
"Minggir,aku hanya ditugaskan untuk
membunuh pria itu" ujar Recta yang kini langsung mengangkat tangan nya dengan sikap mengancam.
Kristy sangat tahu bahwa Recta memang sejak awal tidak lah menyukai nya dan gadis itu juga bahkan hampir tidak pernah bicara
kepada nya,dan kini Kristy merasa Recta sangat senang untuk melakukan tugas nya yaitu
membunuh Maiden yang telah di depan mata nya.
Hatinya kian bergidik ngeri saat melihat sepasang mata gadis
itu dan bibir Recta juga tampak menyunggingkan senyum yang amat berbahaya.
"Kalau begitu langkahi dulu mayat ku" desis Kristy dengan suara bergetar.
Recta malah menyeringai dan hanya dengan sekali ayunan saja Kristy telah terbanting ke samping..dia kini sudah berdiri di depan Maiden yang masih berusaha untuk mempertahan kan diri dengan kuda-kuda seadanya.
Tubuh nya masih sangat lemah karena dia baru pulang dari
rumah sakit dan menghabiskan tenaga nya sehabis di pompa perut nya agar ramuan itu bisa keluar dari tubuh nya.
__ADS_1
"Jangan sakiti Kristy" seru Maiden dengan suara mengancam.
Pukulan nya mengenai udara karena rupa nya Recta sudah bergerak dengan cepat menghilang dari tempat nya berdiri sebelum nya dan kini tahu-tahu dia sudah muncul di belakang Maiden dan langsung saja
menghantam bahu Maiden dengan pukulan siku yang sangat ahli.
Maiden pun langsung tersungkur jatuh ke lantai..dia masih berusaha untuk bangun tetapi kaki Recta yang
mengenakan sepatu boot kulit itu malah menginjaknya tanpa ampun.
"Kau tau,kau sudah mencintai wanita yang salah dan kau pantas mendapatkan kematian" ujarnya
"Tidakkkkkkk..jangan tembak Maiden..aku tidak akan pernah memaafkanmu" Jerit Kristy.
Kristy berusaha untuk bangun dan juga menghambur untuk melindungi Maiden,tepat saat Recta mulai
mengacungkan pistol nya,Maiden yang secara naluri merasakan bahwa Kristy mulai bergerak untuk
melindungi nya dengan segera berbalik dan tiba-tiba saja terdengar suara letusan dua kali dan tubuh kedua nya pun terbanting ke lantai.
Tiba-tiba pintu dibuka dari luar dan tampak lah Roger yang masuk dengan wajah pucat dan juga nafas nya yang terengah-engah..dia segera menuju ke tempat Kristy dan dia pun berteriak dengan murka pada Recta.
__ADS_1
"Kau apakan istri ku hahhhh" teriak Roger.
Dia memangku tubuh Kristy yang sudah benar-benar tampak sangat lemas dan dia pun memeriksa darah yang berceceran di pakaian nya,sesaat ia mendesah lega karena tidak menemukan luka di tubuh sang istri.
"Ma..Maiden..bagaimana keadaan Maiden" tanya Kristy lemah sambil berusaha untuk membuka matanya.
Kristy segera melihat ke arah Roger yang sedang memangku nya lalu menjerit dan juga histeris saat
pandangan nya kini sudah tersapu pada tubuh Maiden yang sudah terkapar di sampingnya dengan tak berdaya.
"Tidakkkkk,kenapa..kenapa kau tega membunuh Maiden..kenapa kau tega berbuat hal sejahat ini..kenapa kau tidak mempedulikan perasaan ku..tidakkkk" jerit Kristy saat melihat Maiden tergeletak tak berdaya dengan darah yang berceceran di sekitar tubuh Maiden.
Kristy pun segera menghambur ke arah Maiden dan langsung memeriksa luka nya..Maiden terkena tembakan di dada kiri dan darah nya juga mengalir banyak sekali..Kristy pun kini meraung
sedih sambil mengguncang tubuh lemah Maiden.
"Kristy bukan aku sungguh" kata Roger dengan suara lirih sambil menggeleng-geleng kan kepala nya.
"Aku tak akan pernah bisa menyakitimu" lanjut nya mencari pembelaan.
"Kau yang sudah mengirim pembunuh itu ke mari Roger,kau yang mengirim nya untuk menghabisi Maiden..kenapa kau tega sekali berbuat hal sekeji ini..aku tak akan pernah memaafkan mu" ujar Kristy sambil menatap Roger dengan mata menyala-nyala.
__ADS_1