The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 49


__ADS_3

Ia berangkat ke rumah sakit yang di tunjuk oleh Assisten Han.Ada apa dengan hari ini,seolah Tuhan sedang mengujinya.Ia telah kehilangan seorang kakek yang ia sayangi,kini ia tak mau kehilangan Fabian.Fabian tak boleh meninggalkannya,mereka belum mengumumkan pernikahannya di depan publik.Renata duduk dalam kecemasan,ia memainkan jemarinya karena perasaan tidak tenang.


Renata berlari,terus berlari menuju IGD.Melihat sosok Assisten Han yang berdiri dengan cemas,Renata mendekatinya.Ia mengatur nafasnya,kakinya bergetar.Ia mencoba sekuat tenaga mendengarkan apa yang sedang terjadi.


“Pak Fabian dalam kondisi kritis.Ia terluka parah,saat ini dokter sedang mengupayakan kesembuhannya.”ucap Assiten Han,terdengar suaranya pun bergetar.Mendengar kabar itu Renata terduduk,tubuhnya lemas seketika.Tenaganya telah habis untuk bersuara,nafasnya tak beraturan tenggorokannya pun ikut merasakan sakit karena tangis yang tertahan.Kini ia harus bagaimana tanpa Fabian.


“Sedangkan Bu Evelyn,beliau sudah keluar dari ruang operasi.Ia hanya mendapatkan beberapa jahitan di lukanya.”


Mata Renata mengarah tajam ke Assisten Han yang masih berdiri.Ia masih tak mampu untuk sekedar menanyakan tentang kebersamaan Fabian dan Evelyn.Ia hanya ingin melihat kesembuhan Fabian,itu yang paling penting.


Dokter keluar dari ruang operasi setelah beberapa jam berkutat di ruangan itu.Entah apa yang ia lakukan pada tubuh Fabian,yang pasti saat ini Renata hanya merasa lega karena operasinya berjalan lancar.Tinggal menunggu Fabian membuka matanya.


Kejadian yang menimpa Fabian,tak ada yang mengetahuinya.Assisten Han sengaja menyembunyikan kecelakaan itu dari sorotan publik.Ia berusaha melindungi Global King dari serangan lawan bisnis jika mereka tahu kabar ini.Mereka akan menjadikan ini suatu titik kelemahan ,maka Assisten Han pun memberi alasan bahwa Atasannya sedang berlibur dan menenangkan diri karena kepergian sang kakek.


Hampir setengah bulan,Renata menginap di rumah sakit.Ruang VVIP itu nyatanya telah ia jadikan rumah kedua untuk menemani Fabian yang masih lemah tak sadarkan diri.Ia begitu setia menunggu Fabian membuka matanya,saat ia berangkat bekerja Assisten Han bertugas menjaganya,sambil mengerjakan pekerjaan yang bisa ia kerjakan meski di luar kantor.


Malam hari,rumah sakit ini terasa sepi.sungguh hening.Diruangan VVIP yang hanya bertiga saja,justru membuat Renata merasa kesepian.Ia duduk di bangku samping Fabian,menggenggam tangannya.Menitikkan air mata.Sementara Assisten Han nampak tertidur di sofa bed karena kelelahan.


“Sampai kapan kau terus memejamkan mata.Apa kau tidak bosan?ini sudah hampir empat belas hari kau terus tidur di sini..”Renata menenggelamkan wajahnya pada punggung tangan Fabian yang ia genggam.Matanya basah berurai air mata.

__ADS_1


“Aku mencintaimu...Sayang,bangunlah bukankah itu yang ingin kau dengar.Kau pun belum mengumumkan pernikahan kita di depan publik,masih banyak yang belum kita lakukan.Aku masih ingin melihatmu,ku mohon sadarlah!”


Pandangan Renata beralih ke arah pintu yang terbuka,seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.Ia menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita dengan bantuan kursi roda dan kepala dibalut perban di dorong perlahan mendekatinya.Evelyn beserta assistennya masuk ke dalam ruangan itu.Ia berada di samping ranjang Fabian yang terbaring tanpa menghiraukan Renata di sampingnya.


“Apa kau puas,membuatnya seperti ini?” ucap Renata lirih yang masih terdengar ke telinga Evelyn.


“Bukan aku yang membuatnya seperti ini,tapi Kau!” pandangan Evelyn beralih menatap tajam ke arah Renata. “ Kau yang telah menghancurkan hubungan kami,dirimu bukan siapa-siapa di banding aku yang lima tahun menemaninya.Pernikahan kalian salah,dan itu seharusnya tidak terjadi.”


Renata sadar Evelyn telah mengetahui rahasia pernikahannya,dan mungkin ini alasan terjadinya kecelakaan itu.Ia tak bisa menerima kenyataan.Kini ia hanya bisa menyimpulkan sebelum Fabian tersadar dan menjelaskan semuanya.


Mendengar sayup-sayup keributan,Asisten Han membuka mata.Dilihatnya beberapa orang berdiri di dekat ranjang Tuannya,namun hanya dua orang saja yang nampak familiar di matanya.Evelyn dan Renata.Dua perempuan itu sedang terlibat adu mulut.Assisten Han beranjak mendekati berusaha menengahi agar tak terjadi keributan lebih besar lagi.


Saat mendekati ke arah Renata dan berusaha menenangkan Evelyn,tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada Fabian yang perlahan membuka matanya.Assisten Han membelalakkan matanya,menatap Fabian tak percaya.


Pandangan Renata dan Evelyn mengarah ke Fabian.Keduanya berharap Fabian baik-baik saja,mengingat luka parah yang menimpanya.Fabian masih terasa berat untuk membuka mulutnya,wajar setelah 14 hari ia tak sadarkan diri dan kini tiba-tiba matanya terbuka dan serasa hidup kembali,mungkin sedikit membingungkan baginya.Tak apa,ini semua awal yang bagus asal dokter memeriksa keadaannya pasti semua akan baik-baik saja.


“Kalian sangat berisik ,apa yang sedang kalian ributkan.” Ucapnya lemah,pandangan Fabian beralih mengelilingi setiap sudut ruangan.Ia sadar ini bukan di apartemen nya.Ia mencoba mengingat kejadian tempo lalu,ia sadar ia telah mengalami kecelakaan.Tapi kenapa bisa?


Tiba-tiba kepalanya merasakan sakit yang teramat,wajahnya meringis kesakitan.Renata tak tega melihatnya.Ia menggenggam tangan Fabian,menenangkannya.Namun justru dibalas dengan tatapan kebingungan,Fabian mengerutkan dahi.

__ADS_1


“Kau ...siapa?”pertanyaan itu ia tujukan ke arah Renata,kini matanya beraalih pada wanita dengan kursi rodanya,Evelyn.Renata mengikuti arah mata Fabian,menatap wanita di sampingnya.


“Kau tak apa,Ev?”


Evelyn tersenyum,rona bahagia terpancar di wajahnya seolah mendapat angin segar karena Fabian lebih mengenalinya daripada gadis OG itu.


“Aku baik-baik saja.Kita mengalami kecelakaan,dan kau terluka parah.Maafkan aku.” Kata Evelyn semanis mungkin.


Seketika Renata melepas genggaman nya,memundurkan tubuhnya satu langkah.Kenapa Fabian tak mengenalinya,apa yang terjadi.Apa kecelakaan itu telah merusak otaknya.Kenapa justru Evelyn yang ia sambut dengan menanyakan keadaannya.Lamunannya tersadar saat dokter dan Assisten Han masuk ke ruangan,dan memeriksa Fabian.


“Dokter,apa yang terjadi.Di..dia sama sekali tidak mengenali saya.” Renata mendekati sang dokter,mengguncang lengannya setelah berhasil memeriksa Fabian.


“Karena kau bukan siapa-siapanya.Bukankah wajar jika dia tidak mengenalimu.” Sahut Evelyn sinis,Renata hanya memicingkan matanya tak mau terpancing emosi, ia memilih untuk tak mengindahkan semua ucapan Evelyn.


“Karena benturan di kepalanya,kemungkinan ia terkena amnesia jenis anterograde.”


Renata mengerutkan keningnya,merasa tak paham dengan penjelasan dokter tersebut.Namun ia berusaha menyimaknya sampai akhir sampai ia menemukan jawaban mengapa Fabian tak mengenalinya.


“Orang yang mengalami kondisi seperti ini biasanya mengalami masalah ingatan jangka pendek.Ia akan melupakan semua hal atau informasi yang baru,namun sebaliknya yang ia ingat hanya ingatan yang usianya lama dan itu yang akan masih tetap membekas di memorinya.”

__ADS_1


Penjelasan dari dokter membuat Renata seolah tak percaya,ia tak mengira ada jenis amnesia yang ingatannya hilang sebagian.Dan mengapa harus dia yang menghilang di memori Fabian,mengapa justru dia sendiri yang tak membekas di ingatannya.Renata kembali memundurkan langkahnya,ia seolah merasa asing di mata Fabian.Penantian selama ini untuk memeluk erat sang suami setelah sadar hanya sia-sia belaka.Semua hanya tertahan,kembali ia merasa kehilangan.


Tbc


__ADS_2