The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 27


__ADS_3

Mungkin part ini kepanjangan,tapi Author harap kalian suka.


jangan lupa tinggalkan jejak ya,,


salam sayang buat Readers setia ...


Makasih 🙏🤗


Fabian berusaha membangunkan Renata dengan menepuk pelan pipi Renata.Namun beberapa kali tangan Fabian ditepis oleh Renata.


“Gadis ini benar-benar merepotkan!” Ucapnya lirih,Fabian berdiri dari posisi berjongkok.Ia membuang tuxedo berwarna putih milik Christian.Dan menggantinya dengan tuxedo hitam miliknya,bahu Renata yang sedikit terbuka ia tutup dengan tuxedo nya.


Dengan perlahan,Fabian memapah Renata yang saat ini setengah sadar,Ia berjalan melewati Christian yang sedari tadi menyandarkan punggungnya pada dinding.Dengan melipat kedua tangannya ke dada,ia terus mengamati Fabian yang terlihat penuh perhatian.


Christian menahan lengan Fabian menghentikan langkah.Fabian menoleh ke arah Christian,dan menepis tangannya.Pandangan mereka saling bertemu dan tampak bersitegang.


“Lepaskan! Aku akan membawa Renata pulang” ucap Fabian memapah dan mendekap tubuh Renata ke dalam pelukannnya.Christian menaikan salah satu alisnya,menampakkan wajah bingung.


Fabian melanjutkan langkahnya,namun kembali lagi Christian menahan langkah mereka.Kali ini tangan Renata berhasil ditarik oleh Christian,membuat Renata yang setengah sadar membuka matanya dan tersentak kaget.Dua orang pria sedang menarik tangan kanan dan kirinya.


“Sejak kapan Presdir Perusahaan Global King begitu perhatian dengan pegawai yang hanya seorang Office Girl?”


Fabian tahu saudara tirinya tidak akan melepaskan begitu saja sebelum ia menjelaskan yang sebenarnya.Situasi yang tegang membuat Fabian serba salah,ia pun menghela nafas panjang dan membuangnya kasar.


“Dia bukan sekedar Office Girl.Dia..Dia adalah istri ku!”


Seketika Renata dan Christian sontak melebarkan matanya menatap Fabian tak percaya dengan pengakuan yang secara mendadak.


Sepeninggal Fabian dan Renata, Christian tampak lunglai seusai mendengar pernyataan mengejutkan dari Fabian.Bagaimana bisa mereka telah menikah,sejak kapan mengapa ia tidak mengetahuinya.Christian mengacak kasar rambutnya,berbagai pertanyaan hinggap di pikirannya.


 


***


 


Dengan susah payah Fabian memasuki apartemennya.Setelah memberitahu kakek bahwa Renata sudah pulang,Fabian kembali memapah Renata ke dalam kamar.

__ADS_1


“Kau benar-benar brengsek” ucap Renata melantur seraya memukul mukul dada bidang Fabian.Fabian yang mendengarnya pun tak menghiraukan ocehan gadis di sampingnya.Jalan Renata yang sempoyongan membuat Fabian terus mendekap nya.


“ Lepaskan ! Jangan mendekatiku,aku tidak butuh perhatian mu” sahut Renata melepas tuxedo yang ada di bahunya.Ia pun berjalan sempoyongan menuju ranjang namun kemudian terhuyung dan jatuh ke lantai.Dengan sigap,Fabian langsung menarik lengan Renata untuk berdiri.


“Kau begitu tampan,pantas saja banyak wanita memujamu.Kau terlalu sempurna.” Ucap Renata yang telah berdiri berhadapan dengan Fabian.Tangan kanannya menyentuh pipi Fabian dengan menepuk-nepuknya.Renata tak sadar dengan apa yang telah ia lakukan.Fabian hanya memutar kedua bola matanya,mengalihkan pandangannya dari Renata.


“Sepertinya minuman itu sudah membuatmu menjadi gila!” ucap Fabian menggenggam tangan kanan Renata,menghentikan aktivitas di sekitar pipinya.


“Aku akan membuatmu sadar “Fabian menarik tangan Renata kasar membawa nya ke kamar mandi.


“Lepas ,kau mau apa?” teriak Renata berusaha melepas genggaman tangan Fabian yang terlalu erat.Sesampai di kamar mandi,Fabian membuka keran shower.Air dingin seketika mengguyur kepala Renata,Renata tampak gelagapan,beberapa kali mengusap wajah yang terkena guyuran air.


Tubuh Renata sudah basah kuyup,pun dengan Fabian karena ia harus memegangi tubuh Renata yang terus-terusan berontak.Entah berawal darimana,Renata sadar posisi mereka begitu dekat.Ia menatap dalam wajah Fabian yang entah sejak kapan mulai menggetarkan hatinya.


Begitu pula dengan Fabian,tubuhnya bergetar melihat Renata dalam guyuran air shower.Tangan Renata mencengkeram kemeja putih milik Fabian,dan menariknya semakin dekat.Bibir Renata perlahan mendekat ke bibir Fabian,dan Renata pun menciumnya.Entah angin apa yang membuat Renata seberani itu.Tak begitu lama Renata menghentikan ciumannya dan melepas cengkeraman nya dari kemeja Fabian.


“Cara menciummu begitu buruk.Aku akan mengajarimu” Fabian mendekati Renata dan menarik pinggang gadis itu agar mendekat dengan tubuhnya.Tangan kirinya mengusap tengkuk Renata,kemudian menciumnya lembut.Renata terbuai dan mengikuti arus yang di buat Fabian,dan ciuman itu kembali terjadi.Lebih panas namun sangat lembut.


Kedua tangan Fabian beralih menangkup kedua wajah Renata namun tak melepas ciumannya.Hingga Renata kehabisan oksigen,Fabian pun melepas ciumannya.Renata tak berani melihat Fabian yang terus menatapnya.


“Aku ..aku ingin berganti pakaian” ucap Renata menyembunyikan salah tingkahnya.Namun tangan Fabian menarik pergelangan tangannya membuat Renata menghentikan langkah dan menatap sosok tampan di hadapannya.


“Kau mau Apa ,lepaskan!”Renata berusaha memberontak.Mereka pun keluar dari kamar mandi,Fabian menghempaskan tubuh Renata yang basah ke ranjang.Ia kembali mencium bibir Renata yang sekian lama berhasil menghipnotis nya,menggigitnya ,dan mengabsen setiap inch di dalamnya.Renata benar-benar terbuai,tanpa sadar iapun membalas ciuman Fabian.


Tanpa melepas ciumannya,tangan Fabian sudah menjalar ke belakang punggung Renata,menurunkan resleting mini dress yang dikenakan Renata.Dan malam itu pun mereka merayakan pesta nya sendiri,malam yang panjang yang mereka nikmati hanya di dalam kamar saja.


 


***


 


Seusai perayaan , perusahaan Global King selalu meliburkan setiap pegawainya.Dan hari ini memang kesempatan Renata untuk bisa tidur sepuasnya.Sinar mentari pagi yang menembus dari balik korden pun tak mengusik tidur dua manusia yang kelelahan membuat pestanya sendiri di atas ranjang.Hingga ketukan dari balik pintu membangunkan Renata.


“Fabian..Renata..pagi ini kakek terbang ke Amerika” ucap kakek dari balik pintu.Renata yang mendengar, menggeliat kan tubuhnya yang terasa berat.Ia belum sadar dengan yang terjadi,tubuh polosnya hanya tertutupi dengan selimut.


“Kakek” ucap Renata lirih sambil mengucek sebelah matanya,menyatukan kesadarannya.

__ADS_1


“Tidak perlu kalian antar,kakek ditemani beberapa assisten.Jadi jangan khawatir”kekek beserta beberapa assisten meninggalkan apartemen.


Di dalam kamar,Renata masih menggeliatkan badan yang di rasa tak bisa ia gerakkan.Sakit dan rasa pegal dibeberapa daerah sensitif,membuat wajah imutnya beberapa kali menyeringai.


Saat ia membalikkan badan,betapa kagetnya Renata sosok Fabian tidur berhadapan dengannya dengan bertelanjang dada.Sontak Renata membelalakkan matanya,mengingat kejadian semalam saat ia tengah mabuk.Renata menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya,iapun semakin syok melihat tak ada sehelai benang yang menutupi tubuhnya,hanya selimut yang menjadi tamengnya saat ini.


“KYAAAAAAAAA!!!!!!!” Teriak Renata mengagetkan Fabian yang tertidur,Fabian langsung menutup kedua telinganya.


“Heiii!!! Kau membuat telinga ku sakit.”Ujar Fabian memunggungi tubuh Renata dan melanjutkan tidurnya.Renata tak terima,ia langsung menggoyangkan tubuh Fabian agar menjelaskan semua yang terjadi.


“ Jelaskan ,apa yang terjadi.Kenapa kita ..maksud saya Bapak ..” semua kata kata Renata bagai tertelan di tenggorokan,rasa sakit di luar dan di dalam hatinya telah menyatu di dalam tubuhnya.Mahkota yang selama ini ia jaga,sekarang sudah di renggut oleh bosnya.Tangisnya pun pecah,membuat Fabian tak bisa melanjutkan tidurnya .


Fabian bangun dan bersandar pada ujung ranjang,ia mengacak kasar rambut dan wajahnya.Sesekali ia memasukan jari kedalam telinga,mendengarkan rengekan Renata membuatnya makin pusing.


“Diamlah,,Lagipula kamu duluan yang menggodaku.Kamu menciumku,Apa kamu tidak mengingatnya?”


“Huaaa...tidak mungkin aku menciummu,tidak mungkin aku menggoda mu.Lagipula jika aku yang duluan menggoda ,bukankah Bapak bisa menolaknya.Bapak bisa meninggalkanku di dalam kamar sendirian.Itu hanya alasan Bapak saja!”


“Huhhh” Fabian membuang kasar nafasnya


“Aku laki – laki normal,kamu sendiri yang menyerahkannya.Kenapa Aku yang disalahkan,harusnya aku yang minta pertanggung jawaban bukan kamu.Sudah hentikan rengekanmu,telingaku sudah mulai sakit mendengarnya.”


“Lagipula kita sama sekali tidak melakukan dosa besar.Aku suamimu dan kamu hanya melakukan kewajibanmu sebagai istri.Itu saja” ucap Fabian menaikkan bahunya.


“Tapi pernikahan kita tidak dilandasi dengan cinta,bagaimana kalau kau membuangku begitu saja.Bagaimana dengan nasibku,huaaa..”teriak Renata histeris,membuat Fabian mendekatinya dan mencubit pipi Renata dengan gemas.


“Itu PR buatmu.Apakah gadis seperti mu bisa membuatku jatuh cinta dan melupakan Evelyn” ucap Fabian menggoyangkan cubitannya hingga wajah Renata bergerak ke kanan dan kekiri.


“Oiya...Rengekanmu terdengar beda dengan semalam.”Fabian menyibakkan selimut dan berdiri menoleh kembali ke arah Renata.


“Aku baru tahu,kau masih saja bar-bar walaupun di atas ranjang...”ucap Fabian dengan suara menggoda di depan Renata dan berdiri menuju kamar mandi dengan senyuman smirk nya.


“Kyaaaaaaaaa”Renata meninggikan suaranya,menutupi tubuhnya sampai ke kepala melihat tubuh polos Fabian melangkah menuju ke kamar mandi.


“Bisakah kau memakai pakaianmu dulu sebelum ke kamar mandi,dasar Bos Mesummmm!!"


Mendengar teriakan Renata ,Fabian tertawa lepas di kamar mandi.Gadis bar-bar yang selama ini ia benci sekarang seutuhnya telah menjadi miliknya.Entah bagaimana perasaanya saat ini,namun ia coba jalani pernikahan yang sejak awal adalah kesalahan.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2