja yang kalian lakukan berdua di apartemen?”


“Jangan mengalihkan pembicaraan!!” Fabian beranjak berdiri dari tempat duduknya,nada suara yang tinggi membuat Renata sedikit tersentak.


“Lalu apa?Semua ini seolah salahku padahal aku hanya ingin mengimbangi kemesraan kalian di depan mataku.Apa itu salah!”Renata pun mulai tersulut amarah,ia pun juga cemburu melihat kemesraan Fabian dan mantan pacarnya.

__ADS_1


Tangan Fabian memegang keningnya,tubuhnya tampak tak tenang.Ia memang benar-benar marah kali ini,Jantungnya berdegup kencang namun tak ada pelampiasan.


“Iya salah!!!Tak ada satu orang pun yang boleh menyentuhmu selain aku.Tidak untuk Christian atau yang lainnya,kau paham!!”


“Dasar Egois!!” Umpat Renata di depan Fabian,melempar semua paper bag di depan kaki Fabian hingga berserakan,lalu ia putuskan untuk enyah dari hadapan pria itu.Karena saat kedua belah pihak sama-sama emosi,mungkin menghindar adalah satunya cara agar saling instrospeksi.Pertengkaran karena kesalahpahaman,Fabian yang posesive namun tak bisa memutus hubungan dengan sang mantan.Sedangkan Evelyn hanya gadis polos yang melakukan sesuatu yang di anggapnya benar.


Fabian menatap punggung gadis itu yang lama kelamaan menghilang.Untuk pertama kalinya dalam rumah tangga yang ia bangun terjadi pertengkaran hebat.Ia hanya mengusap kasar rambut ya seraya menendang udara yang nyatanya hanya sia-sia untuk menyesali semua ucapannya


Ia memandang beberapa paperbag di depannya,harusnya hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi mereka untuk menghabiskan akhir pekan bersama.Namun semua hanya angan-angan saja,kini keduanya justru saling adu mulut.


Renata sengaja bangun pagi untuk berangkat kerja,ia hanya tak mau terlibat pertengkaran pagi jika mata Fabian sudah terbuka.Misi untuk menghindarinya pun ingin ia lakukan,karena wanita selalu benar dan tak mau di salahkan.


Saat bersiap,langkah nya terhenti ketika ponsel di dalam sakunya bergetar.Dengan sedikit melirik Fabian ,ia pun membuka isi chat dari Christian.


“Maaf ,apakah Fabian memarahimu?”


Renata berjalan keluar dari kamar,meninggalkan Fabian yang masih terpejam.Ia berusaha membalas chat dari Christian,berjalan perlahan agar langkahnya tetap berada di jalurnya.


“Bukankah ,marah adalah hobinya.Kakak tenang saja,aku baik-baik saja kok.Oiya aku sudah mau berangkat,Kak.Jangan kirim pesan lagi ya,bye”


Setelah mengetik chat terakhir benar saja,Christian tak membalas pesan dari Renata.Ia pun sadar,dirinya tak berhak mengganggu privasi gadis itu.Mungkin menjadi bayang-bayangnya yang siap melindungi kapan saja itu sudah cukup.


Apa dia sengaja menghindari ku,batin Fabian sambil mengusap kasar rambutnya.Dengan segera ia pun bersiap untuk lanjut bekerja.


***


“Waauuwww ,pagi bener udah datang terus langsung kerja.”celoteh Tika yang baru datang dan melihat Renata yang selesai membersihkan pantry.


“Biar Bu Lala liat,siapa tahu Re dapet bonus.heheheh” sahut Renata dengan tawa garingnya.Candaan di pagi hari bersama teman-temannya baginya cukup untuk membuat nya sedikit melupakan masalahnya dengan Fabian.


“Apa kau sudah membereskan tempat Pak Fabian,Re?” tanya Retno yang meletakkan tasnya ke dalam loker.


“Sudah mba,sekarang Re,mau membereskan ruang meeting.Oiya,yang ini juga jangan lupa bilang ke Bu Lala ya mba,biar Re ditambah poin sama beliau.” Ujarnya cengengesan,ia pun berlalu dari tempat itu.Retno dan Tika hanya saling pandang melihat gadis itu yang lama-lama hilang dari pandangan.


“Menurutmu ada sesuatu yang beda nggak sih dari dia?”


“Hmmm,tampak senyum yang di paksakan.Apa dia ada masalah?”ucap Retno dengan pandangan penuh selidik.

__ADS_1


“Entahlah.Sepertinya dia punya banyak rahasia yang tak bisa ia ceritakan dengan orang lain.Apa sebaiknya kita selidiki saja?”


“ Otak kamu nggak bakal nyampe jika di suruh selidiki hal-hal misteri kayak gini.” Sahut Retno meneloyor kening gadis di sampingnya,dan pergi meninggalkan Tika untuk bekerja.Tika hanya mengerucutkan bibirnya.


“Wajar saja! Toh aku bukan agen rahasia,atau seorang detektif yang dengan mudah mecahin sebuah kasus.Lagipula OG di suruh mikir yang berat-berat,aku mana sanggup.”


Sudah hampir jam makan siang ,namun tak kunjung ia melihat Renata di depannya.Hatinya mulai gelisah,raut wajahnya pun putus asa.Jika tidak ada meeting dengan dewan direksi dan rombongan Mr Phu,ia pastikan bertemu dengan Renata.Namun sebagai Presdir Global King ia harus tetap profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan.Urusan asmara dan keluarga untuk sementar ia kesampingkan dahulu.


“Pak,Mr Phu nona Evelyn beserta rombongannya sudah menunggu di luar.”


“Baik.” Jawab Fabian singkat dan berdiri mengancingkan jas hitamnya.Dengan di temani Assisten Han ia menuju ke ruang meeting.


Fabian bertemu dan berjabat tangan dengan Mr Phu beserta beberapa assisten nya.Ada sekitar 12 orang yang akan mengikuti meeting hari ini,sementara Evelyn selalu saja mengekor di belakang Fabian agar terlihat pasangan serasi di depan partner bisnis mereka.


“Jaga sikap mu!Jangan terlalu berlebihan.Profesionallah,aku tak ingin Mr Phu memandang rendah Global king dengan sikapmu yang terkesan murahan.” Fabian berbisik lirih ke telinga Evely,mendengar kata-kata yang cukup menyakitkan ia hanya mengulas senyuman agar tetap terlihat baik-baik saja di depan orang.


“Mari semua,kita mulai ke ruang meeting saja.” Ajak Assisten Han.Rombongan itupun berjalan menyusuri koridor,dengan Fabian Mr Phu dan juga Evelyn berada di depan.


Dari arah berlawanan,dengan membawa sebuah pengki dan juga sapu,Renata berjalan keluar dari ruang meeting,karena selain ruang Fabian ia juga harus membersihkan dan menyiapkan keperluan logistik di ruang meeting utama tersebut.


Dengan tertunduk gadis itu tetap berjalan melewati rombongan.Saat berpas-pasanan dengan Fabian,dengan reflek mata pria itu melempar pandangannya ke arah Renata,seakan melewati gadis itu menjadi slow motion,seakan dunia melambat.Gadisnitu tak berani membalas tatapan sang Presdir beserta kalangan atas lainnya.


Evelyn menyipitkan matanya melihat sikap Fabian,ia tahu dan sadar kemana arah pandangan pria tampan itu.


“Aku mulai curiga dengannya.” Batin Evelyn,di susul senyumn smirk karena mendapatkan ide untuk memberi pelajaran pada Renata.Dengn sengaja saat melewatinya,Evelyn yang berada di tengah Fabian dan juga Renata dengan mudah menjegal kaki Renata agar tersungkur di depan banyak orang.


Alhasil,semuapun terjadi sesuai rencana.


“Akhh...!” pekik Renata tersungkur jatuh ke depan,sapu dan pengki pun lepas dari genggamannya.Mata nya melihat kearah barisan paling depan diantara orang-orang itu.Tak ada yang bergeming melihatnya tersungkur,hanya Evelyn yang nampak melempar senyum sinisnya ke arah Renata.


Dasar wanita singa! Jika bertemu dirimu di luar kantor akan kujambak rambut mu sampai botak.ujar nya dalam hati dengan posisi masih jongkok.


Saat rombongan belok memasuki pintu utama ruang meeting,Fabian menoleh ke arah Renata.Pandangan mereka bertemu sesaat,namun sikap Fabian sedingin es.Wajar dia adalah Presdir dari Perusahaan terbesar nomor dua se asia,mau di taruh di mana harga dirinya jika terlihat dekat dengan seorang OG.Dan akhirnya rombongan itu menghilang seiring di mulainya meeting siang itu.


Kenapa rasanya sedih sekali.Batin Renata berusaha bangu dan membereskan sapu dan pengki yang terlepas dari tangannya.Tak terasa air mata terkumpul didepan pelupuk mata,Renata menahan tangis sekuat hatinya.


Maafkan aku.Ucap Fabian dalam hati sebelum meeting di mulai.Karena melihat Renata jaatuh tersungkur dan tak banyak yang bisa ia lakukan untuk istri yang ia cintai,itu hal yang menyakitkan baginya.Memiliki perasaan yang tak bisa ia ungkapkan di depan orang,itupun menyiksanya.Sungguh perbedaan kasta dan awal pernikahan yang salah membawa semua begitu rumit baginya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2