THE ALCHEMIST: Mengubah Sejarah

THE ALCHEMIST: Mengubah Sejarah
Ep_22


__ADS_3

Tak terasa mereka telah sampai di depan gedung berlantai banyak itu..mereka turun dan di sambut oleh para pegawai dan manager nya yang kebetulan sedang on duty di sana.


"Selamat malam tuan..anda sudah pulang?" sapa si manager sopan.


"Hm..ini nona Kristy dari perusahaan xx yang akan mengadakan acara di hotel kita bulan depan..saya membawa nya untuk melihat-lihat lokasi" kata Roger menjelaskan.


"Perlu saya temani tuan?" tawar si manager menawarkan diri.


"Tidak usah" jawab Roger singkat.


Kristy tampak menutup mulut nya saat tau kebenaran dari ucapan Roger yang memang tidak mengada-ada.. Roger..oh tuhan..dia..dia memang pemilik hotel ini..astaga.


Kristy masih menatap lekat wajah Roger dari samping..dia masih belum bisa mempercayai semua ini..apa ini mimpi..atau dia sedang berhalusinasi.


Setelah kepergian para pegawai dan manager Roger tampak menggenggam tangan Kristy lembut dan membawa nya masuk kedalam hotel itu.


"Ayo ku tunjukkan tempat tinggal ku..aku tinggal di sini sekarang" ujar nya sambil menarik tangan Kristy lembut.


Kristy yang memang belum tersadar dari alam terkejut nya membiarkan Roger menggandeng nya..pikiran nya masih kosong saat ini.. bagaimana mungkin Roger itu..ah astaga ternyata memang benar Roger serius saat mengatakan akan membeli hotel ini saat makan malam waktu itu.


Kristy hanya diam tak mampu berkata-kata..dia membiarkan Roger menarik nya entah kemana..Roger masih menggenggam tangan nya saat melintasi lobby hotel ini dan mereka menjadi bahan tontonan para pegawai..mereka memberi hormat pada Roger dan membungkukkan badan nya saat mereka lewat di depan nya hingga sampai di lift.


"Se.. seperti nya..s..sudah..c..cukup..aku percaya kau memang pemilik hotel ini.. terimakasih atas bantuan nya" kata Kristy terbata seketika tak mampu bicara dengan normal.

__ADS_1


Roger tersenyum menatap Kristy dan memencet tombol lantai paling atas.


"Aku terima ucapan terimakasih mu dengan syarat kau harus mentraktir ku makan di restoran atau kencan seharian seperti yang sudah aku sebutkan saat di cafe.. bagaimana, bonus 1000 dollar itu sangat banyak loh" kata Roger tersenyum menatap wajah Kristy.


Kristy tampak mengerucut kan bibir nya dan seketika otak nya mulai menghitung angka-angka dengan begitu cepat.


"Makan malam saja kalau begitu" jawab Kristy dalam hati dengan senyum penuh kemenangan yang tersungging di bibir nya.


Kristy seakan tau restoran yang tepat untuk mereka..harga nya tidak begitu mencekik dan bonus nya akan aman.. tidak kurang dari 50 dollar untuk mereka berdua makan di sana.


"Hahaha" Kristy tertawa spontan saat memikirkan reaksi Roger saat sudah sampai di tempat itu.. pasti lucu.


"Kau kenapa Kristy?" tanya Roger yang heran melihat Kristy tiba-tiba tertawa.


Roger tampak menggeleng dan fokus lagi pada apa yang tadi dia lakukan.


Lift terbuka karena mereka telah sampai di lantai teratas di gedung itu..hanya ada satu pintu di lantai ini Roger menempelkan kartu pass akses nya pada pintu dan seketika pintu terbuka..tampak sebuah penthouse mewah dan besar juga luas yang pernah Kristy lihat.


"Woahhh..apa ini?" tanya Kristy keheranan dan terpesona.


"Ini nama nya penthouse Kristy.. penthouses adalah unit tertinggi di suatu hotel yang mengambil satu tempat atau setengah dari lantai biasa..aku tinggal di sini dan bisa melihat pemandangan kota dari jendela hampir keseluruhan nya.. apa kau mau melihat nya Kristy?" jelas Roger dan bertanya.


Kristy masuk semakin kedalam penthouse itu dan seketika mulut nya terbuka lebar..dia belum pernah melihat yang seperti ini sebelum nya..sangat mewah,luas,besar dan elegan..sekarang dia percaya bahwa Roger memang pemilik hotel ini dan dia tidak berbohong atau bercanda lagi.

__ADS_1


Beruntung sekali menjadi diri nya yang terlahir dari keluarga kaya..dia juga tampan dan pintar..definisi sempurna sebagai manusia Roger ini hingga dia tidak bisa menemukan celah satu pun atas kekurangan nya..lebih tepat nya belum menemukan nya.


Memikirkan hal itu membuat nya merinding sendiri..semakin besar kelebihan yang dia miliki maka semakin besar dan fatal pula kekurangan nya..apa mungkin Roger ini mempunyai kepribadian ganda atau dia ini pria beristri yang suka berselingkuh atau bisa jadi dia adalah pria kasar tukang main tangan pada wanita hingga di tinggal dan sampai saat ini dia masih single...atau....oh astaga dia tidak tau lagi harus bagaimana dia hanya bisa berharap semoga Roger memang tulus membantu nya dan tidak neko-neko.


Kristy memperkokoh pertahanan hati nya.. dia tidak boleh terpikat akan pesona dan ketampanan Roger..hidup nya baru saja membaik dia memiliki pekerjaan,tempat tinggal dan tabungan..dia tidak boleh terperosok dalam lubang hitam yang akan menyesatkan nya.


"Kau sedang apa Kristy?" tanya Roger yang saat ini tengah berada di jendela dia melambaikan tangan pada Kristy dan meminta nya mendekat.


"Kemari lah..akan aku tujukan pemandangan indah dari sini" ujar nya tersenyum.


Kristy berjalan perlahan..semakin dekat semakin lebar juga mata nya terbuka.. Kristy melihat pemandangan kota dari balik jendela yang di hiasi dengan berbagai lampu.. Kristy menggigit bibir nya untuk memastikan bahwa ini nyata bukan halusinasi..sungguh memanjakan mata nya.


"Ini indah sekali.. terimakasih aku belum pernah melihat yang seperti ini sebelum nya" ujar Kristy lirih.


"Aku dulu kan sudah menawari mu untuk tinggal di sini tapi kau malah menolak nya" kata Roger sambil terbatuk kecil.


"Ekhemm apa kau tidak percaya dengan niat baikku Kristy?" lanjut nya.


"Maaf sebelum nya karena aku memang tidak mudah percaya dengan orang lain..tapi aku juga tidak semudah itu menerima kebaikan orang lain juga apalagi memberi tanpa imbalan aku pasti akan curiga dan kepikiran.. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tinggal di sini selama sebulan,apa yang akan kau minta dariku dan aku tak mau membayang kan nya" jelas Kristy lugas.


Roger tampak mengernyit heran dengan pemikiran Kristy.


"Apa kau memang tidak percaya bahwa niatku memang baik Kristy..aku hanya iba melihat mu kesulitan..kau tak punya tempat untuk tinggal bahkan ongkos taksi pun kau tak punya..di sini ada banyak kamar dan menurut ku tidak ada beda nya jika ada satu tamu yang menginap di sini selama sebulan secara gratis" jelas Roger membuat Kristy terdiam.

__ADS_1


"O..oh" wajah Kristy berubah mendatar dengan suara tercekat setelah mendengar ucapan Roger barusan.


__ADS_2