
Dalam hati Roger sempat mengeluh karena dia tidak pernah sekali pun melakukan hal ini sebelum nya..sepanjang sejarah hidup nya yang panjang ini belum pernah dia harus bersusah hati karena seorang wanita seperti sekarang yang tengah dia alami..karma is real.
Sementara itu Kristy yang memang baru selesai karena jam kantor telah usai ,segera menuju mobil di mana paman Bill telah menunggu untuk menjemput nya,saat dia sampai di mobil dia di buat terkejut oleh Roger yang ternyata sudah ada di dalam mobil..pria nya yang sangat dia rindukan sudah kembali.
"Kau sudah kembali..kenapa malah ke sini kenapa tidak langsung ke mansion saja" tanya Kristy keheranan melihat Roger sudah duduk tenang di dalam mobil dan juga sedikit terkejut juga senang.
Roger tak menjawab..dia menarik Kristy dan memeluk nya erat untuk beberapa saat,dia hirup aroma khas Kristy yang membuat nya tenang..dia sangat merindukan Kristy,setelah berhari-hari di sana dalam keresahan kini dia bisa melihat lagi wajah cantik kekasih nya yang hampir membuat nya gila.
Roger masih memeluk Kristy dan dia ciumi kepala gadis nya itu berkali-kali untuk menyalurkan kerinduan yang dia tahan selama beberapa hari ini.
"Aku merindukan mu sayang..maafkan aku jika aku telah membuat mu menangis,maaf karena selera humor ku terlalu buruk,karena sangat merindukan mu aku langsung ke sini dari bandara,aku sudah tidak tahan menanggung kerinduan ini" kata Roger jujur dengan apa yang dia rasakan.
"Aku sudah memaafkan mu..kita pulang aku lelah" kata Kristy sambil berusaha melepas pelukan Roger dan duduk di samping pria nya itu.
Roger belum sepenuh nya yakin bahwa Kristy sudah memaafkan nya..tetap saja dalam hati nya sikap Kristy sedikit berubah tak seperti biasa nya..dia belum tenang jika Kristy belum menunjukkan senyum indah nya juga kata 'sayang' dari mulut nya itu.
"Sayang aku akan mengenalkan mu dengan Recta,aku tak mau kau cemburu lagi dan semakin lama marah pada ku" kata Roger yang akan mengenalkan nya pada Recta wanita yang Kristy kira adalah selingkuhan nya.
__ADS_1
"Aku tak ingin bertemu siapapun..kita pulang aku sangat lelah" kata Kristy datar tanpa ekspresi yang Roger harapkan.
"B..baiklah..kita pulang saja" Roger menjadi kikuk dengan ekspresi wajah datar Kristy yang seolah enggan membahas hal lain karena dia berpikir Kristy pasti masih marah dengan nya.
Roger memilih diam sejenak..dia tak mau membuat Kristy semakin marah pada nya..Roger teringat akan titipan Maiden dan oleh-oleh dari nya juga..dia mengeluarkan dua buah kotak dari kabinet dan dia memberikan nya pada Kristy lalu berkata.
"Sayang ini oleh-oleh dari negara A untuk mu" kata Roger sambil menyerahkan kotak-kotak itu pada Kristy.
"Terimakasih..ini kunci apa?" kata Kristy berterima lalu dia membuka kotak pertama dan melihat isi dalam kotak kayu itu adalah sebuah kunci yang entah kunci apa.
"Ini kunci rumah mu.. Aku membelikan mu rumah sesuai janjiku waktu kemarin..foto nya sudah ku kirim kemarin bukan?" kata Roger tersenyum mengatakan kunci apa yang sedang Kristy pegang.
Kristy membuka kotak karton warna oranye itu dan menemukan sebuah gelang yang terbuat dari kerang yang Maiden ambil sendiri dari lautan saat dia melakukan diving dengan teman-teman nya..di kotak nya ada tulisan 'A special thing for my special person'.. Kristy tau ini pasti dari Maiden.. Kristy sudah bisa menebak nya.
"Itu da__" belum selesai Roger berkata-kata Kristy sudah lebih dulu memotong nya.
"Ini dari Maiden kan.. thank's sudah mau membawakan nya untuk ku" kata Kristy memotong ucapan Roger lalu dia menciumi pipi Roger dan dia masukan gelang itu kedalam tas nya.
__ADS_1
Roger tersenyum dan senang karena Kristy sudah mau mencium nya meski dalam hati nya sedikit kesal karena mengira Kristy mencium nya bukan untuk hadiah yang dia berikan melainkan untuk gelang dari Maiden yang dia bawa..dia benar-benar kesal namun dia tahan sebisa mungkin karena bisa lebih gawat.
Sejenak suasana nya hening..baik Roger maupun Kristy mereka sama-sama terdiam sebelum Roger memecah keheningan di antara mereka dengan kata-kata nya yang jujur dari hati nya.
"Sayang..aku sangat merindukan mu..apa kau tak merindukan ku juga.. Aku sangat tersiksa selama kau marah pada ku..aku minta maaf karena sudah membuat mu menangis dan kecewa akan candaan konyol ku..I miss you so much sayang" bisik nya pada Kristy dengan jujur karena dia benar-benar rindu dengan Kristy.
Kristy menghela nafas nya panjang..jujur dia juga sangat merindukan pria nya itu..dia menatap Roger dan menjawab dengan suara paling serius yang pernah Roger dengar.
"Aku juga sangat merindukan mu Roger" kata nya serius menatap manik mata Roger yang mulai berbinar-binar setelah mendengar kabar baik dari nya.
Roger tersenyum dengan mata yang berbinar-binar..dengan segera dia menarik bahu Kristy dan mengangkat nya hingga Kristy terduduk di pangkuan nya..tak mau menunggu lama lagi dia llumat bibir yang selalu membuat nya candu itu dengan penuh kenikmatan, kerinduan dan semangat.
Paman Bill seakan mengerti dengan situasi nya..dua insan yang tengah kasmaran itu butuh ruang untuk meluapkan kerinduan mereka,dia melajukan mobil nya dengan lebih cepat lagi agar mereka segera sampai di rumah dan sepasang kekasih itu bisa langsung meluapkan kerinduan mereka.
Benar saja tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah.. Roger menggendong Kristy menuju kamar nya untuk melepas rindu yang sudah mereka tahan selama hampir seminggu ini di tambah dengan Kristy yang marah karena candaan konyol Roger juga Roger yang di buat kalang kabut dengan kemarahan Kristy.
Sampai di dalam kamar Roger langsung membaringkan Kristy dengan perlahan..dia llumat lagi bibir yang selalu membuat nya candu itu dengan penuh nafsu..dengan tergesa-gesa Roger dan Kristy mulai membuka semua kain pada tubuh satu sama lain.
__ADS_1
Setelah nya mereka kembali berkissing,saling llumat bibir yang menjadi candu satu sama lain.. Kristy melengguh di sela-sela desyahan nya..ciuman mereka makin panas dan kini tangan Roger tak bisa diam anteng..tangan itu kini mulai mencari mainan favorit nya yaitu squsy bukan buatan manusia yang menurut nya ukuran nya semakin bertambah besar dan tentu semakin nikmat.