
Tak terasa hari Kamis pun tiba di depan mata.. Kristy bekerja namun tak ada semangat sedikitpun..sepulang kerja nanti dia akan mengantar Maiden kembali ke negara P.
Kristy menangis saat sudah sampai di pintu apartemen Maiden..Maiden keluar dengan koper-koper milik nya dan itu semakin membuat tangis Kristy pecah hingga tersedu-sedu begitu pilu.
"Oh god Kristy..hey jangan menangis ..kita kan masih bisa berkirim pesan atau mengobrol lewat panggilan setiap hari nya..jika kau begini maka aku semakin berat untuk kembali Kristy" kata Maiden memeluk Kristy yang tengah terisak-isak.
"Maaf..aku tidak menangis aku hanya kelilipan saja" ujar Kristy berusaha tersenyum dan iklas melepas Maiden kembali.
Setelah drama selesai mereka berjalan menuju lift masih dengan bergandengan tangan hingga sampai di bawah dan bergegas menuju bandara dengan taksi.. Kristy mengirim pesan pada Rogam untuk tak menjemput nya karena dia akan menemani Maiden.
"(Aku akan ke bandara jadi tidak usah menjemput ku di kantor Rogam)" isi pesan Kristy pada Rogam.
"(Baik nyonya..saya akan langsung ke bandara saja kalian begitu)" balas Rogam.
Setelah sampai di bandara.. Kristy dan Maiden berpelukan sebentar sebelum Maiden melakukan check ini dan boarding.. Kristy hanya menatap kepergian Maiden sampai dia hilang dari pandangan nya sebelum menghubungi Rogam.
"(Kau dimana Rogam?)" isi pesan Kristy bertanya kepada Rogam keberadaan nya.
"(Saya hampir tiba di terminal satu kedatangan nyonya..anda sedang menunggu kedatangan tuan kan?)" balasan Rogam membuat Kristy tersentak seketika.
Astaga dia lupa bahwa Roger kan bilang bahwa dia akan kembali hari ini..hari Kamis.. Kristy menepuk kepala nya berkali-kali karena telah melupakan hal penting seperti ini..pantas Rogam mengira dia sedang menunggu kedatangan Roger dia mengira Kristy sedang menjemput Roger.
Dia tidak ingat karena sejak hari Sabtu terkahir Roger sama sekali tidak menghubungi nya.. Kristy kembali ke terminal satu kedatangan untuk menunggu Rogam..dia sedang malas untuk menggunakan MRT lebih baik menumpang di mobil Roger untuk pulang bersama..tanpa sadar dia sudah mulai terbiasa di manjakan seperti ini oleh Roger.
Kristy tiba di lokasi dan melihat mobil yang biasa Rogam kendarai telah terparkir dengan cantik..saat Kristy ingin mendekat tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nya dari belakang.
__ADS_1
"Kristy..kau menjemput ku?"
Kristy menoleh dan langsung berdebar-debar sangat kencang..pria yang membuat hari nya jungkir balik tak karuan itu tengah berjalan ke arah nya di ikuti paman Bill yang sedang mendorong koper mereka di belakang nya..tampak Roger begitu sangat bahagia.
Semakin dekat,Kristy semakin tak karuan..dia hanya diam tak bergerak sedikit pun sambil menanti Roger datang mendekat kearah nya.
"Hay Roger" balas nya tak enak hati sendiri karena melihat wajah Roger yang sangat berbinar penuh bahagia.
"Aku kira kau masih kesal terhadap ku..tapi syukur lah karena kau menjemput ku..aku sangat bahagia Kristy" kata nya tersenyum dan menampilkan lesung pipi nya yang selalu membuat Kristy meleleh sendiri jika melihat nya.
Setelah sampai di dekat Kristy tanpa aba-aba Roger mendekap Kristy dan mellumat bibir Kristy dengan begitu rakus nya,seakan bibir Kristy adalah makanan yang sangat lama tak dia sentuh.
'Astaga Roger gila.. apa-apaan dia seenak nya seperti ini..apa dia tidak malu di lihat Rogam dan paman Bill?' batin Kristy berkelana.
"Aku sangat bahagia karena kau menjemput ku" kata Roger setelah melepas pagutan nya dan melonggarkan pelukan nya pada Kristy agar Kristy bisa bernafas.
Roger mengecup kening Kristy berulang kali seolah melepas dahaga kerinduan yang begitu lama tak dia salurkan, dia menggandeng tangan Kristy dan menuntun nya masuk kedalam mobil.
"I miss you so much Kristy" ujar nya jujur menatap lekat Kristy.
Jujur Kristy pun merindu kan Roger,dia bahagia bisa melihat nya lagi hari ini,namun dia tak berkata apa-apa selain tersenyum dan mengangguk.
Roger terus memegangi tangan Kristy seolah takut Kristy akan menghilang dan meninggalkan nya..dia tak melepaskan tangan Kristy sepanjang perjalanan karena mengingat terkahir kali percakapan mereka membuat nya merasa terkena karma karena telah jatuh cinta pada gadis yang sangat sulit untuk membalas cinta nya.
Kini Roger bisa merasakan rasa nya jadi wanita-wanita yang pernah dia sakiti saat bersama nya dulu..penyesalan pun tak luput dia rasakan di relung hati nya..setelah 400 tahun berlalu dia baru tau bahwa Karma is a Bitchh..ingat lah wanita tidak akan mudah untuk melupakan.
__ADS_1
"Apa kau sudah makan Kristy?" tanya Roger memecah keheningan di mobil.
"Belum sempat" balas Kristy singkat dan jujur.
"Kita mampir ke hotel xxx untuk makan malam dulu Rogam" titah Roger pada Rogam yang sedang mengemudi.
"Baik tuan" jawab Rogam patuh menuruti perintah.
Mobil melaju menuju hotel xxx sesuai perintah dari Roger..tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di hotel itu..Mereka telah tiba di hotel xxx..mobil itu masuk ke arah lobby dan mereka di sambut oleh manager dan para staf yang bertugas..mereka semua membungkuk hormat setelah Roger dan Kristy keluar dari mobil.
Rogam membukakan pintu untuk Roger sementara paman Bill membukakan pintu untuk Kristy.. Kristy benar-benar merasa seperti di film-film yang menjadi seorang putri bangsawan..dia sangat senang dan merasa bagaikan sebuah mimpi.
Roger berjalan ke sisi Kristy dan menggandeng tangan Kristy untuk segera masuk kedalam.
"Selamat datang tuan,nona,selamat malam..maaf tuan saya tidak tau akan kedatangan anda ke mari jadi saya tidak sempat untuk mengosongkan restoran,apa anda perlu makan di restoran lain atau mau di penthouse anda tuan?" sapa si manager sopan menjelaskan dan bertanya pada Roger.
"Tidak perlu..kami bisa makan dengan pengunjung lain" kata Roger menolak tawaran si manager lalu berbisik pada Kristy.
"Aku juga bisa hidup seperti manusia normal lain nya" bisik Roger membuat Kristy menggeleng.
Kristy tau maksud dari ucapan Roger..meski dalam sudut pandang nya makan di restoran ini begitu saja tanpa melakukan reservasi lebih dulu itu belum termasuk normal menurut Kristy.
Jika orang normal lain nya akan melakukan reservasi dulu sebulan sebelum nya tidak seperti Roger yang bisa langsung makan di sana tanpa mereservasi dulu..biarkan saja yang penting dia sudah berusaha..patut di hargai.
"Terserah kau saja Roger" balas Kristy menggelengkan kepala nya pasrah mengikuti kata Roger.
__ADS_1