
**Hai para Readers yang selalu setia..
Maapin Author yang slow Up,tapi Author janji bakal Up banyak kalo para Readers mau ngasih like dan vote banyak ke author.
Makasih semua🙏
Salam Sayang dari Author.
Happy Reading**!!
Tuh kan apa kubilang,sudah hampir jam makan siang bos mesum juga belum balik dari meeting.Apa dia sengaja menjahiliku lagi.Awas saja dia!
Beberapa kali Renata melirik jam tangan,ia merasa gelisah disisi lain ia harus kembali ke pantry. Karena perintah Fabian,akhirnya ia tetap berada di ruangan dan dengan sabar menunggu kedatangan Fabian.
Setengah jam lagi mungkin meetingnya selesai.Oke!aku tunggu sebentar lagi,batin Renata sambil berpangku tangan.
Hampir setengah jam berlalu namun Fabian tak kunjung datang.Akhirnya ia putuskan untuk berdiri dan meninggalkan ruang kerja bosnya.Langkahnya terhenti ketika ponsel nya bergetar,sebuah pesan wa masuk.
📩 kak Tian: “Apa ada waktu?”
Dengan segera Renata mencuri curi waktu untuk membalas chat dari kak Tian.
📩 “Ya Kak,kenapa”
📩 Kak Tian: “Jam makan siang datang ke cafe A'n'A.Kakak tunggu di sana”
📩 “ Ada apa Kak”
Renata masih sibuk mengetik chat di dalam ruang bosnya.Ia membalas chat dari Christian dengan singkat ,ia tak mau berlama lama menggunakan ponsel di jam kerja.
📩 “Mau nagih janji,tempo dulu ada yang bilang mau traktir makan.Hehe”
📩 “Kirain udah lupa.Hahaha.Baik Re ke sana”
Dengan segera Renata meninggalkan ruang Fabian.Sebelum jam makan siang,ia menyempatkan ke tempat Risa sekertaris Fabian,menanyakan jadwal bosnya setelah makan siang.
“Setelah makan siang,Pak Fabian akan bertemu dengan Mr Richard rekan bisnisnya dari Philipina.Harusnya jadwal ini sudah kamu bawa,dan kamu yang paling tahu kenapa masih tanya sama saya?”
“He,nggak mba.”Renata melempar senyum palsunya.
“Re nggak cocok dengan kerjaan itu.Baik ,makasih mbak Risa”
Saat jam makan siang,dengan alasan ada keperluan mendadak akhirnya Renata bisa lolos dari semua pertanyaan dari Retno dan Tika.Renata berlari ke arah cafe A'n'A,dengan memakai topi dengan bagian depan setengah menutupi wajahnya ia berusaha agar seseorang tak mengenalinya.Secara ia makan siang dengan saudara bosnya.
Sesampai di cafe,di lihatnya Christian tengah melipat kedua tangannya didepan dada,pandangannya keluar jendela yang didesain full kaca.Di meja pun telah tersedia beberapa makanan yang sudah ia pesan.
Renata duduk di depan Christian,ia langsung mengambil buku menu yang lumayan bisa menutupi wajah imutnya.Christian mengernyitkan dahi nya melihat tingkah gadis di depannya.
“Apa ada makanan yang ingin kau pesan lagi?”tanya Christian menyondongkan wajahnya meneliti Renata dibalik buku menu.Dengan perlahan Renata menurunkan buku menu,melihat ke kanan dan ke kiri melihat ke penjuru cafe.Beberapa pegawai Global King terlihat bersantai dan menghabiskan waktu makan siang di sana,mengingat jaraknya yang dekat dengan Perusahaan.
“hhee..enggak.”Renata tersenyum kaku dan menggelengkan kepala.
“Re hanya nggak enak jika ada pegawai atau salah seorang OG tahu jika Re makan siang dengan saudara dari Pak Fabian.Bisa heboh!!”ucap Renata yang dengan semangat mengambil french fries dan memakannya.Christian hanya mengulas senyum di bibirnya,matanya tak luput dari aktivitas makan gadis kecil di depannya.
“Maka nya Re pakai topi juga”lanjut Re sambil mengunyah.
“Kamu takut ketahuan Fabian?”
“Uhuk..huk!?” Renata seketika tersedak mendengar ucapan Christian yang to the point.Mungkin memang itu juga salah satunya.Tapi hanya sekedar makan siang bersama teman bukankah tidak salah,lagipula awal pernikahan itu memang tidak ada cinta,lalu kenapa Renata begitu menjaga jarak dengan Christian.
Lagipula aku bukanlah seorang istri dimatanya.Kenapa aku sibuk menjaga perasaan seseorang,toh aku pergi dengan siapa bukan urusan Dia.Renata,lagipula mana mungkin dia peduli juga.He..he..kamu terlalu kepedean Re..Re..
Fabian berjalan menuju ruang kerjanya,ia melirik jam tangan berharap gadis bar-bar masih menunggunya.Kekecewaan tersirat di wajahnya,matanya melihat ke setiap sudut ruangan dan tak menemukan sosok Renata .
“Pak ,setelah makan siang anda harus bertemu klien dari Philipina,Mr Richard.” Assisten Han memberi laporan ke Fabian yang telah duduk di kursi kebesarannya.Namun pikirannya justru melayang ke suatu tempat.
__ADS_1
Fabian melacak keberadaan Renata dengan GPS yang telah terpasang dengan hpnya.Saat membelikan ponsel ke Renata,Fabian sengaja menyeting GPS ke ponsel Renata agar gadis itu tak banyak menyusahkannya.
Dengan menaikkan satu alis,assisten Han kebingungan melihat Fabian yang tengah sibuk dengan smartphone.
Apa yang beliau lihat,sampai seserius itu wajahnya.Gumam assisten Han terus melihat gerak gerik bos di hadapannya.
“Han!! Belikan aku kopi hitam yang paling pahit di cafe A'n'A.”
“Apa Bapak serius?”
“Apa perlu aku mengulangnya!!”
Mendengar nada tinggi dari bosnya, assisten Han paham dengan situasi ini.Ada sesuatu yang membuat mood Fabian menjadi buruk.
Tidak biasanya jam makan siang dia berada di cafe.Apa yang Dia lakukan di sana.
Mata Fabian mengamati layar GPS di ponselnya,matanya tak berkedip melihat satu titik dimana Renata berada.
Setelah melakukan pembayaran dikasir , Assisten Han segera meninggalkan Cafe.Namun pandangannya menangkap sosok Christian yang langsung berhadapan dengannya.Sedangkan gadis yang duduk di depannya dengan kepala tertunduk.
“Siang Pak!” sapa assisten Han ,yang membuat mata Chris melihat ke arahnya dan beralih ke arah Renata.Ia tahu betul tubuh gadis itu menegang mendengar suara assisten Han.Renata membenarkan posisi topi agar semakin menutupi wajahnya.Namun apalah daya baju office girl yang ia kenakan begitu mudah di kenali.
“Han...Apa kau sudah makan.Ayo bergabung bersama kita,kebetulan aku memesan banyak makanan.”
Mendengar tawaran yang dilontarkan Christian,dari bawah meja Renata menendang kaki Christian,dan dia hanya tersenyum melihat kepanikan Renata.
“Maaf Pak,sepertinya tidak bisa.Pak Fabian sedang menunggu saya” jawab asisten Han yang kembali melirik Renata yang tak bergeming.Ia pun pergi meninggalkan cafe.
“Kak.. waktu makan siang sudah hampir habis.Re harus kembali!”
Christian hanya menganggukkan kepala,dan memanggil pegawai cafe untuk meminta billing.
Mata Renata seketika melebar hampir keluar,ketika membuka buku billing.Dengan jari telunjuk perlahan menghitung jumlah digitnya.
“Kakak sedang membuat Re bangkrut ya!!”
“Maksudnya?”
“Nih lihat!” Renata menyodorkan buku bill,dan berbisik.
“Lihat saja kak,masak cuman makan kaya gitu aja bisa hampir 2 juta.Gilakk!!!!”
Christian kembali tersenyum melihat tingkah Renata.Dengan segera ia mengeluarkan dompet dan memberikan kartu ke pegawai cafe.Melihatnya,Renata tertawa palsu dengan menggarukkan kepala.
“Maaf ya kak,harusnya aku yang traktir malah Kak Tian yang bayarin ,hehe..”
“Tapi lain kali,harus kamu yang bayar.”ucap Christian mencari cara agar bisa mengajak Renata menghabiskan waktu bersama.
“Siapppp!” jawab Renata sigap dan berlari kembali ke kantor.Untuk sementara hari ini ia lega karena seharian terhindar dari bosnya yang tengah sibuk meeting.
Â
***
Â
Di dalam kamar Renata tampak sibuk bermain ponsel,jarinya tampak sibuk mengetik beberapa balasan chat dari kakek.Hampir setiap malam kakek selalu menanyakan keadaan Renata,jarak sama sekali tak memisahkan mereka.Walaupun jauh, buktinya Renata masih bisa bercanda dengan kakek meskipun lewat ponsel.
Pukul tujuh malam Fabian sampai di apartemen.Ia membuka pintu kamarnya,dengan mengendur kan dasi,ia melirik Renata yang tengah sibuk dengan ponselnya.Sesekali ia melihat senyuman di bibirnya saat membalas sebuah chat.
Ciihh.. apa segitu bahagianya? membalas chat saja seperti orang gila.Emang belum puas setelah tadi siang bertemu dengan Christian?Sekarang kalian masih sempat saling membalas chat di belakangku?batin Fabian melepas jas dan kemejanya,dengan pandangan masih ke arah Renata.
“Ehem !”Fabian berusaha mengalihkan pandangan Renata dari ponsel.Dan ternyata berhasil,gadis itu menoleh ke arah Fabian.
“Oh..Bapak sudah pulang?”Renata membalas chat dari kakek dan mengakhiri chatnya meletakkan ponsel di atas kasur.Ia mendekati Fabian,mengambil tas dan jas yang telah ia lepas.
__ADS_1
“Sudah aku bilang ,panggil suamimu dengan panggilan Kak.Apa begitu sulit?!”ucap Fabian tak menghiraukan Renata dan bergegas mandi meninggalkan Renata mematung.
Ada apa dengannya,pulang kerja sudah marah-marah saja.
Keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono,Fabian tampak segar dengan rambut basahnya.Ia masih melihat Renata dengan sinis,karena mengingat apa yang di katakan assisten Han tadi siang.
Ditambah pulang kerja,Renata tampak selalu tersenyum di depan ponsel sambil mengetik balasan-balasan yang mungkin dari Christian.
Fabian duduk di pinggir kasur,dengan handuk kecil ia berusaha mengeringkan rambutnya.Renata pelan-pelan mendekat,dan mengambil alih handuk dari tangan Fabian.Dengan perlahan ia membantu mengeringkan rambut Fabian.
“Apa k..kak Fabian sudah makan?”tanya Renata canggung dengan panggilan baru untuk Fabian.Ia sedikit menurunkan gengsinya,supaya mood Fabian yang terlihat buruk malam ini menjadi membaik.
“Apa kau sedang menggodaku” jawab Fabian sambil memejamkan mata merasakan pijatan di kepalanya saat Renata mengeringkan rambutnya.
“Aku?”
“Tidak..mana berani aku menggoda Presdir Global King.Kakak sedang bercanda” ucap Renata yang dengan sengaja menggoyangkan kepala Fabian dengan kencang,membuat Fabian melotot dengan aksi gadis bar-bar yang seenaknya memperlakukan kepalanya.
Tiba-tiba ponsel Fabian berdering,Renata dan Fabian menoleh ke arah ponsel yang berada tepat di samping Fabian.Renata dapat membaca dari layar depan,panggilan dari Evelyn.Seketika ia menghentikan aktivitasnya.
Fabian mengangkat telepon dan menjawabnya,ia berdiri menjauh dari Renata.Membuat hati Renata terasa sakit.Fabian melirik sinis ke arah Renata,ia sengaja mengencangkan suaranya agar Renata mendengarnya.
“Oh tentu,aku juga merindukanmu.” Fabian melihat reaksi Renata yang hanya menyipitkan mata dan menaikkan ujung bibir menunjukkan kekesalannya.
Akhirnya Renata kembali menyibukkan diri dengan ponselnya,dan mengambil beberapa kapas untuk menyumpal kedua telinganya agar tak mendengar pembicaraan bosnya dengan sang kekasih.
Setelah hampir setengah jam berlalu,nampak Renata tidur dengan memunggungi Fabian namun masih sibuk dengan ponselnya.Fabian mengakhiri pembicaraannya dengan Evelyn,dan merebahkan tubuhnya di kasur.
“Evelyn meminta balikan”
“Bukan urusan Saya.” Jawab Renata ketus,dan menekan kapas yang ada di telinga agar semakin dalam.Ia tak ingin mendengarkan Fabian bercerita tentang Evelyn,yang hanya membuatnya merasa sakit dan cemburu.
Fabian yang mendengar ucapan ketus dari Renata,menarik lengan Renata agar menghadap ke arahnya,ia pun mengambil kapas di kedua telinga Renata.
“Apa maksudmu memakai seperrti ini!!?” Fabian membuang kapas dari telinga Renata.
“Lalu apa saya harus mendengarkan Anda berbicara dengan pacar Bapak!”Renata bangun dari posisi tidurnya dengan meninggikan suara.
“Apa kau marah!!Lalu apa yang kau lakukan di belakangku saat jam makan siang.Bukankah apa yang kau lakukan sama saja,kau bertemu dan makan siang dengan Christian!”
“Aku..” Renata terdiam ketika Fabian ternyata tahu,bahwa Renata makan siang bersama Christian.
“Kenapa kau tak bisa menjawabnya kan.heh..”fabian membuang muka dan tertawa sinis.
“Kau sudah ketahuan berselingkuh,dan sekarang kau masih membalas chat dari Christian dengan tersenyum seperti orang gila."
Mereka saling bertatap muka,keduanya sama-sama terbakar oleh emosi.Tanpa sadar mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang ribut karena saling cemburu.
“Memang, tadi siang Kak Tian mengajakku makan siang itu saja.Tapi..”
“Tapi apa?!”
“Siapa yang membalas chat dari kak Christian?! Sebelum kau pulang,kakek mengirim pesan Wa.Aku sedang membalas chat dari kakek!Sampai kau pulang,kakek selalu mengajak bercanda beliau menanyakan kabar kita.”
Mendengar perkataan Renata,Fabian terpaku dan mematung.Ia seperti terbakar cemburu dengan kejadian tadi siang,dan sengaja menuduh Renata saling mengirim pesan dengan Christian.
“Dengan kakek..?” tanya nya mengelus tengkuk leher merasa bersalah.
“Ya!!!”jawab Renata meninggikan suara dengan melipat kedua tangan di depan dada.
“Apa Bapak puas!!Walau saya hanya istri di atas kertas,namun Saya masih punya hati untuk menjaga pernikahan ini tetap sakral.” Ucap Renata dengan kesal,dan langsung memunggungi Fabian.Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan menghiraukan keberadaan Fabian yang hanya terdiam.
Hanya dengan kakek,kenapa aku jadi marah kayak gini.Dan lagipula dia bukan siapa-siapa,untuk apa aku ikut campur.Hanya saja aku tak suka jika gadis bar-bar ini dekat dengan Christian.Melihat kedekatan mereka,mood aku jadi buruk.Haah!!!sudahlah sepertinya aku yang terlalu keras pada nya.
Tbc**
__ADS_1