
"I love you Kristy..I love you so much" kata Roger merengkuh Kristy lalu menggendong nya menuju kamar mandi dengan tubuh kedua nya yang masih pollos.
"Duduk yang tenang ya..aku akan mengisi bak mandi nya dengan air hangat agar kram di area itu tidak menyebar ke bagian yang lain..boleh kah aku melihat nya sayang?" kata Roger mendudukkan Kristy di atas kloset duduk kamar mandi dan meminta ijin untuk melihat keadaan lembah hangat nya.
Roger hanya khawatir dengan area itu istri nya..dia tak mau ada lecet atau luka yang malah akan semakin membuat Kristy kesakitan..dia akan sakit jika melihat Kristy sakit maka dari itu dia hanya ingin memastikan tidak ada lecet atau luka di lembah nya.
"Tapi aku malu sayang" jawab Kristy lirih dengan wajah merona nya tidak bisa membayangkan Roger akan melihat lembah nya.
"Tidak apa-apa sayang.. Aku hanya ingin memastikan saja bahwa itu nya tidak lecet atau luka.. Aku tidak akan macam-macam,janji" kata Roger mencoba membujuk Kristy agar mau mengijinkan nya.
Kristy tidak menjawab,dia mengangguk dengan wajah yang bak kepiting rebut..Roger tersenyum dan mengusap pipi Kristy dengan lembut..dia mulai berjongkok di depan Kristy.
Perlahan Roger mulai membuka kedua kakki Kristy sedikit lebar agar dia bisa melihat lembah nya dan memastikan bahwa lembah itu aman dari lecet atau luka yang membahayakan.
Roger mulai mendekatkan wajah nya pada lembah itu dan mengamati nya dengan teliti..dia tak mau ada kesalahan sedikit pun yang dia lewatkan demi kebaikan Kristy.
"Syukur lah tidak ada luka atau lecet..maaf ya sayang" kata Roger bernafas lega karena tak ada lecet atau luka hanya saja membengkak dan berwarna kemerahan.
Setelah nya dia menjauhkan lagi wajah nya dari lembah itu dan mengangkat Kristy ke bathtub yang sudah terisi air hangat lalu mencelupkan Kristy di air hangat itu dengan perlahan-lahan takut menyakiti nya.
"Ssshhh" Kristy meringis saat area bawah nya terkena air hangat.
"Sayang..kau kenapa..apa sangat sakit..sebaik nya aku panggil dokter saja ya?" kata Roger khawatir melihat Kristy meringis saat dia mencelupkan tubuh Kristy ke air hangat itu.
__ADS_1
"Tidak sayang..aku tidak apa-apa,hanya sedikit perih tapi sudah menghilang dan lebih enakan" kata Kristy menjelaskan agar tak membuat Roger khawatir.
"Kau yakin sayang?" tanya Roger memastikan bahwa Kristy sudah merasa nyaman.
Kristy mengangguk dan tersenyum..Roger ikut masuk kedalam bathtub itu dan membantu Kristy menggosok punggung nya..Roger juga membantu Kristy keramas,dia melayani Kristy bak bayi baru lahir.
Selesai dengan mandi nya kini Roger mendudukkan Kristy di atas ranjang,sementara dia mengambil pakaian ganti untuk mereka..Roger mengambil gaun rumahan namun bukan daster..ini lebih mewah dari daster.
Tak lupa juga dllaman Kristy dia ambilkan..setelah nya dia memakai baju untuk nya sendiri dulu lalu berganti Kristy..dia membawa baju Kristy lalu mulai membantu Kristy untuk memakai pakaian nya.
"Sayang kau bisa berdiri kan..aku mau membantu mu memakaikan celana dallam mu" kata Roger bertanya.
"Aku masih bisa sendiri sayang..sini" tolak Kristy karena dia benar-benar malu jika Roger melakukan hal itu.
"No..aku akan melayani mu karena kau sedang sakit" tolak Roger lalu mulai memakaikan celana dallam Kristy.
Selesai dengan celana dallam,kini Roger mulai berganti pada bera Kristy..dia memakaikan bera itu dengan lembut agar tak menyakiti kulit halus sang istri.
Selesai dengan urusan dallaman nya kini Roger mulai memakai kan pakaian nya..gaun itu begitu indah saat melekat di tubuh Kristy..Roger menyukai gaun itu hingga menatap Kristy dalam dan lama.
"Cantik..kau sangat cantik sayang" puji Roger saya melihat Kristy telah selesai dengan pakaian nya.
"Kau juga tampan" Kristy balik memuji Roger karena Roger benar-benar tampak sangat tampan mengenakan pakaian apapun tubuh Roger benar-benar bajuable.
__ADS_1
Roger membawa Kristy menuju meja rias..dia mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut Kristy yang masih setengah basah..dengan telaten Roger mengeringkan rambut Kristy hingga kering sempurna.
Setelah nya dia memakaikan vitamin rambut untuk Kristy karena dia suka rambut Kristy yang panjang dan indah seperti saat ini..dengan perlahan dia mulai mengoleskan vitamin rambut itu pada rambut Kristy..dia berikan pijatan lembut pada kepala Kristy agar Kristy merasa nyaman.
"Terima kasih sayang..enak sekali pijatan nya" puji Kristy karena merasa enak dengan pijatan pada kepala nya dari Roger.
"Anything for my lovely wife" balas Roger tersenyum lalu mulai menyisir rambut halus Kristy.
Kristy hanya diam dan menerima saja perlakuan Roger..dia merasa teramat di cintai oleh pria yang telah menjadi suami nya itu..dia merasa cinta Roger untuk nya adalah cinta yang benar-benar tulus bukan hanya ingin menuruti nafesu semata.
Rambut Kristy sudah rapih..Roger mengambil jepit rambut yang ada di laci meja rias dan menjepitkan jepit kecil itu pada sela-sela antara telinga dan rambut Kristy..dia tampak puas melihat rambut Kristy yang sudah semakin indah dengan jepit itu.
"Perfect" ujar nya puas dengan hasil kerja nya sendiri.
Roger beralih pada alat make up yang tertata di atas meja rias..dia mengambil krim pagi dan dia oleskan pada wajah Kristy..setelah nya dia mulai mengambil bedak dan dia pulas sedikit wajah Kristy dengan bedak itu..setelah nya dia mengambil lipbalm dan dia oleskan pada bibir manis nan tipis milik Kristy.
"So beautiful" gumam nya melihat wajah Kristy yang lebih tampak segar setelah dia poles dengan bedak dan lipbalm.
"Wow..kau pandai sekali memoles wajah ku" puji Kristy saat melihat tampilan diri nya di depan kaca meja rias.
"Aku hanya sekedar bisa saja sayang..hanya bedak dan lipstik saja kalau yang lain nya aku tidak bisa" kata Roger membantu Kristy berdiri dan dia rangkul dari belakang lalu dia hirup aroma khas milik sang istri.
"Kau selalu membuat ku candu akan aroma mu sayang" ujar nya setelah selesai menghirup aroma tubuh Kristy.
__ADS_1
Kristy hanya tersenyum melihat pantulan Roger dari cermin..dia mengajak Roger untuk turun karena dia tak mau membuat saudara Roger menunggumu lama untuk sarapan.
"Sebaik nya kita turun..kasihan saudara-saudara mu" ajak Kristy pada Roger dan di angguki oleh Roger.