
Renata berjalan menuju ke toilet,di depan cermin ia hanya mengumpat sikap Evelyn yang semena-mena terhadapnya.Entah mengapa wanita itu terlihat sangat membencinya.
Wanita singa itu seolah-olah menaruh dendam kepadaku.Tapi aku harus kuat,jika aku kalah Pak Fabian akan jatuh ke pelukannya.Aku harus tetap mempertahankan pernikahan ini.Ucap Renata menganggukkan kepala di depan cermin.Membulatkan tekadnya untuk tidak mudah menyerah.
Fabian yang meninggalkan ruang meeting,pergi ke arah toilet di Marketing,membersihkan sisa-sisa kopi di bajunya.Toilet tersebut berada dalam satu ruangan,namun terdapat dua pintu yang memisahkan toilet wanita dan toilet pria.
Renata keluar dari pintu toilet wanita,ia tersentak melihat Fabian yang ingin masuk ke toilet pria.Langkah mereka terhenti,dan pandanpun bertemu.Renata menatap Fabian dengan tatapan nanar,berharap laki-laki itu kembali padanya.
“Kau..baik-baik saja?”
Pertanyaan Fabian seolah membuat hatinya bergetar,entahlah.Ia merasa walaupun ingatannya menghilang tapi Renata tahu bahwa rasa terhadapnya masih tetap ada.
“Hmm..” Renata mencoba tersenyum getir,
Fabian mendekat ke arah Renata,Ia ingin memastikan sesuatu.Sesuatu yang mengganjal hatinya,sesuatu yang entah mengapa ia harus memikirkan wanita di depannya.
“Maaf..”ucap Fabian pelan dan menyingkirkan beberapa helai rambut Renata yang terjatuh dari ikatan cepolnya.Mata Renata melebar,ia menatap wajah Fabian dalam.Hingga posisi mereka berdiri menjadi sangat dekat,
“Hei,,apa kau tidak mendengar barusan ada keributan di ruang meeting.” Ucap seorang pegawai wanita bersama temannya melangkah menuju ke toilet.Fabian dan Renata tersentak,mereka saling pandang,tak ada jalan lain.Fabian mendorong tubuh Renata masuk ke dalam toilet wanita.Ia membuka salah satu pintu dan mereka masuk ke dalamnya.Fabian membungkam mulut Renata,tubuhnya pun ikut mendekat hingga hembusan nafasnya sungguh terasa di wajah Renata.
“Bagaimana ceritanya,Bu Ev bisa marah dengan seorang OG?”
Bla..bla..bla..
Mereka berdua pun mendengar beberapa karyawan berghibah tentang kejadian tadi di ruang meeting.
Mata Renata melotot,seolah memberitau Fabian untuk melepas tangan dari mulutnya.Pria itupun melepas tangannya dari mulut Renata.Jarak yang begitu dekat,membuat hati Fabian terasa begitu familiar dengan perasaannya berada di dekat pegawai OG tersebut.
Aroma strawberry yang menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya.Bibir kissable yang tak asing baginya,ia seperti mengenal sosok Renata di depannya.Renata hanya mengerjapkan matanya berulang kali.
Fabian mencoba mendekatkan wajahnya,saat ini ia benar-benar tergoda dengan bibir itu.Ia yakin sangat mengenal jika mencium bibir kissable Renata.Saat hendak mencium,tiba-tiba tangan Renata menutup bibirnya.
“Apa yang ingin Bapak lakukan?” bisiknya lirih dengan menutup mulutnya dengan satu tangan.
“Aku hendak mencium mu.”
“Di toilet!!!”
“Apa kau ingin aku membawamu keluar dan menciummu?”Goda Fabian berbisik ke telinga Renata.
“Kau tetap saja mesum!” Renata memicingkan mata,dengan segera Fabian menarik tangan Renata dari mulutnya.Dan ,
“Aku hanya ingin memastikan sesuatu ..” Fabian pun mencium Renata tanpa aba-aba,merasakan lembutnya bibir kissable.Wangi strawberry,yang berputar-putar di pikirannya.Ia pun memejamkan mata mencoba mengingat dan merasakan sentuhan itu.Renata ikut terbawa suasana,ia memejamkan mata.
__ADS_1
Setelah sepersekian detik,Fabian melepas pangutannya.Ia sangat yakin ada sesuatu antara dirinya dan gadis OG itu.Tapi ia tak paham dengan hubungan seperti apa yang di jalaninya, sementara ia masih bersama Evelyn.
Fabian memundurkan langkahnya,ia mencoba berfikir namun tak ada yang ia temukan.Renata tampak bingung,ia mencoba mendekat namun karena telah di rasa sepi Fabian membuka kunci pintu dan hendak keluar tanpa sepatah kata.
“Tunggu!!!”
Fabian menghentikan langkah,tanpa menoleh.Perasaannya gamang,ia membenci dirinya yang entah mengapa setelah mencium gadis itu memang tak bisa di pungkiri bahwa ia merasakan getaran aneh di dalam hatinya.
“Aku yakin kau akan mengingatku!!Tolong jangan lupakan aku.” Ucap Renata yang hanya melihat punggung badan Fabian yang berdiri tegak.Fabian pun kembali keluar toilet dengan gusar,dan berjalan ke ruang meeting.
Hechh,sungguh melelahkan.Renata menghela nafas dengan menurunkan bahunya.
Dari sore hingga petang langit tampak gelap gulita,awan mendung menyelimuti kota J saat ini.Renata yang kebagian jatah piket terpaksa pulang belakangan.Pandangannya mengarah ke jendela,ia pun menyibak tirai dan mendengus kesal.
Sepertinya pulang nanti aku akan kehujanan.
Pukul tujuh lewat sepuluh menit akhirnya Renata mengemasi barangnya untuk pulang saat itu pula tiba-tiba hujan turun dengan deras.Ia berjalan keluar loby utama,di jam-jam seperti ini sudah tak ada transportasi yang lewat.Ia pun memutuskan berdiri menunggu hujan reda dan berencana memesan ojek online saja sembari berteduh.
Sebuah mobil mewah melintas melewati koridor parkir dan berputar melewati lobi.Fabian yang melintas ,seketika matanya menangkap bayangan Renata sedang berteduh di area loby.
“Apa Anda tak berniat untuk memberi tumpangan pada gadis itu ,Pak?” Ucap Han memecahkan keheningan,ia tahu atasannya sedang berpikir untuk memberi tumpangan atau tidak.Karena raut wajahnya yang sedikit berpikir saat ini.
“Hentikan mobilnya.” Perintah Fabian,dan seketika mobil itu berhenti tak jauh dari keberadaan Renata.Saat ingin berniat menghampiri, tiba-tiba Fabian mengurungkan niatnya karena melihat adanya Christian yang menghampiri.
“Maaf kak,aku terpaksa menghubungi kakak.Daritadi pesan ojek online selalu di cancel,mungkin karena hujan gede seperti sekarang jadi orang enggan mau keluar.”
“Nggak papa,lagipula restoranku dengan Global King masih satu jalur.Jadi ngga masalah.”
Percakapan itupun tak luput dari pandangan Fabian,ada perasaan kesal melihatnya.Perasaan seperti cemburu yang membakar hatinya.entah apa yang mereka bicarakan,namun di mata Fabian mereka sangatlah aktrab.
Christian membuka jaketnya,memakaikannya ke tubuh kecil Renata.
“Nanti kamu masuk angin,tutupi tubuhmu dengan jaketku.Biar hangat,Ayo!”
Christian memayungi tubuh Renata,mereka pun masuk ke dalam mobil dan pulang.Menyisakan perasaan marah di diri Fabian yang melihatnya.
“Han,,apa mereka sedekat itu?”
“Benar Pak.” Jawab Han seadanya dan mulai melajukan mobil.
“Tapi bukankah gadis itu sudah menikah,aku melihat cincin kawinnya saat itu.Mengapa Christian terus mendekatinya.” Fabian mulai penasaran,pikirannya di penuhi oleh bayangan Renata yang entah sejak kapan terus mengusiknya.
“Gadis itupun dulu juga sangat dekat dengan Anda ,Pak.”
__ADS_1
Fabian seketika mengerutkan dahi,mendengar ucapan Assistennya.Hatinya memang tak pernah membohonginya,itu sebabnya mungkin sosok Renata begitu tak asing di matanya.Karena ia pun juga mempunyai kedekatan dengan gadis itu seperti yang Han bilang.
“Aku rasa juga seperti itu Han.”jawab Fabian menyandarkan kepala dan menekan pelipisnya sembari memejamkan mata.Han yang melihat dari kaca depan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
***
Rencana pagi ini di hari libur,Fabian akan memergoki siapa seseorang yang berani masuk ke apartemen nya.Dan dengan lancang tanpa menunggu perintahnya membereskan tiap sudut ruangan.
Pukul lima pagi Fabian mengendap-endap bagaikan pencuri di dalam apartemen nya sendiri.Ia menuruni tangga secara perlahan,rasa kantuk yang masih menyerangnya ia coba untuk hilangkan.Ia pun dengan sabar menunggu.
Aku harus mendapatkanmu,sebenarnya siapa kau sebenarnya!Ucap Fabian dalam hati dan menunjukkan senyum smirk nya.
Karena hari ini hari libur ,Renata berencana ke apartemen Fabian pukul tujuh pagi.Ia tahu atasannya tersebut di hari libur akan bangun lebih siang dari biasanya.
Renata sampai di depan pintu,ia masuk dengan riangnya memasukkan beberapa angka untuk akses masuk ke dalam.Mendengar suara pintu terbuka,Fabian yang tertidur di tengah anak tangga akhirnya terbangun.Ia berjalan mendekat.
Renata menuju ke dapur untuk memasak,saat ia mengambil sebuah panci di atas kitchen set.Saat tangannya menjulur keatas dan mencari-cari keberadaan panci,tangan kekar itu menarik tubuhnya membuat ia terhempas dan mendekat ke dada Fabian.
Renata pun mendongak,dan Fabian menunduk melihat wajah yang tak asing itu.Fabian masih mencekal tangan Renata,agar tak berusaha menjauh dari tubuhnya.
“Apa yang sedang kau lakukan disini? Bagaimana kau tahu kombinasi sandi di pintu apartemenku.Katakan padaku!! Kau tak berniat ingin mencuri sesuatu di apartemenku bukan!”
Tiba-tiba, Plakkkkk!!
Renata menampar pipi kanan Fabian,Mata gadis itu berkaca-kaca.Fabian kaget dan menoleh ke arah Renata.Tak percaya gadis itu melakukannya pada Fabian tanpa sebab.
“Kau sungguh bodoh.Kau tidak bisa berpikir sedikit pun tentangku,kombinasi angka mu itu...adalah tangal lahirku!kau mengerti!!Kau merubahnya demi aku,semua itu kau lakukan karena kau mencintaiku."
Fabian tampak bingung,setahu dia itu adalah tanggal kelahiran Evelyn.Bagaimana mungkin gadis OG itu berhasil menggantinya.Apakah gadis OG itu mempunyai tempat penting di sini.
“Aku lelah..kau tahu!aku lelah dengan ingatan mu yang tak kunjung kembali.”
Wajah Renata memerah,ia manatap Fabian nanar.Matanya pun berkaca-kaca.,membuat kerutan di dahi Fabian nampak jelas.Pria itu keheranan dan bingung.
“Siapa Kau sebenarnya?Ada hubungan apa di antara kita?"
Renata membuang nafas,sejenak ia mengalihkan pandangannya.
“Kau ingin tahu aku siapa?! Aku ..Aku adalah istri mu.Dan Kau hanya melupakanku,kau hanya melupakan ingatan tentang kita saja.Aku merasa ini tidak adil,kau mengingat semuanya.Sedangkan tentang aku,kau membuangnya."
Renata meneteskan air mata,sedang Fabian berdiri mematung,kaget dengan ucapan Renata yang mengaku sebagai istrinya.Mungkin ini jawaban dari perasaan aneh yang selalu menjalar di hatinya saat dekat dengan gadis OG itu.Bahwa ia masih merasakan ikatan perasaan itu,perasaan antara suami dan istri.
Tbc
__ADS_1