The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 44


__ADS_3

Menjelang sore,saat meeting telah usai Fabian duduk menyandarkan tubuhnya di bangku kursi kerjanya seraya memijit pelipisnya.Pikirannya sedari tadi melayang layang seputar Renata,gadis itu mengisi seluruh otak Fabian.


Pintu terbuka,dan tubuh Fabian menegak pandangannya ke arah seseorang yang masuk ke ruangannya.Tubuhnya kembali terkulai saat mengetahui siapa yang masuk kedalam,Evelyn. Semenjak mampu menggandeng Mr Phu untuk bekerja sama dengan Global king,gadis itu menghabiskan banyak waktu untuk bekerja di Perusahaan tersebut.


“Apa kau sedang menunggu kedatangan seseorang?”


Fabian kembali memijit pelipisnya dengan mata terpejam,sebenarnya ia merasa malas untuk menanggapi semua celotehan Evelyn.


“Kenapa wajahmu tampak kecewa,begitu aku masuk?”tanya Evelyn melangkah mendekati tempat duduk Fabian dan melingkarkan tangannya ke leher Fabian.Pria itu tak bergeming,pun ia juga tak membalas pelukan itu yang ia rasakan saat ini hanya kepenatan yang menjalar ke seluruh tubuh nya.


“Bisakah kau tinggalkan aku sendiri!!”


Mendengar suara Fabian dengan nada tinggi,Evelyn tetap tak melepas pelukannya.Ia justru dengan suara menggoda berbisik ke telinga Fabian.


“Tampaknya kau sedang pusing.Apakah butuh sentuhan dariku?”ucapnya menggoda tepat di daun telinga Fabian,namun bukan tergoda tapi Fabian nampak tak bereaksi sama sekali membuat Evelyn geram dan kesal.Ia pun sekuat tenaga memutar kursi eksekutif yang memang di desain seolah bisa berputar 360 derajat pada dudukannya.


Fabian tampak terkesiap melihat Evelyn yang begitu agresif mengukungnya agar tak bisa bergerak.Kedua tangan gadis itu berada pada pinggiran kursi,agar Fabian tak bisa kemana-mana.Tubuhnya mendekat ke arah Fabian,sementara wajahnya berusaha mensejajarkan dengan wajah pria tampan itu.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Fabian dingin,membuat Evelyn tersenyum manja di depannya.


“Aku hanya ingin kau rileks,dan merasakan sentuhanku.Sepertinya akhir-qkhir ini kita jarang menghabiskan waktu bersama.”


“Itu karna kita sudah tidak ada hubungan apapun kecuali hanya partner bisnis semata.”


“Begitukah,tapi aku yakin di hatimu masih ada namaku,hhm?” Evelyn semakin mendekatkan wajahnya,pandangannya mengarah pada bibir Fabian.Semakin dekat dan semakin terasa hembusan nafas keduanya hingga Fabian hampir terhipnotis oleh rayuannya.Dan ia pun tersentak ketika bunyi sebuah cangkir pecah.


PRANGG..


Fabian menoleh ke sumber suara,di sana di depan pintu yang tak terkunci justru cenderung sengaja terbuka berdiri seorang gadis dengan mata berkaca-kaca.matanya melotot melihat Renata terdiam dengan kaki bergetar,


“Maaf kan saya Pak,Bu.Maaf saya tak sengaja!” ucap Renata dengan suara sengau menahan tangis.Fabian beranjak dari tempat duduk ,menyingkirkan kasar tubuh Evelyn di depannya.Mencoba mengejar Renata yang berlari cukup kencang menghindarinya.


“Siaaallll!!!!!” Fabian geram,ia menendang udara seraya menarik rambut kepala ke belakang.Tak banyak pegawai yang melihat betapa frustasinya ia sekarang hanya karena seorang OG.


Dsisi lain,Evelyn mengulas senyum smirk dengan tatapan penuh rasa puas,rencananya berhasil membuat gadis itu melihat semuanya,membuka lebar matanya.Walaupun memang saat ini Evelyn tidak mengetahui status asli mereka,namun kecurigaannya terhadap hubungan mereka yang lebih dari sebagai atasan dan bawahan patut di pertanyakan.


FLASH BACK ON


“Lala aku minta kau selidiki gadis OG itu dan secepatnya hubungi saya.”


“Maksud anda ?” Bu Lala mengernyitkan dahinya begitu Evelyn memberikan perintah dari sambungan telepon.


“Aku curiga dengan Renata,awasi terus dia untukku.Jika ada sesuatu yang janggal beritahu aku.” Evelyn menutup panggilan teleponnya.langkahnya terhenti ketika dari arah berlawanan Renata berjalan ke arahnya.Saat melewatinya,Renata sama sekali tak bergeming dan tak memberi hormat.


“Tunggu!”


Langkah Renata terhenti,tanpa berniat untuk menoleh ia hanya menunggu Evelyn bersuara.


“Kejadian tadi siang itu adalah teguran bagimu.Kau harus sadar posisimu hanya lah seorang OG di sini,Mustahil ada seseorang yang melihat mu.Jadi jangan bertingkah dan berusaha menarik perhatian Fabian ataupun Christian.Kau paham?!”


“ Saya memang OG,tapi ingat Anda punya segalanya tapi anda tak mendapatkan perhatian dari keduanya.Miris sekali bukan?” jawab Renata lantang penuh dengan sindiran pedas untuk Evelyn.


Setelah bersuara,Renata memilih untuk beranjak melanjutkan langkahnya,membuat Evelyn tampak geram dan mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


“Sebelum pulang buatkan secangkir kopi ke meja Fabian!” perintah Evelyn dengan suara tinggi menahan langkah Renata sebelum pergi.


“Kau bukan atasanku!


“ Kurasa Fabian sendiri yang memintaku untuk membuatkannya kopi,dan kurasa bukankah itu pekerjaan OG juga?” ucap Evelyn yang sebenarnya berbohong.Tanpa menjawab Renata pergi dengan wajah dinginnya.


“Kita lihat,ada apa di antara kalian sebenarnya.hem..” kata Evelyn dan menunjukkan senyum smirk nya.


FLASBACK OFF


Pandangan mata Fabian berlari ke seluruh penjuru ruangan,ia mengejar Renata yang nyatanya sekarang menghilang.Sampai sekarang ia belum sempat meminta maaf kepada Renata ,pun dengan saat ini ia sama sekali tak menyangka gadis itu akan tiba-tiba muncul di saat-saat seperti itu.


Renata masuk ke dalam gudang material yang kebetulan tak terkunci.Tangisnya pecah seolah menjerit kan semua sesak yang ada di dalam dada.Tanganya meremas kemeja di depan dada,menahan perih dan sakit yang tak berdarah.


“Huaaa..hiks..hiks.Dasar pria mesum! Kenapa jahat sekali padaku.huu..huu.Aku begitu mencintaimu,tapi kau malah bersama wanita singa sialan itu.Dasar bodohh!! Umpatnya menangisi keadaan yang terjadi pada dirinya.


Retno dan Tika membawakan tas kerja Renata,setelah gadis itu mengirimkan sebuah chat ke ponsel mereka untuk membawakan tas karena ia tak mungkin keluar tiba-tiba dari balik gudang material.Setelah mendengar panggilan dari arah luar gudang,dengan membersihkan sisa-sisa air mata,Renata berusaha bersikap ceria kembali.


“Untuk apa kau berada di gudang Re?”tanya Retno mengernyitkan dahi ketika melihat gadis itu keluar dari balik pintu gudang.Renata hanya memberi senyuman walaupun hatinya terluka saat ini.


“Hayu kita jalan-jalan!Sepertinya sudah lama banget kita nggak pernah pergi bareng lagi.”ajak Renata mengalihkan perhatian kedua sahabatnya.


Tanpa mengiyakan,Retno dan Tika hanya saling pandang ketika tangan Renata langsung mengaitkan ke lengan mereka masing-masing.Retno hanya memberikan anggukan kepala agar Tika mengikuti kemauan gadis mungil itu.


Mereka bertiga menyusuri jalanan ibu kota yang terkesan lembab sehabis diguyur hujan.Seperti biasa mereka berwisata kuliner memakan segalanya yang bisa dimakan.Kurang puas dengan jajanan kuliner,akhirnya Renata memberikan ide yang membuat Retno dan Tika saling pandang dengan mulut menganga.


“kita coba ke club’ yuk mba.” Ajak Renata tiba-tiba.


“Nggakk!!” jawab mereka bersamaan.


“Betul!!Sekarang malah mau ke Club’,apa kamu nggak tahu dunia malam di club’ itu seperti apa?”


“Maka nya kita coba.Di kampung tidak ada club’ malam,jadi aku ingin gunakan kesempatan di sini untuk tahu banyak hal.Ayo mba!”


Lagi-lagi permintaan Renata tak terelakkan,ia berhasil membawa kedua sahabatnya untuk masuk ke sebuah club’ malam di ibukota.Banyak orang yang tampak asyik berjoget dengan dentuman musik yang keras,di tambah beberapa orang yang hanya memghabiskan waktunya hanya untuk bersantai bersama para gengnya.


“Kita duduk di situ mba.”tunjuk Renata ke arah mini bar dengan berderet minuman berkelas yang tertata apik.


Keduanya saling beradu pandang kembali,mencoba memahami situasi yang terjadi.Retno mencoba menyentuh paha Renata saat duduk,menyadarkannya bahwa Club’ bukan tempat yang baik.Ponsel di dalam saku celana Renata yang sedaritadi bergetar tak diindahkan nya.


“Ponselmu daritadi bergetar,apa kau tak ingin melihatnya?”Tanya Retno yang sadar akan hal itu.


Retno dan Tika saling beradu pandang saat Renata mengeluarkan ponselnya dari balik saku celana.Ia melihat dalaam mode panggilan,yah dari layar depan tampak kontak bernama “siluman”beberapa kali menelepon.Tika yang berusaha membaca layar depan ponsel,dan iahanya menyipitkan matanya.


“Siapa siluman?” bisiknya ke Tika dan Retno pun hanya menaikkan bahunya,merasa tak tahu.


Renata meletakkan ponselnya di atas meja,dan membaliknya hingga layar depan tak terlihat.Renata meminta minuman beralkohol kepada bertender,membuat Retno Tika melotot.Retno menarik lengan gadis itu.


“Sebelum minum kau pasti sudah mabuk terlebih dulu.Kau tahu berapa harga minuman yang kamu pesan,apa kau sudah gila! Apa kau sudah banyak duit,haa!” teriak Retno agar suaranya terdengar di telinga Renata.Gadus itupun tersenyum melihat kedua sahabatnya terlihat panik.


“Tenang saja,” Renata membuka tas kecilnya,diambil sebuah kartu unlimited berwarna hitam pemberian Fabian saat awal pernikahan mereka.Dan sekarang untuk pertama kalinya,kartu itu akan ia gunakan.


Biar saja,biar dia bangkrut seklian.umpatnya dalam hati.

__ADS_1


Hari ini tingkah Renata membuat kedua sahabatnya hanya bisa geleng-geleng.Sekarang kartu yang dipakai Renata pun tak kalah membuat mereka tercengang,darimana gadis itu dapatkan.Tak sembarang orang mempunyai black card,kartu ini hanya bisa di miliki oleh orang tajir nya melintir.


“Hei?!! Kau dapat darimana kartu itu.Apa kau mencuri punya seseorang.”


“Emang ada tampang pencuri di wajah imut mungil nan polosku.Udah pokoknya aku yang traktir semua minum dan makanan di sini,oke? Its time to party.”jawab Renata mengangkat satu tangan ke atas dengan nada kegirangan,dan kembali duduk di kursi mini bar di depan bartender.


Akhirnya merekapun menikmati suasana malam di club’,hingar bingar orang dengan dentuman musik membuat Renata mampu melupakan dan meluapkan kekesalan hatinya.Beberapa minuman beralkohol pun lolos ke dalam mulutnya,rasa pahit dan getir dari minuman itu tak bisa untuk memghentikannya.


Fabian berada di dalam apartemen dengan rasa gelisah,pasalnya sudah tengah larut malam Renata tak kunjung pulang.Ia berusaha menelpon ponsel gadis itu namun tak ada jawaban,hingga ia merasa geram.Hingga terdengar bunyi notifikasi di ponselnya,Fabian berhenti menghubungi nomer Renata.Matanya seketika melotot membaca notifikasi dari ponselnya,black card telah terpakai per tanggal sekarang beberapa menit yang lalu di sebuah club’.


“Gadis ini,apa yang sedang ia lakukan!!!?”Fabian menggertak kan giginya,dengan segera ia mengirim chat ke nomer HP Renata.


Disisi lain,Renata yang kepalang mabuk sudah tak sadarkan diri.Beberapa laki-laki mendekat ke arah mereka bertiga,Retno dan juga Tika yang hanya memesan air putih saja berusaha membopong Renata untuk segera menjauh dari tempat itu.Namun langkah mereka terhenti karena beberapa laki-laki itu mengepung di depan mereka.


“Bagaimana ini Ret?” tanya Tika ketakutan.


“Mau ke mana sayang?” ucap salah satu pria yang setengah mabuk,bau alkohol di mana-mana.


“Pergi kalian dari hadapan kita ! Dasar busuk!!”


Mendengar umpatan dari Retno ,salah seorang laki-laki menjambak rambut Retno hingga pegangan tangannya ke Renata terlepas.


“Wauuu yang ini tipeku,kau sangat imut sayang.”


Saat hendak menarik tangan Renata,sebuah tendangan melayang ke arah pria dengan postur tubuh gempal.


BUGH!!


“Jangan kau sentuh tangannya!!!”


Fabian tiba-tiba muncul bak super Hero di sebuah film action,membuat Tika membelalakkan matanya tak percaya Fabian datang ke tempat itu.


“SIALAN” Umpat pria gempal itu,seketika memberikan kode kepada teman-temannya untuk melawan Fabian.


“Pak Fabian hati-hati!” teriak Tika gemetaran.


Dengan gesit Fabian bisa menghindari pukulan para pria itu,ia pun menghantam wajah si pria yang mengganggu Renata,memegang tangan istrinya.Walaupun beberapa kali ia terkena pukulan hingga bibirnya sobek,namun tak ia hiraukan.Ia sudah gelap mata melihat kawanan pria yang berusaha menyentuh istrinya.


Kawanan pria itupun satu persatu tumbang dan lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu.Keributan yang terjadi membuat semua pasang mata melihat kejadian itu,tak sedikit yang memvideokan situasi yang terjadi.


“Siapa pemilik club’ ini?” tanya Fabian dengan nafas terengah-engah sesekali ia pun mengusap darah yang keluar dari mulutnya.Seorang Manajer Club’ keluar dari balik kerumunan orang.Dengan dingin dan sini Fabian melempar kartu nama ke arah manager tersebut.


“Hubungi assisten saya untuk semua ganti rugi dan kerusakan di club’ ini.”ucap Fabian tegas,ia pun melangkah mendekati Renata yang bersandar pada tubuh Tika.Retno yang merasa kesakitan di bagiann kepala pun ikut mendekat.


Tanpa banyak bicara dan memberikan penjelasan,Fabian mengangkat Renata dan menggendongnya seperti bridal style.


“Saya harap tak ada dari seorangpun yang disini memvideokan kejadian tadi,Saya akan mengusut lewat jalur hukum,bagi siapa yang dengan sengaja telah mengabadikannya!!” teriak Fabian membuat setiap orang kalang kabut dan berbissik bisik satu sama lain.


Ia pun pergi tanpa menghiraukan Retno dan Tika yang berada di belakangnya.


“Pak!!” panggil Retno membuat langkah Fabian terhenti.Ia sadar kedua sahabat istrinya akan merasa heran dengan kedekatannya dengan Renata.


“Aku bawa dia,Renata adalah istriku!"

__ADS_1


Sepenggal kalimat yang membuat mata Retno dan Tika seketika melotot,jawaban itupun membuat mereka mengatupkan kedua mulutnya dengan kedua tangan.Rasanya dunia berhenti berputar ketika mereka mendengar ucapan lngsung dari mulut atasannya,pewaris Global King.Dan ternyata sahabat mereka yang hanya seorang OG adalah nyonya besar di Perusahaan.Sungguh ini bagai petir di siang bolong.


tbc


__ADS_2