
Tentu saja Kristy terkejut dengan ulah Roger yang mungkin saja ingin menggoda nya..kan sialan dia..sekarang mereka semua semakin yakin bahwa Kristy memang adalah seorang simpanan.
Kristy kembali ke meja nya dengan lesu..dia bahkan mendengar para karyawan berbisik-bisik mengenai diri nya dan itu sukses membuat telinga nya panas seketika..tahan Kristy jangan buat masalah biarkan saja anggap mereka semut yang sedang berebut permen.
(Jangan lupa makan malam nya nanti from Vincent Schutzataffel) tulis sebuah nama dalam kartu ucapan itu.
Akhirnya kini dia bisa tidur nyenyak setelah tau nama asli nya..oh tuhan sungguh lepas sekali rasa nya.
Kristy menahan nafas nya saat membaca nama lengkap Roger..dia juga mendengar bisik-bisik karyawan semakin keras karena ternyata sudah ada yang membuka dan membaca kartu ucapan itu lebih sebelum diri nya..kini mereka tau siapa yang mengirim kan bunga untuk nya bahkan mereka langsung berselancar di dunia Maya demi mencari tau orang yang menjadikan dia sebagai simpanan.
"Wow bukan kah dia pemilik Schutzataffel Group yang baru-baru ini membeli hotel xxx itu?" kata salah satu dari mereka.
"Pantas saja Kristy bisa dengan mudah nya mendapatkan venue di sana" kata yang lain nya.
"Dia pasti laki-laki tua dengan perut buncit karena tidak ada foto nya di sini" kata satu nya lagi menduga-duga.
Kini mereka memandang Kristy dengan sinis dan sedikit mencela..mereka seolah jijik dengan Kristy yang menjadi simpanan pemilik hotel itu..murahan sekali..batin mereka.
Mendengar banyak nya ocehan dari mulut pedas bin nyinyir mereka ingin sekali rasa nya Kristy berlari menuju kampus tempat Roger mengajar dan menyeret nya ke kantor untuk membungkam mulut nyinyir dan pedas mereka,juga agar mereka bisa tau bahwa pemilik hotel itu masih muda, tampan dan mempesona bukan seperti yang mereka sebutkan tadi.
Sabar Kristy tahan jangan dengarkan mereka toh kau yang lebih tau kebenaran nya bukan..abaikan saja Kristy.
Jam kerja telah usai.. Kristy segera bersiap-siap untuk menjemput Roger atau Vincent Schutzataffel itu di kampus tempat nya mengajar..mereka akan makan malam di suatu tempat..tanpa Kristy duga ternyata di depan kantor nya sudah ada sebuah mobil yang sangat dia kenal tengah terparkir dengan si supir yang membungkuk hormat menyambut nya lalu membukakan pintu untuk nya.
"Eh..paman kenapa malah saya yang di jemput?" tanya Kristy keheranan.
__ADS_1
"Tuan meminta saya mengantar anda pulang dan berganti pakaian dulu nona baru setelah nya kita pergi ke kampus tempat tuan mengajar" jawab si supir sopan.
"Emm..sebaik nya kita langsung ke kampus saja paman..rasa nya tidak perlu saya berganti pakaian" jelas Kristy tidak enak hati.
Biarlah dia di anggap menipu Roger tapi memang mereka akan makan di restoran dan bukan menipu nya..dia hanya tak mau menghabiskan ratusan dollar hanya untuk makan malam di restoran mahal seperti selera Roger..no and never..yang penting judul nya makan malam di restoran bukan.
Bill supir Roger menuruti keinginan Kristy untuk langsung meluncur ke kampus tempat Roger mengajar..mereka sampai di tempat parkir kampus itu dan Kristy bergegas mengirim pesan pada Roger.
(Aku sudah sampai di tempat parkir).. Kristy.
(Tunggu sebentar lagi kelas hampir selesai) balas Roger.
Sembari menunggu Roger Kristy berkirim pesan dengan Maiden agar membuang rasa suntuk nya.
(Aku sudah mendapatkan nama lengkap nya.. Vincent Schutzataffel.. tapi sayang sekali dia bahkan tidak ada informasi apapun di internet).. Kristy.
(Di sini banyak sekali nama Vincent Schutzataffel..yang mana orang nya karena setiap gambar berbeda-beda) balas Maiden.
Kristy melihat satu persatu foto yang Maiden kiriman..nihil tidak ada satu pun dari mereka yang sama dengan Roger.
(Tidak ada Maiden..semua Vincent Schutzataffel yang kau kirimkan bukan orang yang sama seperti yang sering aku ceritakan pada mu..kenapa bisa begitu ya?) tanya Kristy heran karena tidak bisa menemukan informasi apapun mengenai Roger di internet.
(Bisa saja Kristy itu bisa di lakukan untuk orang yang kaya dan berpengaruh..mereka bisa memblokir semua informasi mengenai diri mereka di internet..kalau kita memang tidak bisa menemukan nya berarti dia memang orang kaya dan berpengaruh Kristy) balas Maiden.
Kristy terdiam dan berpikir sejenak..dia kira yang bisa memblokir mengenai hal-hal seperti itu hanya polisi dan perangkat nya saja tapi ternyata ini..oh astaga sebenar nya mau apa orang sepenting dan sekaya Roger mendekati nya..dia bahkan tidak memiliki apapun untuk bisa dia manfaatkan.
__ADS_1
Di saat Kristy masih berperang dengan pikiran nya tiba-tiba pintu mobil terbuka dan masuk lah Roger dengan keadaan basah karena ternyata di luar sedang hujan tanpa dia sadari.. Kristy bahkan tak menyadari hujan yang sudah berlangsung 5 menit itu.
"Kristy tolong ambilkan handuk kecil di kabinet itu" pinta Roger pada Kristy sambil menuju rak kecil di sisi kanan nya.
Kristy mengambilkan handuk itu dan memberikan nya pada Roger.
Roger dengan santai nya membuka kancing kemeja nya dan mengeringkan rambut nya menggunakan handuk yang Kristy berikan tadi..lalu dia menunjuk ke arah satu nya lagi dan berkata.
"Tolong ambilkan kemeja ku di rak itu Kristy" pinta Roger lagi.
Roger bahkan membuka kemeja nya di depan Kristy tanpa perduli bahwa gadis itu sudah terpana dan tak mampu untuk bereaksi namun tanpa sadar tangan nya mengambilkan kemeja baru untuk Roger.
"Kau kenapa Kristy..apa kau tak pernah melihat laki-laki berganti pakaian?" tanya Roger keheranan melihat reaksi Kristy.
"Tidak" jawab Kristy mengalihkan pandangan nya.
"Masa..apa di sekolah kau tak pernah ikut pelajaran renang?" tanya Roger lagi.
"Itu tidak di hitung tau" jawab Kristy dengan cepat dan ketus bisa bahaya berlama-lama melihat pemandangan menyegarkan mata itu.
"Why?" tanya Roger lagi.
Kristy diam tak mau menjawab lagi.. Roger tiba-tiba memikirkan sesuatu dan menatap intens Kristy.
"Kau..apa kau belum pernah tidur dengan pria Kristy?" tanya Roger tiba-tiba.
__ADS_1
"Kurang ajar kau..kau pikir aku wanita murah yang dengan senang hati membuka kaki untuk para pria hah.. Aku tak akan menyerahkan mahkota berharga ku hanya untuk orang sembarangan karena akan rugi sendiri..lagi pula aku tidak pernah memikirkan pacaran karena aku hanya fokus bekerja jika pun aku punya pacar tidak akan aku tidur dengan nya tanpa ikatan yang pasti" jawab Kristy ketus sedikit emosi.
"Aku bukan wanita murahan meski semiskin apapun aku..lebih baik bekerja menjadi pelayan daripada mengotori tubuhku" lanjut Kristy memandang keluar jendela mobil.