
“ Itu kening kenapa Re??? Bisa ngebenjol begitu?” Ucap Retno yang baru meletakkan tasnya ke dalam loker.Kedua tangan Rentno menangkup wajah Renata yang tampak bingung mencari alasan.
“Ohh..ehh ini .ehm hanya kepentok pintu kamar mandi saja mba sewaktu mandi kemarin sore.Sudah Re kasih salep sih,apa masih terlihat ngebenjol mbak?
“Masih.Oh syukur kalo sudah kamu kasih salep mudah-mudahan cepat kempes.Ya udah aku mau menyiapkan beberapa minuman di ruang meeting”
“Hayu mba ,saya juga mau ke ruang Pak Fabian”
Retno dan Renata berjalan menuju ruangan yang mereka inginkan.Saat memasuki koridor langkah mereka terhenti ketika melihat sang pemilik perusahaan berjalan bersama dengan para assisten nya.Mata Renata pun tak lepas dari Fabian yang memiliki aura paling mencolok di antara deretan para pria yang tengah melangkah bersama.
Sungguh ,,memang benar-benar tampan.ucap Renata dalam hati
Dengan setelan jas berwarna abu-abu,Fabian tampak mempesona memancarkan auranya.Ia berjalan dengan tegak menyusuri koridor dengan diikuti para assisten di belakangnya.
Retno dan Renata menghentikan langkah mereka,dan menundukkan kepala memberi hormat kepada sang pemilik perusahaan.Saat menundukkan kepala ,mata Renata sedikit melirik ke arah Fabian yang melangkah melewati mereka.Begitupun dengan Fabian,pandangannya melirik ke arah Renata berdiri.
Keningnya masih ngenbejol.Apa ia tidak mengoles kan salep yang aku berikan semalam.Gumam Fabian yang melangkah begitu saja melewati Renata dan Retno.
Retno dan Renata kembali berjalan menuju tujuan masing-masing,Namun Retno mengerutkan keningnya,seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Apa kamu tidak memperhatikan pak Fabian Re.Sepertinya barusan aku melihat Beliau sedang melirik ke arah mu”
Mendengar pertanyaan Retno,Renata menghentikan langkah nya,membuatnya salah tingkah.Ia juga terlihat panik.
“hahaha!!! Mba bisa sajaa” ucap Renata menepuk punggung Retno dan berusaha menertawakan pertanyaan Retno yang kontan membuatnya kaget.”Mana mungkin Pak Fabian melirik saya,kecuali kalau dia sedang sakit mata.Please deh mbak ,Halunya jangan kelewatan.Nanti kalau Re kege Eran,mba Retno mau tanggung jawab?”
“Bener juga sih.Selain sakit mata buat apa Pak Fabian melirik kamu,” Retno pun percaya dengan ucapan Renata,lagi- lagi Renata bisa kembali bernafas lega.Merekapun berpisah memasuki ruangan masing-masing untuk menyiapkan keperluan logistik para atasan.
“Hufttt...sampai kapan harus terus-terusan berbohong seperti ini.Di leher berasa ada tali yang tiap kali berbohong rasanya tiba-tiba tali itu di tarik sekuatnya hingga aku kesulitan untuk bernafas.” Ucap Renata lirih dan mulai bekerja membersihkan ruangan dan menyiapkan minuman di meja Fabian.
__ADS_1
Sudah hampir makan siang ,namun Fabian beserta atasan yang lain belum juga keluar dari ruang meeting.Mereka tampak sibuk mempersiapkan perayaan Global King yang hanya tinggal 2 hari lagi.Persiapan matang harus benar-benar dilakukan untuk menghindari kesalahan,terlebih lagi mengingat banyak kawan bisnis dari negara tetangga akan datang.Di sela -sela meeting ,terdengar dering ponsel Fabian berbunyi.
“Halo..” ucap Fabian datar.Tiba-tiba mata nya melotot seraya berdiri,dan ia pun sadar banyak pasang mata memperhatikannya.Ia pun segera menutup sambungan telepon dari seberang sana.
“Meeting kali ini sampai di sini.Terima kasih!” kata Fabian tegas seraya merapikan dokumen dan segera berlalu dari ruang meeting meninggalkan orang-orang yang saling pandang satu sama lain melihat sikap Fabian yang aneh.
Assisten Han menyamakan langkahnya dengan Fabian,seraya berbisik lirih menanyakan perihal yang terjadi.
“Cari gadis bar-bar itu ,dalam lima menit.Suruh sopir siapkan mobil,aku tunggu gadis itu di bawah”
“Sebenarnya apa yang terjadi Pak?” tanya Han hati-hati,membuat langkah Fabian terhenti.Dengan tatapan tajam Fabian mengatakan sesuatu yang membuat assisten Han pun ikut memasang tampang panik.
“Kakek kembali ke Indonesia,kurang lebih satu jam beliau akan sampai ke apartemen.Jadi cepat cari Gadis itu untuk segera pulang!!!”
Mengerti dengan perintah Fabian, Asisten Han pun menganggukkan kepala segera mencari keberadaan Renata.Sementara Fabian bergegas masuk ke dalam lift menuju lobby depan di mana sopirnya sudah siap menunggu.
Baru beberapa langkah ,ponsel jadul Re bergetar.Melihat kontak yang memanggil nya adalah assisten Han,ia pun mengernyitkan dahi.Jelas pasti berhubungan dengan Fabian,kemudian ia memutuskan untuk mengangkat ponselnya dengan menjauhi Retno dan Tika.
“Nyonya,,Anda harus segera pulang”
Mendengar lagi-lagi assisten Han menyuruhnya pulang,Renata memutar kedua bola mata nya.Ia melihat ke arah belakang,memastikan Retno dan Tika masih berada di tempatnya.
“ Nggak mau! Lagipula bos kamu sudah sehat,untuk apa lagi-lagi saya harus ijin setengah hari.Saya tidak mau banyak ijin dengan ibu kepala OG.Bagaimana kalau saya di..”
“Satu jam lagi kakek sudah sampai di apartemen!”sahut Han memotong ucapan Renata.Gadis itu pun membelalakkan matanya mendengar kata-kata Asisten Han dari sambungan ponselnya.
“Nyoya sudah ditunggu pak Fabian di loby parkir”.
Renata langsung menutup sambungan telepon dari assisten Han.Tanpa mendekati Retno dan Tika ,Renata membalikkan badan dan melambaikan tangan nya.
__ADS_1
“Mba !!!aku rasa aku ga bisa ke kantin.Aku ijin setengah hari dulu ya,,ada urusan mendadak!!” Teriak Renata tanpa menunggu jawaban dari kedua temannya ia langsung berlari.Ia tahu kedua temannya pasti merasa heran,karena tiba tiba Renata ijin pulang setengah hari untuk kedua kalinya.
Dengan melihat ke arah sekeliling dan di rasa aman,Renata memasuki mobil mewah Fabian.
“Jalan!!!” perintah Fabian kepada sopirnya begitu mengetahui Renata sudah masuk ke dalam mobil.
“Kenapa tiba-tiba kakek pulang ke Indonesia ,Pak.Apa kakek sudah sembuh?”
Belum sempat Fabian menjawab pertanyaan Renata,ponsel Renata pun bergetar.Dengan malu Renata mengeluarkan ponsel jadulnya ,Fabian sempat melirik ke arah ponsel itu.Renata menutup sambungan ponsel yang ternyata dari Tika yang memberitahu bahwa tasnya ketinggalan .Renata pun baru sadar karena panik dan langsung berlari pulang Renata melupakan tasnya di kantor.
“Mampir ke gerai ponsel sebentar”perintah Fabian tegas.
“Baik Pak”jawab Si sopir.
“Apa kakek minta di belikan ponsel Pak??” tanya Renata dengan tubuh menghadap ke arah Fabian.Namun dengan dingin dan datar Fabian tampak kaku,pandangannya masih fokus ke depan tak bergeming dengan pertanyaan Renata.
“Haiishh!!” Dengus Renata menaikkan ujung bibirnya melihat sikap dingin Fabian bagaikan es.Dan Renata sudah mulai terbiasa dengan sifat Fabian.
Setelah membeli ponsel dengan keluaran terbaru dan tercanggih ,Fabian kembali masuk ke dalam mobil.Melempar paper bag ke pangkuan Renata,dengan sigap Renata menangkapnya.Tanpa berkata,Renata melihat Fabian dengan tatapan heran.Tak mengerti maksud semua ini.
“Ponsel buat mu,semua sudah di setting.Kamu tinggal langsung pakai saja”ucap Fabian dingin membuat mulut Renata menganga lebar.Renata membuka paperbag dan mengeluarkan isinya.Matanya makin melotot melihat struk harga di dalamnya ,ponsel itu seharga 4x gaji perbulannya.
“Buang ponsel jadulmu!! Hanya membuat mataku sakit melihatnya.”
“Tapi ponsel canggih seperti ini saya tidak bisa memakainya.Bagaimana jika teman-teman di kantor pada nanyain,,melihat tampilannya saja bukan ponsel yang murah mana mungkin mereka percaya saya sanggup membelinya.Makan di kantin saja saya masih mikir dua kali apalagi untuk membeli ponsel yang seharga 4x dari gaji saya.Saya tidak mau!” Renata menyodorkan paper bag ke tangan Fabian.Fabian menekan pelipis nya menahan pening karena ocehan Renata.Tatapan nya langsung menatap tubuh kecil di sampingnya,tanpa mengeluarkan suara tampaknya Fabian enggan ada penolakan .Melihat mata yang begitu menyeramkan kan , tubuh Renata beringsut dengan senyum yang dipaksakan.Tangannya kembali meraih paper bag dari tangan Fabian.
“ ohh baiklah ..Terimakasih atas kebaikan Pak Fabian.Pak Fabian benar-benar royal dengan anak buah.Hehehhehe!!!” ucap Renata dengan senyum dan tawa yang dibuat-buat.setelah menerima paper bag pandangannya ia alihkan keluar jendela.Mengumpat sejadi-jadinya dalam hati,memasang ekspresi kesal yang mungkin tak diketahui oleh Fabian di sampingnya.Fabian menunjukan senyum smirk nya melihat tingkah Renata yang memalingkan wajah dan tubuhnya ke arah luar jendela.Ia tahu pasti gadis itu sedang mengumpatnya ,namun dengan melipat kedua tangannya ke dada, Fabian tak menghiraukan nya.
Tbc
__ADS_1