The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 41


__ADS_3

Fabian mengambil kotak p3k di dalam lemari nakas samping tempat tidurnya.Iapun setia menunggu Renata keluar dari kamar mandi,sejak kejadian tadi siang ia benar-benar khawatir dengan gadis itu.Cengkeraman kuat Evelyn mungkin saja membuat memar di kulit Renata.


Renata keluar dari kamar mandi dengan rambut basah,dengan handuk melingkar di leher ia berusaha mengeringkan rambutnya.Matanya terbelalak ketika melihat Fabian yang sudah pulang dan duduk dipinggir tempat tidur.


“Kau sudah pulang?”tanyanya mendekati Fabian,ia pun memposisikan duduk di samping pria tampan itu.


“Apa kau baik-baik saja?” Fabian menarik tangan kanan Renata,membuat gadis itu kebingungan dengan sikap yang di tunjukkannya.


“Aku baik.Kenapa kau menanyakan hal itu?”Renata tampak kebingungan.


“Aku sungguh khawatir pada mu!! Aku takut lenganmu terluka karena Evelyn, sepertinya tadi kau kesakitan.Dan aku tidak bisa membantumu,kau tahu betapa itu sangat menggangguku!”Fabian mulai menatap Renata dengan geram.Gadis itupun hanya menipiskan bibirnya melihat Fabian emosi dan mengkhawatirkan dirinya,sungguh itu hal yang membuatnya bahagia.


“Tenang saja,lengan ku tidak apa-apa kok.Lihat hanya memar dan sedikit luka gores saja.Besok juga sudah hilang memarnya.”


“Bagaimana bisa hilang kalau kau sama sekali tidak mengobatinya.Sinikan lenganmu!” perintah Fabian dan Renata menyodorkan lengannya ke arah Fabian.


Fabian mulai membuka obat oles anti memar,dengan perlahan ia mengolesi dengan meniupnya pelan.Ia begitu telaten memberikan obat,hingga tak sadar Renata mengulas senyum menatap pria di sampingnya.


Hanya luka kecil,kenapa dia begitu cerewet sekali tapi aku benar-benar menyukainya.Aku belum pernah mendapatkan perhatian seperti ini,ya Tuhan aku sungguh bahagia sekali.Ucap Renata dalam hati.


“Selesai.” Ucap Fabian membuat Renata tersentak dan tersadar dari lamunannya karena menikmati ketampanan yang tersaji di sampingnya.


“Apa kau ingin mandi,biar aku siapkan air hangat untukmu.” Renata beranjak berdiri,namun langkahnya terhenti saat Fabian menahan dengan memegang pergelangan tangannya,menariknya hingga Renata jatuh ke dalam pangkuannya.


“Apa yang ingin kau lakukan?”tanya Renata menahan tubuh Fabian dengan kedua tangan di depan dada.


“Aku hanya menagih janjimu.Bukankah kau bilang jika di luar kantor kau milikku seutuhnya.”


“Aku..?” Renata mengalihkan pandangan,”mana ada aku bicara seperti itu.Sepertinya kau harus mandi,biar segar.Aku siapin air hangatnya dulu,oke?”Ucapnya mencari alasan untuk beranjak dari pangkuan Fabian.Namun tangan kekar itu berhasil menahannya untuk tidak berdiri dan tetap berada di pangkuannya.


Ketika Fabian mendekatkan wajahnya ke arah Renata,gadis itu justru memundurkan tubuhnya menjauh.Fabianpun dengan reflek mencengkeram kedua lengan Renata untuk tak banyak bergerak,namun cengkeraman itu malah membuat Renata meringis kesakitan.


“Aakhh!!”


“Oh maaf.Apakah sakit?!” tanya Fabian panik,dan menyesali perbuatannya.


“Sekarang justru kaulah yang menyakitiku!Lenganku masih memar tapi kau makin menekannya.” Ucap Renata mengerucutkan bibirnya,bersikap manja.Padahal sejujurnya memar saat ini yang ia dapatkan tak seberapa sakitnya dibanding dengan kebahagiaan yang sekarang ini ia dapatkan.


“Oke !Baik.” Fabian mengangkat kedua tangannya,bersikap menyerah karena kesakitan yang di rasa gadis yang ia cintai.Ia pun mengurungkan niatnya untuk menghabiskan malam panjang bersamanya.


“Sepertinya aku akan berendam air hangat.Tidurlah,mungkin kau lelah.”Fabian mencium kening Renata lembut,dan beranjak meninggalkan gadis itu dengan senyum manisnya.Sementara Fabian hanya merasakan pening menahan hasrat yang tak tersalurkan.


***


Akhir pekan pun tiba,setelah lima hari bekerja full kini saatnya bagi Renata untuk menikmati hari liburnya bermalas-malasan di kasur.Namun niat itupun hanya mimpinya semata,ketika Fabian yang sudah rapi mamakai kaos putih dengan celana bahan berwarna abu membuka korden,hingga cahaya yang masuk membuat Renata menutup matanya dan ingin melanjutkan tidurnya.


“Cepat bangun!!” kata Fabian menyibakkan selimut tebal di tubuh Renata,membuat gadis itu menggeliatkan tubuhnya.


“Ehmm..”Renata berusaha membuka mata,walaupun rasa kantuk masih menyerangnya.

__ADS_1


“Kau mau ke mana,sudah rapi.Bukankah ini hari libur?”


“Ikut aku!!Mandilah,aku tunggu di bawah.”


Tanpa banyak bicara,Fabian keluar dari kamar dan menuruni tangga.Renata melihat tingkah suaminya yang dingin hanya berdecak kesal,ia pun memutuskan untuk segera mandi.


Di dalam mobil,Fabian hanya terdiam tak banyak bicara.Sepertinya ia ingin memberikan kejutan kepada Renata.


“Kita mau ke mana?”


“Nanti juga kau akan tahu.”


Fabian melempar senyuman smirk dengan pandangan tak teralihkan,tetap fokus ke depan.Mendengar jawaban yang sengaja membuatnya penasaran,Renata pun manaikkan kedua bahunya dan melihat ke luar jendela.


Setelah memarkirkan mobil,barulah Renata membelalakkan matanya.Ia tahu sekarang berada di mana,di sebuah Mall termewah di pusat kota.Mall terbesar se-Asia tenggara,dan pasti harga semua produknya tak bisa di remehkan.


“Untuk apa kita ke sini?”tanya Renata menarik lengan Fabian.Dengan tersenyum,Fabian menarik tangan Renata ke dalam genggamannya.


“Ayo kita lakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebagai pasangan.”


Jawaban Fabian sempat membuat Renata mengernyitkan keningnya,tak tahu maksud perkataan Fabian.


Melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebagai pasangan,apa maksudnya.


Renata pun mengikuti Fabian dari belakang,susah payah ia menyamakan langkah kecilnya dengan Fabian.Melihat Renata yang kesusahan di belakangnya,Fabianpun memperlambat langkahnya serta menggandeng tangan sang pujaan hati.Renata hanya menahan senyum ,karena seolah ini semua bagaikan mimpi yang tak pernah ia bayangkan sekalipun.


“ayo kita masuk.”Ajaknya antusias memasuki sebuah butik ternama,membuat jiwa miskin Renata mulai bergetar.


“Tunggu!” sahutnya menghentikan langkah Fabian.


“Kenapa?”


“Aku tak sanggup membeli baju di butik ternama seperti ini.Gajiku sebulan sajaa belum cukup membeli satu atasan di sini.Sudah! Ayo kita pulang saja tempat seperti ini tidak cocok untukku!” ucap Renata mengambil alih genggaman tangan Fabian,dan mencoba menyeretnya untuk keluar dari tempat itu.


Fabian tak bergeming,ia tahu benar apa yang dipikirkan sang istri.Gadis itu begitu sederhana,tidak tahukah ia bahwa mall tersebut masih dalam kekuasaannya,tidak tahukah ia betapa kaya suaminya.Bahkan hanya untuk membeli baju pun ia tak pernah meminta uang dari Fabian.


Fabian mencoba mendekati Renata,meyakinkannya.Menyibakkan beberapa rambut ke belakang telinga Renata.


“Selama kita menikah,selain ponsel aku belum pernah mengajak mu berbelanja apapun yang kamu inginkan.Baju ,tas,sepatu pilihlah semua jika kau mau.Uangku tidak akan habis hanya membelikanmu semua itu.”


Renata tersenyum,namun ia menggelengkan kepalanya menatap Fabian dalam.


“Aku tidak butuh semua itu,aku hanya butuh kau di sampingku itu sudah cukup.Lagipula,baju-baju yang aku punya masih layak aku pakai walaupun harga nya tak sebanding dengan semua baju-baju di sini.Tapi aku mohon,jangan jadikan aku wanita yang terlena karena materi yang kamu punya.” Ucap Renata memohon,mungkin hanya dia seorang yang tak mau di manja dengan uang.Hanya Renata yang masih tetap bekerja walaupun mempunyai suami yang kaya.


“Oke !Baik terserah kamu,tapi kali ini saja aku ingin membelikanmu beberapa baju untukmu.”kata Fabian yang tak terbantahkan langsung menarik tangan Renata masuk ke dalam butik.Tanpa mengelak Renata pun akhirnya menuruti perintah Fabian.


Bagai cerita di drama Korea,Renata diperlakukan bak putri.Di layani dan segani oleh beberapa pegawai,pasalnya ia datang bersama dengan pemilik mall terbesar se-Asia tenggara,Fabian.Dengan perasaan tak biasa,ia pun merasa kikuk banyak orang yang tunduk di depannya.


Selesai berbelanja baju,kini Fabian membawa Renata untuk membeli sepatu.Di sana,hanya dengan duduk santai tanpa harus memilih model dan menanyakan ukuran,semua pegawai dengan sendirinya membawakan produk terbarunya mulai dari flat shoes, high heels,atau sekedar sendal santai untuk aktivitas sehari-hari di rumah.

__ADS_1


Selesai bebelanja,mereka berdua pun kelaparan dan memutuskan untuk memasuki sebuah restoran mewah.Semua makanan Eropa sudah tersaji apik di depan mata,beberapa sendok garpu dan pisau pun tertata sedemikian rupa.


“Kau tahu aku paling tidak suka makan di tempat seperti ini,selain nggak mengenyangkan aku harus berpikir,memakai garpu atau sendok atau pisau terlebih dahulu.Kau tahu,itu semua membuatku pusing.”


“Makanlah dengan apapun yang sekiranya kamu nyaman.Tidak usah memusingkannya,orang lain juga nggak bakal lihat kamu kok,ayo cepat habiskan setelah ini aku akan mengajak mu nonton.”


“Huk..uhukk..!” Renata tersedak tiba-tiba


“kita ..nonton bioskop?” tanya nya antusias,Fabian pun menjawab dengan anggukan kepala.Memang Fabian benar,ini seperti pasangan pada umumnya dan mereka belum pernah melakukannya,mulai dari ajakkan makan, berbelanja bersama hingga sekarang Fabian mengajaknya nonton.


Mereka keluar dari restoran mewah menuju bioskop yang berada di lantai atas mall tersebut.Renata menghentikan langkahnya,


“Sepertinya aku ingin ke toilet sebentar,tunggu aku disini!”


“Hm.”


Renata berlari dan tanpa sadar ia masih membawa beberapa paper bag yang lumaya besar.Sampai di belokan lorong,ia pun menghentikan langkahnya.


Dasar bodoh,,kenapa tidak aku suruh dia saja yang membawa semua barang ini,ishh.Ucap Renata dalam hati dan memutar arah.Namun,


Bughh


Wajahnya terpental dada bidang seseorang.Dengan mengusap kening ia berusaha mendongak,


“Kak Tian..!”


“Re..! Apa yang sedang kau lakukan di sini.”ucap Christian,dan pandangannya tertuju pada semua paperbag di tangan Renata.


“Apa kau berencana membuka sebuah toko,nampaknya kau sedang memborong semua pakaian.”Godanya pada Renata,membuat mata gadis itu melotot karena semua yang di katakan Chris salah besar.


“Ini semua keinginannya,uangku mana cukup untuk membeli semua barang bermerk ini.”


Christian hanya tertawa setiap kali mendengar jawaban-jawaban polos dari mulut Renata.Dengan meminta bantuan dari Christian untuk membawakan beberapa paper bag,Renatapun berlari memasuki toilet,sementara Christian hanya menunggu dengan membawa paper bag milik Renata.


“Hufft..leganya.”ucap Renata seraya mengambil alih semua barang belanjaannya dari tangan Christian.


“Makasih kak.”


Merekapun berjalan keluar dari area itu,sesekali mereka tampak tertawa lepas menceritakan hal-hal konyol dari Renata.


“Pak Fabian sedang menungguku di seberang sana ,apa kakak mau ikut kami nonton?”Ajak Renata polos, Christian pun hanya menjawab dengan tersenyum.


“Jika aku ikut ,itu akan membuat Fabian seperti cacing kepanasan.”


Merekapun kembali tertawa ,saat melewati tikungan mall langkah Renata terhenti membuat Christian yang dari belakang ikut menghentikan langkahnya menatap arah pandang gadis itu.


“Evelyn!” ucap Christian yang melihat Evelyn berada di samping Fabian dengan melingkarkan tangannya ke perut Fabian.Christian melihat reaksi Renata yang datar,tak bergeming namun terlihat dari matanya ia begitu terluka.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2