
Salam Hangat para Readers.
Walaupun sakit gigi ,Author berusaha Up buat kalian biar nggak kecewa.
Tapi biarin deh sakit gigi,asal jangan sakit karna di PHP in Readers yang bilangnya suka tapi ngga ada jejaknya.
Sakit kannn?!!!
Sinar mentari pagi begitu menyilaukan mata ketika menembus dari balik jendela kaca.Fabian mengernyitkan dahinya seolah terganggu dengan cahaya yang masuk.Dengan menggeliat dan menutup mata dengan sebelah tangan,Fabian berusaha membuka mata.Sesekali ia menguap dan merentangkan tangan.
Fabian bangun mengubah posisi tidur menjadi menyamping menghadap ke arah Renata yang masih dengan posisi semalam tetap memunggunginya.
“Sepertinya saat tidur saja,sifat bar-bar mu mendadak hilang.Sekilas kau hanya terlihat seperti gadis kecil yang polos”ucap Fabian lirih,mengulas senyum di bibirnya.
Kenapa aku tiba-tiba tersenyum pada gadis bar-bar ini,aneh! Ujar Fabian dalam hati sambil menarik kembali senyum di bibirnya.
“Hoaaam” Renata tiba-tiba menggeliat dan merentangkan tangan,ia mengubah posisinya menjadi terlentang.Tangan Renata tanpa sengaja menimpuk kepala Fabian,dan kakinya menindih kaki Fabian.
Ternyata tetap bar-bar.batin Fabian yang kembali tertidur dan tangan Renata masih berada di wajahnya.
Renata meraba raba wajah Fabian dengan mata masih terpejam.Ia merasa sesuatu yang berbeda,pikirannya masih belum menyatu.
Kenapa bantal ini terasa keras dan nggak rata.
Dengan perlahan Renata membuka mata,ia menoleh ke samping.
Oh Tuhan,.
Dan di lihatnya tangan yang menutupi wajah Fabian.Ia melihat mata Fabian sudah melotot seakan ingin memakan mangsanya.Dengan sigap,Renata menarik kembali tangan yang berada di atas wajah bosnya.Fabian duduk dengan menyandarkan punggungnya pada bahu ranjang.
“Akhh jam 8.Aku harus pergi! Sepertinya aku terlambat!” Renata berusaha mengalihkan pembicaraan,ia tak mau pertengkaran semalam masih berlanjut di pagi harinya.
Tangan Fabian menahan dan menarik pergelangan tangan Renata yang ingin beranjak dari kasur.Ia terjatuh di pangkuan Fabian.
__ADS_1
“Kau mau ke mana,bukankah hari ini hari Sabtu.Tidak ada pegawai yang masuk,semua libur!”
Dengan susah payah Renata menelan salivanya,melihat pemandangan di depannya yang sungguh sangat tampan walaupun baru bangun tidur.
“Karena hari libur,aku ada janji” ucap Renata bangun dari pangkuan Fabian.Namun tangan Fabian mendorong bahu Renata agar tetap diposisi yang sama.
“Janjian dengan Kak Tianmu itu?!”
Renata memutar dua bola matanya.Lagi-lagi ia harus berdebat dengan Fabian yang entah mengapa menjadi sosok yang selalu curiga.Kenapa ia merasa bosnya sedikit lebih perhatian,atau itu hanya perasaannya saja.
“Hari ini aku sudah janji mau berkunjung ke rumah yatim,sudah lama aku belum ke sana.”
Tubuh Fabian yang tadinya menegang menunggu jawaban,kini terlihat sedikit santai dan perlahan menyandarkan bahunya ke belakang.Kesempatan ini tak di sia-siakan Renata,dengan cepat ia beranjak dan berlari menuju kamar mandi.
“Jika kesiangan aku harus menunggu bus sangat lama,mungkin hari ini aku akan menginap di sana.”teriak Renata yang kemudian menghilang menutup pintu kamar mandi.
Menginap??Jadi apa aku akan sendirian di apartemen di hari libur.
Renata tengah mengayun-ayunkan kedua kakinya,hampir setengah jam ia menunggu di halte namun bus yang akan membawanya ke rumah Yatim tak kunjung datang.
Sebuah mobil mewah berhenti di depan Renata,Dengan mata meniliti ,ia tampak begitu familiar dengan mobil di hadapannya.Mata nya menyipit memastikan sosok di dalamnya ketika kaca mobil mulai turun.
“Masuk!!!”Perintah Fabian tanpa menoleh sedikitpun,Matanya yang tertutup oleh kacamata hitam tampak nya terlihat fokus ke depan.
Renata mengatupkan kedua tangannya di depan mulut,tak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Lama menunggu di sini,apa membuat telingamu menjadi tuli!! Cepat masuk!”
Tanpa menjawab,Renata pun berlari menuju pintu belakang mobil.Ketika ia tengah duduk di belakang,Fabian pun terlihat geram.
“Kau anggap aku sopir! Duduk di depan”
Ishh,,begini salah begitu salah.Maunya apa sih?Hobi banget kalo teriak-teriak,heran.
__ADS_1
Renata pun keluar dan beralih duduk di depan.Ia hanya melirik Fabian dari ujung matanya saja,Renata tak mau seharian harus berdebat dengan Fabian dan merusak moodnya di hari libur.
Tiba-tiba tubuh Renata menegang kala Fabian mendekat tepat di depan wajahnya.Hawa panas seakan menyerang pipinya,mungkin saat ini sudah memerah.
“Pasang safety belt,kita menempuh perjalanan jauh” Ucap Fabian yang membuat Renata salah tingkah karena semua dugaannya salah.Ternyata Fabian hanya memasangkan safety belt saja,tapi kenapa rasanya sedikit kecewa.Renata pun hanya mendengus kesal ,dan memilih mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela
Setelah menempuh perjalanan yang hampir 3 jam,akhirnya Renata sampai di Rumah Yatim.Sejenak ia berdiri terdiam mengamati sekeliling yang tak berubah,masih sama ketika ia meninggalkan tempat itu beberapa bulan yang lalu.
Ketika Renata membuka gerbang,beberapa anak-anak seketika berhamburan berlari ke arahnya.Dengan senyum bahagia,ia duduk berjongkok menyamakan tingginya dengan anak-anak agar leluasa ketika memeluk mereka.
Fabian hanya berdiri di belakang Renata,ia hanya melihat pemandangan yang menunjukkan sisi lain dari gadis bar-bar yang selama ini ia kenal.Renata begitu lembut dan penyayang terhadap anak-anak itu.Dan entah mengapa hati Fabian pun ikut merasakannya.
Semenjak Fabian mengetahui bahwa Dialah laki-laki pertama yang telah merenggut mahkota gadis bar-bar itu,ada perasaan bahagia karena hanya dialah yang bisa memiliki seutuhnya.Dan sejak itupun,ia tak ingin siapapun bisa menyentuh Renata sesuka hati.Hanya dia yang berhak atas semua yang dimiliki Renata.Dan itu,bisakah di sebut Cinta,tapi mungkin ini masih terlalu dini bagi Fabian untuk memahami arti cinta.
“Renata..” panggil ibu kepala yayasan rumah Yatim,Bu Hilda.
“Ibu.”Ucap Renata kembali berdiri ,mencium punggung tangan Bu Hilda lalu memeluknya.Pandangan Bu Hilda ke arah sosok tampan di belakang Renata,iapun melepas pelukannya.
“Siapa Dia Nak?Sepertinya wajah nya tidak asing”
“Ohh..Dia..”
“Saya adalah Sua..”Beberapa kata terputus ketika Renata melotot dari belakang Bu Hilda.
“Dia adalah Atasan saya di kantor.Tujuan nya kemari sekalian ingin berdonasi ke Rumah Yatim..”Sahut Renata cepat,dan melempar senyum kaku ke arah Fabian yang hanya di balas dengan mata melotot.
“Terima kasih sekali,Nak.Ibu hargai itu,semoga bermanfaat bagi semua.Dan semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu Nak” Bu Hilda menghampiri Fabian dan menyentuh tangannya.Fabian hanya terdiam dan menunduk melihat tangan Bu Hilda yang menggenggam tangannya.Mendapat perlakuan hangat dari seorang wanita paruh baya,yang mungkin usianya berkisar 60an,Fabian merasa sesuatu yang aneh yang belum pernah ia dapatkan di manapun.Ia ikut bahagia berada di tengah-tengah anak-anak yang terlihat bermain tanpa beban.
tbc
Segini dulu ya sayang,part kali ini
Gigi author bener-bener ngenyut,tapi semoga kalian masih tetap sukak.
__ADS_1
Terima kasih semua"