The Accidental Wedding

The Accidental Wedding
#Eps 45


__ADS_3

***Happy Reading Gaes!!!


Ayo donk Readers kesayangan yang cmn baca doank,plis kasih like nya ya biar author semangat terus ngeliat dukungan dan antusias kalian.


Salam sayang😘😘💞💕💕***


Renata mengerjapkan matanya ketika cahaya mentari masuk ke celah-celah korden pagi ini,ia menggeliat dan merentangkan tangannya.Dengan perlahan ia pun membuka mata,kepalanya terasa berat dan pusing karena efek terlalu banyak minum -minuman beralkohol.Entah minuman jenis apa yang ia beli ia pun tak tahu namanya.


Ketika ia memiringkan tubuh ke kiri,matanya terbelalak melihat sosok pria tampan sedang memegang MacBook.Mata Fabian fokus ke arah benda itu,jari-jarinya pun terlihat lincah sedang mengerjakan beberapa dokumen.


Renata makin terpukau dengan tubuhnya yang saat ini topless,memperlihatkan dada bidang dengan perut sixpacknya.


“Ya Tuhan,apa hanya aku yang walaupun berstatus istri dan telah melihat semua,masih tetap malu jika melihat pemandangan seperti ini.Dia benar-benar menggoda.”ucapnya dalam hati seraya tersenyum.Wajahnya memerah karena menahan malu,ia pun menarik selimut sampai ke pangkal hidung agar meredam panas yang menjalar di wajahnya.


Saat selimut ia buka,betapa kagetnya Renata yang tertidur tanpa sehelai benang pun yang melilit di tubuhnya.Dengan sedikit bingung dan banyaknya pergerakan untuk menutup tubuhnya membuat Fabian menoleh ke arahnya dan menutup macbook.


“Jam berapa sekarang!?”Renata mengalihkan pandangannya,menutupi salah tingkah didirinya,,ia pun melihat jam di samping nakas.Sudah terlalu siang untuknya jika harus berangkat bekerja,dengan terkulai lemas ia kembali menyandarkan tubuhnya pada dinding di ranjang.


“Kenapa kau masih disini.Apa kau tidak berangkat bekerja?


“Menurutmu?!”Ucap Fabian dengan nada ketus.


“Aku harus meninggalkan istriku sendirian,setelah semalam pergi ke club’ dan tak sadarkan diri karena mabuk.”Fabian mulai geram dan melipat kedua tangan ke depan dada melihat ke arah Renata dengan tatapan jahatnya.


Tangan Renata menekan pelipisnya,sedikit rasa pening menjalar ke kepalanya.Mencoba mengingat apa yang terjadi,mengingat setelah ia mabuk lalu tak sadarkan diri.Yang ia ingat hanya Retno dan Tika yang berupaya memapahnya keluar dari club’,selebihnya ia tak bisa mengingatnya.


“Lagipula siapa suruh kau bermesraan dengan wanita singa itu!!Setelah bermesraan,sekarang justru menggunakan kesempatan saat istri sedang tak sadarkan diri.”Renata mengalihkan pandangannya saat mengucapkan kalimat terakhir karena merasa canggung.


“Hei.”Fabian meneloyor kening Renata dengan telunjuk.


“ Kau memuntahkan semua yang kau makan ke tubuhku,membuatku harus memandikanmu.”


“Kau..memandikan..ku.” ucapnya malu dengan rona wajah yang memerah.


“Siapa lagi?!Apa yang kau makan seharian,kenapa banyak sekali yang kau keluarkan.Dalam keadaan seperti itu tenang saja aku tak berniat mengambil kesempatan.Tapi beda halnya dengan sekarang,kau sudah sadar apa aku boleh mengambil kesempatan itu?”Fabian mencoba menggoda Renata dan meraih tangan gadis itu.


“Ishh,jangan harap!”Renata menghempaskan tangan Fabian.Seolah bersikap acuh terhadap orang yang sudah membuatnya marah.


“Apa kau tidak mau berterimakasih pada suamimu,berapa pukulan yang harus aku terima untuk melindungi mu dari kawanan pria hidung belang.Jika kau ke sana lagi,,aku tidak segan -segan mengurungmu di dalam kamar.”


Renata hanya menaikkan bibirnya,bukan berarti dia tak suka dengan perlakuan dan nada ketus dari suaminya.Ia hanya merasa bahagia,merasa ada seseorang yang memperhatikannya.

__ADS_1


“Apa kepalamu pusing?”tanya Fabian menghadap ke Renata.Ia mengusap pucuk kepala gadis itu,membuat kekesalan yang kemarin Renata rasakan hilang seketika.Sentuhan hangat dari Fabian mampu membuatnya meleleh dan terlena.


“Aku menyuruh mbok Darmi kesini,untuk membuatkan mu bubur dan membeli obat.” Ucap Fabian begitu lembut.


“Aku panggil dia untuk segera bawakan makanan.” Fabian memanggil mbok Darmi melalui panggilan interkom yang terhubung ke dapur.Tak perlu menunggu lama,suara ketukan pun terdengar nyaring dan berirama.


Tok..tok..


“Tuan..bubur yang anda minta untuk Nyonya sudah siap.” Ucap mbok Darmi dari balik pintu.


Fabian beranjak,ia mengibaskan selimut yang menutup setengah badannya.


“Tunggu!!” panggil Renata menghentikan langkah Fabian,


“Apa kau tak malu hanya memakai celana boxer menemui mbok Darmi?”


Dengan berkacak pinggang ,Fabian tersenyum ke arah Renata.


“Mbok Darmi sudah nggak tertarik dengan roti sobek ,ia lebih tertarik dengan papan penggilesan model pak Tarno suaminya.”Ucap Fabian mengartikan roti sobek dengan menunjuk ke perut.


“Hisshh!”Renata mengerucutkan bibirnya.


Fabian kembali datang mendekati dan dengan telaten menyuapi Renata.Beberapa suap bubur telah lolos ke mulut Renata,berulangkali ia pun tersenyum bahagia melihat perhatian yang di berikan oleh sang suami.


“Apa kau masih marah padaku?” tanya nya dengan mata mengarah ke wajah Renata.


“Melihatmu terluka demi aku,sepertinya aku tak bisa marah terlalu lama.”


“Maaf.”


Lagi-lagi Fabian mencium punggung tangan Renata,dengan tulus dan sepenuh hati ia memohon kepada wanita yang ia sayang.Dengan menipiskan kedua bibirnya,Renata pun menganggukkan kepalanya,Fabian membalasnya dengan hati yang sumringah.Menarik tubuh Renata ke dalam dekapannya ,mengusap rambut yang terurai panjang.


“Aku menyayangimu.”Bisik Fabian di sela-sela pelukan eratnya.


Fabian melepas pelukannya,menyelipkan beberapa rambut kebelakang telinga Renata.Wajah mereka begitu dekat,hingga pandangan Fabian beralih pada bibir kissable itu.Dengan perlahan Fabian mulai mencium Renata,menikmati saat-saat sedang berdua.Renata seolah terhipnotis dengan sentuhan Fabian,ciuman itupun menjalar ke seluruh tubuhnya.Dan merekapun melakukannya dengan Cinta.


***


Di Kantor Evelyn tampak kalang kabut begitu melihat Fabian tak berada di ruang kerjanya.Ia hanya bertemu dengan asisten Han yang tengah merapikan beberapa dokumen di atas meja.


“Ke mana Fabian?”tanya Evelyn lantang.

__ADS_1


“Pak Fabian hari ini mengerjakan beberapa dokumen dari rumah.Jadi semua meeeting hari ini di lakukan melalui konferensi call saja.”


“Ada apa?!”Evelyn menaikkan satu alisnya nampak curiga.”Sebelumnya Fabian tak pernah bersikap seperti ini.”


“Maaf saya kurang tahu akan hal itu.”Assisten Han menunduk dan memberi hormat pada Evelyn sebelum pergi meninggalkannya sendiri di dalam ruang kerja Fabian.


Evelyn merasa kesal dengan Fabian,bahkan lelaki itu tak memberi kabar kepadanya.Tak memberitahunya tentang ketidakhadirannya di kantor.Evelyn yang selalu bersikap seolah hubungannya baik-baik saja dengan Fabian,merasa menjadi wanita nomer satu di hatinya harus menjelma menjadi orang yang selalu tahu tentang pria itu.


Selang tak berapa lama,semua kecurigaannya pun terjawab.Ponselnya berbunyi,terlihat Lala kepala OG melakukan panggilan kepadanya.


“Ada apa?”Ucapnya ketus,


“Hari ini Renata tidak masuk kerja.”


“Lalu?!” Evelyn menyipitkan matanya berusaha memasang daun telinganya mendengar setiap laporan dari Lala,kepala OG.


“Entah kebetulan atau tidak.Tapi setiap Renata Ijin tidak masuk,saat itu pula Pak Fabian juga tidak terlihat di kantor.Dan Saya punya bukti riwayat kehadirannya,apa Anda ingin melihatnya?”


“Tidak perlu.Aku percaya,trus awasi gadis itu dan beritahu aku.”


Dengan kasar Evelyn menutup panggilan dari Lala.Ia pun menggebrak meja dengan satu tangan,merasa semua yang terlihat mustahil sepertinya lambat laut terbuka sudah teka teki yang selalu ia pertanyakan.Akhitnya ia pun mempunyai ide untuk memastikannya.


Sepulang dari kantor,Evelyn melaju kan mobil mewah nya dengan kencang.Seolah menahan perasaan seharian,ia ingin pergi ke apartemen Fabian untuk memastikan.Semua panggilan yang ia tujukan ke Fabian dengan sengaja di rijeck oleh pria itu.


Sesampai di apartemen,sejenak Evelyn berdiri mematung di depan pintu.Pandangannya lurus ke depan,entah sudah berapa lama ia tak menginjakkan kakinya ke tempat yang dulu menjadi favoritnya itu.


Ia mencoba memencet bel,namun tak ada suara dari dalam.Ia menunggu sejenak,pandangannya beralih pada sebuah tombol password di gagang pintunya.


“Apakah password nya masih sama?” batin nya mencoba menekan beberapa angka yang merupakan tanggal lahirnya yang di jadikan password membuka pintu.Namun semua sia-sia ketika bunyi kombinasi yang di masukkan ternyata salah.Ternyata Fabian telah merubahnya,telah merubah semua yang berkaitan dengan Evelyn.Benar-benar tak menyisakan sedikitpun untuk wanita itu untuk terus mengusik hidup Fabian.


Dari arah berlawanan sayup-sayup terdengar suara tawa riang dari sepasang manusia.Evelyn menajamkan pendengarannya,ia mengalihkan pandangannya ke arah lain walaupun samar-samar baru terlihat bayangan yang semakin mendekat.


Fabian menggenggam erat tangan Renata,sepulang dari berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka hanya menghabiskan waktu untuk berjalan santai menghirup udara senja.Dan hari semakin larut mereka putuskan untuk kembali ke apartemen.


Sepanjang perjalanan hanya tawa riang yang terukir di bibir keduanya.Mereka menghabiskan waktu sehari ini hanya berdua.


“”Apa tidak ada lagi yang ingin kau beli.” Fabian melingkarkan tangannya di atas kepala Renata,mengusap dan membawa kepala itu mendekap ke dekat dadanya.


“Issh..kau belum mandi.Bau!”


“Sini aku cubit hidungmu biar nggak kecium baunya.” Fabian mencubit hidung Renata yang menggemaskan,ia nampak tertawa riang menggoda istrinya.Hingga langkah Renata terhenti saat melihat seseorang berdiri di depan pintu apartemen nya.Pandangan Fabian yang sedang menggoda Renata,beralih ke arah di mana istrinya sedang menatap sesuatu dengan wajah tercengang.

__ADS_1


“Evelyn...”Fabian melepas pelukannya,ia tak menyangka Evelyn akan berada di apartemennya.Ketiganya sama-sama berdiri mematung,saling pandang dan tercengang.


Tbc


__ADS_2