The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 51


__ADS_3

Renata berjalan melangkah menuju departement Marketing.Dalam perjalan tak henti-hentinya mulutnya terus mengumpat sikap Bu Lala yang selalu pro dengan Evelyn.Tapi walau bagaimana pun dia hanyalah seorang OG,yang harus tetap mematuhi atasan.Walaupun terkadang hati selalu ingin melawan,namun karena ia membutuhkan pekerjaan,semua hanya bisa ia telan.


“Renata..!!”


“Billy ! Dani!” Ucap Renata dengan mata terbelalak melihat teman satu kelas di bangku SMA berada di Perusahaan yang sama.


Pandangan mereka sedang memindai Renata,Billy dan Dani pun saling pandang.Ia pun tak menyangka Renata juga bekerja sebagai Office Girl di Global King.


“Office Girl?” tanya Dani menunjuk ke arah Renata yang memakai seragam yang serupa dengan mereka.Rnata hanya menarik ujung bibir ,dan menaikan bahunya.


Dani dan Billy pun menarik tangan Renata untuk masuk ke dalam pantry,agar obrolan lebih meluas karena sekian lama tak bertemu.


“Jadi kamu di pindahkan ke Departemen Marketing.” Ucap Dani terlihat antusias.


“Yah ,bisa di bilang begitu.”Jawab Renata asal-asalan.


“Wah ini seru,kita bakal tiap hari bisa ketemu kayak jaman Sma dulu.Padahal kita satu Perusahaan tapi aku ngga pernah lihat kamu,Re.Tapi nggak papa,ada untungnya kita jadi kumpul lagi kayak dulu..”sahut Billy memberi kode mata ke arah Dani dan melempar senyum.


Melihat kedua sahabatnya saling lempar senyum karena kegirangan dan antusias,Renata hanya berpangku tangan dan mencebik.


“Issh..!” Renata menaikkan ujung bibirnya,Ia beranjak berdiri.


“Yang ada aku malas bertemu kalian lagi,hhhhh!Duo racun yang bikin otakku tambah ancur!


Udah,aku mau kerja.Bye!”Ucapnya bercanda.Renata melambaikan lima jarinya ke udara ,tak menggubris kedua temannya yang di belakang nya.


Tak bisa di pungkiri ,sedikit banyak ia pun merasa tak begitu kesepian dengan adanya sahabat saat SMAnya juga bekerja di tempat yang sama dan dengan profesi yang serupa pula.Memudahkannya untuk cepat beradaptasi di tempat kerja yang berbeda.


Di dalam ruangan Fabian,pria itu nampak serius dengan beberapa document.Sedangkan assisten Han hanya berdiri di depan meja kerja dengan sedikit menekuk tubuhnya,ia sedang menunggu atasannya memberi perintah.


“Bagaimana tanggapan masyarakat dengan launcingnya produk baru kita,apakah semua sesuai yang kita harapkan.”


“Benar Pak,saya rasa sejauh ini masyarakat memberikan respon yang positif.Dan Saya dengar Mr Phu sangat puas dengan hal itu,saya dengar ia ingin ke Indonesia dan akan mengadakan pesta atas berhasilnya produk terbaru ini Pak.”


“Benarkah?” Fabian menutup beberapa berkas yang telah di tandatanganinya.Ia pun memijit dahinya,mata nya di rasa lelah karena terlalu banyak berkutat dengan pekerjaan.


“Apa Anda baik-baik saja ,Pak,?” Han berusaha mendekati Fabian yang sedang tertunduk dan memejamkan mata,seolah sedang menahan sakit. Han berusaha mendekat,namun dengan segera Fabian mengayunkan lima jarinya agar Han tak perlu membantunya.


“Panggilkan gadis OG itu,suruh dia buatkan kopi untukku.”


“Baik Pak.” Jawab Han ,kemudian melakukan panggilan interkom ke pantry.Fabian menyandarkan kepala nya pada sandaran kursi,ia juga memejamkan mata karena lelah dan penat yang di rasa.


Beberapa menit kemudian,seseorang mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan.Fabian mengerutkan dahinya,wajah heran nampak terlukis di mukanya.


Setelah kepergian pegawai OG,Fabian melirik Assisten Han.Ia ingin menanyakan gadis yang setia menunggunya saat di rumah sakit.Dengan berputa-pura membuka kembali laptopnya,Fabian membuka suara menanyakan Renata.


“Ehem.. aku ingat gadis OG yang berada di rumah sakit itu adalah pegawai khusus di ruangan ini bukan.Sepertinya aku tidak melihatnya?” Fabian masih berpura-pura fokus di depan laptop.

__ADS_1


“Benar Pak.Saya dengar Departemen Marketing kekurangan pegawai Office girl,jadi gadis itu di pindakan ke bagian tersebut.”


“Hmm,,seperti itu.” Jawab Fabian menganggukkan kepala.Ia sadar untuk apa ia menanyakan keberadaan pegawai yang hanya seorang Office girl.Berulangkali ia menggelengkan kepala agar tak lagi menanyakan perihal gadis OG itu.


***


"Re,,!!” teriak Dani ke arah Renata yang tengah berlari begitu jam makan siang tiba,gadis itu pun menoleh.


“Makan siang bareng.” Ajak Dani masih setengah berteriak.


“Sorry aku ada janji,kalian duluan deh.Lain kali ya!” jawab Renata melambaikan tangan dan berlari menuju cafetaria tak jauh dari perusahaan.


Dani pun hanya mendengus kesal.


Renata bertemu dengan Christian setelah mendapat pesan dari pria tampan itu.Begitu masukke dalam Cafe,Christian mengayunkan tangannya memanggil Renata.Gadis itupun menghampiri.


Beberapa Minggu Renata tak pernah bertemu dengan Christian,semenjak meninggalnya kakek.Renata pun menceritakan yang terjadi antara hubungannya dengan Fabian yang semakin rumit.Christian merasa kasian melihat Renata yang saat ini berjuang sendirian.


“Beberapa Minggu aku kembali ke Australia banyak kejadian yang tak pernah aku bayangkan,Fabian hilang ingatan sebagian?Aku pikir itu hanya ada di sebuah sinetron saja.”


Renata menipiskan bibirnya,mencoba trsenyum walau hati terluka.Tapi memang seperti itu kenyataannya.


“Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu.Tenang saja Kak,aku baik-baik saja.Apapun yang terjadi,Pak Fabian harus tetap mengingatku!”ucap Renata dengan mengepalkan tangannya untuk membulatkan tekadnya.


Christian tersenyum,dan mencubit hidung Renata dengan gemas.


“Tak kusangka ,kejadian seperti ini pun tak mematahkan semangatmu.”


Dengan masih tertawa dengan candaan dari Christian,tiba-tiba dari samping meja mereka duduk berdiri sepasang kekasih yang tengah berpegangan tangan.


“Wauu.Kalian benar-benar pasangan yang romantis,tak ku sangka hubungan kalian berkembang sangat cepat.Bagus sekali!” sahut Evelyn dengan mengubah posisi tangannya untuk melingkar pada lengan Fabian.


“Bisakah kau berhenti meracau di sini!”Wajah Renata terlihat muak dengan kehadiran Evelyn,sesekali ia melempar pandangannya ke arah Fabian yang masih terdiam.


Tahu akan maksud tatapan Renata,Fabian menarik tangan Evelyn untuk segera meninggalkan Christian dan Renata.Namun tarikan Fabian berhasil ia hempaskan.


“ Kau tak keberatan bukan,jika aku dan Fabian duduk satu meja bersama kalian?”


Renata membuka mulutnya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain,rasa ingin menarik rambut wanita singa sepertinya sangat tertahan.


“Silahkan,kami tak keberatan dengan hal itu.” Jawaban Christian makin membuat mulut Renata terbuka lebar,dengan memberi kode mata seolah mengisyaratkan tentang ucapan Christian yang sungguh akan mengusiknya dengan keberadaan mereka berdua.


Akhirnya mereka berempat duduk di satu meja yang sama.Renata hanya terdiam dan tak banyak pergerakan yang ia lakukan.


“Beberapa Minggu ke depan Mr Phu mengundang kita ke salah satu resort miliknya,ia mengadakan pesta keberhasilan produk terbaru Global King.”


“Benarkah.Selamat Bian,sepertinya tak sia-sia kakek mempercayakan Global king ke tanganmu.”

__ADS_1


“Oh..iya.Terimakaaih.” jawab Fabian tersentak dan tak enggan membahasnya.Entah mengapa tatapannya selalu ingin melihat ke arah Renata,gadis kecil itu sedari tadi hanya memainkan ramen yang ia pesan.Renata merasa,bukan bagian dari pembicaraan itu.


“ Kenapa sedari tadi kau hanya memainkan makananmu,bukankah ramen kesukaanmu?”


Renata menghentikan tangannya,pandangannya ke arah Fabian, pun dengan Christian dan Evelyn mereka tak kalah kaget dengan ucapan Fabian.


Evelyn memicingkan mata,berharap laki-laki itu tak sadar dengan ucapannya


“Maksudku..sepertinya dia menyukai ramen,tapi tak memakannya.Itu saja,kenapa kalian menatapku seperti itu.” Fabian pun merasa aneh dengan dirinya dan ucapan yang spontan keluar dari mulutnya.Ia meneguk air putih di depannya,untuk menghilangkan kegusaran hatinya.Sedangkan Evelyn hanya menggeram tak suka dengan apa yang ia dengar.


Apa yang aku katakan,sejak kapan aku tahu makanan kesukaannya.Kenapa aku jadi sok tahu begini,gumam Fabian mengusap tengkuk lehernya.


Renata bisa bernafas lega saat jam makan siang sudah hampir habis,Fabian dan Evelyn yang melangkah duluan meninggalkan Renata yang hanya bisa melihat punggung mereka saja.Ia pun berjalan bersama dengan Christian untuk kembali ke kantor.


Tak lama kemudian sebuah panggilan di ponsel Renata berbunyi,Christian menoleh ke arah tas Renata.


“Bunyi ponselmu berbunyi.”


“Ohhh,,” kata Renata yang tak terlalu fokus karena melihat ke Fabian dan Evelyn yang berada lima langkah di depan mereka.Dengan buru-buru ia meraba-raba isi dalam tasnya,mencari keberadaan ponsel.Saat menemukannya,Renata seketika mengambilnya dan tak sengaja menarik sebuah kotak cincin hingga jatuh.


Klintinggggg


Satu cincin menggelinding berlari ke depan.Mata Renata melebar melihat cincin kawinnya trus menggelinding.


“Ohh cincinku...!” ucap Renata mengikuti kemana cincin itu berlari,hingga berhenti saat Renata berhasil menangkap nya tepat di depan sebuah sepatu pantofel hitam mengkilap.


Dengan posisi berlutut,Renata berusaha mendongakkan kepala saat pemilik sepatu tersebut ikut menghentikan langkahnya.


Renata langsung berdiri membenahi posisinya saat di depannya berdiri Fabian.


“Pak Fabian ,maafkan saya!” ucap Renata menundukkan kepala,sedangkan Evelyn melihatnya tak suka.


“Apa yang barusan kau lakukan!” tanya Fabian dingin.


“Jangan bilang kau berusaha menarik perhatian tunanganku dan ingin menggodanya,jangan harap!”


Mendengar gertakan Evelyn,Renata menaikkan ujung bibirnya,ia pun kembali menatap wajah Fabian.


“Aku hanya mengejar barangku yang terjatuh.”jawab Renata dengan menunjukkan kepalan tangannya ,menyembunyikan cincin di dalamnya.Evelyn menaikan ujung alisnya merasa curiga.


“Berikan tanganmu!” Evelyn meraih tangan Renata.


“Kau tidak sedang mencuri barang di sini bukan,cepat buka tanganmu!” Evelyn memaksa Renata membuka kepalan tangan Renata,dan setelah berusaha akhirnya ia berhasil membuka paksa tangan Renata.Alhasil cincin yang Renata bawa kembali tejatuh.


Fabian melihat ke arah benda itu jatuh,dengan sigap ia pun mengambilnya.Pandangannya menelisik melihat sebuah cincin di depan mata,terlihat garis kerutan samar di dahinya.


“Bukankah ini,,sebuah cincin kawin?”

__ADS_1


Mereka bertiga terkesiap dan menatap Fabian bersamaan.


Tbc


__ADS_2