
Dia memperhatikan ponsel Kristy yang sampai sekarang bahkan tidak berubah.. Kristy masih memakai ponsel lama nya padahal penampilan Kristy kini sudah jauh berbeda bahkan di kedua jari Kristy tampak dua cincin berlian yang menurut nya besar dan pasti sangat mahal.
"Kristy,apa Roger tidak membelikan mu ponsel baru yang lebih bagus?" tanya Maiden saat menatap ponsel Kristy yang sudah tua.
"Buat apa memang nya toh ini kan masih bisa di pakai" kata Kristy sambil menggelengkan kepala nya.
"Bukan kah sekarang jaman nya smartphone serba canggih ya..bisa juga buat foto-foto biar hasil mau makin bagus" kata Maiden.
"Aku tidak pernah minta" balas Kristy jujur.
"Hey harus nya tidak usah minta dia mengerti dengan sendiri nya lah" omel Maiden kesal.
"Kau tau Maiden,dia sudah memberi ku sangat banyak,dia juga berkali-kali meminta ku agar aku berhenti bekerja karena dia hanya ingin menikmati waktu nya bersama ku..aku selalu menolak karena aku suka bekerja dan apapun yang aku inginkan bisa dia penuhi termasuk mengganti ponsel sekalipun namun aku tidak butuh karena ponsel ku ini masih sangat bagus juga ponsel ini adalah hasil jerih payah ku selama bekerja serabutan..jadi ku rasa menikmati hasil sendiri akan lebih enak daripada meminta meski pada suami sekalipun" jelas Kristy membela Roger karena selama ini Roger selalu memaksa nya untuk meminta pada nya namun dia tidak pernah mau.
"Baik lah..ayo ambil foto dengan kamera ini saja..huft tadi nya aku mau kasih nanti saja tapi ternyata kau malah ambil foto nya sekarang..ini adalah hadiah dari ku kau bisa mengambil gambar lalu di cetak" kata Maiden menyerahkan sebuah kamera dari tas nya dan menyerah nya pada Kristy.
"Woahhh Maiden.. kenapa kau tau kalau aku sangat ingin membeli kamera ini..kau terbaik sahabat ku.. terima kasih" kata Kristy terkesima dan berterima kasih kepada Maiden.
Kristy memang sangat menginginkan kamera keluaran terbaru yang tengah dia pegang namun baru akhir-akhir ini dia mau mengeluarkan uang lebih untuk membeli nya hanya saja belum sempat dan kini Maiden telah menghadiahkan kepada nya.
"Saat Minggu lalu aku sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan aku melihat kamera ini dan aku langsung kepikiran dengan mu..bukan kah model nya lucu dan kau juga bisa langsung mencetak hasil jepretan nya..sangat cocok untuk di buat kenang-kenangan saat sedang bertraveling" jawab Maiden jujur.
__ADS_1
"Ini sangat bagus" seru nya kegirangan.
Kristus jadi teringat Roger saat tengah mengotak-atik kamera baru nya..Roger juga punya kamera polaroid yang sering dia gunakan untuk mengambil gambar diri nya saat mereka bertemu..dia jadi ingat proyek senyuman Kristy.
"Hey lihat sini dan senyum" kata Kristy memberi perintah karena dia ingin mengambil gambar Maiden untuk percobaan.
Maiden memasang pose mencebik karena dia di jadikan kelinci percobaan oleh Kristy.
"Sudah ayo sana kau foto saja pemandangan di sini..aku tunggu" kata Maiden agar Kristy mencoba kamera baru nya.
Kristy dengan senang hati menuruti keinginan Maiden untuk mencoba kamera baru nya..dia sangat gembira karena bisa mengambil gambar dengan sepuas nya..dalam waktu singkat film di kamera baru nya telah penuh dengan hasil jepretan nya.
"Maiden..astaga ini sangat keren..hasil nya sangat bagus..maaf file nya sudah ku habiskan" kata Kristy sambil mengatur foto-foto yang telah dia ambil dan dia tata di atas meja.
"Yeyyyy..thank you" kata Kristy bersorak gembira.
"Seperti nya kau berbakat menjadi fotografer Kristy..lihat lah hasil nya bagus-bagus loh..kau nanti beli kamera yang lebih bagus lagi dan belajar fotografi pasti kau nanti akan suka" saran Maiden setelah melihat hasil jepretan Kristy yang Kristy pajang di atas meja.
"Hey mana ada" elak Kristy karena tak merasa seperti itu.
"Apa kau lupa siapa aku..sudah hampir seumur hidup aku berada di depan kamera..aku jelas tau mana orang yang berbakat dan mana yang tidak..kau hanya menggunakan kamera seperti ini saja bisa mengambil foto yang bagus dengan komposisi yang pas serta angel yang tepat..aku sangat yakin kalau kau belajar fotografi dan memakai kamera yang lebih bagus pasti hasil nya juga akan jauh lebih bagus" kata Maiden menilai bakat yang Kristy miliki di bidang fotografi.
__ADS_1
"Haha thank you" kata Kristy yang juga membenarkan ucapan Maiden dalam hati.
Sedari dulu Kristy memang sangat menyukai seni fotografi..hanya karena fotografi adalah hobi yang mahal jadi dia tidak pernah berharap lebih untuk bisa menekuni nya..namun kini kalau dia mau dia sudah bisa mengikuti fotografi dengan serius..dia jadi ingat Roger yang sudah menyuruh nya untuk meminta apapun yang dia inginkan..dia bisa meminta untuk di belikan kamera profesional dan juga kursus fotografi seperti yang Maiden sarankan.
Kini Kristy kualitas bisa mengerti bagaimana cara nya menikmati hidup..ada banyak sekali hal dalam hidup nya yang ingin dia lakukan sekarang..dia bisa menekuni hobi nya yang dia sukai tanpa memikirkan lah mahal atau tidak nya biaya yang dia keluarkan.
Dulu dia memiliki banyak sekali keinginan yang hanya bisa dia jadikan khanyalan semata,namun kini perlahan semua itu bisa tercapai dan menjadi nyata.
Kristy sangat suka sekali dengan hadiah dari Maiden ini..Maiden pun memberikan sisa film yang tersisa pada Kristy dan dengan segera Kristy memasangkan nya pada kamera itu lagu.
"Apa kejutan yang kau maksud adalah ini?" tanya Kristy yang ingatan bahwa Maiden mengatakan akan memberikan nya kejutan saat tiba di Colmar.
"Bukan lah.. kejutan itu untuk hari terakhir kita di sini..aku ingin menunjukkan nya di hari terakhir kita berada di sini sekalian pulang" kata Maiden sambil menyesap wine nya.
"Hey..kau kenapa jadi misterius sekali sih..kau benar-benar membuat ku mati penasaran Maiden bagaimana kalau aku tidak bisa tidur nanti" keluh Kristy kesal dan mencebik mendengar kata-kata Maiden padahal dia sudah sangat penasaran.
"Kita bisa minum wine agar kau bisa lebih cepat tidur..begitu saja repot" kata Maiden tertawa melihat kekesalan Kristy.
"Memang nya ada?" tanya Kristy.
"Tentu saja ada..tadi aku membeli nya sambil menunggu mu selesai mengambil gambar" kata Maiden.
__ADS_1
"Baik lah seperti nya saran mu bisa ku coba" balas Kristy menyetujui ide Maiden.