
Happy Reading!!!!
Sesampai di Apartemen dan masuk ke dalam ruangan,betapa kagetnya Renata.Di dalam sudah ada beberapa wanita paruh baya dan beberapa pria berjas hitam,berbaris rapi dan menundukkan kepala mereka memberi hormat pada Fabian.Mereka adalah para pelayan khusus yang akan membantu Fabian mendekor ulang apartemen nya layaknya apartemen pengantin baru pada umumnya.
“Kenapa begitu banyak orang,,kita hanya menyambut kedatangan kakek bukan!? “Bisik Renata ke telinga Fabian.Namun dengan melipat kedua tangan ke depan dada Fabian tampak serius memberikan perintah kepada para pelayan dadakan di depan mereka.
“ Dalam waktu 30 menit pindahkan semua barang yang berada di kamar itu dan ,bawa ke atas ke kamarku dekor ulang beberapa peralatan layaknya pasangan suami istri”perintah Fabian membuat mulut Renata menganga seraya menatap Fabian tak percaya.
“Apa maksud Anda ,Pak!”ucap Renata ,seolah -olah dibuat bingung ,Renata menahan para pelayan untuk tidak membawa barang-barangnya ke kamar Fabian.Melihat wajah Renata yang panik dan bingung ,Fabian menarik lengan Renata dan membawanya ke ruang tamu.Membiarkan para pelayan membereskan semua barang dengan leluasa tanpa harus menghiraukan ocehan Renata.
“Dengar!!! Kakek sudah dalam perjalanan kemari.Menurutmu bagaimana reaksinya jika tahu kita tidur terpisah.Apa kamu sudah siap dengan semua resikonya mengingat kesehatan kakek belum benar-benar pulih!heh??”kata Fabian menjelaskan dengan nada tinggi,Renata pun terdiam mendengarnya.Semua perkataan Fabian memang benar.Iapun tak bisa membayangkan jika kakek benar-benar tahu pernikahan seperti apa yang dijalani cucunya.
“Haaahh”Renata menghela nafas panjang,dengan berdiri lunglai.
Lagi-lagi drama lagi...Rasanya capek terus-terusan seperti ini.
“Tidak akan lama,mungkin hanya 3 hari.Setelah perayaan Global King mungkin kakek akan kembali ke Amerika.Lagi pula ,dengan standart ukuran sepertimu ...” Fabian melirik tubuh mungil nan imut Renata dari ujung kaki sampai kepala dengan tatapan meremehkan “ tidak mungkin aku tergoda”
“Kau!!!”Renata bersiap melayangkan kepalan tangan ke udara,namun kemudian ia urungkan “hiissh!!” Ucap Renata geram dan mendorong dada Fabian ke belakang agar Renata bisa melewati nya.Fabian hanya kembali tersenyum smirk melihat sikap Renata yang menggemaskan.
Beberapa asisten membawa kakek yang berusia hampir 80 tahun duduk di kursi roda dan menaiki lift menuju apartemen Fabian.
Kedatangan kakek di sambut bahagia Fabian dan Renata ,Senyum yang tak lepas dari bibir indah Renata membuat kakek melayangkan pelukan hangat kepada kedua cucu di hadapannya..Sesekali Fabian mengamati tingkah Renata yang selalu tersenyum tulus terhadap kakek yang bisa di bilang bukan siapa-siapa nya.
Renata mendorong kakek yang duduk di kursi roda menuju ruang tamu,di ikuti Fabian yang menyamakan langkahnya dengan Renata.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan kakek,apakah jauh lebih baik dari sebelumnya?” tanya Renata
“Tentu saja apa kau tak melihat ,wajah kakek yang terlihat segar walaupun duduk di kursi roda ini.Hahaha!”
“Benar,,Kakek jauh terlihat segar di bandingkan dengan ...” ucapan Renata terhenti dan melirik ke arah Fabian yang berdiri tepat di sampingnya.
”Seseorang yang yang selalu memasang muka datar dan kaku seperti triplek” Sindir Renata ke Fabian,diikuti dengan gelak tawa dari kakek dan Renata.Tawa mereka pun terhenti ketika terdengar suara ponsel Fabian berdering.
“Kakek,,Bian harus pergi meeting dulu.Kakek ditemani Renata dulu ya,Bian usahakan kembali sebelum makan malam” sahut Fabian beberapa saat setelah menerima panggilan dari kantor.
“Hem,pergilah!!” jawab kakek singkat.Fabian mencium punggung tangan kakek,kemudian melangkah mendekati Renata.Dan
Cup
“Aku pergi dulu! Jaga Kakek baik-baik” ucapnya kemudian melangkah pergi meninggalkan Renata yang terdiam merasakan jantung yang berdebar tak karuan.Tangan kanan nya mengusap kening yang masih terasa bekas ciuman Fabian dan ia pun tersenyum.
“Sepertinya cucu kakek sudah banyak berubah” ucap kakek menyadarkan Renata dari lamunannya.Renata yang tersadar berubah salah tingkah,menyembunyikan segala sandiwara’ yang telah di buat Fabian.
“Kakek,bagaimana kalau kita jalan -jalan seputar taman di kawasan apartemen ini.Renata ingin mengulang waktu dulu,waktu bersama kakek” ujar Renata mengalihkan pembicaraan karena dia sudah capek terus-terusan mencari alasan dan selallu berbohong tentang hubungannya dengan Fabian.
“Baiklah.Kakek juga merindukan saat-saat itu”
Renata mendorong kakek yang duduk di kursi roda,wajah sumringah selalu terlihat kala bercanda dengan kakek.Udara di taman begitu menyegarkan,banyak pohon yang tertata apik menambah rindang suasana siang itu.Setelah di rasa cukup lelah,Renata berhenti ,dan duduk di bangku taman bersama kakek.
“ Perayaan Global King besok,Kakek ingin meresmikan hubungan kaliyan” Ucap kakek tiba-tiba,membuat pandangan Renata beralih menatap kakek seketika.
__ADS_1
“Kakek ingin semua orang tahu bahwa cucu dari pendiri Global King telah menikah”
“Tidakk..tidak!! Kakek Re mohon jangan lakukan itu.Re masih ingin bekerja di perusahaan,Re masih ingin berteman dengan teman-teman yang lain.Apa jadinya jika mereka semua tahu kalau Re adalah istri dari Pak Fabian.Re belum sanggup Kek,Apalagi Re hanya seorang Office Girl.Seperti langit dan bumi, perbedaan kami begitu mencolok.Kakek Re mohon” pinta Renata menggenggam erat kedua tangan Kakek dengan tatapan mengiba.
“Dasar gadis bodoh !Wanita diluar sana berlomba-lomba mendapatkan Fabian untuk mengangkat derajat dan status mereka.Kamu malah tetap ingin bekerja sebagai OG tanpa ingin diketahui status kamu yang sebenarnya”Ucap kakek membuat Gadis polos yang kini berjongkok di hadapannya menundukkan kepala.
“Lalu sampai kapan kamu menyembunyikan status pernikahan kaliyan”
“ Mungkin ....”Renata mengambil jeda dan mengambil nafas dalam-dalam.” Mungkin sampai Pak Fabian mengakui pernikahan ini sendiri.Sampai Beliau benar-benar menerima Re sebagai istri nya,Re hanya menunggu sampai Pak Fabian sendiri yang meresmikan pernikahan ini kek”
Walaupun itu semua sepertinya mustahil,
Mata Renata pun tampak berkaca-kaca menjelaskan keinginan hatinya kepada kakek.Dengan jawaban anggukan kepala,kakek menyadari dilema yang di hadapi gadis yang sudah ia anggap sebagai cucu sendiri itu.Memang tidak mudah menaklukkan hati Fabian,sementara di hatinya sudah terukir lama nama Evelyn.
“Baiklah,,Lagipula kakek tahu,hubungan Fabian dan Evelyn sudah berakhir.Ini kesempatan mu agar Fabian bisa belajar mencintaimu melebihi Evelyn.”
Renata mengerutkan keningnya mendengar pernyataan dari kakek.
“putus?”
“Bahkan kamu yang tinggal satu atap tidak tahu hal itu ,nak?Fabian ke Paris dan putus dengan Evelyn”
Benarkah?? Kejadian malam itu, ia pulang dari Paris dan mabuk berat karena hubungan nya dengan Evelyn telah berakhir.Dan ciuman itu,mungkinkah hanya pelampiasan semata karena frustasi dengan semua yang di alaminya? Haahh..inget Re..jangan jatuh terlalu dalam jika tak ingin terluka.Jangan menggunakan hati jika tak ingin tersakiti...
Tbc
__ADS_1