
Evelyn menatap dalam ke arah dua manusia yang berada di depan mereka,matanya seolah sedang memindai.Ia memicingkan mata mencoba memahami situasi yang ada, mencoba menelaah hubungan mereka berdua.
“A..aku.Ada sesuatu yang ingin aku beli,sebaiknya aku pergi dulu.” Sahut Renata menutupi rasa canggungnya,sikapnya saat ini seolah seperti sedang ketahuan berselingkuh.Dan keputusannya adalah pergi dari tempat itu dan memberikan waktu untuk mereka berdua berbicara.
Langkahnya terhenti,saat membalikkan badan Fabian berhasil meraih tangannya.Wajahnya mendongak ,menatap tajam pria di sampingnya.Kerutan samar terlihat di dahinya,seolah ingin menjelaskan keadaan ini tidak baik dan lebih baik ia pergi.
“Tetap di sini..” kata Fabian mencoba meyakinkan.Dengan desahan panjang akhirnya Renata mengikuti perkataanya.Entah apa yang akan ia lakukan,ketika berada di tengah-tengah mereka.
“Ada urusan apa kau kemari?”
“Apakah harus ada urusan dulu baru aku boleh kesini?”
Renata masih terdiam,Fabian masih menggenggam tangannya.Evelyn yang melihat pemandangan itu bibirnya hanya bisa berdecak.
“Aku hanya ingin berbicara denganmu,bisakah gadis OG itu enyah dari hadapanku.Dia sangat mengganggu mataku.”
Renata mengepalkan sebelah tangannya, menggertakkan gigi-giginya,seperti ingin meninju wajah cantik yang berada di hahadapannya.Tanpa menjawab, Fabian menarik tangan Renata berjalan melewati Evelyn ,membuka handle pintu dengan memasukkan kode password nya.
Pintu terbuka,Evelyn memutar bola matanya.
Sudah kuduga dia menggantinya.Gumamnya dalam hati
“Aku tak menyangka dengan mudah kau mengganti kombinasi password pintu itu.Aku pikir masih tanggal kelahiran ku,ternyata aku salah.”
“Apakah itu penting!!”Fabian duduk dengan diikuti Renata di sampingnya.Evelyn yang masih berdiri,melipat kedua tangan di depan dada tak pernah menyangka pemandangan di depan mata begitu mengusiknya.
“Jelaskan ada hubungan apa Kau dengan gadis OG ini.Kenapa demi dia Kau pun memilih untuk tidak ke kantor,beberapa klien yang ingin bertemu denganmu harus kecewa karena...”
“Cukup!” sahut Fabian menghentikan celotehan Evelyn.
“Aku mencintainya,wajar kalau aku ingin melindunginya.”
Jawaban Fabian ,membuat mata Evelyn terbelalak.Ia tak pernah menyangka Fabian benar-benar mengakuinya dengan lantang dihadapannya.Pun dengan Renata ia tak kalah terkejut dengan pengakuan Fabian,dengan lantang ia mengakui di hadapan mantan kekasih nya ,cinta pertamanya yang sudah menempati ruang hatinya terlalu lama.
Kini hanya dalam beberapa bulan saja,Renata tak menyangka sudah mencuri banyak tempat di hati Fabian.Ia sungguh senang.
“Tidak!!! Itu tidak mungkin,kamu hanya mencintaiku dan selamanya seperti itu.Lihat dia hanya seorang OG,apa kau bisa sejalan dengannya?
“Tidak masalah,karna aku dan dia tel..” ucapan Fabian terpotong ketika hendak mengakui pernikahannya,Namun Renata mengeratkan genggamannya untuk tidak mengatakannya.Renata beranjak berdiri,berhadapan dengan Evelyn.Matanya tajam menatap ke arah wanita itu tanpa rasa takut.
“Kau sudah mendengarnya bukan,kurasa kau tahu dimana pintu keluarnya!”
“Dasar wanita ******!!”tangan Evelyn melayang ke udara hendak menampar pipi gadis di depannya,membuat Fabian menegang.Namun dengan siaga Renata menangkap tangan itu,di genggamnya erat dan di hempaskan kasar,membuat Evelyn meringis kesakitan.
__ADS_1
“Mencintai seseorang tidak butuh status,tidak butuh harta ataupun materi.Yang di butuhkan hanya lah hati,dan KAU!! tak cukup memiliki hati,hingga tak mengerti cara mencintai seseorang!”
Mendengar perkataan Renata,Evelyn naik pitam.Nafasnya memburu,tatapan benci ke arah Renata tak bisa di sembunyikan lagi.
“Kita lihat saja,sampai mana kalian bisa terus bersama!”
Evelyn melangkah pergi dengan perasaan kesal,ia merasa kalah oleh gadis OG itu.Ia pun tak bisa menerima semua ini.
Kau akan tahu sedang berurusan dengan siapa,gadis bar-bar!! Batinnya terus melangkah dan masuk ke dalam lift.
Fabian tertegun melihat Renata dengan lantang melawan Evelyn tanpa rasa takut.Ia mengulas senyum melihat Renata yang masih mengepalkan tangannya.Ia berdiri,dan dari arah belakang dengan perlahan melingkarkan tangannya ke perut Renata.Memeluknya dari belakang.
“Ternyata tak selamanya sifat bar-barmu terlihat buruk,karena sekarang kau sangat keren.”Fabian menyandarkan dagunya di bahu Renata, menghirup aroma strawberry lewat tengkuk gadis itu.
“Benarkah?” Renata membalikan badannya, melingkarkan tangannya di leher Fabian.
“Jadi jika aku tahu kau macam-macam dengannya di belakangku,aku juga bisa menghajarmu”
Fabian hanya membalas ucapan Renata dengan menempelkan bibirnya ke permukaan bibir Renata.Menciumnya singkat.
“Kau membuatku takut..” Lagi-lagi Fabian mendaratkan bibirnya ke bibir Renata.Cup.
“Tak perlu takut jika kau benar.”
“Bukan.Aku hanya takut kehilanganmu,itu saja.” Fabian kembali mencium Renata,membuat gadis itu merasa aneh.Berulangkali Renata mengerjapkan matanya,saat Fabian tanpa aba-aba mencium bibirnya.
“Kau ini kenapa suka sekali menciumku seperti ini,apa kau tidak lelah dan bosan.”
“Tidak.karena itu sudah menjadi hobi baruku.”ucap Fabian melempar senyuman menggoda,Renata hanya membuang pandangannya karena menahan malu.Ia merasa mabuk kepayang bila berada di dekat Fabian, laki-laki itu mampu memperlakukannya dengan istimewa.
“Akhhh!” teriak Renata kaget saat Fabian mengangkat tubuhnya,Fabian menggendong Renata di depan seperti anak koala.
“Apa yang sedang kau lakukan.Cepat turunkan aku!!” Renata sedang memelototi wajah Fabian di depannya,
“Diamlah,saat ini aku hanya ingin memakanmu.”
Fabian pun menggendong Renata menuju kamar,Membuat Renata memutar bola matanya.
Yah..yah..bos mesum ini selalu meminta jatahnya.Oke,mesum..tetaplah mesum .Gumam Renata menarik kedua ujung bibirnya.
***
Pagi ini Renata berada di ruangan Bu Lala ,memberikan surat keterangan sakitnya karena kemarin ia tidak bekerja.Ia berdiri di depan meja atasannya,dengan menyatukan kedua tangan.Saat ini ia siap untuk di hakimi karena memang kenyataannya absensinya tak sebagus karyawan baru pada umumnya.
__ADS_1
“Lagi-lagi kau ijin tidak masuk!!!”
“Maaf Bu,kemarin saya sakit.”
“Apakah sakit hanya alasanmu saja untuk bisa menggoda tunangan orang!Mendekati seorang pria kaya hanya untuk menaikkan derajatmu,ingat kau hanya seorang OG.PAHAM!”
Mendengar ucapan Bu Lala yang setengah meneriakinya,Renata mengerutkan dahi.Di benaknya kini hanya penuh tanda tanya dengan ucapan Bu Lala yang sampai hati meneriakinya menggoda tunangan orang.Dan tunangan siapa yang di maksud Bu Lala,Renata mencoba berpikir ia pun memicingkan mata menatap atasannya.
“Maaf ,Saya ..menggoda tunangan orang?Maksud ibu tunangan siapa,dan Saya menggoda siapa.Saya ijin karena saya benar-benar sakit.Itu surat keterangan Dokter apa masih kurang untuk menunjukkan keadaan saya.” Renata menunjuk kertas yang tergeletak di atas meja.Bu Lala berdiri,ia terlihat geram dengan jawaban Renata yang seolah tak berdosa dengan semua tindakan yang dilakukannya.
“Ingat Pak Fabian adalah pemilik Perusahaan ini,Dan Kau!!! Kau hanya seorang OG,hanya gadis miskin.Apa kau tidak merasa malu mengganggu hubungan orang,lihat Bu Evelyn apa kau sudah merasa hebat hingga mampu bersaing dengan beliau!” teriak Bu Lala dengan memutari tubuh Renata dengan langkah perlahan,setiap kata dari mulutnya penuh penekanan.Membuat Renata harus menahan amarahnya.
“Ohh...yang ibu maksud Pak Fabian dan Bu Evelyn?” Renata menghembuskan nafas,memutar bola mata dan mengalihkan pandangannya sejenak karena merasa jengah dengan semua perkataan dari Bu Lala.
“Kenapa? Kau ingin mengakuinya kalo sudah menggoda Pak Fabian.”
“Saya ijin bukan karena hal itu.Dan saya tidak menggoda siapa pun seperti ibu maksud,saya benar-benar sakit.Menyukai seseorang tidak harus hebat karena hebat saja tidak cukup.Bu Evelyn memang hebat ,tapi kehebatannya lah yang justru akan menghancurkan cintanya.Maaf,jika tidak adalagi yang ingin ibu sampaikan kepada saya.Jadi saya undur diri.” Sahut Renata membalas semua perkataan Bu Lala ,ia pu beranjak pergi dari tempat itu.Ia juga tak berniat mendengar semua tuduhan menyakitkan dari Bu Lala.
Ia berjalan menuju pantry dengan mulut komat Kamit.Ia masih tak terima dengan tuduhan Bu Lala terhadapnya,berulangkali ia mengumpat habis-habisan kepala OG itu.
Bagaimanapun juga Lala akan terus membela Evelyn,ia adalah orang kepercayaan Evelyn.Saat merintis menjadi designer ,Lala sering membantu.Sampai pada akhirnya Evelyn membantu dirinya untuk masuk ke Perusahaan besar seperti Global King.
“Renata!!!¡!”Teriak Tika dan Retno berlari menuju ke arah Renata,mendengar namanya di sebut Renata membalikkan badan.Kedua sahabatnya langsung menubruk tubuh kecil itu memeluknya,seolah merasa kegirangan.
“Ihhh lepasin!”Renata mencoba membuka kedua tangan Retno dan Tika.
“Kalian kenapa sih mba?ini jam kerja tau! Kalau ketahuan atasan kita bisa kena sanksi.Maen teriak-teriak kaya di hutan aja.”
Retno dan Tika melepas pelukannya,kini mereka mengaitkan tangannya ke lengan kanan dan kiri Renata.
“Akhh,,biarin aja kita kena sanksi toh nyatanya kita punya kamu,hehehe..” Tika menyeringai memperlihatkan gigi rapinya.
“Nyonya besar Global King” Sahut Retno yang ikut merasakan kegembiraan yang tiada Tara.
“Stttt...!! Pelankan suara kalian.Re ngga mau ya sampai seluruh karyawan tau,apalagi Re hanya seorang OG.Bagaimana pun juga Re ingin Pak Fabian tetap di sanjung,dipandang tinggi oleh semua lawan bisnisnya.Re ngga mau hanya karena beliau mempunyai istri seorang OG semua orang akan merendahkannya,citranya sebagai Presdir akan jatuh.”
Mendengar penjelasan Re yang nampak menyedihkan,Retno dan Tika hanya memandang dengan tatapan nanar ke arah Renata.Rasa senang dan bahagia yang terpancar beberapa menit lalu berubah seketika,mereka nampak kasihan dengan keadaan Renata yang tak memungkinkan untuk mengumumkan pernikahan nya.
“Sudah..sudah..tak perlu kau pikirkan semua itu.Asalkan kau bahagia,bagaimanapun cara nya itu sudah cukup kok.Aku yakin suatu saat nanti kalian akan menemukan cara untuk meresmikan hubungan kalian di depan umum.”Ucap Retno menggenggam kedua tangan Renata.Gadis itu hanya tersenyum mendengar kedua sahabatnya sangat mengerti dan paham situasinya saat ini.
“Terimakasih mbak.”
“Re..tapi janji ya,cerita ke kita bagaimana kamu bisa menikah dengan beliau.”celoteh Tika yang membuat senyuman di bibir Renata berubah,ia hanya menarik ujung bibirnya.Membalikkan badan dan berjalan seolah tak mendengar ucapan Tika.
__ADS_1
Sejujurnya ,ada sedikit perasaan lega di dalam hati Re saat rahasia ini bisa ia bagi bersama orang yang dipercaya.Seolah beban yang selama ini ia bawa seketika berkurang,terasa ringan.Dan jauh di lubuk hati Re,ia janji akan menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya.Awal mula hubungannya bersama Fabian.
Tbc