
Hari demi hari kini dilewati Fabian dan Renata layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.Di apartement mereka selalu menunjukkan kemesraan,namun ketika di Perusahaan Fabian mencoba profesional walaupun terkadang ia mencuri waktu hanya untuk sekedar melepas rindu.
Entah mengapa Fabian merasa candu dengan kehadiran Renata,gadis yang dulu sangat ia benci.Istilah cinta mampu merubah segalanya,nampaknya berlaku di dirinya.Fabian selalu mengirim chat ke ponsel Renata hanya sekedar menanyakan kabar di jam kerja.Sifat dingin yang melekat didirinya berubah menjadi posesif jika menyangkut gadis yang ia cinta.
Renata menyiapkan beberapa keperluan logistik di ruang meeting,karena siang ini akan ada rapat besar mengenai produk terbaru dari Global King.Itu sebabnya sampai sekarang ia belum sempat untuk bertemu dengan Fabian.
Ting
Bunyi ponsel Renata berbunyi,sebuah pesan wa masuk ke ponselnya.Ia melirik ke kanan dan ke kiri,matanya meneliti ke segala arah.Ia ingin mencuri waktu untuk membuka ponselnya,ketika dirasa sepi ia pun membuka chat yang ternyata dari Fabian.
đź“©Fabian : Dimana?! Kenapa belum juga ke ruangan ku?
Renata menipiskan kedua bibirnya,bola matanya berputar seolah kesal dengan atasan yang sekaligus suaminya yang seolah mengganggunya di jam kerja.
“Apa dia tidak paham aturan di Perusahaan nya sendiri,bahwa dilarang keras bermain hp di jam kerja bagi karyawan biasa apalagi hanya seorang OG sepertiku.Hhh!!” keluh Renata merasa kesal dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku tanpa berniat untuk membalasnya.Beberapa menit tak kunjung membalas chat dari Fabian,ponsel di saku celana pun kembali berbunyi.Dengan hati-hati Renata kembali membuka dan membaca isi chatnya.
“Apa kau cari mati!Kenapa tak membalas chat dariku!!”
Dengan bersembunyi di balik pintu,Renata tampak dengan lincah mengetik sebuah chat balasan untuk Fabian.
“Di ruang meeting 01.” Balasnya singkat dan mengirim pesan itu ke ponsel Fabian.
📩 “Baik,aku yang akan ke sana!”
Membaca pesan dari Fabian,Renatapun membelalakkan matanya dengan mulut menganga.Dengan panik ia segera menyembunyikan ponsel ke dalam saku celana,berbalik dan membuka pintu.
“Mau kemana! Apa pekerjaanmu sudah selesai.” Ucap Bu Lala tiba-tiba dari balik pintu,sempat mengagetkan Renata.Wanita separuh baya itupun menaikkan kacamata minusnya meneliti ruangan dan menatap Renata dengan penuh selidik.
“Tampaknya kau sedang tergesa-gesa?”
“Benar,Bu.Saya mau ke ..ke toilet sebentar.” Jawab Renata mencari alasan.
Ia berusaha segera keluar dari ruangan itu setelah membaca pesan dari Fabian.Apa yang akan terjadi jika Fabian benar-benar datang menyusul nya di ruang meeting ,mengingat waktu meeting masih lama dan sekarang masih banyak OG dan karyawan lain yang mempersiapkan keperluan meeting.
Renata takut jika Fabian terang-terangan menunjukkan perasaannya di Perusahaan.Bukankah ini juga yang di sebut cinta membuatmu berubah menjadi orang yang beda,yang berani menjadi takut.Dan yang kuat pun dibuat tak berdaya.
Lalu bagaimana tanggapan para karyawan,seandainya wanita yang diperistri oleh laki-laki tampan nan sempurna seperti Fabian bukanlah Evelyn sang pujaan hati,tapi hanya gadis biasa dan seorang OG seperti Renata.
Sebelum itu terjadi,langkah pertama hanya dengan menemui Fabian di ruangannya.Menahannya untuk tidak terang-terangan menemui Renata.
__ADS_1
Dengan langkah tergesa-gesa,Renata melangkah cepat menuju ruangan Fabian.Ia melewati koridor,dan dari arah berlawanan tepat di ujung koridor, pintu lift pun terbuka.Nampak Fabian keluar dengan mengancingkan jas abu yang melekat di tubuh athletis nya.
Renata menghentikan langkahnya,melihat dengan tersenyum ke arah Fabian yang sepuluh langkah dari tempatnya berdiri.Fabian ikut melempar senyum manis ke arah Renata dan berjalan mendekati gadis itu.
Saat Renata mulai melangkahkan kaki dan tangannya mulai mengayun ke udara,terdengar suara yang begitu familiar yang mampu menghentikan langkahnya.
“Sayang!!!” teriak Evelyn dari belakang Renata,berjalan mendekat ke arah Fabian dan melewati Renata yang berdiri mematung melihat Evelyn yang dengan cepat mengaitkan tangannya ke lengan Fabian.
Fabian melihat Renata yang terdiam,pandangannya beralih kearah tangan Evelyn yang sudah melingkar di lengannya.
“Jauhkan tanganmu!Bukan saatnya kamu bersikap seperti ini di kantor!”
Mendengar suara dingin Fabian,dengan terpaksa Evelyn melepas tangannya dari lengan Fabian seraya mengerucutkan bibirnya.Mereka pun berjalan beriringan melewati Renata.
Pandangan Renata tak lepas dari kedua sosok yang berjalan melewatinya,sekilas Fabian melirik namun kemudian berlalu meninggalkan Renata berdiri mematung menatap kepergian Fabian dengan wanita itu.
“Hhhah..” Renata menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar.
“ Aku baik-baik saja! Ini resiko yang harus aku terima,karena hubungan rahasia yang aku minta.” Ucap Renata menghibur diri sendiri.Ia pun melangkah kembali ke ruang meeting untuk membereskan pekerjaan yang tertunda.
***
Christian melambaikan tangannya saat melihat Renata memasuki cafe tak jauh dari kantor.
“Apa kakak sudah menunggu lama?” Tanya Renata sembari menggeser sebuah bangku dan mendudukinya.
“Tidak juga,ayo makan aku sengaja pesan makanan yang kamu suka."
“Wauuoo!! Sepertinya enak kak,ayo kita makan.Aku tidak punya banyak waktu.”
“Kenapa? Bukankah jam makan siangmu lumayan lama?”
“Ehmm” jawab Renata menggelengkan kepala seraya mengunyah makanan di dalam mulutnya.
“ Hari ini ada rapat besar,mengenai lauching produk terbaru.Ada tamu dari India jadi kita sebagai OG harus benar-benar kerja keras menunjukkan pelayanan terbaik untuk mereka.”sambungnya mulai nerocos dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Tanpa disadari,tak jauh dari tempat mereka makan,Fabian menatap tajam kearah Renata.Fabian dan Evelyn kebetulan makan siang bersama Mr.Phu dan juga beberapa partner bisnisnya.
Evelyn yang dengan sadar ke mana arah pandangan Fabian hanya mengernyitkan dahinya.Tangannya mencoba menyentuh punggung tangan Fabian.
__ADS_1
“Sayang ,kenapa kau memperhatikan mereka.” Bisik Evelyn lirih hingga Fabian tersadar dan melanjutkan percakapan dengan Mr Phu.
“Produk terbesar tahun ini saya serahkan pada kekasih Anda Mr Fabian.Anda sungguh beruntung memiliki kekasih yang mampu membuat Perusahaan meraih kesempatan untuk berada di posisi teratas dan akan di kenal dunia.”ucap Mr Phu yang di selingi candaan yang membuat Fabian hanya tersenyum,sedangkan Evelyn melempar senyum manisnya seraya menyingkirkan rambutnya kebelakang telinga.
Sesi makan siang kali ini berjalan lancar,Mr Phu dan beberapa rombongannya meninggalkan cafe.Fabian dan Evelyn masih duduk di tempat yang sama,terdiam.Mata Fabian masih tertuju pada Christian dan Renata,mata tajam yang seolah ingin menerkam mangsanya.
“Sayang,Mr Phu sepertinya puas dengan kerja keras kita.Bagaimana kalau kita rayakan dengan makan malam di apartemen mu?”
Tanpa menjawab,Fabian beranjak dari tempat duduk terlihat aura amarah terpancar di wajahnya.Evelyn berulang kali mengernyitkan dahi nya,heran dengan sikap Fabian yang terlihat berbeda dari sosok yang ia kenal.
Evelyn berlari mengejar Fabian yang melangkah cepat menuju ke arah Renata.Fabian berdiri di samping Christian,dengan wajah dingin dan angkuh ia terdiam seolah meminta penjelasan.
Merasa adanya kehadiran seseorang di hadapannya,perlahan Renata mendongakkan kepala dan mengalihkan pandangannya ke seseorang.Matanya terbelalak melihat Fabian berdiri tepat di samping Christian,pandangannya kemudian beralih pada sosok wanita yang datang dari balik tubuh athletis itu.
“Tian?” Evelyn muncul dari balik punggung Fabian,merasa heran dengan kedekatan Christian dengan salah seorang OG.
“Apa yang kau lakukan bersama gadis OG itu di sini?”Evelyn memandang rendah Renata,ia pun melipat kedua tangannya ke depan dada.
" Apa kau tidak melihat,kita sedang makan siang." jawab Christian penuh penekanan,matanya tak luput melihat reaksi Fabian dengan pernyataannya.
Renata hanya menatap Fabian,pandangan mereka saling bertemu.Situasi seperti ini membuatnya serba salah,alasan apa yang akan ia katakan melihat Fabian dengan wajah dingin menatapnya.
Kenapa seolah aku yang salah,bukankah mereka berdua juga sedang makan siang.Apa yang akan dia lakukan.” Ucap Renata dalam hati.
“Kau ikut ke ruangan ku sekarang.Ada kesalahan fatal yang sudah kamu lakukan!” Perintah Fabian tegas dan lantang.
“Baik Pak” jawab Renata lesu,ia tahu apa yang akan terjadi seolah ia baru saja menabuh genderang perang.Seusai berpamitan dengan Christian,Renata meninggalkan cafe itu mengikuti langkah Fabian.
Evelyn mengambil alih tempat duduk Renata,dengan tatapan penuh selidik ia berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi.
“Apa kau menyukai gadis OG itu?”tanya Evelyn antusias, mencondongkan tubuhnya ke depan.Dengan gaya santainya Christian meneguk lemon Tea yang tinggal setengahnya.
“Bukan aku yang seharusnya kau tanya!Dan urus saja urusanmu dengan Fabian.” Jawab Christian ambigu dan berdiri meninggalkan Evelyn yang nampak kesal dengan jawaban Christian.
Ia menyandarkan tubuhnya pada punggung bangku,menyilangkan kedua kakinya dan mencoba berfikir maksud perkataan Christian.
“Aku begitu mengenalmu,aku yakin kau menyukai gadis OG itu.Kau bukan laki-laki yang sembarangan mengajak makan seorang wanita terlebih ia hanya seorang OG.Gadis OG itu tidak pantas mendapatkannya!!!!”
Tbc
__ADS_1