
"Kristy,susah payah aku mendapatkan mu mana mungkin aku tega menyakiti mu.. Aku sangat mencintaimu tidak seperti saat bersama dengan wanita lain..hatiku hanya tertuju pada mu seorang Kristy" kata Roger pelan.
Kristy begitu ingin mempercayai ucapan Roger dan menyerahkan seluruh hati pada nya,dia memang mencintai pria itu,dia juga merindukan nya tapi dia tidak bisa menepis begitu saja ketakutan yanh dia miliki jika di sakiti nanti nya..dia tidak akan bisa pulih secepat itu jika hati nya di sakiti oleh orang yang dia cintai.
Kedua nya masih terdiam tanpa kata hingga beberapa saat kemudian Kristy memecah keheningan di antara mereka.
"Baiklah aku tidak akan mengganggu mu lebih lama lagi,aku tau kau pasti sangat sibuk di sana,dan aku juga harus beristirahat karena aku akan wakeboarding dengan Maiden besok,dia hanya beberapa hari lagi ada di sini sebelum kembali ke negara P" kata Kristy bermaksud untuk menyudahi obrolan di antara mereka yang kian tak menemukan jalan.
"Kristy katakan padaku..katakan padaku bagaimana cara nya agar kau percaya padaku bahwa aku hanya mencintai mu seorang,katakan padaku apa yang harus ku lakukan agar kau percaya bahwa aku tidak akan pernah menyakiti mu dan sebalik nya justru aku akan menjaga mu serta membahagiakan mu hingga kau bosan padaku..tell me what should I do Kristy" ujar Roger pelan terdengar berat dan hampir putus asa untuk meyakinkan kembali hati Kristy.
"I don't know Roger,you said,when you know,you will know..itu yang kau katakan kemarin dan untuk saat ini aku benar-benar tidak tau" kata Kristy mengulangi kata-kata Roger waktu itu.
"Baiklah..selamat malam Kristy" Roger mengalah karena dia tak mau membuat Kristy semakin kepikiran dan malah akan berdampak pada kesehatan nya.
"Terima kasih dan selamat malam juga" balas Kristy lalu menutup panggilan.
Setelah menutup telepon,Kristy merebahkan diri di ranjang dan mencoba untuk tidur,sepanjang malam Kristy hanya membolak-balikan posisi nya namun tetap tidak bisa tenang dan akhirnya dia bangun dan menangis sepanjang malam itu sendirian.
Sementara Roger,dia tampak berat hati menutup ponsel nya dan duduk di sebuah kursi.
__ADS_1
Tampak seorang pria tampan dengan rambut yang panjang sebahu berwarna pirang yang memiliki paras bak pangeran di negeri dongeng hanya menggelengkan kepala nya dan ikut prihatin di sebelah Roger.
"Yang kau katakan itu benar ka..itu memang karma untuk mu yang telah banyak menyakiti hati wanita" kata nya setuju dengan ucapan kakak nya yang mengatakan bahwa itu adalah karma nya.
"Robingham,kau nanti juga akan dapat karma loh kalau mengejek kakak mu yang sedang susah..suatu saat nanti kau juga akan merasakan nya,kau akan tau bagaimana mencintai seorang perempuan namun dia tidak mencintai mu bahkan sulit untuk sekedar membuka hati untuk mu" kata Roger mengomeli adik nya yang malah mengejek diri nya.
"Who know brother" kata Robingham menepuk pundak Roger dan pergi meninggalkan ruang perpustakaan tempat dimana dia dan Roger berada saat ini.
"Ughhh..ini pasti karma untuk ku" gumam nya menghela nafas nya panjang menyesali masa lalu nya yang begitu banyak menyakiti perasaan para wanita.
Roger terdiam sesaat,dia berpikir apa yang harus dia lakukan untuk membalik kan karma buruk nya yang telah membuat nya jatuh cinta pada seorang wanita yang sangat sulit untuk membuka hati untuk nya karena dia begitu tersiksa dengan karma yang tengah menimpa diri nya itu.
**
**
"Maiden aku tidak ikut,aku di sini saja,aku tidak bisa berenang bagaimana kalau aku nanti tenggelam,aku takut" kata Kristy meringis melihat orang-orang yang begitu excited untuk melakukan olahraga yang menurut nya ngeri itu.
"Hahaha astaga,baiklah terserah mu saja" kata Maiden tertawa geli melihat tingkah Kristy.
__ADS_1
Hari Minggu ini dia habiskan dengan bersenang-senang bersama Maiden,dia juga agak sedih karena beberapa hari lagi Maiden akan kembali ke negara P,tapi dia berusaha menepis kesedihan nya dengan bersenang-senang sepuas nya bersama dengan Maiden.
Hari Minggu ini mereka lewati dengan begitu menyenangkan,berbagai hal mereka coba,sungguh perlahan keresahan Kristy mulai terkikis dengan kegiatan menyenangkan mereka.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu..hari minggu terlewat begitu saja dan kini Kristy harus bekerja lagi karena hari ini adalah hari Senin.
Kristy tengah mengerjakan pekerjaan nya dengan serius untuk persiapan acara pameran AH.CORPS bulan depan, tiba-tiba bos nya Harber memanggil nya untuk ke ruang rapat.
"Kristy, Margin setuju dengan semua desain yang kita berikan..Minggu depan kita bisa memulai nya agar di bulan Desember nanti pameran instalasi karya-karya nya sudah selesai..ah iya dia menyerahkan semua kendali padamu karena dia akan kembali besok ke negara E,jadi dia mengundang mu untuk makan malam di restoran xxx untuk membicarakan teknis nya" kata Harber sambil menyerahkan beberapa dokumen pada Kristy.
Kristy hanya mengangguk dan setuju..dia tidak tau kenapa Margin tidak menghubungi nya secara langsung saja dari pada lewat bos nya Harber..sudah lah apapun itu dia sudah menyiapkan diri untuk bertemu dengan Margin setelah insiden akhir pekan kemarin di universal studio Sabtu lalu.
Setelah selesai Kristy kembali lagi ke meja kerja nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang belum selesai..dia jadi berpikir apa dia harus memberitahu Roger tentang pertemuan nya hari ini dengan Margin atau tidak..tapi mengingat dengan terakhir kali pembahasan mereka yang berlangsung tidak baik juga Minggu kemarin Roger bahkan tak menghubungi nya sama sekali,dia jadi ragu dia tak tau harus berbuat apa.
Setelah berpikir sebentar akhirnya Kristy memutuskan untuk tak memberitahu Roger karena menurut nya ini bukan lah hal yang terlalu penting atau mendesak..Kristy mengirim pesan pada Rogam untuk tidak menjemput nya karena dia akan langsung menuju restoran setelah pulang.
"(Saya akan mengantar anda kemanapun nyonya,saya juga akan menunggu anda pulang dari kantor di tempat biasa)" balasan Rogam membuat Kristy menghembuskan nafas nya panjang.
Memang Rogam tidak ada lawan nya,jika beradu kekeras kepalaan..dia sudah pasti kalah.
__ADS_1