The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 40


__ADS_3

#Eps 40


Fabian menutup daun pintu dengan keras begitu Renata masuk ke dalam ruangan.Pandangannya dipenuhi dengan amarah, perasaan yang dibakar oleh api cemburu melihat gadis yang ia cintai bersama pria lain,terlebih saudara tirinya.


Ia tak mau kembali bersaing memperebutkan wanita dengan Christian,bukan karena takut namun ia merasa lelah memperjuangkan seseorang jika pada akhirnya hatinya bukan untuknya.


Fabian menekan kening dengan satu tangannya berkacak pinggang,ia berusaha meredam emosi yang sebenarnya tak ingin ia lampiaskan.Dengan menyandarkan kedua tangannya pada meja kerja,Fabian berdiri dengan menghembuskan nafas.Dari arah belakang Renata pun melangkah mendekati Fabian,dan melingkarkan tangannya ke pinggang Fabian dari belakang.Karena ia tahu saat ini mungkin dengan kata-kata saja tak cukup untuk meredam api cemburu di hati Fabian.


“Maafkan aku.” Ucap Renata lirih dan mempererat pelukannya.Fabian berdiri tegak melihat tangan mungil itu memeluknya dari belakang.Iapun membalikkan tubuh,menggenggam kedua tangan Renata.


“Apa kau ingin membuatku mati karena cemburu?”


“Aku?hmm” Renata mengulas senyum manisnya,”mana berani.”


Fabian menarik kedua tangan Renata dan membawanya ke dalam pelukannya.Dengan penuh rasa sayang ia mengusap rambut cepol Renata.


“Lain kali kau harus ijin dulu jika bertemu laki-laki lain di belakangku.Kau mengerti!” ucap Fabian lirih.


“Lalu kau sendiri?Bukankah sedang makan siang dengan wanita singa itu.”sahut Renata melepas pelukan Fabian,dan menatap Fabian seolah pria di depannya juga melakukan kesalahan yang sama.


“Wanita singa?”


“Iya ..Evelyn.Pacar kamu, kaliyan pun juga menikmati makan siang bersama tanpa sepengetahuan ku.” Renata melipat kedua tangannya di depan dada bibirnya mengerucut,berusaha menyudutkan Fabian dengan perkataannya.


Fabian pun tersenyum melihat reaksi Renata yang juga cemburu melihatnya bersama Evelyn.Baginya mimik wajah gadis itu saat cemburu sungguh menggemaskan.


“Kenapa?” Renata menaikkan satu alisnya,merasa heran dengan kelakuan Fabian yang kini malah menertawakannya.


“Jangan tersenyum seperti itu padaku.Ish!” ucapnya menaikkan ujung bibir.Tanpa menunggu lama dengan cepat Fabian justru mengangkat tubuh mungil Renata dan mendudukkannya di atas meja kerja.Dikurungnya tubuh gadis itu dengan kedua lengan kekar Fabian membuat Renata salah tingkah dengan wajah memerah.


“Aku mencintaimu.” Ucap Fabian sembari mengecup bibir Renata.


“Tadi siang bukan hanya aku dan Evelyn tapi kami makan siang bersama Mr Phu dan juga rombongannya.Lagipula sekarang kamu adalah istriku,aku janji tak akan berpaling darimu.”

__ADS_1


“Cih,jangan merayuku.Itu tidak akan mempan.” Sahut Renata mengalihkan pandangannya ke arah lain.Karena sesungguhnya ia tak bisa bohong bahwa ia senang mendengar rayuan itu,wanita mana yang tak melayang saat orang yang di cintai memuji pasangannya.


“Benarkah?”Fabian kembali mendaratkan bibirnya dengan bibir Renata,


Cup


Kecupan itu mengagetkan Renata,membuat matanya terbelalak dengan serangan yang tiba -tiba dari Fabian.


“Kau mencuri kesempatan dariku,dasar curang!” ucap Renata memukul dada bidang Fabian dengan manja,dengan sekali hentakan Fabian menangkap tangan Renata yang memukulnya hingga mereka terdiam dan saling pandang.


Suasana yang sepi dan sunyi membuat keduanya terbawa suasana,tangan Fabian beralih menyentuh tengkuk leher Renata,mendekatkan ke wajahnya dan dengan perlahan keduanyapun terpejam dengan saling berciuman.


Hingga Renata kehabisan nafas,Fabian mencoba menghentikan aktivitasnya membiarkan gadis itu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum ia memulai kembali mencium bibir kissable itu.


Fabian tak bisa menahan hasratnya ia pun terbawa suasana,sebelah tangannya satu persatu membuka kancing kemeja Renata.Saat kancing ketiga sudah terbuka,Renata tersadar dari belaian memabukkan itu.Dengan segera ia menghentikan tangan Fabian yang sudah bergerilya membuka tiga kancing kemejanya.


“Ada apa?”Fabian ikut terdiam melihat Renata yang tiba-tiba menghentikan aktivitasnya.


Plak


“Apa yang kau lakukan,kenapa sifat bar-barmu masih saja ada di saat suasana romantis seperti ini!”


“Romantis bagaimana! Kita sedang di kantor,bagaimana kalo ada orang yang tiba-tiba melihat kita.”


Fabian mulai berkacak pinggang,moodnya seketika berubah mendengar perkataan Renata.Rasa-rasanya ia ingin mengumumkan pernikahan ini agar mereka lebih leluasa tanpa harus takut terlihat oleh orang lain.Namun kenyataannnya,saat ini keadaan makin tak memungkinkan untuk mempublikasikan bahwa Renata yang seorang OG adalah istrinya mengingat kerjasama bisnis antara dia,Evelyn dan Mr Phu.


“Ok.Baiklah,terserah kau saja.Bahkan hanya untuk mencium istriku sendiri saja aku merasa tidak bebas.”


“Nanti saja,sepulang kerja.Bukankah aku milikmu seutuhnya jika berada di luar kantor.”


Mendengar jawabannya,Fabianpun mencolek batang hidung Renata dan tersenyum.Ia pun kembali mengancingkan satu demi satu kancing istrinya tersebut.Hingga suara ketukan pintu mengagetkan keduanya,membuat mereka saling pandang dengan membulat kan mata.Dengan segera Renata loncat turun dari meja kerja,mengancingkan satu demi satu kancing kemejanya.


“Jangan terlalu panik,bersikaplah seperti biasa.”

__ADS_1


Tok..tok..tok..


Suara ketukan terdengar makin kencang,saat Fabian tak juga membuka pintunya.Setelah menunggu Renata merapikan cepolan rambutnya,Fabian pun melangkah dan membuka pintu.


“Kenapa lama sekali,sayang.Apa yang sedang kau lakukan di dal..” ucap Evelyn terpotong begitu masuk melihat Renata yang berada satu ruangan terkunci dengan kekasihnya.Renata tersenyum dan tunduk memberi hormat,ia pun melangkah melewati Fabian melirik pria tampan itu.


Evelyn menyipitkan matanya berusaha memahami situasi yang terjadi,setelah beberapa detik ia berpikir,ia menghentikan langkah Renata dengan mencengkeram lengan gadis mungil itu.


“Mungkin aku terlalu meremehkanmu.Setelah Christian,apakah kini kau berniat menggoda Fabian?HEE!!!!” Evelyn meninggikan suaranya dan mencengkeram lengan Renata dengan kencang.Kuku-kuku panjang Evelyn pun nampaknya berhasil menggores luka di kulit sensitif itu.Renata meringis kesakitan.Fabian yang masih berdiri di dekat daun pintu,tampak gusar melihatnya.Iapun melangkah cepat dan menghentikan tindakan Evelyn,Fabian mencekal pergelangan tangan Evelyn agar melepas cengkeramannya pada lengan Renata.


“Apa kau sudah gila!!!”Fabian menatap tajam Evelyn,mereka pun beradu pandang dengan tatapan yang mengerikan.


“Lepaskan dia,kau melukainya!” perintah Fabian yang tak tega melihat istrinya nampak meringis kesakitan.


Karena gertakan Fabian,Evelyn pun menghempaskan kasar tangan Renata.Dengan raut wajah kesal,iapun melipat kedua tangannya di depan dada.


“Kau baik-baik saja?” Fabian memegang perlahan lengan Renata,menunjukkan perhatiannya.Sememtara Evelyn yang melihat,hanya menahan amarah yang belum bisa ia luapkan.


Setelah mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja,Renata pun pergi dari ruang kerja Fabian,dan meninggalkan suaminya bersama dengan gadis singa,Evelyn.


“Jelaskan padaku! Apa yang sedang kalian lakukan,mengapa pintunya terkunci?!” tanya Evelyn lantang,matanya tajam menatap Fabian tanpa keraguan.Ia takkan membiarkan siapapun masuk ke wilayahnya,merebut semua yang di milikinya,terlebih seorang OG yang jelas berbeda dengan dirinya.


“Tenanglah,aku hanya sedikit memberi peringatan karena pekerjaannya yang kurang beres dalam mempersiapkan keperluan meeting tadi.”Fabian melangkah menuju meja kerja,dan duduk mengalihkan perhatian nya dengan membuka laptop.


“Kau tidak sedang berbohong ,bukan?”


“Please,Ev.Aku lelah,lagipula setelah dari Paris hubungan kita sudah berakhir,ingat kau sendiri yang mengakhirinya.Dan jangan bersikap seolah kita baik-baik saja,mengerti!”


“Oke!!Ingat Bian,jika bukan karena campur tanganku Mr Phu tidak mungkin dengan mudah kerjasama dengan Global King.Jadi kau hanya butuh diriku untuk mengembangkan Perusahaanmu menjadi nomer satu di mata dunia.Ingat itu!” ancam Evelyn dan meninggalkan ruangan dengan langkah pasti menahan emosi.


Seperginya Evelyn,Fabian bernafas lega ia menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi kerjanya.Semua yang di lontarkan Evelyn mengganggu pikirannya,akhirnya wanita itu menggunakan senjata untuk mengancam.


Seandainya ia lebih cepat menggaet Mr Phu sebelum Evelyn,mungkin kejadiannya takkan seperti ini.Namun apa boleh buat,kini Mr Phu mempercayakan semua design produk ke tangan Evelyn itu artinya Fabian harus terus bertemu dan berhadapan dengan Evelyn yang begitu ambisius dalam mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


Fabian memijit pelipisnya merasakan sesuatu yang menganggu pikirannya,memporak porandakan hatinya.Kini ada dua orang wanita di dalam hatinya,yang bertolak belakang sifat dan kepribadiannya serta latar belakang.Lalu bagaimana ia harus memutuskan jika keduanya selalu ada di hadapannya.Namun untuk saat ini ia merasa nyaman berada bersama Renata,menjadi sosok diri sendiri tanpa harus menutupi segala kekurangan.Membicarakan sesuatu dengan cara pandang yang begitu polos,tanpa ada rasa tegang dan ingin menang sendiri.Karena ini adalah cinta bukan kompetisi.


Tbc


__ADS_2