
Kristy baru bisa keluar dari toilet setelah mereka sudah pergi..dia hanya diam tak berani berbuat apapun karena dia tau pasti bahwa diri nya tidak akan pernah menang melawan mereka.
Jam pulang kantor telah tiba.. Kristy Sudja selesai dengan segala urusan nya..tepat jam 6 sore Roger mengirimkan pesan teks dan langsung Kristy baca.
"(Apa kau sudah pulang kerja..mau ku jemput?)" pesan dari Roger.
"(Kita bertemu di cafe saja yang letaknya di tengah-tengah jadi tidak terlalu jauh aku akan berangkat sekarang kau hati-hati lah)" balas Kristy sambil mengirim alamat cafe yang akan mereka kunjungi.
"(Baiklah..aku kesana sekarang)" balas Roger.
Kristy mulai membereskan meja nya..setelah nya dia mengambil tas nya dan berjalan keluar gedung perkantoran itu..ini adalah pertemuan pertama setelah di hotel saat makan malam itu ras abay agak kaku saja jika bertemu lagi dan dia sedikit was-was akan hal itu.
Tak berapa lama kemudian Kristy telah sampai di cafe tempat mereka janjian.. Kristy masuk dan melihat Roger telah duduk menunggu nya di salah satu kursi yang ada di dalam.
"Hay..maaf apa aku terlambat?" tanya Kristy setelah menyapa Roger sekilas.
"Baru beberapa menit yang lalu..aku memiliki kaki yang lebih panjang Kaif lebih dulu sampai di sini..duduk lah mau pesan apa?" jawab Roger santai.
"Hey.. seharusnya aku yang menawari mu karena aku yang mentraktir mu..kau mau pesan apa?" balas Kristy mendelik ke arah Roger.
"Hahaha..kau menyeramkan jika begitu..aku ikut apa yang kau pesan saja" kata Roger terkekeh melihat ekspresi wajah Kristy yang melotot karena di bilang menyeramkan.
Kristy beranjak memesan minuman untuk mereka.. selesai dengan pesanan nya kini dia membawa minuman itu ke meja dimana Roger tengah menunggu nya.
__ADS_1
"Selamat atas keberhasilan mu menjadi karyawan di sana dan bahkan kau sudah menerima gaji.. bersulang" Roger mengangkat gelas nya dan di ikuti Kristy,mereka bersulang untuk Kristy yang sudah menjadi pegawai tetap dan mentraktir minuman itu.
"Sebenarnya aku sangat sibuk karena kantorku akan mengadakan acara dan kami harus mencari venue yang di atas standar karena tamu kali ini adalah orang penting dan tidak mau jika di tempat yang biasa saja..huhh dimana di sini menemukan venue di atas standar karena hotel yang menyediakan itu semua hanya hotel xxx..kau tau para pengacau yang menggangu ku saat di hotel itu..salah satu dari mereka mengatakan bahwa aku memiliki koneksi di hotel xxx sebagai simpanan pemilik hotel itu sama mereka memintaku untuk mengusahakan agar bisa mendapatkan venue di hotel xxx itu,sedangkan aku huhh aku bahkan tidak tau siapa pemilik hotel itu sekarang orang-orang di kantor memadang ku dengan begitu rendah nya" ujar Kristy menceritakan apa yang dia alami dengan raut wajah terluka.
Roger tampak tidak suka Kristy di perlakukan seperti itu.
"Apa mereka satu kantor dengan mu?" tanya Roger.
"Hmm..dan aku benar-benar kesal dengan itu..maka dari itu aku benar-benar sibuk mencari venue pengganti nya..kalau saja aku memang memiliki koneksi di hotel itu pasti akan aku gunakan lumayan kan aku di janjikan bonus 1000 dollar jika aku bisa mendapatkan venue di sana..huhhh aku sudah tidak begitu memperdulikan reputasi ku yang sudah tercemar itu..biarkan orang menganggap aku simpanan atau sugar baby atau apa lah itu aku tidak perduli lagi" kata Kristy dengan berapi-api.
Roger tampak menatap Kristy lekat..dia heran dengan Kristy yang begitu putus asa.
"Jadi kau menerima segala tuduhan mereka jika kau bisa mendapatkan venue di sana..aku bisa membantu mu mendapatkan nya" ujar Roger bersungguh-sungguh.
"Aku serius Kristy..aku bisa membantu mu mendapatkan venue itu asalkan kau benar-benar tidak malu di sebut sebagai simpanan pemilik hotel itu..kau yakin tidak malu Kristy?" tanya Roger memastikan.
"Tidak.. Aku tidak akan malu karena aku yang lebih tau kebenaran nya..biarkan saja mereka mau mengataiku apa yang pasti aku tau aku tidak seperti yang mereka tuduhkan" jawab Kristy tegas tanpa keraguan.
Roger tampak tersenyum kecil sambil menatap Kristy dengan tatapan tak terbaca.
"Baik lah aku akan membantu mu mendapatkan nya.. tanggal berapa acara nya?" tanya Roger.
"Tanggal 15 bulan depan" jawab Kristy.
__ADS_1
"Ok" balas Roger sambil mengetik beberapa kata di ponsel nya.
"Selesai" lanjut nya lalu meletakkan ponsel nya pada saku kemeja nya.
"Apa nya?" tanya Kristy heran.
"Aku sudah meminta sekertaris ku untuk mengosongkan ballroom hotel untuk acara yang akan kalian selenggarakan bulan depan" jawab Roger santai.
"Hahaha..astaga Roger hahaha kau lucu sekali hahahaha" tawa Kristy semakin pecah saat mendengar ucapan Roger barusan.
"Karena aku sudah membantu mu mendapatkan bonus mu maka kau harus mentraktir ku lagi besok..hmm makan malam di restoran atau kencan seharian ya..hmm bagaimana?" ujar Roger menatap Kristy.
"Hahahaha...ahahaha" tawa Kristy semakin pecah dan terbahak-bahak.
Ya tuhan kenapa Roger masih saja bertingkah seolah-olah dia adalah pemilik hotel itu..astaga menghibur sekali.
"Hey kenapa kau tertawa..aku serius Kristy..baiklah kalau kau benar-benar menerima bonus 1000 dollar mu itu berarti aku benar bahwa aku memang pemilik hotel itu" jawab Roger sambil menatap Kristy yang masih saja menahan tawa nya..Roger hanya menggelengkan kepalanya mau melihat Kristy yang tidak percaya pada nya.
"Seperti mau akan susah membuat mu percaya bahwa aku memang pemilik hotel itu..begini saja agar kau percaya bahwa aku pemilik hotel itu habis ini ikut aku ke sana untuk membuktikan bahwa ucapan ku memang benar dan nya dan aku berjanji akan membantu mu mendapatkan bonus 1000 dollar mu itu" saran Roger yang masih menatap Kristy.
Kristy hanya tersenyum tak percaya dengan ucapan nya..Roger menarik tangan Kristy keluar dari cafe itu..di luar sudah ada mobil yang dulu dia lihat di bandara..mobil itu adalah mobil yang sama yang mengantar nya ke apartemen Maiden.
"Ke hotel xxx pak" ujar Roger pada sang supir.
__ADS_1
Perlahan senyum tak percaya Kristy memudar..dia melihat ke samping nya tepat pada wajah Roger bagian samping.. tampan..ah astaga apa ini.. sebelum nya Roger juga mengatakan sebagai dokter bedah kenamaan dan sekarang pemilik hotel xxx..apa iya begitu..tapi setelah melihat wajah serius tanpa candaan Roger rasa nya tidak mungkin bukan dia bercanda akan hal-hal yang seperti ini.