THE ALCHEMIST: Mengubah Sejarah

THE ALCHEMIST: Mengubah Sejarah
Ep_42


__ADS_3

"Kemana kita pergi paman?" tanya Kristy yang sangat penasaran dengan tujuan mereka saat ini.


"Nanti anda akan tau nona" balas paman Bill sambil fokus menyetir mobil nya.


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di tempat dimana Roger tengah menunggu kedatangan Kristy.



Roger tampak berdiri di pintu masuk menyambut kedatangan Kristy dengan tatapan memuja dan terpana setelah melihat hasil kerja pihak butik yang dia sewa khusus untuk merubah penampilan Kristy.


"Wow..so beautiful..apapun yang kau kenakan tetap saja terlihat cantik..lihat lah gaun ini sangat cocok di tubuh mu kau semakin cantik" puji Roger membuat Kristy melayang.


Roger tampak memeluk Kristy sebentar dan di balas ciuman di pipi oleh Kristy.


Kristy tampak tersipu namun seketika dia teringat untuk menerima kebaikan dan pujian dari orang lain serta mengucapkan terima kasih seperti yang Roger ajarkan pada nya.


"Terima kasih Roger" Kristy mengucapkan terimakasih.


"Sama-sama my Kristy..ayo naik aku sudah lapar" ajak Roger karena dia memang sudah lapar.


Mereka naik ke atas, Kristy menyadari bahwa tidak ada satu pun pengunjung yang ada di sana selain mereka berdua..dia tau ulah siapa ini.


"Apa tempat ini juga kau sewa?" tanya Kristy yang sudah menduga nya.


"That's right..you know Kristy aku suka privasi" jawab Roger membenarkan.


"Ah iya aku baru ingat itu" Kristy teringat jika memang si Roger ini tidak suka pribadi nya di usik.

__ADS_1


Roger tidak pernah hidup seperti orang biasa yang akan mengantri hanya untuk mendapatkan tiket dengan membayar uang sebesar 30 dollar saja..itu mustahil untuk seorang Roger atau Vincent Schutzataffel.


Roger tidak akan melakukan nya..dia malah akan menutup venue itu untuk diri nya seorang selama yang dia inginkan jika mau..bukan kah itu luar biasa.


Makan malam di sana terasa lebih romantis..bukan hanya makanan nya saja tapi juga pemandangan nya yang membuat Kristy terpana hingga berdecak kagum..dia bisa melihat gemerlap lampu-lampu cantik di sekitar.


"It's so amazing Roger.. thank you" kata Kristy terpesona dengan keindahan suasana nya.


"Sama-sama..aku senang karena sekarang aku memiliki teman makan malam di tempat seromantis ini dan tidak lagi sendirian" kata Roger tersenyum manis.


Kristy tak bisa membayangkan bagaimana tidak enak nya makan sendirian di tempat seindah dan seromantis seperti ini.. Kristy jadi kasihan dengan Roger.


"Memang nya kau tidak pernah bersama wanita lain begitu,selain Margin maksud ku" tanya Kristy mendadak jadi penasaran.


Roger yang memang sudah paham dengan pernyataan jebakan seperti ini memilih diam dan tak menjawab nya karena bisa jadi buah simalakama untuk nya.


Roger memilih mengangkat botol wine yang ada di atas meja dan menuangkan nya pada gelas nya juga milik Kristy.


Dengan sangat terpaksa Kristy pun meminum wine yang sudah kembali terisi di gelas nya..sayang kan jika wine semahal itu harus di sia-siakan.


Roger meminum wine itu kemudian meletakkan kembali ke meja di depan nya dan berdehem kecil dengan tersenyum menggoda menatap Kristy yang tampak sedang cemberut.


"Ekhemm tadi kau bertanya apa Kristy?" tanya Roger tersenyum jahil menatap Kristy.


"Ck..sudah berapa banyak wanita yang silih berganti dalam hidup mu yang sebegitu panjang ini?" tanya Kristy lebih spesifik lagi dari sebelum nya.


"Begini my Kristy..aku sudah banyak belajar dari yang sudah-sudah tentang pertanyaan seperti ini..kalau aku menjawab pertanyaan mu ini akan sama sulit nya dengan menjawab pernyataan seperti 'Apa kau mencintaiku atau apa aku harus diet atau lebih cocok ini atau yang itu dan sebagai nya ' kau tau Kristy tidak akan ada jawaban yang memuaskan..so aku tidak akan menjawab nya" jawab Roger tersenyum sambil menggelengkan kepala nya dan meminum wine yang tersisa hingga tandas.

__ADS_1


"Tapi kata paman Bill kau memiliki banyak wanita bahkan di setiap benua" balas Kristy yang teringat dengan obrolan nya dengan paman Bill saat itu.


Tampak Roger menghubungi seseorang dan berbicara dengan singkat lalu menutup telefon nya lagi.


"Smith hapus bonus untuk Bill..aku berubah pikiran" kata Roger lalu menutup telefon dan meletakkan nya di meja kembali.


"Apa Bill bilang begitu?" tanya Roger menatap Kristy.


Kristus tentu saja terkejut mendengar bonus paman Bill di hapuskan..lidah nya kelu tak sanggup menjawab pertanyaan Roger.


"Eh..paman Bill tidak bermaksud begitu Roger..itu semua salahku yang sudah memaksa nya untuk bercerita..kan waktu itu kau habis menyatakan cinta padaku saat di penthouse pas aku mengambil cuti sehari waktu itu..saat itu aku sangat kesal dengan mu karena kau tau banyak tentang ku sedangkan aku tidak tau apapun tentang mu,maka nya aku bertanya saja pada paman Bill,dia bilang kau memang punya banyak wanita bahkan juga sangat banyak yang ingin menikah dengan mu tapi paman Bill bilang kau bukan orang seperti itu karena keluarga mu termasuk pemilih dan juga tidak mudah untuk jatuh cinta..begitu kejadian nya Roger" jelas Kristy buru-buru menjelaskan yang sebenar nya karena dia tak mau kalau sampai bonus untuk paman Bill di hapuskan karena nya.


Roger tampak tersenyum setelah mendengar penjelasan Kristy barusan..dia menghubungi seseorang yang sama dengan yang dia hubungi tadi.


"Smith batalkan perintah ku yang tadi..tambahkan 50% bonus untuk Bill" ujar nya yang membuat Kristy menghela nafas nya lega.. akhirnya.


"Jadi jika aku bertanya soal wanita kau tidak akan menjawab nya begitu?" tanya Kristy mengambil kesimpulan.


"Yap tepat sekali..so ganti saja petanyaan nya dengan yang lebih bermanfaat seperti 'apa aku mencintai wanita lain sama seperti aku mencintaimu maka aku akan menjawab TIDAK AKAN ,atau apa aku mau menikah dengan mu dan memiliki anak yang lucu-lucu seperti kita maka aku akan menjawab DENGAN SEPENUH HATI AKU SANGAT BERSEDIA' tanya lah" ujar Roger membuat Kristy benar-benar kehabisan kata-kata hingga jantung nya mulai berdisko.


"Nah sekarang gantian aku yang bertanya..apa kau sudah yakin dengan hati mu,apa kau mau menikah dengan ku dan memiliki anak serta hidup bahagia bersama dengan ku selama nya" tanya Roger sambil mendekatkan wajah nya.


Ibarat nya buah simalakama..ini lah pertanyaan yang sangat Kristy hindari karena dia masih belum yakin akan perasaan nya meski pun dia sudah nyaman di dekat pria di hadapan nya ini.


"K..kau.. ke..kenapa bertanya sekarang?" tanya Kristy tergagap saking gugup nya.


"Supaya kita impas..aku akan menjawab pertanyaan mu tadi dan kau akan menjawab pertanyaan ku tadi..so bukan kah ini adil?" jawab Roger santai dan tersenyum puas melihat wajah cengo Kristy.

__ADS_1


__ADS_2