
Suasana di meja makan tampak begitu hangat.Renata menyiapkan beberapa hidangan makan malam untuk Fabian dan kakek.Melihat keadaan yang begitu jarang terjadi ,Renata hanya mengulas senyum merasakan apartemen menjadi benar-benar hidup.
Setelah makan malam sepertinya kakek memang sengaja memberi waktu untuk Fabian dan Renata berduaan.Buktinya tanpa menunggu lama,kakek langsung minta di antarkan ke kamar oleh Renata dengan alasan ingin istirahat lebih awal untuk persiapan perayaan besok malam.
Renata kembali ke kamarnya,bukan lebih tepatnya kamar Fabian.Dengan hati-hati membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam kamar dengan canggung.Di lihat nya Fabian yang sudah memakai piyama bersandar pada ujung ranjang,pandangannya tetap fokus ke laptop.Seolah kehadiran Renata ke kamar sama sekali tak mengusik hati nya.
“Eeheem...heem!!” dehem Renata meninggikan suaranya agar perhatian Fabian teralihkan dan sadar akan kehadirannya.
“Jangan berisik! Kalau mau tidur,,tidur saja.Jangan menggangu pekerjaan ku!” jawab Fabian dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.Renata mendekati ranjang dimana Fabian masih berkutat dengan pekerjaannya.
“Bisakah Bapak lebih ke tepi lagi,sepertinya ranjang ini tak cukup muat buat kita berdua.Lagipula Saya kalau tidur menghabiskan banyak tempat,takutnya Pak Fabian ..”
“Bisakah kau diam!!!”Fabian menutup laptopnya,pandangannya mengarah ke Renata gadis mungil yang saat ini sedang memainkan ujung jempolnnya.
“Kau tidak lihat !Aku duduk saja sudah paling ujung,Lagipula ranjang dengan ukuran king size seperti ini bisa menampung lima orang seperti mu di sini.Paham! Jadi jangan banyak alasan yang membuat pusing kepala ku.” Ucap Fabian berdiri beranjak ke kamar mandi,sesampai di depan pintu kamar mandi ia terhenti dan membalikkan badannya
“Dan ingat,lagipula aku juga tidak pernah tergoda dengan yang berukuran kecil.” Ucap Fabian berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan senyum kemenangan.Meninggalkan Renata dengan mulut menganga,ia pun melihat bagian yang berukuran kecil yang dimaksud Fabian yaitu dadanya.
“Heiii!!!!” Dasar Mesummmm!!!!” teriak Renata melempar bantal ke arah pintu kamar mandi.Membuat Fabian yang berada di dalam menahan tawa karena berhasil menggoda gadis bar-bar seperti Renata.
Renata berusaha memejamkan matanya,namun tak bisa.Sementara Fabian masih melanjutkan pekerjaannya dengan fokus dengan laptopnya.Renata pun menyerah dan akhirnya ia membuka selimut dan duduk sejajar dengan Fabian.Tanpa banyak bicara,ia putuskan menyibukkan diri dengan ponsel baru yang di belikan Fabian.
Dengan raut wajah bingung ,Renata membuka dan mengoperasi kan ponsel canggih di tangannya.Ia belum terbiasa dengan banyaknya fitur di smartphone barunya,beda dengan hp jadulnya yang simple saking simplenya hanya bisa telpon dan sms saja.
Fabian melihat tingkah Renata,sesekali ia melirik ke arah gadis kecil yang duduk sejajar dengannya.Fabian pun menutup laptop dan menyudahi pekerjaannya.Fabian mendekatkan tubuhnya ,dan merebut ponsel dari tangan Renata.Renata mengikuti arah tangan Fabian yang dengan sengaja mengambil ponselnya.
“Ihh kembalikann ..sini kembalikan ponsel saya Pak”ucap Renata berusaha merebut ponselnya dari tangan Fabian.Namun Fabian terus berusaha menghindar,ia berniat mengerjai Renata terlebih dulu.Ia sembunyikan ponsel dibalik punggungnya,membuat Renata kesulitan untuk meraihnya.Tangannya melingkar di balik punggung Fabian,dan dengan sekali dorongan dari Fabian posisi Renata langsung terlentang dibawah dan Fabian menguncinya dengan berada di atas perut Renata tanpa menindih badannya.
__ADS_1
Sesaat mereka saling pandang,dan terdiam.Lagi-lagi pandangan Fabian jatuh pada bibir kissable Renata yang natural berwarna pink muda.Dengan susah payah Fabian menelan salivanya,berusaha menahan diri untuk tidak terjerat oleh bibir Renata.
“ Pak!!! Buruan bangun.Badan saya berasa ketiban karung beras neh” ucap Renata mengeliat berusaha keluar dari kukungan Fabian.Fabian pun tersadar kemudian membenarkan posisi duduknya dengan canggung dan Renata berusaha duduk merapikan rambutnya.
Fabian menutupi rasa canggung dengan mengotak atik ponsel baru Renata,kemudian melempar ke arah Renata.
“Itu nomer ku,sudah langsung aku save ke kontak.Kalau ada sesuatu yang kau butuhkan tinggal kirim wa atau telp aku saja.”
Ohh ..Sweet sekali.Apa yang dia maksud aku boleh kapan pun menghubunginya gitu.
Mendengar penuturan lembut dari Fabian ,hati Renata pun meleleh.Dengan membelalakkan matanya ia tersenyum,ke arah Fabian.Melihat tingkah aneh Renata di hadapannya,Fabian menutup wajah Renata yang masih tersenyum dengan bantal dan mendorongnya sampai Renata terbaring.
“Cepat Tidur!! Jangan seperti orang gila yang selalu tersenyum di depanku!!!” sahut Fabian yang memposisikan tubuhnya berbaring membelakangi Renata.Renata pun menghempaskan bantal yang berada di mukanya.Senyum yang tadinya menghiasi wajahnya kini berubah dengusan kesal,ia pun mengerucutkan bibirnya.
“Huh!!!”Renata mengibaskan rambutnya yang berantakan mengenai wajahnya.Ia pun membuka ponselnya,dan mengganti nama Fabian di kontak ponsel miliknya yang tadinya Big Bos menjadi nama “siluman”.
“Re!! Kita ke butik yuk,liat- liat dress yang cocok buat kita pakai nanti malam di perayaan Global King” kata Tika mengemasi semua barangnya ke dalam tas.Karena hari ini perayaan Global King,maka semua karyawan dan pegawai memang di pulangkan setengah hari untuk menyambut pesta malam harinya.
“Di butik mahal-mahal mba.Lagian kita cuman Office Girl ini, ngapain dandan heboh-heboh”
“Hei gadis dusun!!” Retno menyentuh kening Renata dengan jari telunjuknya,”Office Girl juga butuh hiburan,apa salahnya kita berpesta ria ikut meramaikan pesta,lagipula para tamu juga ngga bakalan nanyain satu-satu pekerjaan kita”
Mendengar penjelasan Retno,Renata memutar kedua bola matanya.Tanpa menjawabpun kedua lengannya sudah di tarik oleh Retno dan Tika.Mereka pulang dan langsung ke butik untuk membeli sebuah gaun atau dress yang bisa di pakai untuk nanti malam.
__ADS_1
Malam harinya setelah berunding dengan Fabian dan juga kakek ,akhirnya Renata bisa berangkat ke pesta bersama dengan kedua temannya tanpa menimbulkan kecurigaan.Ia tak mau,pandangan semua orang ke arahnya jika Renata berangkat dengan kakek,Fabian beserta dengan para asisten dan juga para bodyguard.
Pesta yang mengusung tema garden party,nyatanya membuat Global King lebih bisa menyatu dengan alam,lebih unik dan menambah keakraban dengan kerabat.Beberapa meja bundar di letakkan di beberapa sudut dengan beberapa minuman dan gelas berkaki panjang.
Renata dan kedua temannya memasuki pesta,Taman di dekat perusahaan telah di sulap layaknya di negeri dongeng bak Cinderella.Dengan berbalut mini dress berwarna pink pastel dengan bagian bahu sedikit terbuka,Renata berjalan dengan melihat sekeliling dengan raut wajah kagum.Sampai pandangannya terhenti pada sosok laki-laki tampan dengan setelan tuxedo berwarna hitam terlihat gagah dengan membawa segelas minuman berwarna merah.Yah,Fabian sedang berdiri menyapa tamu undangan,begitupula kakek yang berada di samping Fabian,mereka tampak tersenyum ramah kepada rekan-rekan bisnisnya.
Perbedaan kita terlalu mencolok,di sana kau terlihat elegan dengan balutan tuxedo mahal.Dan aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan..hhhhh! Renata kapan drama ini berakhir.
Tiba-tiba pandangan Fabian yang ramah menyambut tamu,menangkap sosok Renata dari kejauhan.matanya melirik ke arah Renata.Melihat tatapan Fabian dari kejauhan,Renata jadi tersentak kaget dan salah tingkah.Ia memundurkan langkahnya dan berusaha menyeimbangkan tubuh karena memakai higheels yg cukup menyiksanya.Renata pun menabrak seseorang di belakangnya.
“Akhh..maafkan saya Tuan.Saya benar-benar tidak sengaja” ucap Renata menundukkan kepala merasa bersalah.
“Renata!”
“Kak Tian”Renata mendongakkan kepala ketika mendengar sosok yang tanpa sengaja ia tabrak tadi adalah Christian.Ia pun tampak menawan dengan balutan tuxedo berwarna putih.
“Woouw!! Lihatlah dirimu ,kau begitu cantik.Aku sampai tak mengenali dirimu” puji Christian melihat ujung kaki sampai kepala Renata.Renata pun tersipu malu mendengarnya.Dari kejauhan ,Fabian melihat kedekatan Renata dan Christian.Fabian merasa aneh dengan perasaannya,ia pun juga ingin tahu apa yang mereka bicarakan hingga terlihat begitu akrab.
Fabian meninggalkan kakek beserta beberapa tamu,ia putuskan untuk mendekati Renata dan Christian.Hampir Lima langkah dari tempat Renata berdiri tiba-tiba seseorang menghadang di tengah jalan.
“ Haii..Apa kabar?”
Mendengar sapaan dari lawan jenis yang cukup familiar,mata Fabian seketika terbelalak.Renata dan juga Christian pun menoleh ke arah Fabian dan perempuan yang tepat di hadapan mereka.
“Evelyn”
Tbc.
__ADS_1