
Kristy dan Maiden terdiam tak menjawab pertanyaan Louisa..mereka tidak pernah berfikir tentang hal itu sama sekali sejak menjual sel nya ke pihak bank kesuburan 3 tahun yang lalu.
Kedua nya saling pandang seolah tengah berpikir..benar,jika anak hasil sel mereka di buahi dan jadi maka mereka berarti tidak lagi sendirian..mereka memiliki keluarga baru,tentu mereka sangat senang jika memang benar begitu namun mereka diam memilih tak menjawab nya.
"Maaf jika pertanyaan ku membuat posisi kalian menjadi sulit" ucap Louisa meminta maaf karena membuat suasana sedikit berubah.
"Tidak apa-apa.. sebenar nya kami tidak dalam posisi yang bisa mengetahui lebih mengenai sel itu..tapi kalau aku bisa mendapatkan sel itu kembali maka aku ingin sel itu bisa di lahirkan..itu pun kalau Kristy tidak keberatan" ujar Maiden tetap ramah seolah tidak terjadi apa-apa dia menoleh ke arah Kristy yang masih terkesima dengan jawaban yang dia berikan.
"Aku tidak keberatan" jawab Kristy tersenyum.
Kini Kristy jadi sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada sel itu setelah mereka membahas nya..dia berpikir lagi apa benar sel itu masih ada atau memang sudah di musnahkan.
Entah dia tidak tau.
Setelah selesai dengan wawancara nya,Maiden mengajak Kristy untuk clubbing dan itu tentu termasuk dari program belajar untuk bersenang-senang yang dia rancang selama 2 minggu ini untuk Kristy..terpaksa Kristy menghubungi Rogam untuk tak menjemput nya karena dia akan bersama Maiden entah sampai jam berapa dia juga tidak tau.
Mereka melakukan bar hoping,setelah nya mereka berjalan di tepi sungai ke bar yang lain nya.. Kristy minum sangat banyak dan membuat pandangan nya mulai kabur setelah minum di bar ke lima yang mereka kunjungi.
"Ck..kepalaku sangat ringan Maiden..astaga aku butuh tidur,kalau aku minum segelas lagi maka bisa di pastikan kau akan menggendong ku agar bisa sampai di rumah" kata Kristy yang memang setengah mabuk dan menjadi manja karena efek minuman koktail yang dia minum tadi.
"It's ok..asal kau menikmati nya aku tidak masalah..baiklah ayo pulang" kata Maiden tenang dan berdiri untuk membayar minuman yang mereka minum.
__ADS_1
"Hmm..jangan ke mansion,nanti para staf akan kaget melihatku pulang dengan kondisi mabuk begini..kita ke apartemen mu saja" kata Kristy tak ingin ke mansion Roger karena banyak staf yang akan melihat nya dalam keadaan tidak pantas di lihat.
"Baiklah asal kau nyaman saja" Maiden berjalan menggandeng tangan Kristy keluar dari bar itu dan berjalan menyusuri sungai dan berbelok ke arah apartemen nya yang memang tak jauh dari bar tadi.
"Ya ampun kau seperti siput saja Kristy, jalan mu lambat sekali" kata Maiden gemah dan bergegas menggendong Kristy ke punggung nya hingga mereka sampai di apartemen Maiden.
"Maiden sahabat ku..kau itu orang baik,aku sangat senang dan beruntung memiliki sahabat seperti mu..kalau ada kehidupan selanjut nya aku ingin menjadi saudara mu atau mungkin istri mu" kata Kristy tiba-tiba dengan setengah sadar.
"Kau kan sudah jadi saudara ku di kehidupan sekarang..dan kalau kau mau kau juga bisa menjadi istri ku di kehidupan sekarang" kata Maiden tenang menjawab ucapan Kristy.
"Istri.. maksud nya menikah dengan mu begitu?" tanya Kristy yang hampir kehilangan kesadaran nya karena terlalu mabuk dan ngantuk hingga tak mengerti ucapan Maiden karena efek koktail yang dia minum.
"Benar..kalau Roger menyakiti mu kau bisa datang padaku atau jika dia memperlakukan mu dengan tidak baik kau bisa pulang padaku,aku akan menjaga dan membahagiakan mu Kristy" ujar Maiden menoleh ke arah Kristy.
"I know Kristy" balas Maiden lalu mereka sama-sama terdiam dan Kristy sudah terlelap di punggung Maiden.
Mereka tiba di apartemen Maiden,Maiden membaringkan Kristy di tempat tidur dan dia juga ikut naik ke samping Kristy dan memeluk nya seperti biasa.
"Good night my Kristy..mimpi indah" kata Maiden bergumam kecil.
Maiden tau bahwa Kristy tidak terbiasa mendapat kan pelukan,pujian,dukungan dan lain nya seperti yang orang lain dapatkan dengan mudah karena itulah dia akan membiasakan memeluk Kristy serta memberikan dukungan kepada nya,Maiden juga mengatakan hal ini pada Roger agar Roger juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan agar perlahan-lahan hati Kristy mulai bisa terbiasa mendapat cinta dari orang lain.
__ADS_1
Maiden bahagia jika Kristy juga bahagia meski dalam hati kecil nya terselip rasa cinta untuk Kristy namun dia tak mengungkapkan nya karena tak mau membuat persahabatan mereka hancur..Jika mereka menjalin cinta lalu hubungan mereka kandas maka kedua nya akan kehilangan satu-satu nya orang yang mereka anggap keluarga..baik diri nya maupun Kristy mereka sama-sama tak mau mengambil resiko sebesar itu.
#
#
Pagi nya Kristy terbangun dengan kepala yang berdenyut dan pusing juga berat..dia ingat semalam dia dan Maiden ke bar yang satu lalu berpindah ke bar yang lain nya..jika Maiden sudah terbiasa dengan dunia malam maka Kristy tidak,dia sangat amatiran,dia bahkan hampir jatuh tersungkur setelah bar ke sekian yang mereka kunjungi hingga Maiden harus menggendong nya pulang.
Ketika Kristy keluar dari kamar dia melihat Maiden tengah duduk di sofa ruang tamu dengan sebuah majalah di tangan nya dan kacamata yang bertengger di kedua mata indah nya.
Kristy terpaku melihat betapa indah nya Maiden di sana,dia segera tersadar dan mengambil ponsel nya lalu membidik kamera pada Maiden..hasil nya persis seperti di majalah, Maiden memang indah hingga Kristy tak lagi heran mengapa Maiden bisa menjadi sangat terkenal.
"Sejak kapan supermodel kita memakai kacamata hm?" tanya Kristy dengan nada menggoda Maiden.
Kristy menunjukkan hasil jepretan nya pada Maiden dan Maiden melihat nya dengan intens.
"Hey foto ini jangan sampai keluar ke publik ya..aku itu rabun dekat Kristy..beberapa bulan ini aku harus memakai kacamata..huftt padahal aku kan masih muda belum tua juga" kata Maiden serius dengan nada di buat-buat mengancam.
"Hahaha kau ini seperti kakek-kakek saja..itu pasti kacamata plus ya..ck supermodel kita rabun ternyata kasihan sekali" goda Kristy membuat Maiden mencebik namun dia juga tersenyum.
"Hey setiap manusia itu pasti menua..begitu pun dengan kemampuan melihat yang juga akan mengalami penurunan..tahun lalu belum separah ini dan kini aku harus memakai kacamata" jelas Maiden kemudian bangun dari sofa dan meletakan kacamata dan majalah nya lalu mendekat ke arah kulkas.
__ADS_1
"Mau jus atau susu?" tawar Maiden