
Fabian duduk termenung di ruang tamu,sepeninggal Renata dari apartemen.Pria itu masih tampak syok mendengar pengakuan Renata.Ucapan gadis itu masih jelas terdengar di telinganya.Benarkah ia melupakan istri yang di cintainya,lalu bagaimana Evelyn apakah ia mengetahui hal itu.
Fabian mengambil ponsel ,ia menghubungi assistennya.
“Han,apa kau sudah tahu jika gadis OG itu sebenarnya adalah istriku?”tanya Fabian begitu sambungan telepon tersambung.
“Maaf Pak.”
Fabian lngsung mengerti dengan jawaban Han,ia pun mengusap wajahnya kasar.Ia tak sadar telah menyakiti orang yang pernah ia cintai.
“Kenapa kau tak mengatakan sejujurnya waktu itu,aku sudah menyakiti perasaannya walaupun aku masih belum ingat sepenuhnya.Tapi saat berada di dekatnya,aku merasakan sesuatu yang aneh.Dan parahnya,aku masih percaya hubunganku dengan Evelyn masih baik-baik saja.”
Fabian menghela nafas panjang,
“Maafkan saya ,Pak.”
“Han..” Fabian mulai mengatur nafasnya,”Apakah aku dulu benar-benar mencintai gadis itu?”
“Benar Pak,Anda sangat mencintai Nyonya muda.”
“Bisakah kau ceritakan kisah ku dengan gadis OG itu.Aku penasaran bagaimana bisa aku menikah dengan gadis OG dan jatuh cinta padanya.”
Han pun menceritakan awal pernikahan mereka.Han pikir hari libur ini akan ia gunakan untuk bermalas-malasan,nyatanya malah ia seperti mendongengkan sebuah cerita ke atasannya.
Setelah mendengar semua penjelasan dari assistennya,Fabian mulai berpikir.Ia sungguh tak berniat membuang istrinya ,dan tak bermaksud menyakiti hatinya.Namun kenyataannya ingatannya hilang bersama semua kenangan itu.Tapi ia sadar dan merasakan adanya ikatan yang dalam dengan gadis itu.Rasa itu sungguh hanya ia rasakan saat bersama dengan gadis office Girl.
Pukul tujuh malam,Renata bersiap untuk pergi ke acara ulang tahun Billy.Karena paksaan dari tenan -temannya akhirnya ia pun berangkat juga.Lagipula Ia tak ingin menghabiskan waktunya hanya di dalam kontrakan dan memikirkan masalah yang tak kunjung selesai.Ia benar butuh hiburan.
“ Sayang? Kenapa lama sekali membuka pintunya.Apa yang sedang kau lakukan di dalam?” tanya Evelyn masuk ke dalam apartemen setelah Fabian membuka kan pintu.
Fabian tak menjawab,ia kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa serta merta memejamkan matanya.Kenyataan bahwa gadis OG adalah istrinya membuatnya merasa gamang dan bersalah.
Evelyn mengerutkan dahi,melihat Fabian yang terkulai dan tak bersemangat.Penerangan di apartemen pun ia buat temaram,seolah ingin membenamkan kegamangan hatinya di dalam kegelapan.Evelyn pun duduk di samping Fabian,menarik lengannya dan bersandar di sana.
“Sayang apa yang sedang kau pikirkan.Aku merasa saat ini kau benar-benar seperti orang asing bagiku.Apa ada masalah?”
Fabian masih bersandar,mendongakkan kepala ke punggung sofa dan matanya masih terpejam.Tak ada reaksi ,Evelyn mulai mendengus.
__ADS_1
“Oia,bagaimana kalau kita mencari udara segar.Sekedar jalan-jalan sayang,siapa tahu bisa merefresh semua pikiranmu agar lebih bersemangat lagi.Sayang...heii!” Rengek Evelyn menggoyangkan lengan Fabian agar tersadar dari semua pikirannya.
Karena merasa terganggu,Fabian pun menoleh ke arah Evelyn.Menatapnya.Ia pun tak percaya ternyata wanita di sampingnya,yang ia cintai lebih dari lima tahun ternyata menjadi bukan siapa-siapa.
“Sayang..?” Evelyn melambaikan lima jarinya di depan wajah Fabian,dan pria itu pun mengerjapkan matanya tersadar dari lamunan.
“Baiklah.Ayo.”
Evelyn langsung tersenyum mendengar jawaban singkat Fabian.Mereka pun bergegas keluar dan menikmati udara di malam hari dengan mengendarai mobil mewahnya.
“Mba Retno sama mbak Tika ke sini juga?” tanya Renata yang mengetahui kedua sahabatnya datang ke acara ultah Billy di cafe.
“Haduh Re,,kita kangen banget sama kamu.” Retno dan Tika memeluk Renata bersamaan,mata Renata ke arah Billy seolah ingin bertanya.
“Aku sengaja mengundang mereka,kalian sudah lama tak bertemu semenjak kamu di pindah ke Marketing,dan biar tambah rame acara ulang tahunku di sini .”
“Uwww baik banget Billy ku sayang.” Renata melepas pelukan Retno dan Tika,ia beralih mencubit pipi Billy.
“Aku sengaja ngumpulin uang ,buat bikin party kayak gini.Aku harap kalian suka,nikmati aja pesta nya.Oke!”
Billy memang benar-benar terniat dalam membuat pesta.Ia membooking satu ruangan berukuran 5x7 meter.Tak banyak teman dari Global king yang datang,Billy hanya mengundang teman SMA dan teman geng nya saja.
“Re..!”panggil Dani mengayunkan tangannya memanggil Renata untuk naik ke atas panggung.
“Apaan ,nggak akhh.” Jawab Renata yang tahu maksud dari Dani memanggilnya ke atas panggung.
“Hei ayo!! Bukankah dulu kita suka nge-band bareng,ayo kita tunjukkan kemampuan kita.”
“Gila Bill,itu udah lama banget.Aku malu,banyak orang di sini.”
“Aku udah kenal kamu lama.Kamu tuh nggak pantes ada malu-malunya.Ayo kita ke atas.” Ajak Billy menarik tangan Renata,Retno dan Tika juga mendorong punggung Renata untuk segera naik ke atas panggung bersama Dani dan Billy.Renata pun mulai bernyanyi untuk memeriahkan pesta,Dani sebagai basis berdiri di samping Renata dan Billy.Bak mengulang masa SMA,mereka terlihat tertawa bersama dan loncat- loncat mengikuti alunan musik.
Fabian dan Evelyn duduk tak jauh dari hingar bingar pesta muda mudi tersebut.Evelyn meninggalkan Fabian sendiri,ia hendak memesan makanan.Sesaat Fabian tak menghiraukan keramaian yang di buat oleh beberapa orang yang mengadakan pesta,ia tak peduli.
“Dasar murahan!” umpat Evelyn yang kembali membawa beberapa makanan dan kembali duduk di depan Fabian.Fabian yang nampak sibuk membuka buka ponselnya hanya melirik sesaat ke arah Evelyn.
“ Ada apa?”
__ADS_1
“ Kau lihat di sana.Pesta anak muda yang kampungan,dan kau tau siapa yang di atas panggung bersama para lelaki.” Tunjuk Evelyn ke arah pesta,namun Fabian justru tak menggubris ocehannya.Ia berpikir semua itu bukan urusannya.
“Itu ! Gadis Office Girl.”
Fabian menegang,matanya langsung mengarah ke pesta tersebut.Ia baru sadar seorang wanita di atas panggung bersama dengan beberapa teman lelaki adalah Renata.
“Murahan sekali bukan,ia membiarkan laki-laki yang bukan pacarnya menyentuhnya.Memeluk bahunya tertawa bersama seperti itu.Ishh ,wajah polosnya sungguh menutupi kelakuan binal nya.” Evelyn mencoba membuat buruk Renata di mata Fabian.
Mata Fabian tak lepas dari keramaian pesta itu.Matanya menajam melihat Dani dan Billy memeluk bahu Renata,mereka sedang menyanyikan lagu “sahabat sejati” dari Sheila on 7.Terlihat Renata tertawa lepas tanpa beban mereka pun terlihat menikmati musik dan berjingkrak ria.
Tak bisa di pungkiri Fabian masih merasakan rasa cemburu,entah mengapa dadanya terasa sesak dan sulit bernafas melihat Renata dengan leluasa di peluk oleh beberapa lelaki walaupun itu adalah teman-temannya.
Fabian tak bisa menerima semua ini,ingatannya memang belum sepenuhnya kembali.Namun rasa itu belum menghilang ,ia sadar akan hal itu.Terlebih ia tahu status gadis itu yang sebagai istrinya,itu membuatnya makin nggak bisa terima Renata dekat dengan pria manapun.Ia menegak segelas air di meja,menghabiskannya dan berdiri penuh amarah.Ia pun melangkah menuju pesta Billy,Evelyn hanya termangu.Menerkaa-nerka apa yang sedang ingin Fabian lakukan.
Selesainya lagu yang di bawakannya membuat sisi lain dari hati Renata yang terluka terasa lega.Bisa berbagi keceriaan seperti ini membuatnya sesaat melupakan Fabian.Ia pun memeluk Billy dengan bahagia.
“Selamat ulang tahun Billy.” Ucap Renata di tengah pelukannya.
“Terima kasih Re.Lagu ini kado spesial darimu.”
Renata mengelus punggung Billy,Billy dan Dani adalah sahabat semasa SMA.Semua kenakalan remaja yang masih dalam batas kewajaran pernah mereka lakukan bersama.
Pelukan mereka terpaksa terlepas,saat Fabian dengan mata tajamnya naik ke atas panggung dan menarik lengan Renata,menjauhkan tubuhnya dari pelukan pria asing.
Renata terperangah,matanya mendongak ke arah Fabian.Begitupun dengan Billy,matanya melebar mengetahui pemilik Global King bisa berada di tengah pestanya.
Sementara Retno dan Tika beranjak berdiri dan saling pandang,sadar dengan situasi yang tidak baik terjadi saat ini.
Pandangan Fabian dan Renata saling bertemu,Fabian dengan mata penuh amarah sedangkan Renata melihat penuh keheranan.
“Ss..sedang apa Anda di sini ?”Tanya Renata gugup saat lengannya masih dalam genggaman tangan Fabian.
Tbc
Terima kasih buat semua yang sudah baca sampai bab ini🙏🙏
Dukungan kalian sungguh luar biasa,membuat Author lebih bersemangat.
__ADS_1
Klik Like' ya ,Plis😘🙏